Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CULTURE, LANGUAGE, & COMMUNICATION. Mengapa dipelajari ? ● Manusia selalu berkomunikasi melalui bahasa ● Tidak mungkin manusia dapat memahami budaya tanpa.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CULTURE, LANGUAGE, & COMMUNICATION. Mengapa dipelajari ? ● Manusia selalu berkomunikasi melalui bahasa ● Tidak mungkin manusia dapat memahami budaya tanpa."— Transcript presentasi:

1 CULTURE, LANGUAGE, & COMMUNICATION

2 Mengapa dipelajari ? ● Manusia selalu berkomunikasi melalui bahasa ● Tidak mungkin manusia dapat memahami budaya tanpa mengakui adanya kontribusi bahasa terhadap budaya. ● Perkembangan budaya terkait dengan perkembangan kemampuan berbahasa. ● Setiap masyarakat memiliki bahasanya sendiri, dan bahasa merupakan dasar bagi penciptaan ataupun mempertahankan suatu budaya. ● Kemampuan berbahasa adalah universal, namun setiap budaya memiliki keunikan bahasanya sendiri.

3 ● Jadi, ….. ● Dengan mempelajari bahasa dalam beragam budaya akan membantu untuk memahami suatu budaya ● Membantu memahami proses berpikir, pengungkapan pemikiran dan perasaan, serta perilaku budaya

4 Pengaruh budaya pada bahasa Untuk dapat memahami bahasa perlu tahu struktur bahasa: 1. Lexicon (vocabulary) : kata-kata yang terkandung dalam bahasa, contoh: makan, minum 2. Syntax & grammar (susunan kata & tata bahasa): sistem aturan tentang bentuk kata ataupun hubungan antar kata yang membentuk arti, contoh: belum makan vs makan belum 3. Phonology : berkaitan dnegan aturan bagaimana bahasa dibunyikan (pronunciation). 4. Semantik : arti kata yang digunakan 5. Pragmatic : pengaturan bagaimana bahasa digunakan dan dimengerti dalam sebuah konteks sosial. Contoh: “ aduh dingin sekali ruangan ini ya..” kira kira arti kata ini apa ya?... (memiliki makna denotasi dan konotasi) – Ahli bahasa menggunakan 2 konsep lain untuk menjelaskan struktur bahasa : Phoneme (unit suara yang paling kecil & dasar) & Morpheme (unit arti yang paling dasar & kecil)

5 Culture Culture influences language The use of language reinforces culture Culture influences thoughts, feeling, motives Language Figure 9.1 The reciprocal relation between culture and language

6 Perbedaan Bahasa antar Budaya ● Hubungan Budaya & Bahasa  Budaya mempengaruhi struktur dan fungsi bahasa, dan bahasa merupakan hasil manifestasi dari budaya ● Budaya & vocabulary  Penggunaan I (self) dan You (other): Di Amerika dan Jepang sangat berbeda. Kata “saya” di Jepang banyak sekali, tergantung berbicara dengan siapa, jadi sangat memperhatikan konteksnya/ status yang diajak bicara. Sementara Amerika yang berbahasa Inggris hanya mengenal satu kata “saya” yaitu I.  Counting System: Jepang, sistem penghitungannya beda untuk benda yang berbeda.Mis, hitungan untuk benda- benda bundar dengan suffix hon (ippon, dll), untuk benda datar dengan suffix mai (ichimai, dll)

7 lanjutan... ● Budaya & Pragmatis (Budaya berpengaruh terhadap bagaimana bahasa digunakan dan dimengerti dalam kontek sosial)  Terangkum dalam apa yang disebut dengan: Gaya Komunikasi: ● High-context culture – low-context culture (Hall, 1973) ● Honorific speech (berkaitan dengan penghormatan pada orang lain terkait statusnya), contoh; di Barat orangtua dapat dipanggil dengan namanya.  Bagaimana makna kata Insya Allah di Jakarta?

8 Budaya, Bahasa, & Kognisi (The Sapir-Whorf Hypothesis) ● Sapir-Whorf Hypothesis  Disebut juga dengan Linguistic relativity, berbicara dengan bahasa yang berbeda maka akan berpikir secara berbeda pula karena bahasa berperan dalam membentuk pola pikir. ● Perhatikan orang Sunda/Minang/Batak,Tionghoa, dll di Jakarta, ketika berbicara dengan bahasa daerah dalam keluarga meraka apakah pola pikir/tingkah laku mereka berbeda bila dibandingkan dengan ketika mereka berbicara dengan teman2nya dalam bahasa Jakarta?

9 lanjutan ● Beberapa hasil penelitian yang mendukung Sapir-Whorf Hypothesis :  Bloom (1981): struktur bahasa mempengaruhi proses berpikir. Contoh: Inggris & Cina berbeda dalam memahami hypothetical interpretations ● English : if I were you not if I am you. Dalam bahasa Inggris, “were” sebagai past tense artinya sesuatu yang tidak mungkin, sementara “am” sebagai present bermakna mungkin.Bagi Inggris, tidak mungkin “saya menjadi kamu”. Sementara di Cina : if I were you diterjemahkan if Iam you, karena adalah mungkin “saya adalah kamu”.

10 Lanjutan…. ● Beberapa penelitian yang menjadi tantangan Sapir-Whorf Hypothesis :  Penelitian Rosch (1973) : masyarakat suku Dani yang hanya mengenal 2 kata warna yaitu mili (dark-cold) dan mola (light- warm), tidak mengalami kesulitan dalam membedakan dan mengingat berbagai warna dibandingkan pengguna bahasa Inggris yang memiliki banyak kata untuk menggambarkan warna.

11 Lanjutan…. ● Sapir-Whorf : The Bottom Line  Fishman (1960): Penelitiian yang sudah dilakukan lebih banyak pada level lexical/semantic sehingga bertentangan dengan Sapir-Whorf. Bila penelitian dilakukan pada level gramatical maka hasilnya akan mendukung Sapir-Whorf (tabel 9.1 p. 235)

12 Pengaruh budaya pada komunikasi nonverbal ● Komunikasi memiliki komponen verbal dan nonverbal ● Komponen nonverbal mencakup semua perilaku komunikasi kecuali bahasa. Contoh nonverbal:ekspresi wajah, intonasi, gesture, interpersonal distance, dll. ● Komunikasi nonverbal merupakan sumber penting untuk memahami pesan yang tidak terucapkan

13

14 Unsur-unsur komunikasi ● Messages: pesan yang ingin disampaikan ● Encoding: Proses ketika seseorang menciptakan cara untuk menyampaikan pesan ● Signal: Kata / perilaku spesifikyang dikirimkan dalam komunikasi (gambar 9.1 h. 236, apa yang anda lihat?) ● Channels: Jenis alat indra dimana sinyal dikirim dan dterima ● Decoding: Proses ketika seseorang memaknai pesan

15 Pengaruh budaya terhadap… ● Proses Encoding dan Decoding:  Budaya mempengaruhi seseorang dalam menerima pesan melalui filter budaya (ethnocentrisme, emosi, dan nilai-nilai budaya)  Budaya & Stereotype. Stereotype bagian dari proses psikologis (kepribadian) yang berkaitan erat dengan emosi dan nilai.  Budaya & Kognisi Sosial. Budaya mempengaruhi bagaimana kita menginterpretasi aksi orang lain.

16 Intracultural vs Intercultural Communication ● Intracultural Communication  Tidak ada kesulitan, karena komunikasi dalam budaya yang sama, tentu memiliki aturan sama, diterima semua anggota sehingga lebih fokus pada isi komunikasi. ● Intercultural Communication.  Komunikasi dalam budaya berbeda akan menimbulkan : ● Uncertainty & Ambiguity (ketidakpastian & ketidakjelasan) ● Conflict

17 Improving Intercultural Communication ● Barriers to Effective Communication  Asumsi kesamaan : menganggap bahwa semua orang sama  Perbedaan bahasa : berbeda dalam memahami  Salah Interpretasi Non-verbal  Preconceptions & Stereotype (merupakan kondisi alamiah yang mempengaruhi persepsi & komunikasi)  Tendensi untuk mengevaluasi (dengan nilai-nilai dirinya)  High anxiety or tension (berkomunikasi dengan budaya berbeda menimbulkan ketegangan yang lebih tinggi dibandingkan dalam buday a sama)

18 lanjutan Improving Intercultural Communication  Mindfulness & uncertainty reduction. Mau memahami perbedaan merupakan kunci utama dalam komunikasi.  Face. Mau untuk terbuka terhadap bias kognitif, afektif, dan perilaku; terbuka untuk belajar ketrampilan komunikasi yang lebih baik, dan menciptakan mental baru untuk menciptakan hubungan antar budaya.

19 Budaya & Bilingualism ● Billingualism & Sapir-Whorf.  Masyarakat dengan 2 bahasa menunjukkan cara pikir, emosi, dan perilaku yang berbeda ketika menggunakan bahasa berbeda. Misal masyarakat imigran Amerika Mexico.  Hal ini lebih disebabkan ketika belajar & menggunakan bahasa tertentu tidak lepas dari konteks budaya dimana bahasa itu berasal

20 lanjutan.... ● Billingualism & Perbedaan Psikologis.  Seorang warga Cina yang imigrasi ke AS, maka dia akan menggunakan bahasa & perilaku Cina ketika di rumah, tetapi ketika bersama teman-temannya akan menggunakaan bahasa Inggris dan perilakunya seperti orang Inggris. Why ? ● Culture-affiliation hypothesis : bilingual imigran akan mengafiliasi dirinya dengan nilai- nilai dari bahasa yang sedang digunakan.

21 ● Minority group-affiliation hypothesis : bilingual imigran saat ia menggunakan bahasa minoritas dia akan berperilaku sesuai dengan minoritas sebagaimana stereotip yang diberikan oleh mayoritas terhadap minorotas.  Penelitian tentang responden Korean/Inggris- Jepang/Inggris dalam mengerjakan California Personality Inventory (CPI) : berbeda hasil ketika menjawab dengan bahasa berbeda.

22 Lanjutan… ● Dalam Bilingual, ketika mempelajari bahasa kedua, ada kesulitan yang wajar terjadi :  Foreign language processing difficulties, karena tidak familiar atau tidak lancar dalam berbicara dan kesulitan memahami arti dalam bahasa asing.  Foreign language effect, secara berkala ada penurunan fungsi kognitif pada saat menggunakan bahasa yang kurang mereka kuasai dibandingkan bahasa asli mereka.

23 Lanjutan… ● Monolingualism & Ethnocentrism. Penggunaan bahasa tunggal seringkali menimbulkan ethnocentrisme yang menyebabkan kurangnya penghargaan terhadap budaya lain. Misal :  Penggunaan bahasa Inggris sebagai satu-satunya bahasa di Amerika…  Bahasa Perancis di Perancis

24 The Role of Emotional Regulation, Openness, Flexibility, and Critical Thinking ● Regulasi emosi, keterbukaan, fleksibilitas, & berpikir kritis, dapat mendukung terbentuknya komunikasi yang efektif (terutama dalam komunikasi intercultural).  Menurut anda mengapa demikian ?

25 Point-Point Penting ● Komunikasi & Budaya ● Budaya & Billingual ● Komunikasi Interkultural ● Bahasa & Budaya ● Monolingulism ● Komunikasi & bahasa non verbal ● Perlu memahami Struktur Bahasa dan perbedaannya dalam budaya ● Sapir-Whorf Hypothesis

26 Sumber Matsumoto Ch 9


Download ppt "CULTURE, LANGUAGE, & COMMUNICATION. Mengapa dipelajari ? ● Manusia selalu berkomunikasi melalui bahasa ● Tidak mungkin manusia dapat memahami budaya tanpa."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google