Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

REPRESENTASI FIX POINT DAN FLOATING POINT. FIXED POINT ARITHMETIC yang mencakup : Adder (Penambahan) terdiri dari HALF adder dan FULL adder Subtracter.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "REPRESENTASI FIX POINT DAN FLOATING POINT. FIXED POINT ARITHMETIC yang mencakup : Adder (Penambahan) terdiri dari HALF adder dan FULL adder Subtracter."— Transcript presentasi:

1 REPRESENTASI FIX POINT DAN FLOATING POINT

2 FIXED POINT ARITHMETIC yang mencakup : Adder (Penambahan) terdiri dari HALF adder dan FULL adder Subtracter (Pengurangan) terdiri dari HALF subtractor dan FULL subtractor Multiplication (Perkalian)

3 Representasi Floating-Point terdiri dari empat bagian: Sign (S) Radix atau base eksponen (R, B) Eksponen (E) FLOATING POINT ARITHMETIC

4 ±S * B ±E Untuk menuliskan bilangan floating point (bilangan pecahan) dilakukan dengan menuliskan dalam bentuk exponensial. Sehingga bilangan tersebut memiliki bilangan dasar, bilangan pemangkat dan basis bilangan tersebut Penulisan Notasi Ilmiah Contoh ; pada bil. Desimal 976.000.000.000.000 ditulis 9,76 x 10 14 0,00000000000976 ditulis 9,76 x 10 -12

5 Cont.. Penambahan dan Pengurangan 0,63524 x 10 3 0,63215 x 10 3 + 1,26739 x 10 3 0,126739 x 10 4 0,1001 x 2 4 0,1001 x 2 4 0,11 x 2 2 0,0011 x 2 4 - 0,0110 x 2 4 Perkalian (0,253 x 10 2 ) x (0,124 x 10 3 ) = (0,253) x (0,124) x 10 2+3 = 0,031 x 10 5 0,31 x 10 4

6 FIX POINT Penjumlahan Pengurangan

7 Aljabar Boolean Aljabar Boolean adalah aljabar yang menangani persoalan-persoalan logika. Aljabar Boolean menggunakan beberapa hukum yang sama seperti aljabar biasa untuk fungsi OR (Y = A+B) adalah Boolean penambahan untuk fungsi AND (Y = A.B) adalah Boolean perkalian

8 Hukum Aljabar Boolean 1. Hukum Pertukaran (Komutatif) a). Penambahan: A+B = B+A b). Perkalian: A.B = B.A Hukum ini menyebabkan beberapa variabel OR atau AND tidak menjadi masalah. 2. Hukum Asosiatif a). Penambahan: A+(B+C) = (A+B)+C b). Perkalian: A.(B.C) = (A.B).C Hukum ini menyebabkan penggabungan beberapa variabel OR atau AND bersamaan tidak menjadi masalah.

9 (Lanjutan) Hukum Aljabar Boolean 3. Hukum Distributif a). A.(B+C) = AB+AC Pembuktian :

10 (Lanjutan) Hukum Aljabar Boolean (Lanjutan) Hukum Distributif b). (A+B)(C+D) = AC+AD+BC+BD Hukum ini menampilkan metode untuk mengembangkan persamaan yang mengandung OR dan AND. Tiga hukum ini mempunyai kebenaran untuk beberapa bilangan variabel. Hukum penambahan dapat dipakai pada Y = A+BC+D untuk bentuk persamaan Y = BC+A+D.

11 Teorema De Morgan Teorema lain yang digunakan dalam gerbang digital adalah teorema de Morgan. Teorema de Morgan dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut : rumus ini berlaku pula untuk tiga variabel atau lebih

12 Hukum dan Peraturan Aljabar Boolean

13 Persamaan Keluaran Dari persamaan keluaran, dapat ditulis sebagai berikut Y=A.B= A.B = A+B, maka rangkaian logikanya dapat dibentuk menjadi sebagai berikut : Pembahasan : A B Y = A.B A B Y=A+B = A.B

14 Persamaan Keluaran Dari persamaan keluaran, dapat ditulis sebagai berikut Y=A+B= A+B=A.B, sehingga rangkaian logikanya dapat dibentuk menjadi sebagai berikut : Pembahasan : B A Y = A.B A B A B = A+B

15

16 Bilangan Oktal Simbol bilangan  0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Disebut bilangan radiks 8 Merupakan metode dari pengelompokan 3 bit Biasanya digunakan oleh perusahaan komputer yang menggunakan kode 3 bit untuk merepresentasikan instruksi/operasi DesimalBinerOktal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 000 001 010 011 100 101 110 111 1000 1001 1010 0 1 2 3 4 5 6 7 10 11 12

17 Bilangan Heksadesimal Menggunakan 16 simbol, yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F. Huruf A untuk cacahan 10, B untuk 11, C untuk 12, D untuk 13, E untuk 14, dan F untuk 15. Merupakan metode dari pengelompokan 4 bit Komputer digital dan sistem yang berdasarkan mikroprosesor menggunakan sistem bilangan heksadesimal

18 Cont.. DesimalBiner Heksa desimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0000 0000 0001 0000 0010 0000 0011 0000 0100 0000 0101 0000 0110 0000 0111 0000 1000 0000 1001 0000 1010 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 0A DesimalBiner Heksa desimal 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 0000 1011 0000 1100 0000 1101 0000 1110 0000 1111 0001 0000 0001 0001 0010 0001 0011 0001 0100 0001 0101 0B 0C 0D 0E 0F 10 11 12 13 14 15

19 Konversi Bilangan 1. Desimal a. Desimal Biner Cara I : Ex : 133 (10) = ………. (2) 133 128 – 2 7 5 4 – 2 2 1 1 – 2 0 0 133 10 = 10000101 2 Cara II : Ex : 122 (10) = ………. (2) 2 122 0 2 61 1 2 30 0 2 15 1 2 7 1 2 3 1 1 122 10 = 10000101 2

20  Konversi untuk bilangan pecahan, harus dikalikan sampai diperoleh nilai 0 dibelakang koma ex : 0,6875 (10) = …… (2) 0,68750,3750,7500,500 x 2 x 2 x 2 x 2 1,375 0,751,5001,000 0,6875 10 = 0,1011 2 Cont..

21 b.Desimal Oktal ex : 8 486 sisa 6 LSB486 10 = 746 8 8 60 sisa 4 8 7 sisa 7 0 MSB Pecahan ex : 0,1875 10 = …… 8 0,1875 0,500 x 8 x 80,1875 10 = 0,14 8 1,500 4,000

22 c. Desimal  Heksadesimal ex : 498 10 = …… 16 16 498 sisa 2 16 31 sisa 15 = F 498 10 = 1F2 H 1 Pecahan ex : 0,5 10 = ……. 16 0,5 x160,5 10 = 0,8 H 8,000

23 2. Biner a. Biner  desimal ex : 1010110 2 = (1x2 6 ) + (0x2 5 ) + (1x2 4 ) + (0x2 3 ) + (1x2 2 ) + (1x2 1 ) + (0x2 0 ) = 64 + 0 + 16 + 0 + 4 + 2 + 0 = 86 10 cara cepat : 1 0 1 0 1 1 0( tulis binernya ) 2 6 2 5 2 4 2 3 2 2 2 1 2 0 64 32 16 8 4 2 1  86 (jumlahkan bilangan yang tidak dicoret)

24 1011,1010 = (1x2 3 ) + (0x2 2 ) + (1x2 1 ) + ( 1x2 0 ) + (1x2 -1 ) + (0x2 -2 ) + (1x2 -3 ) + (0x2 -4 ) = 8 + 0 + 2 + 1 + 0,5 + 0 + 0,125 + 0 = 11,625 10 b. Biner  oktal Setara dengan pengelompokan biner 3 bit ex : 010 111 101 2 = 275 8 27 5 c. Biner  Heksadesimal Setara dengan pengeelompokan biner 4 bit ex : 1101 0110 1010 2 = D6A 16 D 6A

25 3. Oktal a. Oktal  Desimal ex : 326 8 = (3x8 2 ) + (2x8 1 ) + (6x8 0 ) = 192 + 16 + 6 = 214 10 b. Oktal  Biner ex : 624 8  6 2 4 624 8 = 110010100 2 110 010 100

26 4. Hexadesimal a. Hexadesimal  Desimal ex : 2A6 16 = (2x16 2 ) + (10x16 1 ) + (6x16 0 ) = 512 + 160 + 6 = 678 10 b. Hexadesimal  Biner ex : A9 16  A 9 A9 16 = 10101001 2 1010 1001 Soal : 210 = ……. 8 = ……. 2 = ……. H = ……. 10

27 KODE BILANGAN 1.Kode BCD (Binary Coded Decimal)  Setiap bilangan desimal (0 s.d. 9) dikodekan dalam bilangan biner Ex :2645 0010 0110 0100 0101  Dengan cara yang sama dapat dilakukan konversi baliknya Ex :0010100001110100 2 8 7 4

28 Cont.. Keunggulan kode BCD : mudah mengubah dari dan ke bilangan desimal Kerugian : tidak dapat digunakan untuk operasi aritmatika yang hasilnya melebihi 9 Soal : 1. Ubahlah bilangan menjadi bilangan BCD : a. 47b. 815c. 90623 2. Kembalikan kode BCD berikut menjadi bilangan desimalnya : a. 1000100100110000 b. 00100101011100000010

29 2.Kode Excess-3 (XS-3) Excess-3 artinya : kelebihan tiga, sehingga nilai biner asli ditambah tiga Dapat juga dipakai untuk menggantikan bilangan desimal 0 s.d. 9 Soal : Kodekan bilangan desimal berikut ke XS-3 : a. 47b. 815 DesimalKode Excess-3 01234567890123456789 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100

30 Cont.. Seperti halnya dengan BCD, XS-3 hanya menggunakan 10 dan 16 kombinasi yang ada Kode Excess-3 dirancang untuk mengatasi kesulitan kode BCD dalam operasi aritmatika Aturan-aturan penjumlahan kode XS-3 : 1.Penjumlahan mengikuti aturan penjumlahan biner 2.a. Jika hasil penjumlahan untuk suatu kelompok menghasilkan suatu simpanan desimal, tambahkan 0011 ke kelompok tersebut b. Jika hasil penjumlahan untuk setiap kelompok tidak menghasilkan simapan desimal, kurangkan 0011 dari kelompok tersebut

31 Contoh soal : 1).43→0111 0110 35 +→0110 1000 + 78→1101 1110 penjumlahan biner biasa - 0011 0011 – 1010 1011 2).28→0101 1011 28 +→0101 1011 + 56→1011 0110 penjumlahan biner biasa - 0011 0011 + 1000 1001

32 3. Kode Gray Digunakan untuk peralatan masukan dan keluaran dalam sistem digital Tidak bisa digunakan untuk rangkaian aritmatika Karakteristik : hanya satu digit yang berubah bila dicacah dari atas ke bawah. DesimalKode Gray 00000 10001 20011 30010 40110 50111 60101 70100 81100 91101 101111 111110 121010 131011 141001 151000

33 4. Kode ASCII ASCII singkatan dari : American Standard Code for Informtion Interchange Kode ASCII adalah kode 7-bit dengan format susunan : a 6 a 5 a 4 a 3 a 2 a 1 a 0 Setiap a disusun dalam 0 dan 1 Ex : A dikodekan sebagai : 100 0001

34 Tabel Kode ASCII


Download ppt "REPRESENTASI FIX POINT DAN FLOATING POINT. FIXED POINT ARITHMETIC yang mencakup : Adder (Penambahan) terdiri dari HALF adder dan FULL adder Subtracter."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google