Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PSAK 48 (revisi 2009) - Penurunan Nilai Aset IAS 36: Impairment.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PSAK 48 (revisi 2009) - Penurunan Nilai Aset IAS 36: Impairment."— Transcript presentasi:

1 PSAK 48 (revisi 2009) - Penurunan Nilai Aset IAS 36: Impairment

2  Tujuan PSAK 48 :  Menetapan prosedur agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkannya  impairment.  Tujuan PSAK 48 :  Menetapan prosedur agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkannya  impairment. Tujuan dan Ruang Lingkup 2 KONSERVATIF Aset tercatat Aset terpulihkan > Mana yang lebih tinggi ? Impairment Penggunaan Penjualan

3 1.Persediaan PSAK 14 2.Aset yang dari kontrak konstruksi PSAK 34 3.Aset pajak tangguhan PSAK 46 4.Aset yang timbul dari imbalan kerja PSAK 24 5.Aset keuangan PSAK 55 6.Properti investasi PSAK 13 7.Biaya akuisisi tangguhan, dan aset tidak berwujud, yang timbul dari hak kontraktual penanggung berdasarkan kontrak asuransi PSAK 28 8.Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual PSAK 58 1.Persediaan PSAK 14 2.Aset yang dari kontrak konstruksi PSAK 34 3.Aset pajak tangguhan PSAK 46 4.Aset yang timbul dari imbalan kerja PSAK 24 5.Aset keuangan PSAK 55 6.Properti investasi PSAK 13 7.Biaya akuisisi tangguhan, dan aset tidak berwujud, yang timbul dari hak kontraktual penanggung berdasarkan kontrak asuransi PSAK 28 8.Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual PSAK 58 Ruang Lingkup - Pengecualian PSAK 48 Par 2 3 PSAK 48 diterapkan penurunan nilai, KECUALI :

4 Lingkup PSAK 48 4 Berlaku aset keuangan yang dikelompokkan sebagai investasi entitas anak  PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri ventura bersama  PSAK 12: Bagian Partisipasi Dalam Ventura Bersama entitas asosiasi  PSAK 15. Investasi pada Entitas Asosiasi PSAK 48 berlaku untuk: aset yang dicatat pada jumlah revaluasian (nilai wajar) sesuai dengan Pernyataan lain, misal PSAK 16: Aset Tetap

5  Uji Penurunan Nilai  Rugi Penurunan Nilai  Jumlah Tercatat  Jumlah Terpulihkan  Jumlah Tersusutkan  Nilai Pakai  Nilai Wajar dikurangi Biaya Penjualan  Unit Penghasil Kas (UPK)  Biaya Pelepasan  Aset Korporat  Goodwill  Uji Penurunan Nilai  Rugi Penurunan Nilai  Jumlah Tercatat  Jumlah Terpulihkan  Jumlah Tersusutkan  Nilai Pakai  Nilai Wajar dikurangi Biaya Penjualan  Unit Penghasil Kas (UPK)  Biaya Pelepasan  Aset Korporat  Goodwill  Impairment Test  Impairment Losses  Carrying Amount  Recoverable Amount  Depreciable Amount  Value in Use  Fair Value less Costs to Sell (FV-C2S)  Cash Generating Unit (CGU)  Costs of Disposal  Corporate Assets  Goodwill  Impairment Test  Impairment Losses  Carrying Amount  Recoverable Amount  Depreciable Amount  Value in Use  Fair Value less Costs to Sell (FV-C2S)  Cash Generating Unit (CGU)  Costs of Disposal  Corporate Assets  Goodwill Konsep & Istilah Penting 5

6 Pendekatan Penurunan Nilai (Impairment) 6 Review Aset secara Periodik Apakah terdapat indikasi Estimasi recoverable amount secara individu Estimasi recoverable amount secara individu Goodwill? Hitung recoverable amount secara individu Hitung recoverable amount secara individu Y Y Hitung penurunan nilai Pertimbangkan pembalikan* Hitung recoverable amount unit penghasil kas /UPK/CGU Hitung recoverable amount unit penghasil kas /UPK/CGU Hitung penurunan nilai Pertimbangkan pembalikan* Y Y N N

7 Terlepas apakah terdapat indikasi penurunan nilai :  Minimal setahun sekali, melakukan pengujian penurunan nilai (impairment test): Aset tidak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas Aset tidak berwujud yang belum digunakan Goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis Terlepas apakah terdapat indikasi penurunan nilai :  Minimal setahun sekali, melakukan pengujian penurunan nilai (impairment test): Aset tidak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas Aset tidak berwujud yang belum digunakan Goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis Review 7 AKHIR PERIODE Menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai ADA INDIKASI mengestimasi jumlah terpulihkan aset.

8 Identifikasi Indikasi Penurunan Nilai PSAK 48 par 12 8 Informasi minimum yang dipertimbangkan Informasi eksternal Perubahan signifikan nilai pasar Perubahan signifikan teknologi, pasar, ekonomi dan lingkup hukum Perubahan suku bunga Jumlah tercatat aset neto entitas melebihi kapitalisasi pasarnya Informasi internal Bukti keusangan atau kerusakan fisik aset Perubahan signifikan atas penggunaan, penghentian dan masa manfaat aset Bukti internal mengindikasikan bahwa kinerja ekonomi aset lebih buruk dari yang diharapkan.

9 Jumlah terpulihkan = Jumlah yang lebih tinggi antara : Nilai Terpulihkan Nilai wajar dikurang biaya penj. Fair Value Less Costs to Sell Nilai wajar dikurang biaya penj. Fair Value Less Costs to Sell Nilai pakai (Value in Use) Nilai pakai (Value in Use) dan Jumlah yang dapat dihasilkan dari penjualan suatu aset atau unit penghasil kas dalam transaksi antara pihak-pihak yang mengerti dan berkehendak bebas tanpa tekanan, dikurangi biaya pelepasan aset. Nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima atau unit penghasil kas. Nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima atau unit penghasil kas. 9

10 Indikasi ? Suatu entitas pertambangan memiliki jalur kereta api pribadi untuk mendukung aktivitas pertambangannya. Jalur kereta api pribadi dapat dijual hanya untuk nilai sisanya dan itu tidak menghasilkan arus kas masuk yang independen dari arus kas masuk dari aset lain pertambangan itu. Suatu entitas pertambangan memiliki jalur kereta api pribadi untuk mendukung aktivitas pertambangannya. Jalur kereta api pribadi dapat dijual hanya untuk nilai sisanya dan itu tidak menghasilkan arus kas masuk yang independen dari arus kas masuk dari aset lain pertambangan itu. 10 Tidak dimungkinkan mengestimasi jumlah terpulihkan dari jalur kereta pribadi itu karena nilai pakainya tidak dapat ditentukan dan kemungkinan berbeda dari nilai sisanya. Oleh karena itu, entitas mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dimana jalur kereta pribadi tersebut tercakup, yaitu pertambangan itu secara keseluruhan. Tidak dimungkinkan mengestimasi jumlah terpulihkan dari jalur kereta pribadi itu karena nilai pakainya tidak dapat ditentukan dan kemungkinan berbeda dari nilai sisanya. Oleh karena itu, entitas mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dimana jalur kereta pribadi tersebut tercakup, yaitu pertambangan itu secara keseluruhan.

11 Pengukuran Jumlah Terpulihkan  Bukti Terbaik  harga dalam suatu perjanjian penjualan yang mengikat dalam suatu transaksi antara pihak yang independen, disesuaikan dengan biaya tambahan yang dapat dikaitkan langsung dengan pelepasan aset.  Apabila tidak terdapat perjanjian penjualan yang mengikat namun aset diperdagangkan di pasar aktif  Berdasarkan harga pasar aset dikurangi biaya pelepasan aset tersebut.  Apabila tidak terdapat perjanjian penjualan yang mengikat dan tidak ada pasar aktif untuk aset  Berdasarkan informasi terbaik yang ada untuk menggambarkan jumlah yang dapat diperoleh entitas, pada akhir periode pelaporan, dari pelepasan aset pada nilai wajar dikurangi biaya pelepasan  Bukti Terbaik  harga dalam suatu perjanjian penjualan yang mengikat dalam suatu transaksi antara pihak yang independen, disesuaikan dengan biaya tambahan yang dapat dikaitkan langsung dengan pelepasan aset.  Apabila tidak terdapat perjanjian penjualan yang mengikat namun aset diperdagangkan di pasar aktif  Berdasarkan harga pasar aset dikurangi biaya pelepasan aset tersebut.  Apabila tidak terdapat perjanjian penjualan yang mengikat dan tidak ada pasar aktif untuk aset  Berdasarkan informasi terbaik yang ada untuk menggambarkan jumlah yang dapat diperoleh entitas, pada akhir periode pelaporan, dari pelepasan aset pada nilai wajar dikurangi biaya pelepasan Nilai wajar dikurangi Biaya Penjualan 11

12 Pengukuran Jumlah Terpulihkan Nilai Pakai Nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima Pertimbangan dalam penghitungan nilai pakai aset: a) estimasi arus kas masa depan yang diharapkan entitas akan diperoleh dari aset; b)ekspektasi mengenai kemungkinan variasi dari jumlah atau waktu arus kas masa depan tersebut; c)nilai waktu uang, diwakili oleh suku bunga pasar bebas risiko yang berlaku; d)harga untuk menanggung ketidakpastian yang melekat pada aset e)faktor-faktor lain, seperti ilikuiditas, yang akan dipertimbangkan oleh pelaku pasar dalam menilai arus kas masa depan yang diharapkan entitas akan diperoleh dari aset tersebut. Nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima Pertimbangan dalam penghitungan nilai pakai aset: a) estimasi arus kas masa depan yang diharapkan entitas akan diperoleh dari aset; b)ekspektasi mengenai kemungkinan variasi dari jumlah atau waktu arus kas masa depan tersebut; c)nilai waktu uang, diwakili oleh suku bunga pasar bebas risiko yang berlaku; d)harga untuk menanggung ketidakpastian yang melekat pada aset e)faktor-faktor lain, seperti ilikuiditas, yang akan dipertimbangkan oleh pelaku pasar dalam menilai arus kas masa depan yang diharapkan entitas akan diperoleh dari aset tersebut. 12

13 Pengukuran Jumlah Terpulihkan PSAK 48 Par mengestimasi arus kas masuk dan arus kas keluar di masa depan dari pemakaian aset tersebut dan pelepasannya pada akhirnya menerapkan tingkat diskonto yang tepat atas arus kas masa depan tersebut INFLOW OUTFLOW Pelepasan $ Tingkat Diskonto

14 Pengukuran Jumlah Terpulihkan Komposisi Estimasi Arus Kas Masa Depan (par 39) 14 proyeksi arus kas masuk dari penggunaan aset proyeksi arus kas keluar yang diperlukan untuk menghasilkan arus kas masuk dari penggunaan aset (termasuk arus kas keluar untuk menyiapkan aset agar dapat digunakan) dan dapat dikaitkan secara langsung, atau dialokasikan dengan dasar yang layak dan konsisten, pada aset Arus kas neto, jika ada, yang akan diterima (atau dibayarkan) untuk pelepasan aset pada akhir masa manfaatnya

15 Dasar Estimasi Arus Kas Masa Depan 1.Asumsi yang masuk akal dan didukung oleh fakta atau teori. 2.Anggaran keuangan terbaru dan telah disahkan manajemen. 3.Tidak memasukkan komponen arus kas masa depan dari restrukturisasi. 4.Penggunaan dasaran kepada anggaran hanya meliputi periode 5 tahun, kecuali jika periode yang lebih lama dapat dijustifikasi. 5.Periode setelah anggaran menggunakan tingkat pertumbuhan tetap atau menurun, kecuali jika pertumbuhan naik dapat dijustifikasi. 6.Tingkat pertumbuhan dalam proyeksi tidak boleh melebihi rata-rata jangka panjang pertumbuhan untuk produk, industri, atau negara tempat entitas beroperasi atau pasar dimana aset digunakan, kecuali jika tingkat yang lebih tinggi dapat dijustifikasi. 1.Asumsi yang masuk akal dan didukung oleh fakta atau teori. 2.Anggaran keuangan terbaru dan telah disahkan manajemen. 3.Tidak memasukkan komponen arus kas masa depan dari restrukturisasi. 4.Penggunaan dasaran kepada anggaran hanya meliputi periode 5 tahun, kecuali jika periode yang lebih lama dapat dijustifikasi. 5.Periode setelah anggaran menggunakan tingkat pertumbuhan tetap atau menurun, kecuali jika pertumbuhan naik dapat dijustifikasi. 6.Tingkat pertumbuhan dalam proyeksi tidak boleh melebihi rata-rata jangka panjang pertumbuhan untuk produk, industri, atau negara tempat entitas beroperasi atau pasar dimana aset digunakan, kecuali jika tingkat yang lebih tinggi dapat dijustifikasi. 15

16 Pengukuran Jumlah Terpulihkan Arus kas masa depan diestimasi dalam satuan mata uang ketika akan dihasilkan dan kemudian didiskonto menggunakan suatu tingkat diskonto yang tepat untuk satuan mata uang tersebut. Tingkat pertukaran yang digunakan  kurs spot pada tanggal penghitungan nilai pakai. Arus kas masa depan diestimasi dalam satuan mata uang ketika akan dihasilkan dan kemudian didiskonto menggunakan suatu tingkat diskonto yang tepat untuk satuan mata uang tersebut. Tingkat pertukaran yang digunakan  kurs spot pada tanggal penghitungan nilai pakai. Arus Kas Masa Depan Valuta Asing PSAK 48 Par 54 16

17 Tingkat Diskonto Dasar penetapan tingkat diskonto  tingkat diskonto sebelum pajak menggambarkan penilaian pasar kini dari: (a) nilai waktu uang; dan (b) risiko spesifik atas aset dimana estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan. Dasar penetapan tingkat diskonto  tingkat diskonto sebelum pajak menggambarkan penilaian pasar kini dari: (a) nilai waktu uang; dan (b) risiko spesifik atas aset dimana estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan. Tingkat diskonto diestimasi dari salah satu: Tingkat diskonto implisit transaksi pasar kini aset sejenis atau Rata-rata tertimbang biaya modal entitas yang tercatat di bursa efek yang memiliki aset sejenis Tingkat diskonto diestimasi dari salah satu: Tingkat diskonto implisit transaksi pasar kini aset sejenis atau Rata-rata tertimbang biaya modal entitas yang tercatat di bursa efek yang memiliki aset sejenis PSAK 48 Par Tingkat diskon adalah tingkat pengembalian yang disyaratkan investor jika seandainya akan memilih suatu investasi yang menghasilkan arus kas dengan jumlah, waktu dan profil risiko yang sama dengan yang diharapkan akan dihasilkan dari aset tersebut.

18 Pengakuan Rugi Penurunan Nilai PSAK 48 Par Nilai terpulihkan aset < Nilai tercatat –nilai tecatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkan. –Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai –nilai tecatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkan. –Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai Rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi, Kecuali aset disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai dengan standar lain (Contoh PSAK 16)

19 Pengakuan Rugi Penurunan Nilai 19 Setiap rugi penurunan nilai aset revalusian diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.  diakui dalam pendapatan komprehensif lain, sepanjang kerugian penurunan nilai tidak melebihi jumlah surplus revaluasi untuk aset yang sama  rugi penurunan nilai atas aset revaluasian mengurangi surplus revaluasi untuk aset tersebut PSAK 16

20 Contoh: PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai terhadap peralatan yang dimilikinya. Nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 200 juta, nilai wajar dikurangi biaya menjual Rp180 juta dan nilai pakainya 205 juta. Rp 200 jutaRp 205 juta Rp 180 juta Rp 205 juta Tidak ada penurunan nilai Ilustrasi Penurunan Nilai 1 20 Nilai tercatat Dibandingkan Nilai diperoleh kembali Lebih tinggi antara Nilai wajar dikurangi b. penjualan Nilai pakai

21 Contoh: PT Anggrek, (informasi sama) kecuali nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 175 juta. Rp 200 juta Rp 180 juta Rp 175 juta Ilustrasi Penurunan Nilai 2 21 Nilai tercatat Dibandingkan Nilai diperoleh kembali Lebih tinggi antara Nilai wajar dikurangi b. penjualan Nilai pakai Rp20 juta Rugi Penurunan Nilai Jurnal mencatat kerugian penurunan nilai:. Dr. Kerugian Penurunan Nilai Rp 20 juta Cr. Ak. Dep– PeralatannRp 20 juta Jurnal mencatat kerugian penurunan nilai:. Dr. Kerugian Penurunan Nilai Rp 20 juta Cr. Ak. Dep– PeralatannRp 20 juta

22 Pengakuan Rugi Penurunan Nilai Contoh 22

23 Pengakuan Rugi Penurunan Nilai Solusi Contoh 23

24  Jumlah terpulihkan dari aset individual tidak dapat ditentukan jika: (a)nilai pakai aset tidak dapat diestimasi mendekati nilai wajarnya dikurangi biaya penjualan; dan (b)aset tidak menghasilkan arus kas masuk yang independen dari kelompok aset lain.  Dalam kasus ini, nilai pakai dan, jumlah terpulihkan, dapat ditentukan hanya untuk Unit Penghasil Kas Aset. Unit Penghasil Kas (UPK) PSAK 48 Par 67 PSAK 48 Lihat Par 67: Contoh 24

25  Tidak mungkin mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual  menentukan nilai terpulihkan dari unit penghasil kas yang mana aset tercakup (aset dari unit penghasil kas = UPK).  Unit penghasil kas aset  kelompok terkecil dari aset yang termasuk aset tersebut dan menghasilkan arus kas masuk yang independen dari arus kas masuk dari aset atau kelompok aset lain. Unit Penghasil Kas PSAK 48 Par 66, 68: Contoh 25

26  Jumlah terpulihkan dari UPK adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar unit penghasil kas dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakainya.  Jumlah tercatat dari UPK: (a)mencakup hanya jumlah tercatat dari aset-aset yang dapat diatribusikan langsung, atau dialoksikan dengan dasar yang layak dan konsisten, ke UPK dan akan menghasilkan arus kas masuk yang digunakan dalam menentukan nilai pakai unit penghasil kas; dan (b)tidak mencakup jumlah tercatat dari setiap liabilitas yang diakui, kecuali jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas tidak dapat ditentukan tanpa mempertimbangkan liabilitas tersebut. Unit Penghasil Kas PSAK 48 Par

27 Unit Penghasil Kas Pertama, Goodwill Rugi Penurunan Nilai diakui untuk UPK jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan dari unit tersebut (kelompok dari unit) < jumlah tercatatnya. dialokasikan untuk mengurangi jumlah tercatat aset dari unit tersebut (kelompok dari unit) dengan urutan sbb: (a)pertama, untuk mengurangi jumlah tercatat atas setiap goodwill yang dialokasikan ke unit penghasil kas (kelompok dari unit); dan (b)selanjutnya, ke aset lain dari unit tersebut dibagi pro rata atas dasar jumlah tercatat setiap aset di dalam unit tersebut (kelompok dari unit). Kemudian pro rata PSAK 48 Par 98 27

28 Unit Penghasil Kas Dalam mengalokasikan rugi penurunan nilai, entitas tidak harus mengurangi jumlah tercatat aset dengan jumlah yang tertinggi dari: (a) nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual (jika ditentukan); (b) nilai pakainya (jika dapat ditentukan); dan (c) nol. PSAK 48 Par Jumlah rugi penurunan nilai yang semestinya dialokasikan ke aset  harus dialokasikan pro rata ke aset lain dari unit (kelompok dari unit).

29 CONTOH - UPK Sebuah perusahaan manufaktur memiliki mesin yang digunakan untuk memproduksi di satu divisi produksi. Mesin tersebut tidak memiliki harga jual kecuali harga jual sebagai besi bekas dan sulit untuk mengidentifikasi arus kas secara terpisah dari penggunaan mesin tersebut. Konsekuensinya jika perusahaan menentukan ada indikasi impairment atas mesin, maka penilaian impairment harus dilihat sebagai satu kesatuan divisi produksi. Perhitungan nilai diperoleh kembali harus dihitung atas keseluruhan unit penghasil kas divisi produksi. Sebuah perusahaan manufaktur memiliki mesin yang digunakan untuk memproduksi di satu divisi produksi. Mesin tersebut tidak memiliki harga jual kecuali harga jual sebagai besi bekas dan sulit untuk mengidentifikasi arus kas secara terpisah dari penggunaan mesin tersebut. Konsekuensinya jika perusahaan menentukan ada indikasi impairment atas mesin, maka penilaian impairment harus dilihat sebagai satu kesatuan divisi produksi. Perhitungan nilai diperoleh kembali harus dihitung atas keseluruhan unit penghasil kas divisi produksi. 29

30 CONTOH - UPK Sebuah perusahaan transportasi memperoleh kontrak dari Pemda untuk mengoperasikan 6 jalur koridor busway sebagai satu kesatuan. Perusahaan dapat mengidentifikasi aset dan arus kas dari masing-masing jalur tersebut. Satu koridor busway mengalami kerugian (indikasi penurunan nilai). Walaupun kerugian penurunan nilai dapat diidentifikasi untuk satu koridor, namun karena perusahaan terikat kontrak untuk menjalankan keenam koridor tersebut maka penurunan nilai harus dilihat sebagai satu kesatuan. Pengukuran penurunan nilai dilakukan atas UPK atas keenam koridor busway tersebut. Sebuah perusahaan transportasi memperoleh kontrak dari Pemda untuk mengoperasikan 6 jalur koridor busway sebagai satu kesatuan. Perusahaan dapat mengidentifikasi aset dan arus kas dari masing-masing jalur tersebut. Satu koridor busway mengalami kerugian (indikasi penurunan nilai). Walaupun kerugian penurunan nilai dapat diidentifikasi untuk satu koridor, namun karena perusahaan terikat kontrak untuk menjalankan keenam koridor tersebut maka penurunan nilai harus dilihat sebagai satu kesatuan. Pengukuran penurunan nilai dilakukan atas UPK atas keenam koridor busway tersebut. 30

31 Goodwill Goodwill telah dialokasikan sebelumnya ke unit penghasil kas A. Goodwill yang dialokasikan ke A tidak dapat diidentifikasi atau diasosiasikan dengan kelompok aset pada tingkatan yang lebih rendah dari A, kecuali secara arbitrer. Goodwill telah dialokasikan sebelumnya ke unit penghasil kas A. Goodwill yang dialokasikan ke A tidak dapat diidentifikasi atau diasosiasikan dengan kelompok aset pada tingkatan yang lebih rendah dari A, kecuali secara arbitrer. 31 Karena goodwill yang dialokasikan ke A tidak dapat secara arbitrer diidentifikasi atau diasosiasikan dengan suatu kelompok aset pada suatu level yang lebih rendah dari A, maka goodwill dialokasikan kembali ke unit B, C dan D berdasarkan nilai relatif dari tiga porsi dari A sebelum porsi tersebut diintegrasikan ke B, C dan D. Karena goodwill yang dialokasikan ke A tidak dapat secara arbitrer diidentifikasi atau diasosiasikan dengan suatu kelompok aset pada suatu level yang lebih rendah dari A, maka goodwill dialokasikan kembali ke unit B, C dan D berdasarkan nilai relatif dari tiga porsi dari A sebelum porsi tersebut diintegrasikan ke B, C dan D.

32 Kasus Suatu entitas mengoperasikan peralatan minyak di dasar laut. Entitas menyediakan biaya restorasi senilai Rp 10 M, yang mencerminkan nilai kini dari biaya tersebut. Entitas tersebut menerima tawaran untuk membeli peralatan minyak seharga Rp 16 M, dan nilai biaya pelepasan seharga Rp 2 M. Nilai pakai sebesar Rp 24 M. Sedangkan nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 20 M.  Apakah nilai dari peralatan menurun? Kasus Suatu entitas mengoperasikan peralatan minyak di dasar laut. Entitas menyediakan biaya restorasi senilai Rp 10 M, yang mencerminkan nilai kini dari biaya tersebut. Entitas tersebut menerima tawaran untuk membeli peralatan minyak seharga Rp 16 M, dan nilai biaya pelepasan seharga Rp 2 M. Nilai pakai sebesar Rp 24 M. Sedangkan nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 20 M.  Apakah nilai dari peralatan menurun? Kasus 1: Penurunan Nilai UPK 32 solusi

33 Solution  Nilai wajar dikurangi cost to sell dari peralatan adalah Rp 14 M (Rp 16 M – Rp 2 M).  Nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 14 M (Rp 24 M – Rp 10 M).  Nilai tercatat dari peralatan adalah Rp 10 M (Rp 20 M – Rp 10 M).  Sehingga, nilai terpulihkan dari unit penghasil kas melebihi nilai tercatatnya, sehingga aset ini tidak diturunkan nilainya. Solution  Nilai wajar dikurangi cost to sell dari peralatan adalah Rp 14 M (Rp 16 M – Rp 2 M).  Nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 14 M (Rp 24 M – Rp 10 M).  Nilai tercatat dari peralatan adalah Rp 10 M (Rp 20 M – Rp 10 M).  Sehingga, nilai terpulihkan dari unit penghasil kas melebihi nilai tercatatnya, sehingga aset ini tidak diturunkan nilainya. 33 Kasus 1: Penurunan Nilai UPK

34 Kasus 2: Unit Penghasil Kas Kasus PT Melati melakukan review penurunan nilai dari UPK X pada tahun 2011, berikut ini aset yang dimiliki oleh PT Melati: Nilai Tercatat Goodwill Rp200 juta Properti, Pabrik, dan Peralatan,telah didepresiasi 400 juta Aset Tak Berwujud, pada nilai amortisasinya 300 juta Properti Investasi, setelah didepresiasi350 juta Aset Keuangan, pada nilai wajar207 juta Persediaan, at cost 150 juta Piutang Dagang 230 juta Total Rp 1837 juta Setelah review penurunan nilai, PT Melati menemukan fakta bahwa nilai yang dapat dipulihkan atas UPK X senilai Rp900 juta termasuk properti investasi senilai Rp300 juta. Hitunglah kerugian penurunan dan alokasikan ke masing-masing aset. 34

35 Kemudian, sisa kerugian dialokasikan pada aset tidak lancar pro rata terhadap nilai tercatat dari aset tidak lancar tersebut. Solusi Contoh Nilai Nilai Tercatat tercatat setelah Alokasi Rugi setelah Rugi rugi penurunan nilai Penurunan Nilai Penurunan Nilai GoodwillRp 200 jutaRp (200 juta)Rp 0 Property, plant and equipment400 juta(392.6 juta)7.4 juta Aset Tak Berwujud300 juta(294.4 juta)5.6 juta Properti Investasi (350 jt-50 jt)300 juta-300 juta Aset Keuangan207 juta-207 juta Persediaan150 juta-150 juta Piutang Dagang 230 juta juta Total 1787 juta(887 juta)900 juta Pertama, rugi penurunan nilai mengurangi seluruh goodwill 35 Kasus 2: Unit Penghasil Kas 687x(300/700) 687x(400/700)

36 Kasus Suatu unit penghasil kas memiliki aset bersih berikut ini: Rp M Goodwill 10 Properti20 Pabrik dan Peralatan30 60 Nilai yang dapat dipulihkan sebesar Rp 45 M.  Alokasikan kerugian penurunan nilai pada aset bersih perusahaan. Kasus 3 36 Kasus solusi

37 Goodwill Properti Pabrik Total RpM RpM Nilai Tercatat Rugi Penurunan Nilai(10) (2) (3) (15) Nilai Tercatat setelah Penurunan Nilai Kasus 3 37 Solusi Kasus

38 Kasus 4: Penurunan Nilai Goodwill PT Lily memiliki 80% kepemilikan PT Kenanga dengan membayar Rp 32 M pada 1 Januari Setelah tanggal akuisisi, aset bersih yang dapat diidentifikasi memiliki nilai Rp30 M. PT Kenanga merupakan UPK. Pada 31 Desember 2010, nilai yang dapat dipulihkan dari PT Lily sebesar Rp20 M. Nilai wajar aset teridentifikasi 27. PT Lily memiliki 80% kepemilikan PT Kenanga dengan membayar Rp 32 M pada 1 Januari Setelah tanggal akuisisi, aset bersih yang dapat diidentifikasi memiliki nilai Rp30 M. PT Kenanga merupakan UPK. Pada 31 Desember 2010, nilai yang dapat dipulihkan dari PT Lily sebesar Rp20 M. Nilai wajar aset teridentifikasi Kasus solusi

39 Kasus 4: Penurunan Nilai Goodwill Harga perolehan kombinasi bisnis 80% = Rp 32 M Harga perolehan kombinasi bisnis 100% = Rp 40 M Nilai wajar aset bersih bisa diidentifikasi = Rp 30 M Goodwill total = Rp 10 M Pengendali Nilai aset bersih yang diakusisi = 80% x Rp30 M = Rp 24 M Goodwill pengendali = Rp 8 M Harga perolehan = Rp 32 M Harga perolehan kombinasi bisnis 80% = Rp 32 M Harga perolehan kombinasi bisnis 100% = Rp 40 M Nilai wajar aset bersih bisa diidentifikasi = Rp 30 M Goodwill total = Rp 10 M Pengendali Nilai aset bersih yang diakusisi = 80% x Rp30 M = Rp 24 M Goodwill pengendali = Rp 8 M Harga perolehan = Rp 32 M 39 Kasus solusi

40 Nilai aset pada saat perolehan pertama 40 Kasus 4: Penurunan Nilai Goodwill Akhir tahun 2010GoodwillAset diidentifikasi Total Nilai tercatat brutoRp 10 MRp 30 MRp 40 M Pengendali8 M24 M32 M Kepemilikan minoritas2 M6 M8 M Nilai tercatat yang disesuaikanRp 10 MRp 30 MRp 40 M Solusi Kasus

41 Bagian 2: Mengalokasikan kerugian penurunan nilai 41 Kasus 4: Penurunan Nilai Goodwill Nilai yang dapat dipulihkan Rp20 M Nilai tercatat telah disesuaikan Rp 37 M < Terjadi penurunan nilai Rp17 M Akhir tahun 2010GoodwillAset diidentifikasi Total Nilai tercatat brutoRp 10 MRp 30 MRp 40 M Akumulasi depresiasi-(3 M) Nilai tercatat10 M27 M37 M Kerugian penurunan nilai10 M7 M7 M17 M Nilai tercatat yang disesuaikan0Rp 20 M Solusi Kasus

42 Bagian 1: Menguji penurunan nilai PT Kenanga Asumsi: depresiasi aset yang dapat diidentifikasi Rp 2 M selama tahun Kasus 4: Penurunan Nilai Goodwill Akhir tahun 2010GoodwillAset diidentifikasi Penurunan NilaiTotal AssGoodwill Nilai tercatat brutoRp 10 MRp 30 MRp 40 M Akumulasi depresiasi-(3 M) Nilai tercatat10 M27 M37 M Penurunan nilai7 M10 M17 M Pihak pengendali8 M21.6 M5.6 M8 M Kepemilikan minoritas2 M5.4 M1.4 M2 M Nilai setelah penurunanRp 10 MRp 27 M(7)M(10)Rp 20 M Solusi Kasus

43 Bagian 2: Mengalokasikan kerugian penurunan nilai 43 Kasus 4: Penurunan Nilai Goodwill Nilai yang dapat dipulihkan Rp20 M Nilai tercatat telah disesuaikan Rp 37 M < Terjadi penurunan nilai Rp13 M Akhir tahun 2010GoodwillAset diidentifikasi Total Nilai tercatat brutoRp 10 MRp 25 MRp 35 M Akumulasi depresiasi-(2 M) Nilai tercatat10 M23 M33 M Kerugian penurunan nilai10 M3 M13 M Pihak pengendali2.4 M Non pengendali0.6 M Nilai tercatat yang disesuaikan0Rp 20 M Solusi Kasus

44  Dalam menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui pada periode-periode sebelumnya untuk aset (selain goodwill) mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun, entitas mempertimbangkan, minimal, indikasi berikut ini: 1.Infomasi yang bersumber dari luar 2.Informasi yang bersumber dari dalam Pembalikan suatu Rugi Penurunan Nilai PSAK 48 Par

45  Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode-periode sebelumnya untuk aset selain goodwill harus dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan atas aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.  jika kasusnya seperti ini, jumlah tercatat aset, (ada pengecualian) dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.  Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai Pembalikan suatu Rugi Penurunan Nilai PSAK 48 Par

46  Jumlah tercatat aset yang meningkat (selain goodwill), yang disebabkan pembalikan rugi penurunan nilai, tidak boleh melebihi jumlah tercatat (neto setelah amortisasi atau depresiasi) seandainya aset tidak mengalami rugi penurunan nilai di tahun- tahun sebelumnya.  Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset (selain goodwill) diakui segera dalam laba rugi, kecuali aset disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai dengan Pernyataa lain (contohnya, model revaluasi di PSAK 16).  Setiap pemulihan rugi penurunan nilai aset revaluasian harus diperlakukan sebagai kenaikan penilaian kembali sesuai dengan PSAK terkait. Pembalikan suatu Rugi Penurunan Nilai –Aset Individu PSAK 48 Par

47  Dialokasikan kepada aset-aset dari unit (kecuali untuk goodwill) pro rata dengan jumlah tercatat dari asetnya.  Diperlakukan sebagai pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset individual dan diakui sesuai dengan PSAK ini.  Alokasi pembalikan rugi penurunan nilai  jumlah tercatat aset tidak boleh dinaikkan diatas nilai yang terendah dari: (a) jumlah terpulihkan (jika ditentukan); dan (b) jumlah tercatat yang telah ditentukan (amortisasi atau depresiasi neto) seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut dalam periode sebelumnya.  Jumlah pemulihan rugi penurunan nilai yang sebaliknya telah dialokasikan untuk aset tersebut harus dialokasikan pro rata ke aset lain dari unit itu, kecuali untuk goodwill. Pembalikan suatu Rugi Penurunan Nilai untuk UPK PSAK 48 Par

48 Pengungkapan PSAK 48 Par Pengungkapan yang lebih ekstensif disyaratkan Pengungkapan tambahan utama termasuk: Setiap UPK (atau kelompok UPK) yang memiliki nilai tercatat goodwill atau aset tidak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas Asumsi utama dan pendekatan manajemen yang digunakan untuk mengukur nilai terpulihkan Periode dimana manajemen telah memproyeksikan arus kas, tingkat pertumbuhan, tingkat diskonto

49 Main References  Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley  Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI  International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales

50 Problem 1  Suatu aset individu nilai perolehannya Depresiasi dilakukan dengan garis lurus selama 20 tahun dengan nilai sisa sebesar Pada awal tahun ke 16, ada indikasi penurunan nilai.  Jika aset tersebut dijual harga penjualan dikurangi biaya penjualan Nilai pakai aset tersebut sebesar  Setelah penurunan nilai masa manfaat tersisa aset tetap 5 tahun dan nilai residu tidak berubah  Hitung penurunan nilai dan jurnal yang dibuat. 50

51 Problem 1  Awal tahun 16 = akhir tahun 15, sudah dimanfaatkan 15thn. Akumulasi depresiasi =  Nilai tercatat aset =  Nilai diperoleh kembali  nilai tertinggi antara  – = dengan   Rugi penurunan nilai = – =  Jurnal yang dibuat  Rugi penurunan nilai2.000  Akumulasi depresiasi2.000  Depresiasi tahun ke-16. ( )/5 = 600  Beban Depresiasi 600  Akumulasi depresiasi600 51

52 Problem 1  Nilai tercatat pada awal tahun 18 adalah: – =  Nilai diperoleh kembali – = 200  Jika tidak terjadi impairment nilai tercatat aset pada awal tahun-18 adalah ( – ) Nilai berada di bawah 7.000, sehingga 200 diakui sebagai keuntungan pembalikan penurunan nilai.  Jurnal yang dibuat  Keuntungan pembalikan penurunan nilai 200  Akumulasi Depresiasi200  Depresiasi yang baru (6.000 – 4.000)/3 = 667  52  Pada awal tahun ke-18 ada indikasi pembalikan penurunan nilai. Diketahui nilai dapat diperoleh kembali sebesar Masa manfaat dan nilai residu tidak berubah.

53 Problem 1 – asumsi berbeda  Misalkan pada awal tahun ke-18 ada indikasi pembalikan penurunan nilai. Diketahui nilai dapat diperoleh kembali sebesar Masa manfaat dan nilai residu tidak berubah. 53  Nilai tercatat pada awal tahun 18 adalah: – =  Nilai diperoleh kembali – =  Jika tidak terjadi impairment nilai tercatat aset pada awal tahun-18 adalah ( – ) Nilai berada di atas 7.000, sehingga tidak dapat diakui seluruhnya sebagai sebagai keuntungan penurunan nilai. Pembalikan penurunan nilai yang dapat diakui sebesar – =  Jurnal yang dibuat  Keuntungan pembalikan penurunan nilai  Akumulasi Depresiasi1.200  Depresiasi yang baru (7.000 – 4.000)/5 = 1.000

54 Problem 1 – perubahan masa manfaat  Suatu aset individu nilai perolehannya Depresiasi dilakukan dengan garis lurus selama 20 tahun dengan nilai sisa sebesar Pada awal tahun ke 16, ada indikasi penurunan nilai.  Jika aset tersebut dijual harga penjualan dikurangi biaya penjualan Nilai pakai aset tersebut sebesar  Setelah penurunan nilai dilakukan review masa manfaat tersisa aset 5 tahun dan nilai residu sebesar  Hitung penurunan nilai dan jurnal yang dibuat. 54

55 Problem 1 – perubahan masa manfaat  Awal tahun 16 = akhir tahun 15, sudah dimanfaatkan 15thn. Akumulasi depresiasi =  Nilai tercatat aset =  Nilai diperoleh kembali  nilai tertinggi antara  – = dengan   Rugi penurunan nilai = – =  Jurnal yang dibuat  Rugi penurunan nilai2.000  Akumulasi depresiasi2.000  Depresiasi tahun ke-16. ( )/5 =  Beban Depresiasi  Akumulasi depresiasi

56 Problem 1 – perubahan masa manfaat  Nilai tercatat pada awal tahun 18 adalah: – =  Nilai diperoleh kembali – =  Jika tidak terjadi impairment nilai tercatat aset pada awal tahun-18 adalah ( – ) Nilai berada di bawah 7.000, sehingga diakui sebagai keuntungan pembalikan penurunan nilai.  Jurnal yang dibuat  Keuntungan pembalikan penurunan nilai  Akumulasi Depresiasi1.400  Depresiasi yang baru (6.000 – 1.000)/5 =  56  Pada awal tahun ke-18 ada indikasi pembalikan penurunan nilai. Diketahui nilai dapat diperoleh kembali sebesar Dilakukan review terdapat perubahan masa manfaat tersisa menjadi 5 tahun dan nilai residu 1.000

57 Problem 1 – perubahan masa manfaat  Misalkan pada awal tahun ke-18 ada indikasi pembalikan penurunan nilai. Diketahui nilai dapat diperoleh kembali sebesar Dilakukan review terdapat perubahan masa manfaat tersisa menjadi 5 tahun dan nilai residu  Nilai tercatat pada awal tahun 18 adalah: – =  Nilai diperoleh kembali – =  Jika tidak terjadi impairment nilai tercatat aset pada awal tahun-18 adalah ( – ) Nilai berada di atas 7.000, sehingga tidak dapat diakui seluruhnya sebagai sebagai keuntungan penurunan nilai. Pembalikan penurunan nilai yang dapat diakui sebesar – =  Jurnal yang dibuat  Keuntungan pembalikan penurunan nilai  Akumulasi Depresiasi2.400  Depresiasi yang baru (8.000 – 1.000)/5 = 1.400

58 Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI atau atau


Download ppt "PSAK 48 (revisi 2009) - Penurunan Nilai Aset IAS 36: Impairment."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google