Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MEMAHAMI TINDAKAN PROFESI APOTEKER Readressing the profession domain AHADITOMO DISAMPAIKAN DALAM DISKUSI DI FAKULTAS FARMASI UNAIR, SURABAYA, 19 FEBRUARI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MEMAHAMI TINDAKAN PROFESI APOTEKER Readressing the profession domain AHADITOMO DISAMPAIKAN DALAM DISKUSI DI FAKULTAS FARMASI UNAIR, SURABAYA, 19 FEBRUARI."— Transcript presentasi:

1 MEMAHAMI TINDAKAN PROFESI APOTEKER Readressing the profession domain AHADITOMO DISAMPAIKAN DALAM DISKUSI DI FAKULTAS FARMASI UNAIR, SURABAYA, 19 FEBRUARI 2009

2 “To improve is to change; to be perfect is to change often.” Winston Churchill

3 PROFESI ADALAH PEKERJAAN YANG DISUMPAH

4 SAYA MASYARAKAT ?

5 LATAR BELAKANG DALAM 1 DEKADE TERAKHIR, APOTEKER INDONESIA BERADA DALAM SATU “ SETTING” KETIDAK JELASAN TENTANG FORMAT KARIR DAN LEGITIMASI PROFESINYA DIMUKA SISTEM PEMERINTAH MAUPUN MASYARAKAT PRAKTIS SEMUA APOTEKER INDONESIA TIDAK MENYELENGGARAKAN TUGAS POKOK PEKERJAAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN SISTEM PEMERINTAHAN TIDAK MELAKUKAN TUGAS POKOK UNTUK MENYELENGGARAKAN PELAYANAN KEFARMASIAN YANG BAIK MASYARAKAT PRAKTIS TIDAK MENGENAL DAN MEMAHAMI HAKNYA ATAS PELAYANAN BERBASIS PROFESI / KEAHLIAN DALAM BERBAGAI SETTING PELAYANAN KEFARMASIAN

6 DOKTER UMUM PADA TH 50-AN > 20 PROFESI BARU ILMU HUKUM ILMU KEDOKTERAN ILMU EKONOMI ILMU TEHNIK DALAM 50 TAHUN ILMU FARMASI ? ? PERKEMBANGAN PROFESI LAIN BERBASIS ILMU PENGETAHUAN

7 PENATAAN “PEWARISAN” MELALUI GENERASI BARU G-50 G-70 KOMPETENSI PROFESI JUMLAH LULUSAN EKSEKUTIF BIROKRASI LULUSAN S2-S3; PROFESOR EKONOMI OBAT/ PDB JT PENDUDUK G-90 G-80 UMUR PADA 2008 G-80 = (= 44 TH) G-90 = (= 36 TH) G-00 = (= 26 TH) G-60 ? G

8 APOTEKER PEMERINTAH MENGAKUI DAN MENETAPKAN APOTEKER SEBAGAI TENAGA KESEHATAN…!!! APOTEKER MEMPUNYAI HAK DAN KEWAJIBAN SERTA “TUPOKSI” MENYELENGGARAKAN DAN MELAKUKAN PELAYANAN KESEHATAN MELALUI PELAYANAN KEFARMASIAN

9 APOTEKER, SEBAGAI PROFESI KESEHATAN BAGAIMANA APOTEKER DLM SISTEM BIROKRASI KESEHATAN MEMPERSEPSIKANNYA ? BAGAIMANA APOTEKER DALAM SISTEM PENDIDIKAN TINGGI MEMAHAMINYA ? PROFESI KESEHATAN LAINNYA DALAM SISTEM BIROKRASI DAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT UMUM DAN MASYARAKAT PEMERINTAHA N DI TINGKAT NASIONAL, PROPINSI, KABUPATEN/KO TA, KECAMATAN DAN UMUM

10 APOTEKER INDONESIA ( Farmasis ?) 1.Siapa Apoteker di Indonesia 2.Apakah pekerjaan seorang apoteker ? 3.Apakah “lulusan” pendidikan apoteker memahami format pekerjaan seorang Apoteker ? 4.Apakah pemerintah memahami dan melegitimasi pekerjaan keprofesian apoteker ? 5.Apakah pemerintah mengetahui dan memahami format pekerjaan kefarmasian ? 6.Apakah masyarakat awam memahami dan mengakui pekerjaan apoteker ? 7.Profesi lainnya,khususnya kesehatan, mengenal,memahami dan mengakui pekerjaan apoteker ?

11 FARMASI Apakah suatu Ilmu Pengetahuan ? Dengan kategori General Knowledge ? Ataukah suatu Specialistic knowledge ? Lulusan bisa bekerja di berbagai jenis pekerjaan yang tidak terkait dengan induk ilmu Lulusan memperoleh “privelege” sebagai “operator” dari semua sistem pekerjaan yang terkait dengan kefarmasian Sistem pekerjaan Kefarmasian di pemerintahan sebagai aparat birokrasi Sistem Pekerjaan Kefarmasian Non Birokrasi PEMAHAMAN KONSEP ILMU TEMPAT KERJA Sistem Pekerjaan Non Kefarmasian

12 Sistem pemerintahan sebagai aparat birokrasi Sistem Pekerjaan Kefarmasian Non Birokrasi Di Sub Sistem Pengawasan Kefarmasian (sebagai produk) Di Sub Sistem Pelayanan Kefarmasian sebagai bagian integral pelayanan kesehatan Yang terkait dengan penggunaan / pembuatan obat dimasyarakat luas (Nasional,Daerah) Institusi Khusus,seperti Bea Cukai, Narkotik- Psikotorpika Mengelola Manajemen di Insitusi/Birokrasi pelayanan Kefarmasian Pusat-Nasional / Daerah ( Departemen s/d Dinas ) Industri Farmasi dan yang terkait Termasuk sistem Distribusi Sistem Pelayanan Kefarmasian berbasis profesi Praktek profesi Pribadi Praktek profesi terintegrasi seperti di RS Selanjutnya … LAIN SISTEM BIROKRASI LAINNYA

13 Apabila benar sebagai Specialistic knowledge ? Konstruksi Kurikulum yang mendukung Ilmu pengetahuan Spesialistik dan keterkaitannya dengan Format Pekerjaan Profesi Kefarmasian Kognitif, Psikomotorik dan Afektif Pembelajaran Perilaku dan Kompetensi dlm menyelenggarakan Pekerjaan Keprofesian Kefarmasian Lulusan dengan Kualifikasi ahli dalam menyelenggarakan pekerjaan keprofesian kefarmasian Laboratorik pre klinikal dan klinikal Tempat Kerja Bagaimana Format Pendidikan Tinggi?

14 APOTEKER SEBAGAI TENAGA KESEHATAN, YANG MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN MELALUI PELAYANAN KEFARMASIAN, SEORANG APOTEKER AKAN SETIAP KALI AKAN BERTEMU ATAU MENEMUI PASIEN, SESEORANG YANG HAMPIR DIPASTIKAN MEMERLUKAN OBAT…

15 APOTEKER AKAN TETAPI DALAM PENGALAMAN BELAJARNYA, MEREKA TIDAK PERNAH MEMPEROLEH PENGALAMAN BELAJAR DAN MENGAJAR TENTANG “ PASIEN “ DAN “ FENOMENA KLINIKAL” YANG MENGAJARKAN KOMUNIKASI DAN TINDAKAN PROFESI SEORANG PROFESIONAL KEPADA KLAYANNYA BERDASARKAN ILMU PENGETAHUAN, PROFESI SERTA LANDASAN HUKUM

16 FENOMENA PELAYANAN “PASIEN” OLEH APOTEKER BAGAIMANA MENGAWALINYA ? PENGETAHUAN DASAR TENTANG PERPSEKTIF KLINIK DARI CALON APOTEKER FENOMENA PROSES KLINIK SESUAI DENGAN WHO DAN ATAU YANG TERJADI DI NEGARA MAJU AKUISISI KONSEP, PENGETAHUAN, STANDARD KETRAMPILAN DAN MODEL PELATIHAN “KOMPETENSI KLINIK “ APOTEKER

17 FENOMENA PELAYANAN “PASIEN” OLEH APOTEKER BAGAIMANA MENGAWALINYA ? “KOMPETENSI KLINIK “ APOTEKER LEARNING PROGRAM ? LEARNING PROCESS DESAIN KASUS PRECEPTOR, PENGUKURAN-2

18 PRIBADI DENGAN KELUHAN SAKIT PASIEN PENGAMATAN FISIK, EMOSI, DATA KIMIAWI, ALAT BANTU MEDIK = KEPUTUSAN DIAGNOSA PRIBADI SEHAT KEMBALI TINDAKAN PROFESI MEDIK TINDAKAN PROFESI KEPERAWATAN PILIHAN FARMAKOTERAPI TINDAKAN PROFESI APOTEKER ?

19 PASIEN PRIBADI SEHAT KEMBALI TINDAKAN PROFESI MEDIK TINDAKAN PROFESI KEPERAWATAN PILIHAN FARMAKOTERAPI TINDAKAN PROFESI APOTEKER ?

20 PERSPEKTIF ILMU KEFARMASIAN

21 FARMAKOGNOSI / FITOKIMIA KIMIA /ANALISIS/FARMASI/ORGAN IK / SINTESIS FARMASETIKA / TEHNOLOGI DOSAGE FORM FAMAKOLOGI / MIKROBIOLOGI/ ANATOMI- HISTO-FISIO-PATOLOGI FARMAKOTERAPI SUMBER BAHAN SENYAWA AKTIF FARMASI DARI SDA SUMBER BAHAN SENYAWA AKTIF FARMASI MELALUI REKAYASA KIMIAWI PEMBUATAN DOSAGE FORM ANALISIS KUALI DAN KUANTITATIF,PENGUKURAN KANDUNGAN SENYAWA KIMIAWI, INVITRO DAN INVIVO FENOMENA KINERJA SAF DALAM SISTEM BIOLOGI, FENOMENA INTERAKSI DOSAGE FORM DENGAN SISTEM BIOLOGI KOMPETEN SI TERKAIT DENGAN SENYAWA AKTIF FARMASI DALAM DOSAGE FORM DAN INTERAKSI NYA DENGAN SISTEM BIOLOGI

22 SENYAWA AKTIF FARMASI SINTESIS ATAU ISOLAT SDA BENTUKAN DOSAGE FORM YANG SESUAI APLIKASI DALAM FARMAKOTERAPI ANALISIS KIMIA DAN PENGUKURAN-2 FARMASETIKA DAN FORMULASI DOSAGE FORM PEMAHAMAN SISTEM BIOLOGI DAN FORMAT AKIBAT PERUBAHAN PATOFISIOLOGI REKAYASA KIMIAWI / SINTESIS

23 FARMAKOGNOSI / FITOKIMIA KIMIA /ANALISIS/FARMASI/ORGAN IK / SINTESIS FARMASETIKA / TEHNOLOGI DOSAGE FORM FAMAKOLOGI / MIKROBIOLOGI/ ANATOMI- HISTO-FISIO-PATOLOGI FARMAKOTERAPI BERAPA LUAS DAN DALAM KOMPETENSI YG DIPERLUKAN BAGI SEORANG APOTEKER SEBAGAI TENAGA KESEHATAN KELUASAN DAN KEDALAMAN SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN

24 TINDAKAN PROFESI APOTEKER ? APABILA PREMIS FARMAKOTERAPI ADALAH OBAT, MAKA APAKAH PERSPEKTIF FARMAKOTERAPI DALAM TINDAKAN PROFESI APOTEKER ? Membuat Obat? Verifikasi Obat? Menghitung Dosis Obat ? Mengatur Regimentasi Obat ? Mengelola kemungkinan Interaksi Obat ? Menyerahkan dan Menerangkan Cara Penggunaan Obat Mengelola Catatan Kefarmasian dari Pasien ?

25 Perencanaan Pengadaan Obat ? Mengelola Pengadaan Obat ? Mendistribusikan Obat di RS ? Menyimpan Obat di Gudang dan Mengepalai sekalian ? Semua aspek yang terkait dengan Obat sebagai “barang atau komoditi “ ?

26 TINDAKAN PROFESI SPESIFIK DAN KARAKTERISTIK BERBASIS ILMU PENGETAHUAN DAN TEHNOLOGI KEPUTUSAN MANDIRI BERDASARKAN KOMPETENSI, DAN KEWENANGAN PROFESI YANG DILINDUNGI OLEH HUKUM YURISPRUDENSI INTERNASIONAL

27 TINDAKAN PROFESI 1.TINDAKAN YANG DILAKUKAN OLEH PRIBADI PELAKU PROFESI SEWAKTU MELAKUKAN PEKERJAAN KEPROFESIANNYA 2.TINDAKAN PROFESI ADALAH BERBAGAI PROSEDUR DAN PROSES YANG DILAKUKAN BERDASARKAN ILMU PENGETAHUAN PROFESI 3.TINDAKAN PROFESI BERSIFAT TINDAKAN OTONOMIK YANG MEMILIKI LIABILITY ILMU PENGETAHUAN, LIABILITI PROFESI DAN LIABILITI LEGAL 4.TINDAKAN OTONOMIK YANG DIMAKSUD MERUPAKAN TINDAKAN YANG MEMBERIKAN KEMANFAATAN SEKALIGUS BISA BERESIKO BAGI KLAYAN. 5.DENGAN DEMIKIAN PELAKU PROFESI HARUS MEMILIKI KOMPETENSI YANG DAPAT DIBUKTIKAN MELALUI PENAPISAN DAN UJIAN KEAHLIAN YANG DITETAPKAN SEBELUMNYA. 6.TINDAKAN PROFESI DIKEMBANGKAN DAN BERKEMBANG BERDASARKAN PENGALAMAN PARA PEER PROFESI DAN KEMUDIAN DITETAPKAN MELALUI ORGANISASI PROFESI MASING MASING ( PADA LEVEL DUNIA)

28 PEKERJAAN APOTEKER PEKERJAAN APOTEKER ADALAH MEMBUAT DOSAGE FORM UNTUK TUJUAN FARMAKOTERAPI ATAUPUN LAINNYA YANG MELIPUTI KOSMETIK, DIAGNOSTIK DAN ALAT KESEHATAN ( MEDICAL DEVICES), TERMASUK PENGUKURAN SECARA KUALITATIF DAN KUANTITATIF. BERTANGGUNG JAWAB ATAS KINERJA FARMAKOLOGI DARI DOSAGE FORM DI DALAM SISTEM BIOLOGI MENGURAIKAN DAN MENERANGKAN CARA KERJA DARI DOSAGE FORM DALAM FARMAKOTERAPI ATAU TUJUAN PENGGUNAAN LAINNYA

29 PEKERJAAN APOTEKER SEBAGAI PROFESI MEMBUAT OBAT

30 ENTITAS OBAT Senyawa Aktif Farmasi (SAF) atau API (Active Pharmaceutical Ingredient) Bahan Pengisi Dosage Form yang diformulasikan yang menjamin bekerjanya SAF ditempat kerja nya. Tehnologi pembuatan dosage form,baik secara manual maupun masinal,dengan alat produksi tertentu

31 PERSPEKTIF DOSAGE FORM PEMBUATAN MANUAL ATAU DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PRODUKSI PROSEDUR PEMBUATAN PERHITUNGAN DAN ANALISIS KUANTITIF, TERKAIT KEBENARAN KINERJA OBAT PERHITUNGAN DOSIS SAF, TERKAIT DENGAN DIHASILKANNYA RESPON FARMAKOTERAPI PEKERJAAN PROFESI DAN BERBAGAI TINDAKAN PROFESI YANG MENGIKUTINYA

32 FENOMENA PROSES OBAT SISTEM BIOLOGI DIGESTI ABSORPSI DISRIBUSI METABOLISME EKSKRESI PROSES AKSI OBAT KETERSEDIAAN HAYATI SAF FENOMENA INTERAKSI SAF ATAU METABOLIT AKTIFNYA DITEMPAT KERJANYA RESPON ORGAN ORGAN RESPON SISTEM ORGAN S/D EFEK KLINIK, EFEK TERAPETIK EFEK SAMPING-TOKSIK ANALISIS KUANTITATIF ANALISIS KUANTITIF, FARMASETIK

33 PROSES OBAT DALAM FARMAKOTERAPI SISTEM BIOLOGI DIGESTION ABSORPSI DISRIBUSI METABOLISME EKSKRESI FARMAKODI- NAMIKA SAF EFEK TERAPEUTIK EFEK SAMPING EFEK TOKSIK SAF PENGISI DOSAGE FORM

34 TINDAKAN OLEH APOTEKER DAN KOMPETENSINYA FUNDAMENTAL KEFARMASIAN,TERKAIT DENGAN TINDAKAN PROFESI 1.SUMBER BAHAN OBAT / SENYAWA AKTIF FARMASI ( BERASAL DARI ALAM, ATAUPUN HASIL REKAYASA MOLEKULER 2.FORMULASI DOSAGE FORM DAN TEHNOLOGI PEMBUATANNYA 3.ANALISIS DAN PENGUKURAN ATAS SPESIFIKASI KIMIAWI KWALITATIF MAUPUN KWANTITATIF 4.FARMAKOLOGI, KHUSUSNYA FARMAKOKINETIK DOSAGE FORM DALAM SISTEM BIOLOGI ( ADME), KARAKTERISTIK PERAN ORGAN UNTUK SAF 5.FORMAT PASIEN SEBAGAI ENTITAS PENGGUNA DOSAGE FORM 6.FORMAT FARMAKOTERAPI TERKAIT STATUS SAKIT DAN PENYAKIT 7.MANAJEMEN BARANG OBAT / DOSAGE FORM 8.MANAJEMEN PASIEN SEBAGAI PENGGUNA OBAT

35 TINDAKAN PROFESI APOTEKER DAN MANAJEMEN PROSESNYA TINDAKAN PROFESI APOTEKER MERUPAKAN PROSES PEKERJAAN YANG MELIBATKAN OBAT SEBAGAI PRODUK DAN OBAT SEBAGAI FARMAKOTERAPI DIPERLUKAN MANAJEMEN PELAKSANAAN PEKERJAAN YANG MENJAMIN TERCAPAINYA TUJUAN TINDAKAN PROFESI

36 PROSES TINDAKAN PROFESI APOTEKER PROSES OBAT SEBAGAI PRODUK PROSES PELAYANAN PRODUK OBAT KEPADA PASIEN PROSES LAINNYA,KAITANNYA DENGAN “PEMBUATAN OBAT” DAN ATAU “ PENJAMINAN KINERJA FARMAKOLOGI OBAT”

37 There is no doubt that medicinal products are under strict control and regulation with the aim of protecting the consumers and hence promoting public health. However, there have been incidences in Nigeria where the use of some of these products have resulted to injury and even death. And in view of the alarming rate of adulteration of drugs and other related products and especially with the increase in the resort to numerous herbal products in Nigeria now, manufacturers, physicians, pharmacists as well as the consumers of medicinal products need to be abreast with their obligations, rights and remedies as the case may be. Also, the increased complexity and expanded role of the pharmacists in the drug-use process may bring about an increased exposure to liability as a result of injuries arising from their actions.

38

39 ELITE PENDIDIK (THE LECTURERES) A L U M N I P T F A R M A S I ( T A N P A E L I T E ) K E L O M P O K P R O F E S I O N A L Y A N G T E R S E B A R, T A N P A E L I T E K E L O M P O K B I R O K R A T, T A N P A E L I T E, T A N P A K O M P E T E N S I DEFINED DEFINITION STATEMENT APOTEKER SEBAGAI “PROFESI KESEHATAN”

40 FENOMENA REKAYASA MOLEKUL FENOMENA PRODUKSI SAO (SENYAWA AKTIF OBAT) DAN SEMACAMNYA FORMULASI SEDIAAN JADI OBAT DAN SEMACAMNYA MANAJEMEN SEDIAAN JADI OBAT FARMAKOTERAPI ( FORMAT PENGGUNAAN SEDIAAN JADI OBAT DLM PLYANAN FARMASI) R&D DAN TEHNOLOGIKAL SERTA INDUSTRI IMPLEMENTASI ILMU DALAM PEKERJAAN PROFESI SEKWEN SAINS KE PROFESI Proses Rekayasa s/d Dosage Form Proses Pelayanan ttg dosage form vs fenomena kesehatan, sebagai proses pekerjaan profesi PENGUKURAN KANDUNGAN SENYAWA FARMASI AKTIF/ LAINNYA DIDALAM DOSAGE FORM ATAU MEDIA

41 SDM SMU SISTEM PT KEFARMASIAN INDONESIA SESUAI DENGAN FORMAT GLOBAL / WHO FORMAT PELAYANAN KESEHATAN NASIONAL STANDARD HARDWARE DAN SOFT WARE PENDIDIKAN KOMPETENSI BAKU YANG TERUKUR DAN EVIDENCE BASED L U L U S A N ASOSIASI APOTEKER INDONESIA PASAR KERJA

42 SUMBER SENYAWA AKTIF DARI ALAM ATAU SINTESIS TEHNOLOGI PRODUKSI DOSAGE FORM MASSAL PRODUK DOSAGE FORM DARI BERAGAM SAO PROVIDER PELAYANAN KEFARMASIAN PASIEN BAHAN BAKU OBAT R&D; IPTEK: INVESTASI; EKONOMI; SOSIAL; REGULASI PELAYANAN KESEHATAN DIMENSI BARU DARI OBAT

43 KESEHATAN Definition As defined by World Health Organization (WHO), it is a “State of complete physical, mental, and social well being, and not merely the absence of disease or infirmity.

44 APOTEKER INDONESIA FUNGSI DAN PERAN TERHADAP PASIEN SECARA LANGSUNG ANGGOTA TEAM KESEHATAN BERSAMA DOKTER, PERAWAT DAN TENAGA PROFESI KESEHATAN LAINNYA TERLIBAT LANGSUNG DALAM PUBLIC HEALTH

45 DI TAHUN 2020 PENDUDUK INDONESIA AKAN BERJUMLAH 256 JUTA SIAPA YANG AKAN BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP MANFAAT DAN RESIKO OBAT ?

46 6/2/09SEMINAR PADANG 7 FEBRUARI 2009 THE CHALLENGE P R E S T A S I D A L A M M E M A J U K A N P E L A Y A N A N K E S E H A T A N M E L A L U I F A R M A K O T E R A P I R E P U T A S I K O M P E T E N S I K E A H L I A N S E B A G A I “ P U B L I C S E R V A N T ” D E M I M E N J A G A Q U A L I T Y L I F E M E M P E R O L E H I M B A L A N S E B A G A I P E K E R J A P R O F E S I D E N G A N S T A N D A R D X P D B M E N G A W A L D A N M E N G E M B A N G K A N I L M U K E F A R M A S I A N D A N P R O F E S I A P O T E K E R I N D O N E S I A

47 TERIMA KASIH


Download ppt "MEMAHAMI TINDAKAN PROFESI APOTEKER Readressing the profession domain AHADITOMO DISAMPAIKAN DALAM DISKUSI DI FAKULTAS FARMASI UNAIR, SURABAYA, 19 FEBRUARI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google