Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Octavianus Bima Archa Wibowo/8.5/17 Albert Christianto/8.5/1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Octavianus Bima Archa Wibowo/8.5/17 Albert Christianto/8.5/1."— Transcript presentasi:

1 Octavianus Bima Archa Wibowo/8.5/17 Albert Christianto/8.5/1

2  Musik tradisional Nusantara adalah musik yang berkembang di seluruh wilayah kepulauan dan merupakan kebiasaan turun-temurun yang masih dijalankan.  Musik ini tersebar hampir di seluruh pelosok negeri dan setiap daerah mempunyai ciri khas yang berbeda.  Penyebab musik Nusantara di Indonesia tidak merata karena masyarakat setempat kurang mendukung atau merespons musik yang ada. Akibatnya, musik daerah kurang populer di berbagai wilayah kepulauan.

3  Musik daerah Kalimantan banyak sekali ragamnya, di antaranya daerah Banjarmasin dan Suku Dayak.  Daerah Banjarmasin dan Suku Dayak memiliki perbedaan yang cukup banyak dari segi musik nusantaranya.  Lebih jelasnya, lihat slide berikutnya

4  Daerah Banjarmasin terdapat orkes karawitan khas Banjar. Instrumen musiknya terdiri atas rebab, gender, gambang, dan suling (diagonal).  Selain itu juga ada musik panting, musik dari suku banjar yang didominasi oleh alat musik yang dinamakan panting yaitu sejenis gambus yang memakai senar (panting).

5 Gender Rebab Gambang Suling Panting ALAT MUSIK BANJAR

6  Suku Dayak mempunyai musik yang khas dengan instrumennya sebagai berikut. a. Suling yang disebut kledi, keruri atau kedire. b. Kasapi atau sampek, yaitu semacam lute yang dipetik dengan tubuh dari kayu yang diberi pahatan yang indah. c. Gong yang disebut tawak. d. Gendang (besar dan kecil).

7 Kledi Gender Sampek Tawak ALAT MUSIK DAYAK


Download ppt "Octavianus Bima Archa Wibowo/8.5/17 Albert Christianto/8.5/1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google