Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 HIV/AIDS Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH. 2 Pokok Bahasan Definisi HIV/AIDS Definisi HIV/AIDS Tanda dan gejala HIV/AIDS Tanda dan gejala HIV/AIDS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 HIV/AIDS Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH. 2 Pokok Bahasan Definisi HIV/AIDS Definisi HIV/AIDS Tanda dan gejala HIV/AIDS Tanda dan gejala HIV/AIDS."— Transcript presentasi:

1 1 HIV/AIDS Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH

2 2 Pokok Bahasan Definisi HIV/AIDS Definisi HIV/AIDS Tanda dan gejala HIV/AIDS Tanda dan gejala HIV/AIDS Kasus HIV/AIDS di Indonesia Kasus HIV/AIDS di Indonesia Cara penularan HIV/AIDS Cara penularan HIV/AIDS Program penanggulangan HIV/AIDS Program penanggulangan HIV/AIDS Cara menghindari HIV/AIDS Cara menghindari HIV/AIDS

3 3 Pendahuluan Perilaku sosial yang tidak sehat telah menyebabkan timbulnya berbagai masalah yang berkaitan dengan penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak dikehendaki Perilaku sosial yang tidak sehat telah menyebabkan timbulnya berbagai masalah yang berkaitan dengan penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak dikehendaki Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual

4 4 Pendahuluan PMS menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius PMS menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius Resiko perempuan untuk terkena PMS lebih besar dan lebih parah daripada laki – laki Resiko perempuan untuk terkena PMS lebih besar dan lebih parah daripada laki – laki  Alat reproduksi lebih rentan  Gejala awal tidak mudah dikenali

5 5 Pendahuluan AIDS termasuk penyakit menular seksual, karena salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi HIV AIDS termasuk penyakit menular seksual, karena salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi HIV

6 6 HIV H uman (manusia) H uman (manusia) I mmunodeficiency (penurunan sistem kekebalan tubuh) I mmunodeficiency (penurunan sistem kekebalan tubuh) V irus (virus) V irus (virus)  Virus yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh/perlindungan tubuh pada manusia

7 7 AIDS A cquired (bukan keturunan) A cquired (bukan keturunan) I mmune (sistem kekebalan tubuh) I mmune (sistem kekebalan tubuh) D eficiency (penurunan/tidak berfungsi baik) D eficiency (penurunan/tidak berfungsi baik) S yndrome (gejala – gejala) S yndrome (gejala – gejala)  Sekumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi virus HIV

8 8 HIV/AIDS HIV/AIDS pertama kali ditemukan pada tahun 1981 HIV/AIDS pertama kali ditemukan pada tahun 1981 Penyakit ini menyerang sistem pertahanan tubuh secara perlahan, sehingga penderita tampak sehat, namun dapat menyebarkan infeksi kepada orang lain Penyakit ini menyerang sistem pertahanan tubuh secara perlahan, sehingga penderita tampak sehat, namun dapat menyebarkan infeksi kepada orang lain

9 9 HIV/AIDS Jalannya penyakit AIDS dapat berlangsung cepat, tergantung dari kemampuan tubuh untuk menahan pertumbuhan dan perkembangan virus yang telah masuk Jalannya penyakit AIDS dapat berlangsung cepat, tergantung dari kemampuan tubuh untuk menahan pertumbuhan dan perkembangan virus yang telah masuk Penyakit ini belum bisa disembuhkan dan belum ada vaksin yang bisa mencegahnya Penyakit ini belum bisa disembuhkan dan belum ada vaksin yang bisa mencegahnya  Bentuk virus selalu berubah – ubah, sehingga sulit dibuat obat dan vaksin

10 10 Kelompok perilaku resiko tinggi Perilaku resiko tinggi yaitu perilaku yang menyebabkan seseorang mempunyai resiko besar terserang penyakit Perilaku resiko tinggi yaitu perilaku yang menyebabkan seseorang mempunyai resiko besar terserang penyakit Kelompok perilaku resiko tinggi Kelompok perilaku resiko tinggi  Usia 20 – 24 tahun  Pelancong  Pekerja seks komersial  Wanita tuna susila  Pecandu narkotik  Homoseksual

11 11 Tanda dan gejala HIV/AIDS Awalnya tidak ada gejala – gejala khusus Awalnya tidak ada gejala – gejala khusus Berat badan menurun > 10% dalam waktu singkat Berat badan menurun > 10% dalam waktu singkat Demam tinggi berkepanjangan (> 1 bulan) Demam tinggi berkepanjangan (> 1 bulan) Diare berkepanjangan (> 1 bulan) Diare berkepanjangan (> 1 bulan) Batuk berkepanjangan (> 1 bulan) Batuk berkepanjangan (> 1 bulan) Kelainan kulit dan iritasi (gatal) Kelainan kulit dan iritasi (gatal) Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha

12 12 Perjalanan penyakit HIV/AIDS Masa jendelaMasa tanpa gejalaAIDS Mati 3 – 6 bulan5 – 10 tahun3 bulan - …???

13 13 Kasus HIV/AIDS di Indonesia Penyakit ini sudah menyebar sangat cepat di Indonesia dan menunjukkan jumlah yang semakin meningkat Penyakit ini sudah menyebar sangat cepat di Indonesia dan menunjukkan jumlah yang semakin meningkat Sampai akhir September 2006, jumlah penderita AIDS di Indonesia tersebar ke 32 propinsi di Indonesia dengan jumlah mencapai 6987 orang Sampai akhir September 2006, jumlah penderita AIDS di Indonesia tersebar ke 32 propinsi di Indonesia dengan jumlah mencapai 6987 orang

14 14 Presentase kasus AIDS berdasarkan jenis kelamin (2006) Laki – laki ; 83% Laki – laki ; 83% Perempuan ; 17% Perempuan ; 17% Presentase kasus AIDS berdasarkan kelompok umur (2006) 20 – 29 tahun – 54,77 % 20 – 29 tahun – 54,77 % 30 – 39 tahun – 26,56 % 30 – 39 tahun – 26,56 % 40 – 49 tahun – 8,04 % 40 – 49 tahun – 8,04 %

15 15 Presentase kasus AIDS berdasarkan faktor risiko (2006) Pengguna narkoba suntik – 52,6 % Pengguna narkoba suntik – 52,6 % Heteroseksual – 37,2 % Heteroseksual – 37,2 % Homoseksual – 4,5 % Homoseksual – 4,5 % Lain – lain Lain – lain

16 16 5 Propinsi di Indonesia dengan kasus AIDS terbanyak (2006) DKI Jakarta – 2394 kasus DKI Jakarta – 2394 kasus Jawa Timur – 820 kasus Jawa Timur – 820 kasus Papua – 814 kasus Papua – 814 kasus Jawa Barat – 781 kasus Jawa Barat – 781 kasus Bali – 307 kasus Bali – 307 kasus

17 17 Mengapa AIDS perlu mendapat perhatian khusus? Belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegah Belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegah Pengidap virus menjadi pembawa dan dapat menularkan penyakit seumur hidupnya Pengidap virus menjadi pembawa dan dapat menularkan penyakit seumur hidupnya Biaya pengobatan mahal Biaya pengobatan mahal Menurunkan mutu sumber daya manusia Menurunkan mutu sumber daya manusia Telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia Telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia

18 18 Cara penularan virus HIV HIV terdapat pada seluruh cairan tubuh manusia, tetapi yang bisa menularkan hanya yang terdapat pada; HIV terdapat pada seluruh cairan tubuh manusia, tetapi yang bisa menularkan hanya yang terdapat pada; Cairan sperma (air mani) dan cairan vagina Cairan sperma (air mani) dan cairan vagina Cairan darah Cairan darah Air susu ibu Air susu ibu

19 19 Cairan sperma (air mani) & cairan vagina AIDS ditularkan melalui hubungan seks penetratif (melalui vagina/anus), tanpa menggunakan kondom AIDS ditularkan melalui hubungan seks penetratif (melalui vagina/anus), tanpa menggunakan kondom Sering terjadi pada orang yang berganti – ganti pasangan seksual, atau berhubungan dengan orang yang positif terinfeksi virus HIV Sering terjadi pada orang yang berganti – ganti pasangan seksual, atau berhubungan dengan orang yang positif terinfeksi virus HIV

20 20 Cairan darah AIDS ditularkan melalui cairan darah yang tercemar HIV AIDS ditularkan melalui cairan darah yang tercemar HIV Contoh Contoh Transfusi darah yang tercemar HIV Transfusi darah yang tercemar HIV Pemakaian jarum suntik di kalangan pengguna narkoba suntik Pemakaian jarum suntik di kalangan pengguna narkoba suntik Pemakaian jarum suntik yang berganti – ganti tanpa disterilkan terlebih dahulu Pemakaian jarum suntik yang berganti – ganti tanpa disterilkan terlebih dahulu

21 21 Cairan darah Bagi orang yang berperilaku resiko tinggi untuk terinfeksi HIV, janganlah sekali – kali menyumbangkan darah! Bagi orang yang berperilaku resiko tinggi untuk terinfeksi HIV, janganlah sekali – kali menyumbangkan darah! Bagi penyumbang darah, tidak perlu khawatir akan terinfeksi karena alat – alat yang akan digunakan untuk donor darah sudah disterilkan dan hanya sekali pakai Bagi penyumbang darah, tidak perlu khawatir akan terinfeksi karena alat – alat yang akan digunakan untuk donor darah sudah disterilkan dan hanya sekali pakai

22 22 Air susu ibu Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV akan menularkannya ke bayi dalam kandungannya Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV akan menularkannya ke bayi dalam kandungannya Penularan dari ibu ke bayi (mother to child transmission) berkisar hingga 30% Penularan dari ibu ke bayi (mother to child transmission) berkisar hingga 30% Dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV Dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV

23 23 Pengobatan HIV/AIDS Sampai saat ini belum ditemukan cara pengobatan yang tuntas dan pencegahannya, yang ada hanyalah menolong penderita untuk mempertahankan tingkat kesehatan tubuhnya Sampai saat ini belum ditemukan cara pengobatan yang tuntas dan pencegahannya, yang ada hanyalah menolong penderita untuk mempertahankan tingkat kesehatan tubuhnya

24 24 Program penanggulangan HIV/AIDS Komunikasi perubahan perilaku Komunikasi perubahan perilaku Pemberian informasi dan pendidikan keterampilan tentang pencegahan HIV/AIDS serta promosi penerapan pola hidup sehat Pemberian informasi dan pendidikan keterampilan tentang pencegahan HIV/AIDS serta promosi penerapan pola hidup sehat Program kondom 100% Program kondom 100% Pendidikan dan promosi pemakaian kondom sebagai upaya menekan terjadinya infeksi HIV/AIDS Pendidikan dan promosi pemakaian kondom sebagai upaya menekan terjadinya infeksi HIV/AIDS

25 25 Program penanggulangan HIV/AIDS Pelayanan infeksi menular seksual Pelayanan infeksi menular seksual Pemeriksaan dan pengobatan rutin masalah IMS bagi pekerja seks komersial Pemeriksaan dan pengobatan rutin masalah IMS bagi pekerja seks komersial Program harm reduction Program harm reduction Program pengurangan dampak buruk penggunaan narkoba suntik bagi pengguna Program pengurangan dampak buruk penggunaan narkoba suntik bagi pengguna

26 26 Cara menghindari HIV/AIDS Menghindari hubungan seksual di luar nikah Menghindari hubungan seksual di luar nikah Tidak berganti – ganti pasangan Tidak berganti – ganti pasangan Menggunakan kondom, terutama bagi kelompok resiko tinggi Menggunakan kondom, terutama bagi kelompok resiko tinggi Menghindari transfusi darah yang tidak jelas asalnya Menghindari transfusi darah yang tidak jelas asalnya Menggunakan alat – alat medis yang terjamin steril Menggunakan alat – alat medis yang terjamin steril

27 27 Virus HIV tidak ditularkan melalui... Berpelukan, berciuman, bersalaman Berpelukan, berciuman, bersalaman Pemakaian WC, kamar mandi, sprei bersama Pemakaian WC, kamar mandi, sprei bersama Tinggal serumah Tinggal serumah Berenang di kolam renang Berenang di kolam renang Membuang ingus, batuk, meludah Membuang ingus, batuk, meludah Pemakaian piring, alat makan, atau makan bersama – sama Pemakaian piring, alat makan, atau makan bersama – sama

28 28

29 29


Download ppt "1 HIV/AIDS Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH. 2 Pokok Bahasan Definisi HIV/AIDS Definisi HIV/AIDS Tanda dan gejala HIV/AIDS Tanda dan gejala HIV/AIDS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google