Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MALAISE / CRISE D’ÉCONOMIE 1929 SERI KULIAH SEJARAH DAN KEBUDAYAAN PRANCIS (Kuliah 11)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MALAISE / CRISE D’ÉCONOMIE 1929 SERI KULIAH SEJARAH DAN KEBUDAYAAN PRANCIS (Kuliah 11)"— Transcript presentasi:

1 MALAISE / CRISE D’ÉCONOMIE 1929 SERI KULIAH SEJARAH DAN KEBUDAYAAN PRANCIS (Kuliah 11)

2 APAKAH MALAISE ITU?? Malaise adalah suatu keadaan di mana menurunnya tingkat suku bunga dan harga saham secara drastis yang mengakibatkan timbulnya kekacauan ekonomi di seluruh dunia.

3 AWAL MULA Setelah Perang Dunia Pertama berakhir, dunia mengalami krisis ekonomi yang sangat parah. Negara-negara seperti Amerika Serikat atau Jepang telah menggantikan peranan negara-negara Eropa sebagai penghasil industri. Produsen di negara- negara Eropa mencari pembeli baru, tetapi secara umum di dunia hasil produksi terlampau banyak dan tidak ada yang membeli, sehingga tahun mulailah dirasakan krisis ekonomi itu. Namun, kondisinya menjadi lebih baik. Krisis ini memuncak pada tahun 1929.

4 Depresi ekonomi 1929 merupakan depresi terparah sepanjang masa. Resesi ini dimulai dari Amerika Serikat. Depresi ekonomi ini bermula ketika pada 1925 dan 1927, The Fed menurunkan suku bunga untuk mendukung Bank Sentral Inggris (Bank of England) dalam menerapkan standar emas. Pada saat yang bersamaan, bursa efek sedang bergairah. Akibatnya, jutaan warga AS meminjam uang di bank dan kemudian menginvestasikannya di bursa saham. Saat itulah terjadi ledakan spekulatif yang menggiring terciptanya gelembung ekonomi (economic bubble). Harga-harga saham terus meningkat dan mencapai puncaknya tanggal 3 September Namun, Kamis, 24 Oktober 1929, harga saham mulai jatuh. Peristiwa itu dikenal dengan sebutan “Kamis Hitam” (Jeudi Noir / Black Thursday).

5 BLACK THURSDAY (KAMIS HITAM )‏  Terjadi pada tanggal 24 Oktober 1929  New York telah menjadi pusat finansial utama.  NYSE (New York Stock Exchange) merupakan bursa efek terbesar di dunia pada saat itu;  Pemegang saham terbesar Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencapai puncak indeks tertinggi pada angka 381,17 pada tanggal 3 September 1929 yang kemudian dalam sekejap turun drastis pada 24 Oktober 1929.

6  12,9 juta lembar saham ditransaksikan → rekor transaksi  Jumat, 25 Oktober, beberapa pimpinan bank terkemuka mengadakan pertemuan di lantai perdagangan di bursa NYSE. → Richard Whitney sebagai wakil presiden bursa  Senin, 28 Oktober, banyak investor yang memutuskan untuk keluar dari bursa dengan menjual saham kepemilikannya

7 Pimpinan bank-bank terkemuka sudah melakukan tindakan untuk memperbaiki keadaan ekonomi saat itu. Namun, usaha yang dilakukan tetap tidak mampu mendongkrak perekonomian menjadi lebih baik. Minggu berikutnya terjadi penjualan saham massal dan mencapai puncaknya pada Selasa, 29 Oktober 1929, ketika pasar mengalami kerugian sebesar 14 miliar dolar AS. Hari itu dikenang sebagai “Selasa Hitam” (Black Tuesday).

8 BLACK TUESDAY (SELASA HITAM)‏  Terjadi pada tanggal 29 Oktober 1929  Terjadi transaksi 12,4 juta saham  Menandai awal dari suatu konsekuensi yang meluas dan berkepanjangan bagi Amerika Serikat.

9 Total kerugian dalam minggu itu mencapai 30 miliar dolar AS. Runtuhnya lantai bursa menyebabkan banyak bank gulung tikar. Awal tahun 1930, terdapat 60 bank gulung tikar, disusul 254 bank di bulan November, dan 344 bank di bulan Desember. Salah satu bank yang gulung tikar adalah Bank of the United States, bank keempat terbesar di New York, dengan depositor.

10 MALAISE DI PRANCIS Prancis sebagai salah satu negara pemenang perang dalam PD I juga mengalami kerugian yang besar dalam perang sehingga awal pasca PD I Prancis mengalami krisis ekonomi. Dalam perjanjian Versailles, Jerman diharuskan membayar denda kepada Prancis, tetapi tidak mampu karena Jerman juga harus membayar hutang pada AS. Karena Prancis terus mendesak, diadakanlah kesepakatan yang ditengahi oleh AS bahwa Prancis bersedia menerima hutang dengan jumlah yang lebih kecil.

11 Tidak seperti negara lain, pada tahun an, krisis malaise belum dirasakan Prancis, bahkan bisa dikatakan pada masa itu Prancis merupakan negara yang ekonominya paling makmur. Pada tahun 1927, di tengah krisis yang melanda Eropa, Prancis menjadi negara yang paling baik ekonominya bahkan pada 1930 kas cadangan Prancis meningkat secara signifikan dari 18 milyar hingga 80 milyar franc.

12 DAMPAK DI PRANCIS Krisis ini baru dirasakan di Prancis setelah tahun Nilai uang Prancis merosot. Barang-barang Prancis di luar negeri menjadi mahal. Nilai uang Prancis merosot. Barang-barang Prancis di luar negeri menjadi mahal. Hal ini menyebabkan Prancis mengalami kerugian besar, karena barang-barangnya tidak laku di pasaran. Hal ini menyebabkan Prancis mengalami kerugian besar, karena barang-barangnya tidak laku di pasaran. Para pengusaha tidak dapat melanjutkan usahanya karena bahan mentah tidak ada dan kekurangan modal. Para pengusaha tidak dapat melanjutkan usahanya karena bahan mentah tidak ada dan kekurangan modal. Para pengusaha terpaksa melakukan pengurangan jam kerja yang berdampak pengurangan jumlah tenaga kerja. Para pengusaha terpaksa melakukan pengurangan jam kerja yang berdampak pengurangan jumlah tenaga kerja.  Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran, yang pada akhirnya meningkatkan jumlah tindak kriminalitas. Oleh karena itu terjadilah krisis moral dan krisis sosial.  Terjadi kerusuhan di Prancis pada tanggal 6 Februari 1934

13 Kepanikan melanda Wall Street Suasana lantai bursa New York Stock Exchange sesaat setelah terjadinya kehancuran pada tahun 1929.


Download ppt "MALAISE / CRISE D’ÉCONOMIE 1929 SERI KULIAH SEJARAH DAN KEBUDAYAAN PRANCIS (Kuliah 11)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google