Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Diki Doniyanto Rika Wijayanti Ressa Oktrianti Ridwan Nur Arifin 100 6023 100 2973 100 6403 100 1969.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Diki Doniyanto Rika Wijayanti Ressa Oktrianti Ridwan Nur Arifin 100 6023 100 2973 100 6403 100 1969."— Transcript presentasi:

1

2 Diki Doniyanto Rika Wijayanti Ressa Oktrianti Ridwan Nur Arifin

3

4 Akar Sejarah Konstruktivisme Ratumanan (2004:45) menguraikan 5 prinsip- prinsip kunci teori Konstruktivisme oleh Vygotsky: 1.Penekanan pada hakekat sosiokultural belajar. 2.Daerah Perkembangan Terdekat ( Zone of Proximal Development = ZPD). 3.Pemagangan kognitif. 4.Perancahan (Scaffolding). 5.Bergumam (Private Speech).

5 Pengolahan Atas-Bawah Penjelasan : Siswa mulai dengan persoalan yang rumit untuk diselesaikan dan kemudian mengembangkan atau menemukan (dengan panduan guru) kemampuan dasar yang diperlukan. Contoh : Siswa diminta menulis karangan dan baru kemudian belajar tentang ejaan, tata bahasa, dan tanda baca. Tugas-tugas yg dimulai siswa bersifat rumit, lengkap dan otentik, yang berarti bahwa semua itu bukanlah bagian atau penyederhanaan tugas-tugas yg pd akhirnya diharapkan untuk dikerjakan oleh siswa tetapi merupakan tugas yang sesungguhnya.

6 Pembelajaran Kerja Sama Belajar kelompok atau disebut juga kerja kelompok adalah bagian dari pengelolaan siswa dalam kegiatan pembelajaran PAKEM. Contoh : Kerja Kelompok Fungsi : Agar mudah menemukan dan memahami konsep yg sulit kalau mereka dapat membicarakan satu sama lain tentang masalah

7 Contoh Kerja Sama

8 Jerome Bruner (1966) yang dikenal dengan nama belajar penemuan (discovery learning). Bruner menganggap bahwa belajar peneuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik. Contoh : Praktek langsung / bereksperimen Fungsi : Membangkitkan keingintahuan siswa, dengan memotivasi mereka untuk terus bekerja hingga mereka menemukan jawaban dan mampu menyelesaikan soal dan pemikiran kritis secara mandiri. Pembelajaran Penemuan

9 Contoh Penemuan

10 Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan menunjukkan beberapa kebaikan. Diantaranya adalah: 1. Pengetahuan itu bertahan lama atau lama dapat diingat. 2. Hasil belajar penemuan mempunyai efek transfer yang lebih baik. 3. Secara menyeluruh belajar penemuan meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berfikir secara bebas.

11 Pembelajaran Mandiri Fungsi : Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan solusi terhadap pemecahan masalah dengan cara mereka sendiri terhadap masalah yang dihadapi. Contoh : Siswa mengerjakan soal matematika dengan cara mengurangi soal yang rumit menjadi langkah- langkah yg sederhana atau menguji solusi alternatif.

12 Contoh Belajar Mandiri

13 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar Mandiri Terbuka terhadap setiap kesempatan belajar Memiliki konsep diri sebagai warga belajar yang efektif Berinisiatif dan merasa bebas dalam belajar Memiliki kecintaan terhadap belajar Kreativitas Memiliki orientasi ke masa depan Kemampuan menggunakan keterampilan belajar yang mendasar dan memecahkan masalah

14 Perancahan Perancahan dapat meliputi pemberian lebih banyak struktur kepada siswa pada awal serangkaian pelajaran dan secara bertahap menyerahkan tanggung jawab kepada mereka untuk bekerja sendiri. Misalnya : Siswa diajari merumuskan pertanyaan mereka sendiri tentang bahan yang sedang mereka baca.

15 Contoh Perancahan

16 Prinsip Pelajar APA Prinsip yang berpusat pada Pelajar (Learner- Centered Physchological Principles) memberikan gambaran tentang pelajar yang aktif mencari pengetahuan dengan : 1.Menafsirkan kembali informasi dan pengalaman bagi diri sendiri 2.Termotivasi sendiri melalui pencarian pengetahuan 3.Bekerja sama dengan orang lain 4.Menggunakan strategi pembelajaran sendiri

17 Metode Konstruktivis Bidang Isi Bagian-bagian berikut menguraikan pendekatan konstruktivis dalam membaca, matematika dan ilmu pengetahuan alam. 1.Pengajaran timbal-balik dalam membaca 2.Pendekatan konstruktivis pada pengajaran matematika disekolah dasar 3.Pendekatan konstruktivis dalam ilmu pengetahuan alam

18 Riset tentang Metode Konstruktivis Pada bagian ini membandingkan pendekatan konstruktivis dan tradisional. Langer menemukan bahwa sekolah-sekolah lanjutan juga menemukan bahwa sekolah- sekolah lanjutan tingkat pertama yang berkinerja lebih baik daripada yang diharapkan menggunakan lebih banyak pendekatan konstruktivis daripada sekolah yang berpencapaian lebih rendah.

19

20 Metode-metode pembelajaran kerja sama yang paling banyak dievaluasi dan diuraikan menjadi beberapa bagian, diantaranya : Divisi Pencapaian Tim Siswa (STAD – Student Teams- Achievement Divisions) Bacaan dan Karangan Terpadu Kerjasama (CIRC – Cooperative Integrated Reading Jingsaw Pembelajaran Bersama Penelitian Kelompok Pembahasan Kerjasama

21 Pengertian Pembelajaran Kooperatif Menurut Muslimin dkk (2000), pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antarsiswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sementara itu menurut Wina (2006), model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

22 Ada empat unsur penting dalam strategi pembelajaran kooperatif, diantaranya : adanya peserta dalam kelompok, adanya aturan kelompok, adanya upaya belajar setiap anggota kelompok, dan adanya tujuan yang harus dicapai

23

24 Proses menyelesaikan soal Strategi umum menyelesaikan soal Analisis sarana tujuan Menggali informasi yang relevan Menyajikan soal

25 Mengajarkan penyelesaian soal secara kreatif Strategi untuk mengjarkan penyelesaian soal kreatif (beyer, 1997; frederiksen, 1984) : Inkubasi Penangguhan penilaian Iklim yang tepat Analisis Soal yang memikat Umpan balik

26 Mengajarkan kemampuan berfikir Pendidik Israel, Reuven Feuerstein (1980). Dalam programnya yang disebut pengayaan instrumental (Instrumental Enrichment), siswa bekerja melalui serangkaian latihan dengan menggunakan kertas dan pensil yang dimaksudkan untuk membangun kemampuan-kemampuan intelektual seperti pengkategorian, perbandingan, orientasi ruang dan deret angka.

27 Berfikir kritis Mengambil keputusan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus diyakini (marzano, 1995).

28


Download ppt "Diki Doniyanto Rika Wijayanti Ressa Oktrianti Ridwan Nur Arifin 100 6023 100 2973 100 6403 100 1969."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google