Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DION PRAISA SETIAWAN 06.41010.0124 Rancang bangun sistem informasi pengelolaan piutang dagang pada PT. World Engineering.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DION PRAISA SETIAWAN 06.41010.0124 Rancang bangun sistem informasi pengelolaan piutang dagang pada PT. World Engineering."— Transcript presentasi:

1 DION PRAISA SETIAWAN Rancang bangun sistem informasi pengelolaan piutang dagang pada PT. World Engineering

2 Abstraksi PT. World Engineering is a company engaged in the field of manufacturing iron building with the level of complexity of the customer and the amount of the transaction. constraints on PT. World Engineering is not yet there is a system that is able to regulate the granting of accounts receivable to the customer, so that many customers can continue to make purchases on credit even though the customer has had its accounts receivable with large numbers. Of the problems above, needed an information system that can manage the customer data that make purchases, store data on purchases of customers, to manage the granting of the accounts receivable to the customer. Of the solutions above, accounts receivable management system were underway. The system is capable of managing sales data until it becomes receivable effort, keep customer data, administers the credit limit to the customer, and provide reports required by the manager in controlling accounts receivable companies thereby reducing the occurrence of nonperforming receivables.

3 Latar Belakang Setiap perusahaan memiliki kebijakan penjualan tunai maupun kredit yang berbeda-beda, sebagian besar perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur penjualannya dilakukan secara kredit kepada konsumen dalam rangka meningkatkan volume penjualan. Perusahaan berharap dengan pemberian kredit dapat meningkatkan jumlah pelanggan, yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap peningkatan perolehan laba. Dalam persaingan dunia bisnis yang semakin ketat, pemberian piutang tetap diperlukan dan tidak mungkin untuk dihapuskan keberadaannya. PT. World Engineering merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur besi bangunan dengan tingkat kompleksitas pelanggan dan jumlah transaksi yang tinggi. Seperti perusahaan manufaktur lainnya, PT. World engineering mendapatkan pemasukan melalui penjualan. Oleh karena itu perusahaan ini mempunyai banyak pelanggan sehingga tentu saja terjadi banyak transaksi penjualan baik secara tunai maupun secara kredit. Proses penjualan kredit yang terdapat di dalam perusahaan adalah sebagai berikut. Pelanggan melakukan pembelian dan membayar 20% dari harga barang sebagai uang muka, kemudian sisa dari pembayaran itu akan di bayarkan secara berkala selama jangka waktu yang di tentukan, pelanggan juga memilih dalam metode pembayaran bisa melalui uang tunai, transfer bank, atau melalui giro. Pada saat tanggal akan jatuh tempo perusahaan menerbitkan surat tagihan untuk di kirimkan kepada perusahaan yang mempunyai hutang. Dari proses di atas dapat dilihat bahwa kendala yang terdapat pada PT. World Engineering ini adalah belum terdapat sebuah sistem yang mampu mengatur pemberian piutang kepada pelanggan, sehingga banyak pelanggan yang dapat terus melakukan pembelian secara kredit meskipun pelanggan tersebut telah mempunyai piutang dengan jumlah yang besar. Dari data yang didapat, pada Tahun tecatat piutang yang masuk dalam kategori piutang macet adalah sebesar Rp atau sekitar 15% dari jumlah piutang keseluruhan yaitu Rp Akan tetapi pelanggan-pelanggan yang memiliki piutang tersebut tetap dapat melakukan pembelian secara kredit yang tentu saja akan menambah jumlah piutang yang dimilikinya. Dari permasalahan di atas, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang dapat mengelola piutang pelanggan dan mengatur pemberian piutang kepada pelanggan, sistem informasi yang mampu menangani data pelanggan dan memberikan limit kredit pelanggan, sistem informasi yang dapat menerima pesanan pelanggan dan memprosesnya menjadi informasi kepada manager dalam menentukan pesanan mana yang di setujui berdasarkan sejarah piutang pelanggan, sistem informasi yang nantinya dapat memproses penjualan dan mencatat piutang pelanggan, dan sistem yang dapat memberikan laporan kepada manager tentang piutang yang belum jatuh tempo, piutang yang sudah atau yang belum terbayar, dan laporan pelanggan mana saja yang masuk dalam kategori piutang macet.

4 Landasan Teori Piutang Piutang adalah aktiva atau kekayaan yang timbul sebagai akibat dari dilaksanakannya penjualan kredit (Farah margaretha, 2011). Tujuan perusahaan melakukan penjualan secara kredit ialah untuk meningkatkan penjualan, meningkatkan laba, dan menghadapi pesaing.

5 Pengelolaan Piutang (Kuswadi,2004), menyatakan bahwa piutang adalah kekayaan perusahaan (aktiva lancar) yang timbul sebagai akibat dilaksanakannya kebijakan pejualan kredit. Hampir setiap jenis barang saat ini dapat di beli secara kredit. Rumah, mobil, alat-alat elektronik, bahkan biaya kuliah pun dapat diperoleh secara kredit. Dengan menjual secara kredit, perusahaan akan memiliki piutang. Alasan perusahaan menjual barang hasil produksi atau barang dagangan secara kredit karena penjulan secara kredit tersebut merupakan suatu upaya untuk meningkatkan (atau untuk mencegah penurunan) penjualan. Dengan penjualan yang semakin meningkat, diharapkan laba juga akan meningkat. Semakin besar proporsi dan jumlah penjualan kredit, semakin besar pula piutang yang dimiliki perusahaan, apalagi hal-hal lain tetap. Dimaksudkan dengan hal-hal lain adalah apabila para langganan tidak merubah kebiasaan mereka dalam melunasi hutang mereka.

6 Kebijaksanaan kredit Menurut J.Fred Weston,dkk (1986:203) jumlah piutang ditentukan oleh volume penjualan kredit dan rata-rata waktu antara penjualan dan penagihan atau rata-rata jangka waktu penagihan rata-rata jangka waktu penagihan sebagian tergantung pada kondisi perekonomian dan sebagian lagi pada faktor- faktor yang bisa dikendalikan yaitu variable kebijaksanaan kredit. Variable utama kebijaksanaan itu mencakup standart kredit, persyaratan kredit, dan kebijaksanaan penagihan.

7 Standart kredit Merupakan standart yang menetapkan kemampuan keuangan minimum dari calon pelanggan agar dapat memperoleh pembelian secara kredit. Penetapan standart kredit memerlukan pengukuran atas kualitas kredit (Credit Quality), yaitu probabilita terjadinya penunggakan oleh pelanggan. Menurut Farah Margaretha (2011:53) Metode yang digunakan perusahaan untuk mengukur kualitas kredit

8 Five Cs of Credit Karakter (Character), merupakan penelitian atas kepribadian pelanggan yang menunjukkan kemungkinan bahwa pelanggan secara jujur dan sadar mau memenuhi kewajibannya. Kemampuan (Capacity), merupakan penelitian subjektif atas pelanggan untuk membayar kredit beserta bunganya tepat pada waktu yang telah disepakati. Alat ukurnya adalah catatan prestasi bisnis yang telah dilengkapi dengan pengamatan langsung di pabrik/kantor pelanggan. Modal (Capital), merupakan penilaian kekuatan finansial yang dilengakapi oleh pelanggan. Alat ukurnya adalah laporan keuangan. Jaminan (Collateral), merupakan bentuk aktiva yang diberikan oleh pelanggan sebagai jaminan keamanan atas kredit yang diberikan. Kondisi (Conditions), merupakan gambaran/dampak perubahan kondisi perekonomian secara umum maupun industri terhadap kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya

9 Desain pengembangan Dari analisa permasalahan di atas dapat di simpulkan bahwa masalah yang di hadapi oleh PT. World Engineering adalah belum adanya sebuah sistem yang dapat mengelola dan mengatur pemberian piutang kredit kepada pelanggan, untuk mengatasi masalah tersebut maka di dibuat lah sebuah sistem yang mampu mengelola piutang pada PT. World Engineering, adapun logika dari sistem tersebut dapat dilihat dari blok diagram berikut ini.

10 Desain pengembangan

11 Data flow diagram Data Flow Diagram (DFD) menggambarkan aliran data yang terjadi di dalam sistem, sehingga dengan dibuatnya DFD ini akan terlihat arus data yang mengalir dalam rancangbangunsistempengelolaan piutang ini.

12 Context Diagram Pada context diagram ini terdapat 3 (tiga) exsternal entity yaitu pelanggan, manager, dan bagian penagihan. Tanda panah menuju ke sistem menunjukan aliran data yang diberikan oleh external entity kepada sistem, sedangkan tanda panah dari sistem menuju external entity menunjukan aliran data yang diberikan oleh sistem kepada external entity.

13 Context Diagram

14 Kesimpulan Setelah dilakukan analisis, perancangan sistem dan pembuatan aplikasi Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Piutang pada PT. World Engineering ini serta dilakukan evaluasi hasil penelitiannya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Sistem Informasi Pengelolaan Piutang ini telah dapat menghasilkan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh management Sistem Informasi Pengelolaan Piutang ini mampu menyimpan Data Pelanggan dan menentukan Limit Kredit Pelanggan berdasarkan riwayat piutang pelanggan. Sistem Informasi Pengelolaan Piutang ini telah mampu membantu mengurangi resiko terjadinya piutang macet.

15 Saran Adapun beberapa saran yang dapat disampaikan untuk mengembangkan aplikasi yang telah dibuat antara lain: 1. Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Piutang ini dapat dikembangkan sehingga dapat menangani tidak hanya piutang tapi juga hutang perusahaan. 2. Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Piutang ini juga dapat lebih dikembangkan lagi sehingga dapat menghasilkan laporan neraca, jurnal dan buku besar, dan laporan keuangan yang lebih lengkap. Sehingga memudahkan bagian pembukuan.


Download ppt "DION PRAISA SETIAWAN 06.41010.0124 Rancang bangun sistem informasi pengelolaan piutang dagang pada PT. World Engineering."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google