Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

“Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati” Edisi : IV / 6 April 2014 HARI MINGGU PRAPASKAH : V “Akulah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "“Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati” Edisi : IV / 6 April 2014 HARI MINGGU PRAPASKAH : V “Akulah."— Transcript presentasi:

1 “Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati” Edisi : IV / 6 April 2014 HARI MINGGU PRAPASKAH : V “Akulah kebangkitan dan hidup” Bacaan Minggu ini, 6 April 2014 Bacaan Minggu depan, 13 April 2014 Bacaan I : Yeh 37:12-14 Bacaan I : Yes50:4-7 II : Rm 8:8-11 II : Flp 2:6-11 Bacaan Injil Yoh 11:1-45 Bacaan Injil Mat 27:11-54 A da seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. 2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. 3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” 4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” 5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya serta Lazarus. 6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; 7 tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Mari kita kembali lagi ke Yudea.” 8 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?” 9 Jawab Yesus: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. 10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.” 11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” 12 Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” 13 Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. 14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati; 15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.” 16 Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman- temannya, yaitu murid-murid yang lain: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” 17 Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. 18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. 19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. 2.Ketentuan Liturgis a.Misa dirayakan sore hari, sesuai dengan keadaan setempat agar seluruh umat dapat hadir sepenuhnya; namun jika amat mendesak, Uskup setempat dapat mengijinkan diadakan pada pagi hari bagi umat yang memang sungguh tidak mungkin hadir pada sore hari. b.Tidak diadakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, dan tidak merugikan misa utama, juga tidak boleh mengadakan Misa ini tanpa kehadiran umat. c.Warna liturgi: putih, kuning, atau emas. d.Sebelum Misa, jika ada Tabernakel di tempat yang akan dipakai untuk misa, Tabernakel itu harus sudah dikosongkan. e.Hosti-hosti baru disediakan untuk diberkati dan disantap pada misa itu, juga utuk komuni pada Ibadat Jumat Agung esok harinya. f.Sakramen Maha Kudus disimpan dalam tabernakel atau piksis atau sibori, janganlah sekali-kali dalam monstrans. g.Tempat menyimpan Sakramen Maha Kudus itu haruslah dihiasi secara sederhana (tidak berlebihan) untuk keperluan adorasi dan meditasi; namun jangan berupa kubur atau makam, karena tempat itu semata-mata hanya untuk “menyimpan” Sakramen Maha Kudus, bukan untuk “mengenangkan” pemakaman Tuhan. h.Seusai Misa dilanjutkan dengan adorasi kepada Sakramen Maha Kudus tadi, namun setelah jam 24:00 jangan ada lagi kemeriahan lahiriah dalam beradorasi kepada Sakramen Maha Kudus, karena hari kesengsaraan Tuhan sudah dimulai. i.Pemindahan Sakramen Maha Kudus tidak perlu diadakan jika Ibadat pengenangan Sengsara Tuhan (Jumat Agung) tidak akan diadakan di tempat yang sama. j.Setelah Misa hendaknya setiap salib di dalam gereja diselubungi kain merah atau ungu, kecuali bila sudah diselubungi sebelumnya (sejak awal masa Prapasakah / rabu abu/ sejak hari Sabtu sebelum Minggu Prapaskah V); di depan patung-patung orang kudus juga tidak boleh dinyalakan lampu. 3.Unsur khas a.Selama dinyanyikan “Kemuliaan” lonceng gereja dibunyikan sejauh tidak b.Mengganggu keindahan lagu itu sendiri (setelahnya lonceng baru akan dibunyikan lagi pada malam paskah). c.Sesudah homili ada ritus pembasuhan kaki keduabelas wakil umat (biasa disebut ritus mandatum), simbol pelayanan dan cinta kasih Yesus Kristus. Tradisi ini harus dipertahankan dan diterangkan maknanya kepada umat. d.Kolekte, derma-derma untuk orang miskin, atau hasil APP (Aksi Puasa Pembangunan) dapat diantar ke altar pada saat persiapan persembahan, mengiringi persembahan roti dan anggur. e.Setelah Doa Sesudah Komuni diadakan pemindahan hosti (sakramen Maha Kudus) dalam sibori (bukan monstrans) yang dibawa oleh Imam. Perarakan Sakramen Mahakudus ini diiringi lagu (misalnya: Tantum Ergo) dan diselingi penyembahan- penyembahan (berlutut) oleh umat yang ditandai bunyi (klothokan) kayu (bukan suara logam, misal; lonceng) f.Tidak ada berkat dan pengutusan, lalu Imam dibantu para petugas menanggalkan kain-kain altar dan semua rangkaian bunga di Panti Imam. g.Umat dianjurkan untuk bersembah sujud, berdoa dan merenung (Injil Yohanes : ) di depan Sakramen Mahakudus, baik secara pribadi maupun dalam kelompok, mungkin secara bersama-sama atau bergantian..

2 20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. 21 Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. 22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” 23 Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.” 24 Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman. 25 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. (Bacaan selengkapnya dapat dilihat dalam Injil Yoh 11:1-45) REFLEKSI : Dihidupkannya kembali Lazarus dari kematian oleh Yesus memberi beberapa makna bagi kita. Ketika Marta mengatakan sesuatu kepada Yesus : “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak akan mati. 22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada- Nya.” Perkataan yang disampaikan Marta kepada Yesus bukan sebagai bentuk protes, karena kitiadaan Yesus sehingga menyebabkan Lazarus saudaranya mati, tetapi Marta yakin bahwa keberadaan Yesus saat ini akan memberikan keselamatan. Hal ini juga ditegaskan oleh Santo Paulus bahwa, jikalau Kristus ada di dalam diri mereka, maka mereka akan hidup dalam kebenaran. Ketidakhadiran Yesus dalam hati kita masing-masing, terkadang membuat diri kita mengalami kematian, yaitu matirasa akan kebenaran, kejujuran, keadilan, kedamaian dan sebagainya, sehingga kita mudah terjerumus kedalam dosa. Yesus berseru kepada Lazarus supaya ia bangkit dari kematian, dan Yesuspun berseru kepada kita semua agar kita bangkit dan keluar dari dosa-dosa kita. Maka pada masa Prapaskah ini kita diajak untuk bangkit, keluar dari dosa-dosa kita melalui pertobatan. Bagi kita semua, peristiwa Yesus membangkitkan Lazarus memberi harapan akan jaminan kebangkitan dan kehidupan kekal bersama Kristus di surga, kalau kita sungguh-sungguh mau bertobat. Berkat Allah menyertai kita semua. Amin PEKAN LITURGI MINGGU INI, MASA PRAPASKAH V : 1.Senin, 7 April Kamis, 10 April 2014 St. Yohanes Baptista de la Saile Yehezkiel, Nabi,St.Vinsensius Bacaan I : Dan 13:41c-62 Bacaan I : Kej 17:3-9 Bacaan Injil Yoh 8:1-11 Bacaan Injil Yoh 8: Selasa, 8 April Jumat, 11 April 2014 St. Redemptus de Ferento, St. Edesius Perayaan wajib St. Stanislaus Bacaan I : Bil 21:4-9 Bacaan I : Yer 20:10-13 Bacaan Injil : Yoh 8:21-30 Bacaan Injil : Yoh 10: Rabu, 9 April Sabtu, 12 April 2014 Sta. Kasilda, St. Thomas OFM St. Yulius, Paus Bacaan I : Dan 3:14-20, 24-25,28 Bacaan I : Yeh 37:21-28 Bacaan Injil Yoh 8:31-42 Bacaan Injil : Yoh 11:45-56 Pengurus Gereja Katolik St. Petrus Stasi Natar, atas nama seluruh umat di wilayah Stasi Natar mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya Bpk. Sinaga, Lingkungan St. Stefanus, pada hari Jumat pagi, 4 April PENGUMUMAN GEREJA 1.PETUGAS LITURGI MINGGU PALMA, 13 APRIL 2014 :  Lektor: Bpk. Kris Febriyanto  Mazmur: Bpk. Antonius Handoko  Dirigen: Ibu Haryanto  Kolektan: Ibu Desmawati dan Ibu Lely  Dekorasi: Kel ; Bpk. Kris Febriyanto Kel. Bpk. Jauhari  Misdinar : Angela Augustin, Anggita, Ugen, Silva : Vincent, dan Elisabet Turnip  Daharan Romo: Kel : Bpk. Sarwoko 2.DOA ARWAH Dimihon kehadiran seluruh umat Stasi Natar, pada hari Minggu, 13 April 2014, setelah perayaan liturgi, bertempat di rumah keluarga ibu Linda, Padmosari, untuk mendoakan arwah Bapak Markus Guntur Fendi yang telah dipanggil Allah 13 tahun yang lalu. 3.PERTEMUAN IBU-IBU WK Dilaksanakan pada hari Kamis, 10 April 2014, pukul WIB (jam 4 sore), bertempat di rumah keluarga ibu Popy - Padmosari 4.JADWAL PETUGAS PENGAMANAN GEREJA (PAM GEREJA) Minggu, 13 April 2014 Koordinator : Bpk. Slamet Widodo Anggota: Sdr. Fransiskus Andika : Sdr. Yohansius (Iyon) 5.KOLEKTE HARI MINGGU, 30 MARET 2014 : A.Kolekte: Rp ,- (u/Paroki) B.Dana Pembangunan dan perawatan Gereja: Rp ,- C.Sekolah Minggu: Rp D.PARKIR: Rp ,- “Terpujilah yang datang atas nama Tuhan” “Akulah Terang Dunia” PERAYAAN-PERAYAAN LITURGIS SELAMA PEKAN SUCI DAN TRIHARI PASKAH (0leh : Rm. C.H. SURYANUGRAHA, OSC) PERAYAAN KAMIS PUTIH (Misa Perjamuan Tuhan) 1.Makna : a.Hari ini adalah hari terakhir masa Prapaskah. Suasana pertobatan masih berlaku disini. Maka, kamis putih pagi hari masih boleh diadakan Sakramen Rekonsiliasi/Tobat/Pengakuan dosa, namun sebaiknya Sakramen ini sudah tidak diadakan lagi selama Trihari Paskah, meskipun tidak dilarang. Misa krisma sebaiknya diadakan pada Kamis Putih pagi, namun karena alasan pastoral dapat dipindahkan pada hari-hari sebelumnya. b.Misa perjamuan Tuhan: Gereja memulai Trihari Paskah dengan memperingati perjamuan malam terakhir Tuhan. Saat itu Yesus mempersembahkan Tubuh dan Darah-Nya sendiri dalam rupa roti dan anggur yang diberikan-Nya kepada para murid-Nya (perintah cinta persaudaraan). Yesus juga memerintahkan mereka dan para penggantinya dalam imamat untuk melestarikan kurban itu (tugas Sakramen Imamat)


Download ppt "“Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati” Edisi : IV / 6 April 2014 HARI MINGGU PRAPASKAH : V “Akulah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google