Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Arus Diadinamis. Pendahuluan Dyadinamic current  pengembangan arus bolak balik oleh Pierre Bernard. Dyadinamic current  pengembangan arus bolak balik.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Arus Diadinamis. Pendahuluan Dyadinamic current  pengembangan arus bolak balik oleh Pierre Bernard. Dyadinamic current  pengembangan arus bolak balik."— Transcript presentasi:

1 Arus Diadinamis

2 Pendahuluan Dyadinamic current  pengembangan arus bolak balik oleh Pierre Bernard. Dyadinamic current  pengembangan arus bolak balik oleh Pierre Bernard. Awal  single-phased (MF) & double phased (DF). Awal  single-phased (MF) & double phased (DF). Berbentuk pulsa monophasic sinusoidal dgn durasi 10 s. Berbentuk pulsa monophasic sinusoidal dgn durasi 10 s. MF  frekuensi 50 Hz, DF  frekuensi 100 Hz. MF  frekuensi 50 Hz, DF  frekuensi 100 Hz. Bentuk dyadinamic current  Bentuk dyadinamic current  1. Monophase Fixe (MF) 2. Diphase Fixe (DF) 3. Longues Periode (LP) 4. Courant Periode (CP) 5. CP isodinamic (CPid).

3

4 Efek dyadinamic current dipengaruhi oleh ukuran electrode, polaritas, perubahan polaritas, intensitas, frekuensi & durasi treatmen. Efek dyadinamic current dipengaruhi oleh ukuran electrode, polaritas, perubahan polaritas, intensitas, frekuensi & durasi treatmen. Pd semua bentuk arus pencapaian yg terjadi adalah : Pd semua bentuk arus pencapaian yg terjadi adalah : - Sensitifitas threshold - Motor treshold - Pain threshold Pemilihan bentuk arus didasarkan pada akibat yang ditimbulkan oleh efek arus. Pemilihan bentuk arus didasarkan pada akibat yang ditimbulkan oleh efek arus.

5

6 MF  kontraksi & stimulasi otot, perbaikan & peningkatan sirkulasi, sensasi getaran kasar (50 Hz), intensitas ditingkatkan  kontraksi otot, efek galvanis rendah MF  kontraksi & stimulasi otot, perbaikan & peningkatan sirkulasi, sensasi getaran kasar (50 Hz), intensitas ditingkatkan  kontraksi otot, efek galvanis rendah DF  analgetik & spasmolitik kuat pada durasi pendek, mempengaruhi sistem saraf otonom (getar halus), normalisasi aktifitas simfatis, rasa tertusuk-tusuk, intensitas tinggi  kontraksi, efek galvanis tinggi DF  analgetik & spasmolitik kuat pada durasi pendek, mempengaruhi sistem saraf otonom (getar halus), normalisasi aktifitas simfatis, rasa tertusuk-tusuk, intensitas tinggi  kontraksi, efek galvanis tinggi CP  gabungan dari MF & DF. Ketika fase MF timbul kontraksi. CP  gabungan dari MF & DF. Ketika fase MF timbul kontraksi. LP  analgetik & spasmolitik kuat pd durasi panjang, normalisasi saraf simpatis, getaran perubahan fase MF ke DF halus, kontraksi pd fase MF. LP  analgetik & spasmolitik kuat pd durasi panjang, normalisasi saraf simpatis, getaran perubahan fase MF ke DF halus, kontraksi pd fase MF. CPid  efek sama dengan CP tetapi lebih kuat. CPid  efek sama dengan CP tetapi lebih kuat.

7

8 3 aspek fisika yg sangat penting pd dyadinamic current yaitu efek galvanis berupa reaksi elektrokimiawi pd kulit, kaitan frekuensi dengan penetrasi & kemampuan depolarisasi nerves fibers. 3 aspek fisika yg sangat penting pd dyadinamic current yaitu efek galvanis berupa reaksi elektrokimiawi pd kulit, kaitan frekuensi dengan penetrasi & kemampuan depolarisasi nerves fibers. 3 aspek  reaksi yg terjadi pd aplikasi dyadinamic current akibat stimulasi pd afferent II, III & IV serta  motor neuron berupa : 3 aspek  reaksi yg terjadi pd aplikasi dyadinamic current akibat stimulasi pd afferent II, III & IV serta  motor neuron berupa : 1. Rasa getar, ditekan-tekan, tertusuk-tusuk & panas hingga nyeri. 2. Kontraksi otot tetanis 3. Makin tinggi intensitas, makin terasa nyeri. 4.Makin rendah frekuensi, makin nyata kontraksi otot.

9 Urutan pemilihan berdasarkan efek stimulasi dari terkecil  terbesar pd intensitas sama : Urutan pemilihan berdasarkan efek stimulasi dari terkecil  terbesar pd intensitas sama : DFLPCPCPidMF Untuk pemilihan pd beberapa kondisi nyeri dpt dipilih sebagai berikut : Untuk pemilihan pd beberapa kondisi nyeri dpt dipilih sebagai berikut : - Nyeri berat  DF - Nyeri sedang  DF atau CP - Nyeri ringan  DF, LP dan CP - Kondisi-kondisi yg relatif stabil  CPid, CP dan MF

10 Metode Aplikasi Pain point treatment Pain point treatment Anode dengan electrode besar difiksasi menetap, katode sebagai electrode aktif (kecil) diletakkan pd pain point yg telah ditemukan & dipindahkan ke pain point lain. Teknik ini dpt pula dilakukan untuk mencari pain point & kemudian dilakukan terapi. Nerve treatment Nerve treatment Electrode aktif diletakkan pd serabut saraf perifer, electrode pasif (anode) pd proksimal dgn syaraf spinalis terkait. Efektif pd saraf superficial.

11 Circulatory treatment Circulatory treatment Anode pd bagian proksimal & katode pd bagian distal pembuluh darah superficial & tidak dilakukan perubahan polaritas. Segmental treatment Segmental treatment Katode pd bagian segmen terkait mengarah ke perifer, anode pd columna vertebra segmen terkait & tidak dilakukan perubahan polaritas. Transverse treatment Transverse treatment Arus menembus sendi dr kedua sisi dgn ukuran electrode disesuaikan & dilakukan perubahan polaritas Muscular treatment Muscular treatment Diaplikasikan langsung pd otot.

12 Indikasi Trigeminal neuralgia Trigeminal neuralgia Occipital neuralgia Occipital neuralgia Cervical myalgia Cervical myalgia Myalgia m. erector spine Myalgia m. erector spine Supraspinatus syndrome Supraspinatus syndrome Pain point m. deltoideus Pain point m. deltoideus Epicondylitis Epicondylitis Contusio elbow joint Contusio elbow joint Sprain wrist joint Sprain wrist joint

13 Indikasi (2) Tenosynovitis m. extensor fingers Tenosynovitis m. extensor fingers Carpal tunnel syndrome Carpal tunnel syndrome Brachial neuritis Brachial neuritis Neuralgia intercostalis Neuralgia intercostalis Sciatica Sciatica Contusio knee joint Contusio knee joint Lesi ligamen collateral knee Lesi ligamen collateral knee Lesi m. gastrocnemius Lesi m. gastrocnemius Lesi ligamen medial knee Lesi ligamen medial knee Post traumatic atrophy Post traumatic atrophy

14


Download ppt "Arus Diadinamis. Pendahuluan Dyadinamic current  pengembangan arus bolak balik oleh Pierre Bernard. Dyadinamic current  pengembangan arus bolak balik."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google