Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENILAIAN RISIKO KESEHATAN (HEALTH RISK ASSESSMENT) PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA PEKERJA DR. Robiana Modjo, SKM, M.Kes.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENILAIAN RISIKO KESEHATAN (HEALTH RISK ASSESSMENT) PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA PEKERJA DR. Robiana Modjo, SKM, M.Kes."— Transcript presentasi:

1 PENILAIAN RISIKO KESEHATAN (HEALTH RISK ASSESSMENT) PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA PEKERJA DR. Robiana Modjo, SKM, M.Kes

2 Salah satu faktor utama pencapaian produktivitas tinggi adalah tenaga kerja yang sehat sehingga untuk itu diperlukan upaya promosi kesehatan Salah satu faktor utama pencapaian produktivitas tinggi adalah tenaga kerja yang sehat sehingga untuk itu diperlukan upaya promosi kesehatan WHO dan ILO telah menyatakan pentingnya program promosi kesehatan, upaya mencapai kesehatan pekerja dengan kapasitas kerja yang optimal WHO dan ILO telah menyatakan pentingnya program promosi kesehatan, upaya mencapai kesehatan pekerja dengan kapasitas kerja yang optimal Latar Belakang…

3 Penyakit degeneratif kronik-seperti penyakit kardiovaskuler (terutama penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke), paling tinggi prevalensinya di masyarakat umum dan masyarakat pekerja Penyakit degeneratif kronik-seperti penyakit kardiovaskuler (terutama penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke), paling tinggi prevalensinya di masyarakat umum dan masyarakat pekerja Penyakit degeneratif kronik-berperan amat besar: 36,5% bagi kematian, kesakitan, dan tak mampu kerja Penyakit degeneratif kronik-berperan amat besar: 36,5% bagi kematian, kesakitan, dan tak mampu kerja Jika digabung dengan kanker, penyakit paru obstruktif kronik dan diabetes mellitus, maka 66.8% atau 2/3 dari penyebab kematian masyarakat industri disebabkan oleh penyakit degeneratif kronik (WHO, 1998) Jika digabung dengan kanker, penyakit paru obstruktif kronik dan diabetes mellitus, maka 66.8% atau 2/3 dari penyebab kematian masyarakat industri disebabkan oleh penyakit degeneratif kronik (WHO, 1998) Latar Belakang… lanjutan

4 Prosentase kematian akibat penyakit kardiovaskular meningkat dari 5,9% (1975) menjadi 9,1% (1981), dan 19,0% (1995), 42,9% (2000) (Kusmana, 2002) Prosentase kematian akibat penyakit kardiovaskular meningkat dari 5,9% (1975) menjadi 9,1% (1981), dan 19,0% (1995), 42,9% (2000) (Kusmana, 2002) Sebagian besar populasi orang dewasa menghabiskan banyak waktunya di tempat kerja, tempat kerja merupakan lingkungan yang ideal untuk promosi kesehatan (WHO, 1998) Sebagian besar populasi orang dewasa menghabiskan banyak waktunya di tempat kerja, tempat kerja merupakan lingkungan yang ideal untuk promosi kesehatan (WHO, 1998) WHO telah menetapkan tempat kerja sebagai suatu tempat untuk melakukan promosi kesehatan di abad 21 WHO telah menetapkan tempat kerja sebagai suatu tempat untuk melakukan promosi kesehatan di abad 21 Latar Belakang… lanjutan

5 Penilaian Risiko Kesehatan Dapat dilihat sebagai bukti adanya pemajanan (exposure) faktor risiko Dapat dilihat sebagai bukti adanya pemajanan (exposure) faktor risiko Faktor risiko yang harus di recognize: asal, jenis, intensitas, durasi, frekuensi & lama pemajanan Faktor risiko yang harus di recognize: asal, jenis, intensitas, durasi, frekuensi & lama pemajanan Faktor risiko bisa dari lingkungan kerja, pekerjaan, organisasi dan pekerja Faktor risiko bisa dari lingkungan kerja, pekerjaan, organisasi dan pekerja Faktor risiko kesehatan: segala sesuatu yg memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian kesehatan akibat pemajanan. Faktor risiko kesehatan: segala sesuatu yg memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian kesehatan akibat pemajanan.

6 Penilaian Risiko Kesehatan (cont.) Dapat dikatakan faktor risiko, apabila: Dapat dikatakan faktor risiko, apabila: 1. Secara logika biomedik memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian kesehatan 2. Terdapat bukti timbulnya efek kesehatan tertentu akibat pemajanan tersebut Pemajanan = dosis Pemajanan = dosis Dalam kesehatan kerja, pemajanan digunakan sebagai indikator dosis hingga timbul penyakit. Dalam kesehatan kerja, pemajanan digunakan sebagai indikator dosis hingga timbul penyakit.

7 Penilaian Risiko Kesehatan (cont.) Pemajanan harian = jumlah tertentu (konsentrasi atau intensitas) Pemajanan harian = jumlah tertentu (konsentrasi atau intensitas) Misal: mengkonsumsi rokok 20 batang/hari. Dlm 10 tahun berpotensi memiliki peny. jantung koroner sebesar 14%, maka utk menimbulkan PJK = 20 batang X 10 tahun = 200 batang – tahun. Misal: mengkonsumsi rokok 20 batang/hari. Dlm 10 tahun berpotensi memiliki peny. jantung koroner sebesar 14%, maka utk menimbulkan PJK = 20 batang X 10 tahun = 200 batang – tahun. Hukum aksi massa Hukum aksi massa E = F i X t Ket: E = Efek kesehatan tertentu (PJK) F i = Fungsi dari intensitas t = waktu

8 Penilaian Risiko Kesehatan (cont.) Dalam kesehatan kerja, penting utk mereduksi intensitas pemajanan, bahkan eliminasi. Dalam kesehatan kerja, penting utk mereduksi intensitas pemajanan, bahkan eliminasi. Asap Rokok  50% kematian disebabkan peny. kardiovaskuler, kanker, peny. paru obstruktif kronik. Asap Rokok  50% kematian disebabkan peny. kardiovaskuler, kanker, peny. paru obstruktif kronik.

9 Langkah Penilaian Risiko Kesehatan 1. Rekognisi faktor risiko (asal, jenis dan hubungan faktor risiko dgn efek kesehatan) 2. Penilaian pemajanan (intensitas atau konsentrasi & lama waktu) 3. Penilaian hubungan pemajanan thd insidensi 4. Sifat risiko (riversible/irreversible, besarnya risiko, atau kenaikan risiko sebagai akibat pemajanan.

10 Rekognisi Faktor risiko Penyakit kardiovaskuler  memiliki faktor risiko yg banyak. Penyakit kardiovaskuler  memiliki faktor risiko yg banyak. Kerangka konsepnya: Kerangka konsepnya: a) Variabel independent  Faktor risiko b) Variabel dependent  kejadian kardiovaskuler yang didahului proses aterosklerosis pada endotel arteri, kapasitas kerja dan derajat kesehatan

11 Penilaian Pemajanan Umumnya menggunakan konsentrasi atau intensitas waktu, tetapi pada faktor risiko lain menggunakan intensitas, durasi dan frekuensi Umumnya menggunakan konsentrasi atau intensitas waktu, tetapi pada faktor risiko lain menggunakan intensitas, durasi dan frekuensi Indikator konsentrasi, misalnya: kolesterol LDL dalam darah satuan mg/dl, gula darah puasa dalam satuan mg/dl Indikator konsentrasi, misalnya: kolesterol LDL dalam darah satuan mg/dl, gula darah puasa dalam satuan mg/dl Indikator intensitas, misalnya: tekanan darah dalam satuan mmHg Indikator intensitas, misalnya: tekanan darah dalam satuan mmHg Faktor risiko gerak raga dinamik, digunakan indikator intensitas gerak, durasi pd gerak yg dimaksud & frekuensi gerak/minggu Faktor risiko gerak raga dinamik, digunakan indikator intensitas gerak, durasi pd gerak yg dimaksud & frekuensi gerak/minggu


Download ppt "PENILAIAN RISIKO KESEHATAN (HEALTH RISK ASSESSMENT) PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA PEKERJA DR. Robiana Modjo, SKM, M.Kes."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google