Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MATAKULIAH FILOLOGI III Dra. Sri Harti Widyastuti, M.Hum.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MATAKULIAH FILOLOGI III Dra. Sri Harti Widyastuti, M.Hum."— Transcript presentasi:

1 MATAKULIAH FILOLOGI III Dra. Sri Harti Widyastuti, M.Hum.

2 PERTEMUAN KESEMBILAN METODE KRITIK TEKS

3 METODE KRITIK TEKS Metode kerja filologi → dengan cara apa naskah sekorpus yang diteliti itu dilakukan. Metode kerja yang dipilih dalam penggarapan naskah tergantung peta redaksi teks-teks yang diteliti Metode kerja akan tampak dan mempengaruhi perbandingan teks, kritik teks, dan hasil pengalih pengaksaraan.

4 1. Metode intuitif Syarat penggunaan: - hanya ada satu naskah yang mengandung teks yang digarap sehingga tidak ada teks pembanding dan tidak ada teks yang dapat dibandingkan - Kritik teks secara intuitif dilakukan dengan: emendasi, catatan atas bagian yang hilang, catatan mengenai metrum, dan penjelaskan atas kata atau bagian teks yang sulit dibaca. Benar-benar dilakukan berdasarkan pengetahuan, kemampuan, dan pengetahuan yang dimiliki peneliti.

5 Tuntutan Metode Intuitif: -mensyaratkan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman peneliti terhadap aspek kebahasaan, kesastraan dan kebudayaan

6 Metode Landasan Syarat Metode Landasan: Ada satu versi yang dianggap unggul diantara teks-teks seversi dan ada satu varian atau redaksi yang dianggap unggul diantara redaksi dalam versi bersangkutan Tolok Ukur Landasan: Teks mengandung unsur-unsur narasi/cerita paling lengkap, teks lengkap dalam arti tak ada bagian yang hilang karena rusak atau sebab lain, naskah baik dan paling layak untuk dibaca

7 METODE GABUNGAN Syarat Metode Gabungan: Semua redaksi teks-teks sekorpus masing-masing memiliki keunggulan dan saling melengkapi. Hasil suntingan metode gabungan seolah-olah merekonstruksi semua teks sehingga melahirkan teks baru.

8 METODE STEMA Syarat Metode Stema/Objektif -metode kritik teks yang bertolak pada anggapan bahwa semua teks sekorpus berinduk pada satu teks arketip atau teks yang mula-mula ada atau dengan kata lain teks-teks sekorpus merupakan hasil penyalinan dan/penggubahan dari satu teks induk

9 METODE STEMA Metode ini beranggapan bahwa mulanya hanya ada satu teks, kemudian teks induk sisalin, disalin, dan terus disalin. Metode stema melanjutkan perbandingan teks metode landasan yang berhenti pada pengelompokan teks dalam versi dan varian Metode ini bertolak pada kesalahan sampai pada hipotesis mengenai suatu teks mula- mula/ teks induk dari segala teks

10 PERBANDINGAN TEKS Pertemuan KedelapanPertemuan Kedelapan

11 TUJUAN PERBANDINGAN TEKS 1.Untuk melihat hubungan kekerabatan antar teks skorpus dan untuk menentukan teks yang akan disunting. Perbandingan teks perlu melihat pada: a. keragaman redaksi dan keadaan teks perbandingan teks dapat dilakukan apabila korpus naskah memiliki lebih dari satu redaksi. Perbandingan teks akan menghasilkan kelompok redaksi berupa sejumlah varian teks yang seversi dan sejumlah versi teks yang masing-masing versi memiliki varian

12 b. Metode kerja yang digunakan - Metode yang dapat dipilih: - Metode intuitif, - Metode landasan - Metode gabungan dan - Metode stema

13 TUJUAN KERJA FILOLOGI Perbandingan teks harus selalu menghasilkan simpulan mengenai teks yang layak disunting diantara teks-teks sekorpus yang dimiliki Prinsip Perbandingan teks dalam Filologi Modern Bermuara pada prinsip peta kekerabatan antar teks dan dari sana ditemukan teks yang akan disunting sesuai dengan metode kerja filologi.

14 BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PERBANDINGAN TEKS 1.Perbandingan Metrum Secara tradisional setiap orang memiliki watak tertentu atau dengan kata lain teks yang dibingkai dengan metrum tertentu mengandung tema tertentu. Perbedaan persamaan tema mengindikasikan perbedaan persamaan redaksi teks. Perbedaan persamaan pola metrum yang digunakan tiap- tiap pupuh berikut urutannya mengindikasikan perbedaan persamaan tematik teks.

15 Jika pola metrum yang digunakan untuk semua teks berikut urutannya sama kemungkinan teks-teks itu merupakan teks-teks seversi. Penggunaan pola metrum yang tidak sama atau urutan metrum berdasarkan pupuh- pupuhnya kemungkinan teks-teks tersebut merupakan versi-versi yang berbeda Pola metrum dan urutan metrum yang sama tetapi jumlah bait tidak sama kemungkinan teks merupakan varian dari teks seversi. 2. Perbandingan cariyos/cerita Pengertian cariyos tidak hanya terbatas pada kisahan yang berarti mengandung tokoh dan peristiwa.namun juga berarti semua yang terbaca pada teks.

16 PERBANDINGAN CARIYOS/CERITA Upaya membandingkan unsur-unsur hakiki dalam suatu bangun cerita meliputi alur, tokoh dan penokohan dan jika mungkin latar. Dalam hal cariyos yang bukan kisahan perbandingan dilakukan dengan membandingkan bagian-bagian/unsur teks

17 3. PERBANDINGAN TEMBUNG Perbandingan tembung dilakukn bila: 1.Perbandingan tembung dan cariyos belum menghasilkan perbedaan bacaan antar teks 2.Untuk melihat hubungan kebahasaan antar teks


Download ppt "MATAKULIAH FILOLOGI III Dra. Sri Harti Widyastuti, M.Hum."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google