Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Munandar, A (2008)1 FOKUS DAN SKALA PEMBANGUNAN LANSKAP KOTA (Hand-out MK Sistem Lanskap Kota, Dep ARL, Faperta IPB 2008) Sejarah kota (fungsional) Hunting.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Munandar, A (2008)1 FOKUS DAN SKALA PEMBANGUNAN LANSKAP KOTA (Hand-out MK Sistem Lanskap Kota, Dep ARL, Faperta IPB 2008) Sejarah kota (fungsional) Hunting."— Transcript presentasi:

1 Munandar, A (2008)1 FOKUS DAN SKALA PEMBANGUNAN LANSKAP KOTA (Hand-out MK Sistem Lanskap Kota, Dep ARL, Faperta IPB 2008) Sejarah kota (fungsional) Hunting and gathering Sistem logistik dan sistem distribusi  Infrastruktur dan transportasi Sistem statistik Sentralisasi fungsi-fungsi

2 Munandar, A (2008)2 Sejarah pembangunan kota dan wilayah (Soegijoko, 1989) 4000 SMKehidupan kota terpusat pada bangunan tinggi yang dikelilingi tembok Pra-revolusi industri (abad-18) Pemb bangunan2 megah dan monumental (zaman Barogue). Tidak cukup mensejahterakan Revolusi industri Urbanisasi, kepadatan, kemacetan lalu lintas  transport, air bersih, sanitasi, fasilitas kesehatan Aliran romantik, munculnya kota-kota baru di luar pusat industri

3 Munandar, A (2008)3 Revolusi industri Garden Cities Ebenezer Howard Tata hubungan dengan kawasan belakang (hinterland) Patrick Geddes -- kewilayahan Kota Putih Daniel Buruham City Beautiful Movement di US: landmark, monumen, plaza, jalan protokol, bangunan klasik, master plan kota Awal abad 20 Zoning yang komprehensif -- kewilayahan Tahun-tahun depresi dan peperangan Konsep New Dealt Roosevelt: peningkatan kesejahteraan, perenc skala nasional dan regional (wilayah) Green belt cities -- kewilayahan Lanjutan

4 Munandar, A (2008)4 Pengendalian banjir, reklamasi lahan, pembangunan fisik/ekonomi terpadu  berbasis DAS, TVA (Tennessee Valley Authority) Era Pasca perang (1950-an) Kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi 1960-anPerlindungan lingkungan (environmental protection) – Carson “Silent Spring” 1970-anPeningkatan kesejahteraan penduduk – paket-paket bantuan keuangan Kesadaran untuk investasi Lanjutan

5 Munandar, A (2008)5 Kecende- rungan baru Pengendalian pertumbuhan untuk menangani kemunduran: dengan mekanisme peraturan bangunan, tataguna lahan, perencanaan lingk permukiman, pengendalian migrasi ke kota Perencanaan community: kampoeng improvement project (KIP), pelestarian kota- kota lama dan lingk permukiman Konservasi dan penggunaan ulang bangunan tua Lanjutan

6 Munandar, A (2008)6 Kecenderungan baru Landscape development menurut values arsitek lanskap (Simonds, 1983) Suitability dan community goal Tidak melampaui carrying capacity lahan dengan konsideran elemen berikut: * Ekosistem* Tapak bersejarah * Suplai dan kualitas air*Fitur lanskap * Kualitas udara*Flora dan fauna * Polusi suara(rare & endangered * Erosispecies) Banjir*Integritas ruang-terbuka Komplementer dan complimentary thd komuniti Meningkatkan layanan publik

7 7Munandar, A (2008) Kecenderungan baru (Eisner et al. 1993) Scoupe Form (keindahan dan fungsi) pada sebagian atau keseluruhan kota dan wilayahForm (keindahan dan fungsi) pada sebagian atau keseluruhan kota dan wilayah Urban/regional component: lokasi, massa dan desainUrban/regional component: lokasi, massa dan desain Perencanaan kota/wilayah, arsitektur dan ARLPerencanaan kota/wilayah, arsitektur dan ARL Kecenderungan baru 1.Partisipasi masyarakat Kerjasama komuniti via meeting, hearing dllKerjasama komuniti via meeting, hearing dll Penggunaan local group, sekolah dll.Penggunaan local group, sekolah dll. Kerjasama antar badan publikKerjasama antar badan publik

8 Munandar, A (2008)8 2.Penetrasi ruang Freeway ~ freedom of movement Keberfungsian jalan: jalan arteri yang arterial, jalan kolektor yang collecting Ketersediaan open space di sentra-sentra aktivitas Peran leaders dalam penyediaan open space 3.Congestion/crowding Menghindari atau mencegah kemacetan Paradox desentralisasi: unplanned atau disorder Struktur vertikal (simbiosis density & nature)

9 Munandar, A (2008)9 4. Membangun sense of place Gerbang kota –Portal: bandara, stasiun, terminal –Pusat budaya –CBD Mendayagunakan elemen mental map: –Jalur (paths) –Distrik –Sentra aktivitas (nodes) –Batas tepi (edges) –Mercu tanda (landmarks) Menghindari capsule image

10 Munandar, A (2008)10 5. Membangun neighborhood unit Ketetanggaan diyakini sebagai unit territoriality yang efektif Komponen utama desain kota dan wilayah 1.Pergerakan, sirkulasi dan waktu 2.Suara ~ buffering 3.Unity: skala dan karakter dalam hub antar elemen 4.Cahaya dan sirkulasi udara 5.Warna ~ identitas kota 6.Aroma 7.Tekstur

11 Munandar, A (2008)11 Kecenderungan baru: Sustainable City (Kurokawa, 2004) Compact city Ecological corridors Recycling Alternative energy Sustainable transport system

12 Munandar, A (2008)12 Compact City: Mengurangi perluasan area (urban sprawl, kota baru, kota satelit) Simbiosis antara alam dan populasi tinggi -- compact cities Ecological Corridors: Interkoneksi hutan pegunungan, tegakan, sungai, danau, rawa, sawah, padang rumput -- kewilayahan Menciptakan suatu jejaring RTH kota/wilayah

13 Munandar, A (2008)13 Recycling Kota dan wilayah bermetabolisme Mendaur-ulang sampah aktivitas pertanian, rumah tangga dsb Memperbaiki siklus air di hulu maupun di hilir Energi alternatif Sumber energi alternatif: biomas, matahari, angin, ombak ~ fitur lanskap kota & wilayah: pembangkit energi sebagai elemen lanskap, kawasan pertanian sebagai sumber bio-energy Sustainable transport systems Sebanyak mungkin pedestrian dan sepeda

14 14Munandar, A (2008) Kecenderungan baru: perhatian akan kelompok (the group imperative) - Simonds & Stark (2006) Kelompok ~ cluster, neighborhood & community Kelompok ~ cluster, neighborhood & community Masalah lanskap sekitar komuniti Masalah lanskap sekitar komuniti –Monoton, penggunaan elemen introduksi –Inefisien (energi, jangkauan jelajah atau akses ke fasilitas publik, sempadan bangunan, infrastruktur (drainase, listrik, telpon dll) yang terlalu masif/ekstensif dsb) –Kondisi yang tidak sehat –Kondisi membahayakan

15 Munandar, A (2008)15 Peluang untuk menata lebih baik Building (landscape structure) arrangement - lay out –Modul-modul perencanaan komuniti (Planned unit development [PUD]) – agar manageable, cukup menginduksi perilaku home base dan home range yang baik –Perbaikan dan peningkatan keamanan akses dan sirkulasi –Kebutuhan akan sentra aktivitas komuniti –Kebutuhan akan ruang terbuka hijau/biru –Perencanaan komuniti berbasis PCD (preserved, conserve & develop) Dasar teori: perilaku keteritorialan (territoriality)

16 Munandar, A (2008)16 Arah-arah baru landscape development skala komuniti ~ teori kebutuhan dasar Maslow 1.Membangun dg pendekatan modul perencanaan (PUD) -- manageability 2.Zonasi yang fleksibel – dengan optimalisasi tujuan komuniti 3.Mentransfer (semacam tukar guna) kawasan sensitif 4.Memelihara sumberdaya air 5.Menyediakan penyangga peruntukan 6.Membangun portal komuniti – sirkulasi yang kohesif, gerbang yang atraktif 7.Memastikan akses ke wilayah home range 8.Menyediakan prasarana logistik

17 Munandar, A (2008)17 9.Merencanakan jejaring RTH (greenery dan blue ways) 10.Merencanakan hirarkhi jalan ~ kebutuhan safety 11.Membatasi front terhadap jalan raya 12.Membuka persimpangan (intersection, junction) yang aman dan multiguna 13.Menyediakan jalan yang tidak macet 14.Mengintegrasikan pergerakan (path movement) atau alur sirkulasi 15.Meningkatkan keragaman tipe rumah 16.Mensistematisasi instalasi street-furniture 17.Mengelompokkan bangunan 18.Mengintegrasikan taman-taman sekolah dan ketetanggaan

18 Munandar, A (2008)18 20.Menyediakan community centers dan menghubungkan dengan pusat wilayah 21.Menyediakan jasa ketenagakerjaan 22.Merencanakan sarana dan prasarana akomodasi 23.Mengaktifkan rekreasi sebagai way of life 24.Mendorong program-program, aktivitas dan event pada level komuniti 25.Meningkatkan pemeliharaan kompleks 26.Menghargai dan mengangkat landmarks bersejarah 27.Mempreservasi alam 28.Mendayagunakan para ahli dari anggota komuniti 29.Mendidik petugas kompleks komuniti

19 Munandar, A (2008)19 30.Membentuk tim reviewer desain 31.Membuat manual pengembangan kompleks 32.Membangun ketatapamongan 33.Membangun organisasi atau paguyuban 34.Memastikan adanya mekanisme keseimbangan antara fleksibilitas dan pengendalian Kevin Lynch (1981) Good City Form. Massachusetts: MIT Values Teori Good City Form dan aplikasinya: dimensi 1 (vitalitas, sense, fit, akses, control) dan dimensi 2 (efisiensi dan keadilan)

20 Munandar, A (2008)20 Kesimpulan Pergeseran fokus intervensi perencana atau desainer kota atau lanskap kota dan wilayah (skala meso hingga makro) pada akhirnya kembali merujuk kepada kebutuhan dasar manusia (Maslow)


Download ppt "Munandar, A (2008)1 FOKUS DAN SKALA PEMBANGUNAN LANSKAP KOTA (Hand-out MK Sistem Lanskap Kota, Dep ARL, Faperta IPB 2008) Sejarah kota (fungsional) Hunting."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google