Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

URBAN VEGETATION: PENGHASIL OKSIGEN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "URBAN VEGETATION: PENGHASIL OKSIGEN"— Transcript presentasi:

1 URBAN VEGETATION: PENGHASIL OKSIGEN
Program pembangunan dan pengembangan hutan kota dapat membantu mengurangi sifat yang negatif tersebut. Kesejukan dan kesegaran yang diberikannya akan menghilangkan kejenuhan dan kepenatan. Cemaran timbal, CO, SOx, NOx dan lainnya dapat dikurangi oleh tajuk dan lantai hutan kota. Kicauan dan tarian burung akan menghilangkan kejemuan. Hutan kota juga dapat mengurangi kekakuan dan monotonitas.

2 Hutan kota Hutan kota seringkali terlupakan keberadaannya, di tengah-tengah hiruk-pikuknya pengembangan wilayah perkotaan. Kehadiran hutan kota dan ruang-ruang terbuka hijau (RTH) senantiasa dirindukan di tengah himpitan pembangunan sarana-prasarana fisik kota yang semakin pesat. Salah satu ruang terbuka hijau itu tampak hanya sekadar pajangan, pelengkap dalam sebuah kebutuhan penataan ruang. Warga kota pun banyak yang memandang sebelah mata. Padahal, ada beragam potensi wisata yang bisa digali dari keberadaaan ekosistem hutan kota.

3 RUANG TERBUKA HIJAU Susutnya lahan bervegetasi mendorong penghuni kota berbondong-bondong pergi ke luar kota, mencari daerah hijau yang masih tersisa. Di tengah persaingan hidup yang kian meninggi, kebutuhan rekreasi menjadi mutlak adanya. Akhirnya sebuah pemandangan yang lazim kita saksikan, setiap akhir pekan atau masa libur, warga kota beramai-ramai ”mengungsi” ke daerah hijau nan sejuk. Umumnya, ruang hijau itu berada di luar kota, kawasan paling dekat adalah kawasan pegunungan sekitarnya.

4 RUANG TERBUKA HIJAU Pada waktu tertentu, liburan sekolah atau hari raya, ruang terbuka hijau perkotaan ini selalu dipadati pengunjung. Kejadian seperti itu sebetulnya bisa dihindari. Kalau warga jeli, ada ruang terbuka hijau di dalam kota lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai ajang pelesiran. Sebagai contoh hutan kota, kawasan seperti dapat bertipe hutan kota konservasi resapan air, seluas 15 ha.

5 HUTAN KOTA Hutan kota mempunyai bentang alam yang cukup beragam, dari lahan datar, bergelombang sampai danau serta pulau yang ada di tengah kawasan. ”Luas hutan kota juga bermacam-macam, dengan vegetasi yang beragam pula.

6 HUTAN KOTA Selain aktivitas memancing, jalan-jalan keliling hutan juga menarik. Beragam jenis pohon yang ditanam di hutan kota, misalnya Rambutan Irian, Kayu Manis, Tanjung, Pilang, Buah Nona, Buni, Saga, Bambu Kuning, Bintaro, Mahoni, Asam Ranji, Jati Lampung, Dadap Merah dan masih banyak lagi. Tak jarang, di balik tajuk tanaman pelindung itu terdengar kicauan burung. Kalau rajin mengintip dengan teropong sosok cerucuk, burung gereja, kutilang, tekukur dan cabe-cabean dapat terlihat jelas. Foto: smno-pampus.ub-juli2011

7 Taman KAWASAN HIJAU KOTA
Lingkungan kota berkembang secara ekonomis, namun menurun secara ekologis. Perkembangan kota di Indonesia dewasa ini cenderung ke arah perkembangan fisik yang lebih banyak ditentukan oleh banyaknya sarana dan prasarana yang ada. Akibatnya, ruang terbuka hijau terabaikan, bahkan menghilangkan wajah alam yang asri. Kawasan hijau sering kali dikalahkan atau dialihfungsikan menjadi kawasan perdagangan, permukiman, perindustrian, serta untuk sarana dan prasarana kota lainnya. Taman Taman berisi tanaman yang ditanam dan ditata sedemikian rupa, sebagian atau seluruhnya merupakan hasil rekayasa manusia, untuk mendapatkan komposisi tertentu yang indah. Keindahan dapat berasal dari bentuk/warna/tekstur tajuk, tekstur daun, bentuk percabangan, bunga dan buahnya.

8 Foto: smno-malang-sept2009
ECOCITY "Keseimbangan lingkungan perkotaan secara ekologi sama pentingnya dengan perkembangan nilai ekonomi. Kondisi menurunnya ekologi ini akan menyebabkan terganggunya ekosistem perkotaan. Hal ini antara lain ditandai dengan meningkatnya suhu udara, meningkatkan pencemaran udara, serta menurunnya permukaan air tanah, dan permukaan tanah." Foto: smno-malang-sept2009

9 KAWASAN RESAPAN AIR Daerah resapan juga air semakin kurang, maka apabila curah hujan tinggi, menjadi sangat mudah terjadi banjir atau genangan. Hal ini juga akan meningkatkan kandungan logam berat dalam air tanah, serta intrusi air laut. Oleh karena itu, sudah saatnya sekarang kota-kota di Indonesia menggalakkan pembangunan hutan kota.

10 FUNGSI HUTAN KOTA Pembangunan hutan kota lebih ditekankan pada fungsinya, yaitu untuk memperbaiki dan menjaga iklim mikro, meningkatkan nilai estetika, meningkatkan kemampuan resapan air, menciptakan keseimbangan ekologis dan keserasian lingkungan fisik kota, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. Di sisi lain, hutan kota juga banyak memberikan manfaat lain. Sepanjang tidak mengganggu fungsinya, masyarakat dapat memanfaatkan hutan kota untuk berbagai keperluan, seperti wisata alam, rekreasi, olahraga, penelitian, dan pendidikan serta untuk pelestarian plasma nutfah atau budi daya hasil hutan bukan kayu.

11 Pembangunan hutan kota tidak boleh sembarangan,
LOKASI HUTAN KOTA Pembangunan hutan kota tidak boleh sembarangan, Melainkan harus menjadi bagian dari rencana tata ruang wilayah perkotaan, dalam pelaksanaannya disusun berdasarkan kajian dari aspek teknis, ekologis, ekonomis, sosial, dan budaya setempat. Hal ini penting agar hutan yang dibangun benar-benar dapat berfungsi secara ekologi dan mempunyai nilai estetika

12 MANFAAT RTH Penghijauan perkotaan yaitu menanam tumbuh-tumbuhan sebanyak-banyaknya di halaman rumah atau di lingkungan sekitar rumah maupun dipinggir jalan, apakah itu berbentuk pohon, semak, perdu, rumput atau penutup tanah lainnya, di setiap jengkal tanah yang kosong yang ada dalam kota dan sekitarnya, sering disebut sebagai ruang terbuka hijau (RTH). RTH sangat penting, mengingat tumbuh-tumbuhan mempunyai peranan sangat penting dalam alam, yaitu dapat dikategorikan menjadi fungsi lansekap (sosial dan fisik), fungsi lingkungan (ekologi) dan fungsi estetika (keindahan)

13 HUTAN KOTA Berdasarkan kepada fungsi utama RTH dapat dibagi menjadi: 1. Pertanian perkotaan, fungsi utamanya adalah untuk mendapatkan hasilnya untuk konsumsi yang disebut dengan hasil pertanian kota seperti hasil hortikultura Taman kota, mempunyai fungsi utama untuk keindahan dan interaksi sosial 3. Hutan kota, mempunyai fungsi utama untuk peningkatan kualitas lingkungan. Suhu udara pada daerah berhutan lebih nyaman daripada daerah yang tidak ditumbuhi oleh tanaman. Suhu udara yang dianggap nyaman untuk manusia di Indonesia adalah sekitar 25oC.

14 HUTAN KOTA Hutan Kota dapat memberikan kota yang nyaman sehat dan indah (estetis). Kita sangat membutuhkan hutan kota, untuk perlindungan dari berbagai masalah lingkungan perkotaan. Hutan kota mempunyai banyak fungsi (kegunaan dan manfaat). Hal ini tidak terlepas dari peranan tumbuh-tumbuhan di alam. Tumbuh-tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem, mempunyai berbagai macam kegiatan metabulisme untuk ia hidup, tumbuh dan berkembang. Kegiatan metabulisme tumbuh-tumbuhan dimaksud telah memberikan keuntungan dalam kehidupan kita. Tidak ada satu makhlukpun yang dapat hidup tanpa tumbuh-tumbuhan.

15 Dalam pembangunan itu kita akan tahu tentang sejauh mana kerugian kita, jika kita menebang pohon atau membabat tumbuh-tumbuhan tanpa pertimbangan dengan alasan nanti toh tumbuh-tumbuhan itu akan tumbuh kembali.

16 Hutan kota juga dapat mengurangi kekakuan dan monotonitas.
Mengurangi Stress Kehidupan masyarakat di kota besar menuntut aktivitas, mobilitas dan persaingan yang tinggi. Namun di lain pihak lingkungan hidup kota mempunyai kemungkinan yang sangat tinggi untuk tercemar, baik oleh kendaraan bermotor maupun industri. Petugas lalu lintas sering bertindak galak serta pengemudi dan pemakai jalan lainnya sering mempunyai temperamen yang tinggi diakibatkan oleh cemaran timbal dan karbon-monoksida. Oleh sebab itu gejala stress (tekanan psikologis) dan tindakan ugal-ugalan sangat mudah ditemukan pada anggota masyarakat yang tinggal dan berusaha di kota atau mereka yang hanya bekerja untuk memenuhi keperluannya saja di kota. Program pembangunan dan pengembangan hutan kota dapat membantu mengurangi sifat yang negatif tersebut. Kesejukan dan kesegaran yang diberikannya akan menghilangkan kejenuhan dan kepenatan. Cemaran timbal, CO, SOx, NOx dan lainnya dapat dikurangi oleh tajuk dan lantai hutan kota. Kicauan dan tarian burung akan menghilangkan kejemuan. Hutan kota juga dapat mengurangi kekakuan dan monotonitas.

17 PERDU BERBUNGA HUTAN KOTA Kesumba (Bixa orellana);
Hutan kota merupakan suatu ekosistem dan tidak sama dengan pengertian hutan selama ini. Hutan kota adalah komunitas tumbuh-tumbuhan berupa pohon dan asosiasinya yang tumbuh di lahan kota atau sekitar kota, berbentuk jalur, menyebar atau bergerombol (menumpuk) dengan struktur meniru (menyerupai) hutan alam, membentuk habitat yang memungkinkan kehidupan bagi satwa dan menimbulkan lingkungan sehat, nyaman, dan estetis. PERDU BERBUNGA Kesumba (Bixa orellana); Bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea); Dadap hibrida (Erythrina crista galli); Kembang merak (Caesalpinia pulcherima); Daun putri (Musaenda frontdosa); Ketepeng cina (Cassia alata); Bunga kuning (Cassia multijuga); Asem londo (Pithecelobium dulce)

18 Tipe Rekreasi dan Keindahan Karakteristik pepohonannya:
HUTAN KOTA Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan membangun dan mengembangkan bentuk hutan kota serta membangun dan mengembangkan struktur hutan kota, maka kendala lahan dapat di modifikasi sehingga kita akan tetap dapat membangun dan mengembangkan hutan kota. Disamping itu secara bertahap kita selalu berusaha membangun dan mengembangkan persepsi tentang hutan kota. Bentuk tergantung kepada bentuk lahan yang tersedia untuk hutan kota. HUTAN KOTA Tipe Rekreasi dan Keindahan Hutan kota yg berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan rekreasi dan keindahan, dg jenis pepohonan yang indah dan unik Karakteristik pepohonannya: Pohon-pohon yang indah dan atau penghasil bunga/buah yg digemari oleh satwa, seperti burung, kupu-kupu dan lainnya

19 Bentuk hutan kota ada bermacam-macam:
Berbentuk bergerombol atau menumpuk adalah hutan kota dengan komunitas tumbuh-tumbuhannya terkonsentrasi pada suatu areal dengan jumlah tumbuh-tumbuhannya minimal 100 pohon dengan jarak tanam rapat tidak beraturan. Tipe Perlindungan Hutan kota yg berfungsi untuk: Mencegah atau mengurangi bahaya erosi dan longsor pd daerah dengan kemiringan cukup tinggi dan sesuai dg karakter tanah Melindungi daerah pantai dari gempuran ombak (abrasi) Melindungi daerah resapan air untuk mengatasi masalah menipisnya volume air tanah dan atau masalah intrusi air laut Karakteristik pepohonannya: Pohon-pohon yg memiliki daya evapotranspirasi yg rendah. Pohon yg dapat berfungsi mengurangi bahaya abrasi pantai seperti mangrove atau pohon yg berakar kuat. Termasuk dalam tipe ini adalah jalur hijau di sepanjang tepi jalan bebas hambatan. Dengan menanam jenis perdu yang liat dan dilengkapi dengan jalur pohon dan tanaman jenis legume merambat secara berlapis-lapis, diharapkan dapat menahan kendaraan yang ke luar dari jalur jalan.

20 Pelestarian Plasma Nutfah
Plasma nutfah merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan di masa depan, terutama di bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri. Penguasaannya merupakan keuntungan komparatif yang besar bagi Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, plasma nutfah perlu dilestarikan dan dikembangkan bersama untuk mempertahankan keanekaragaman hayati. Hutan kota dapat dijadikan sebagai tempat koleksi keanekaragaman hayati yang tersebar di seluruh wilayah tanah air kita. Kawasan hutan kota dapat dipandang sebagai areal pelestarian di luar kawasan konservasi, karena pada areal ini dapat dilestarikan flora dan fauna secara exsitu. Salah satu tanaman yang langka adalah nam-nam (Cynometra cauliflora).

21 Foto: smno-malang-mei2010
Berbentuk jalur yaitu komunitas tumbuh-tumbuhannya tumbuh pada lahan yang berbentuk jalur lurus atau melengkung, mengikuti bentukan sungai, jalan, pantai, saluran dan lainnya. Udara alami yang bersih sering dikotori oleh debu, baik yang dihasilkan oleh kegiatan alami maupun kegiatan manusia. Dengan adanya hutan kota, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun, khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. Foto: smno-malang-mei2010

22 Fungsi lansekap. Fungsi lansekap meliputi fungsi fisik dan fungsi sosial. Fungsi fisik, yaitu berfungsi antara lain untuk perlindungan terhadap angin, sinar matahari, pemandangan yang kurang bagus dan terhadap bau, sebagai pemersatu, penegas, pengenal, pelembut, dan pembingkai.

23 VEGETASI HUTAN KOTA Struktur hutan kota adalah komposisi dari tumbuh-tumbuhan, jumlah dan keanekaragaman dari komunitas tumbuh-tumbuhan yang menyusun hutan kota, dapat dibagi menjadi: Berstrata dua yaitu komunitas tumbuh-tumbuhan hutan kota hanya terdiri dari pepohonan dan rumput atau penutup tanah lainnya. Berstrata banyak yaitu komunitas tumbuh-tumbuhan hutan kota selain terdiri dari pepohonan dan rumput juga terdapat semak, terna, liana, epifit, ditumbuhi banyak anakan dan penutup tanah, jarak tanam rapat tidak beraturan, dengan strata dan komposisi mengarah meniru komunitas tumbuh-tumbuhan hutan alam. POHON PENEDUH Angsana (Pterocarpus indicus); Ki Hujan / Trembesi (Samanea saman); Mahoni (Swietenia microphylla); Asam (Tamarindus indica); Kere Payung (Filicium decipiens); Glodokan Tiang, G. Pecut (Polyalthia longifolia); Ketapang (Terminalia catapa); Mimbo; Sawo Kecik (Manilkara kauki); Kepel (Stelechocarpus burahol); Ficus elastica (Burgundi) dan Decora; F. benyamina; F. elastica (daun kuning); F. lyrata; Johar (Cassia siamea); Jambu Batu; Pala

24 REKRESI HUTAN KOTA Fungsi sosial.
Penataan tumbuh-tumbuhan dalam hutan kota dengan baik akan memberikan tempat interaksi sosial yang sangat menyenangkan. Hutan kota dengan aneka ragam tumbuh-tumbuhan mengandung nilai-nilai ilmiah sehingga hutan kota dapat sebagai laboratorium hidup untuk sarana pendidikan dan penelitian. REKRESI Rekreasi dapat berarti kegiatan manusia untuk memanfaatkan waktu luangnya, terjadi di dalam ruangan (indoor) atau di alam terbuka (outdoor). Rekreasi di alam terbuka dapat mendatangkan pengalaman baru, lebih menyehatkan jasmani dan rohani, serta meningkatkan ketrampilan. Rekreasi di hutan kota bertujuan untuk menyegarkan kembali kondisi badan yang sudah penat dan jenuh dengan kegiatan rutin, hingga siap mengahadpi tugas baru.

25 MANFAAT HUTAN KOTA Fungsi kesehatan misalnya untuk terapi mata dan mental serta fungsi rekreasi, olah raga, dan tempat interaksi sosial lainnya. Fungsi sosial politik ekonomi misalnya untuk persahabatan antar negara. Hutan kota dapat memberikan hasil tambahan secara ekonomi untuk kesejahteraan penduduk seperti buah-buahan, kayu, obat-obatan sebagai warung hidup dan apotik hidup. Hutan kota (urban forest) adalah suatu lahan yang bertumbuhan pohon-pohonan di wilayah perkotaan, berfungsi sebagai penyangga lingkungan dalam hal pengaturan tata air, udara, habitat flora dan fauna, yang memiliki nilai estetika dan dengan luasan yang solid merupakan ruang terbuka hijau pohon-pohonan

26 HUTAN KOTA Fungsi Pelestarian Lingkungan (ekologi).
Dalam pengembangan dan pengendalian kualitas lingkungan fungsi lingkungan diutamakan tanpa mengesampingkan fungsi-fungsi lainnya. Fungsi lingkungan ini antara lain adalah: a. Menyegarkan udara atau sebagai "paru-paru kota". Fungsi menyegarkan udara dengan mengambil CO2 dalam proses fotosintesis dan menghasilkan O2 yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernafasan. CO2 diambil dari udara, sedangkan air diambil dari dalam tanah melalui akar tanaman Foto: smno-tgalek-jan2008

27 Foto: smno-malang-juli2009
HUTAN KOTA Menurunkan Suhu Kota dan meningkatkan kelembaban. Suhu disekitar tanaman menjadi lebih sejuk. Uap air di atmosfir bertindak sebagai pengatur panas (suhu udara) karena sifatnya dapat menyerap energi radiasi matahari gelombang pendek maupun gelombang panjang. Hutan kota mempunyai pengaruh besar pada daerah-daerah yang suhunya tinggi, dan sangat bermanfaat khususnya untuk daerah tropis. Foto: smno-malang-juli2009

28 HUTAN KOTA Sebagai Ruang Hidup Satwa. Tumbuh-tumbuhan selain sebagai produsen pertama dalam ekosistem juga dapat menciptakan ruang hidup (habitat) bagi makhluk hidup lainnya, sebagai burung, kupu-kupu, serangga. Burung sebagai komponen ekosistem mempunyai peranan penting, diantaranya untuk mengontrol populasi serangga, membantu penyerbukan bunga dan pemencaran biji. Hampir pada setiap bentuk kehidupan terkait erat dengan burung, sehingga burung mudah dijumpai. Dengan kondisi tersebut diduga burung dapat dijadikan sebagai indikator lingkungan, karena apabila terjadi pencemaran lingkungan, burung merupakan komponen alam terdekat yang terkena pencemaran.

29 HUTAN KOTA Burung berperanan dalam rekreasi alam, adanya taman burung selalu dikunjungi orang, untuk menikmati bunyi, kecantikan ataupun kecakapan burung. Malahan sekarang hampir di setiap rumah orang memelihara burung. Burung mempunyai nilai pendidikan dan penelitian. Keindahan burung dari segala yang dimilikinya akan memberikan suatu kenikmatan tersendiri. Kebiasaan burung-burung beranekaragam, ada burung yang mempunyai kebiasaan berada mulai dari tajuk sampai kebawah tajuk. Ini menunjukkan bahwa bila hutan kota mempunyai komposisi banyak jenis, berlapis-lapis dan berstrata akan memikat banyak burung . Jenis tanaman untuk penghijauan kota adalah mempunyai perakaran yang dalam (2) pertumbuhannya cepat dan tahan terhadap pemangkasan dan gangguan fisik, (3) Tahan terhadap kekurangan air, (4) selalu hijau dan berbunga, (5) dapat tumbuh pada berbagai kondisi tanah, (6) tajuknya melebar, (7) cabangnya tidak mudah rontok, (8) berpengaruh baik terhadap tanah, (9) dapat tumbuh pada lahan terbuka, (10) disenangi oleh warga kota.

30 HUTAN KOTA Hasil penelitian menunjukkan bahwa burung lebih banyak dijumpai baik jenis maupun jumlahnya pada hutan kota yang ditanami dengan tanaman produktif (berbunga, berbuah dan berbiji) pada struktur hutan kota yang berstrata banyak. Kehadiran burung pada hutan kota yang berstara banyak selain karena jumlah tumbuh-tumbuhan yang beranekaragam, juga pohonnya adalah jenis buah-buahan (tanaman produktif). Tanaman produktif dalam hal ini adalah tanaman yang menghasilkan bunga, buah, biji aroma, sehingga memberikan kesempatan lebih besar kepada burung (herbivor) yang menyukainya untuk datang, mencari makan, bercengkrama atau bersarang.

31 HUTAN KOTA PELINDUNG TANAH Foto: smno-tgalek-mart 2009
Hutan kota sebagai Penyanggah dan Perlindungan Permukaan Tanah dari Erosi, sebagai penyanggah dan melindungi permukaan tanah dari air hujan dan angin. Sehubungan dengan itu hutan kota dapat membantu penyediaan air tanah dan pencegahan erosi. Keberadaan tajuk pepohonan berarti air hujan tidak langsung jatuh di permukaan tanah. Daya pukulan tetesan air hujan tidak menghancurkan partikel tanah, sehingga efek erosinya menjadi tidak ada. Keberadaan pepohonan dengan sistem perakarannya yang menghunjam jauh ke dalam tanah, sangat membantu perkolasi air hujan menembus jauh ke dalam tanah. Hal seperti ini sangat menguntungkan bagi sistem hidrologi mata air. Foto: smno-tgalek-mart 2009

32 Pengendalian dan Mengurangi Polusi Foto: smno-malang-mart 2009
HUTAN KOTA Pengendalian dan Mengurangi Polusi Udara dan Limbah, sebagai pengendalian dan atau mengurangi polusi udara dan limbah, serta menyaring debu. Debu atau partikulat terdiri dari beberapa komponen zat pencemar. Dalam sebutir debu terdapat unsur-unsur seperti garam sulfat, sulfuroksida, timah hitam, asbestos, oksida besi,silika, jelaga dan unsur kimia lainnya. Berbagai hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa tumbuh-tumbuhan dapat mengakumulasi berbagai jenis polutan (pencemar). Seperti pohon johar, asam landi, angsana dan mahoni dapat mengakumulasi Pb (timah hitam) yaitu hasil pencemaran oleh kendaraan bermotor, pada daun dan kulit batang. Foto: smno-malang-mart 2009


Download ppt "URBAN VEGETATION: PENGHASIL OKSIGEN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google