Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Statistik Pariwisata - 2. STATISTIK PERHOTELAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Statistik Pariwisata - 2. STATISTIK PERHOTELAN."— Transcript presentasi:

1 Statistik Pariwisata - 2

2

3

4

5

6

7

8

9 STATISTIK PERHOTELAN

10

11

12 METODE PENGUMPULAN DATA HOTEL

13 AKOMODASI Hotel Bintang (Classified Hotel) Hotel Non Bintang (Non Classified Hotel) Hotel Melati (Jasmine Hotel) Bintang 1 (1 Star) Bintang 2 (2 Star) Bintang 5 (5 Star) Bintang 3 (3 Star) Bintang 4 (4 Star) Penginapan Remaja (Youth Hostel) Pondok Wisata (Home Stay) Akomodasi Lainnya (Other Accommodation)

14 Hotel Bintang adalah usaha yg menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yg disediakan secara khusus dan setiap orang dpt menginap, makan serta mem peroleh pelayanan dan telah memenuhi persyaratan sebagai hotel bintang spt yg telah ditentukan, ciri khusus dari hotel bintang adalah mempunyai restoran yg berada dibawah manajemen hotel tsb. Hotel Melati adalah usaha yg menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yg disediakan secara khusus, dimana setiap orang dpt menginap, makan serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dgn pembayaran dan blm memenuhi persyaratan sbg hotel bintang tetapi telah memenuhi kriteria sebagai hotel melati yg dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Daerah

15 Penginapan remaja (Youth Hostel) adalah usaha jasa pelayanan penginapan bagi remaja sbg akomo dasi dlm rangka kegiatan pariwisata dgn tujuan utk rekreasi, memperluas pengetahuan/pengalaman Pondok Wisata (Home Stay) adalah usaha jasa pelayanan penginapan bagi umum yang dilakukan perorangan dengan menggunakan sebagian atau seluruh dari tempat tinggalnya dengan pembayaran harian

16 Periode:TahunanBulanan Metode Survei:SensusSensus (bintang) Sampel (Non bintang) Karakteristik dikumpulkan :- Jumlah Hotel, -Tenaga Kerja, - ∑ Kamar & Tempat Tidur, - Klasifikasi hotel, - Tarif, -Fasilitas, dll -Tingkat Penghunian Kamar (TPK), - Lama Menginap - Jumlah Tamu, dll VHTL VHTS

17 BPS PUSAT-SUBDIT PARIWISATA Start Kuesioner Daftar populasi VHTL06 Pencacahan Kuesioner yg telah diisi VHTL07 Pembuatan Laporan Kuesioner & jumlah nonrespon VHTL08 Pengiriman Kuesioner VHTL Ke BPS Propinsi Start VHTL02 Penyediaan daftar populasi Daftar BPS Kab/kota terpilih VHTL03 Pembuatan Aplikasi Entri Start Aplikasi entri Hasil tabulasi Estimasi nonrespon VHTL13 Gudang Diseminasi VHTL12 Pembuatan publikasi statistic hotel & akomodasi lainnya VHTL14 Distribusi Buku Statistik Hotel & Akomodasi Lainnya VHTL10 Pengiriman dokumen hasil pencacahan ke BPS VHTL09 Pengumpulan Kuesioner Direktorat Diseminasi VHTL11 Pengolahan data di BPS Pusat Direktorat Diseminasi Buku Statistik Hotel & Akomodasi Lainnya VHTL05 Pengiriman Kuesioner ke BPS Kab/kota Kuesioner VHTL01 Pembuatan Kuesioner VHTL VHTL04 Pengiriman Kuesioner ke BPS Propinsi End VHT 12.7 VHT L12. 6 BPS PROPINSIBPS KAB/KOTA DIAGRAM PELAKSANAAN VHTL

18 DIAGRAM PELAKSANAAN VHTS

19

20 Penggunaan Data VHTS Ditampilkan pada Berita Resmi Statistik Mencakup 17 Propinsi Hotel Bintang Lag 1 bulan

21 Penghitungan TPK Keterangan: Malam Kamar Tersedia = Kol (2) Malam Kamar Terjual = Kol (4) + Kol (5) - Kol (6)

22 Rata-rata Lama Menginap Keterangan: Malam Tamu Asing = Kol (7) + Kol (9) – Kol (11) Malam Tamu Nusantara= Kol (8) + Kol (10) – Kol (12) Malam Tamu Gab ( Asing+Nus) = {Kol (7) + Kol(8) + Kol(9) + Kol(10)} – {Kol(11) + Kol(12)} Tamu Asing yg Datang & Menginap= Kol (9) Tamu Nus yg Datang & Menginap= Kol (10) Tamu Gab yg Datang & Menginap= Kol (9) + Kol (10)

23 Rata-rata Tamu Per Kamar (GPR) Keterangan: Guest Per Room (GPR) = Rata-rata Tamu Per Kamar Malam Tamu Gab ( Asing+Nus) = {Kol (7) + Kol(8) + Kol(9) + Kol(10)} – {Kol(11) + Kol(12)} Malam Kamar Terjual = Kol (4) + Kol (5) - Kol (6)

24 Tingkat Pemakaian Tempat Tidur (TPTT) Keterangan: Malam Tamu Gab ( Asing+Nus) = {Kol (7) + Kol(8) + Kol(9) + Kol(10)} – {Kol(11) + Kol(12)} Tempat Tidur Tersedia = Kol (3)

25 Persentase Jumlah Tamu Keterangan: Tamu Asing= Kol (9) Tamu Nusantara= Kol (10) Tamu Total= Kol (9) + Kol (10)

26 Survei Restoran / Rumah Makan (VREST)

27 Tujuan Mendapatkan karakteristik spesifik kegiatan usaha/perusahaan. Mendapatkan gambaran struktur pembiayaan.

28

29 Karakteristik yang dikumpulkan Nama perusahaan/usaha, nama pemilik/pengusaha, dan alamat perusahaan/usaha, Jaringan perusahaan/usaha, Status badan hukum/usaha, Tahun mulai beroperasi secara komersial, Banyaknya pekerja tetap dan tidak tetap menurut jenjang pendidikan dan jenis kelamin, pekerja tidak dibayar dan pekerja asing serta balas jasa pekerja yang dibayar, Biaya/pengeluaran selama tahun 2009 Pendapatan selama tahun 2009

30

31 Metodologi a.Metode Pengumpulan Data Seluruh Restoran/Rumah makan yang berskala menengah besar dicakup/dicacah secara lengkap (Sensus lengkap). Jumlah Restoran/rumah makan UMB tahun 2008 adalah: usaha. b.Responden Responden adalah pengusaha atau orang yang mengetahui tentang pengelolaan Restoran/Rumah makan.

32

33 Konsep definisi Usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan permanen yang menjual dan menyajikan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya, baik dilengkapi peralatan/perlengkapan untuk proses pembuatan dan penyimpanan maupun tidak dan telah mendapatkan surat keputusan sebagai restoran/rumah makan dari instansi yang membinanya. Restoran yang merupakan salah satu fasilitas dari hotel (menjadi satu kesatuan dengan hotel) tidak dicacah pada kegiatan ini.

34

35 Data yang disajikan: 1.Jumlah perusahaan/usaha Restoran berskala menengah dan besar menurut provinsi. 2.Rata-rata tenaga kerja menurut provinsi. 3.Rata-rata Pendapatan perusahaan menurut provinsi. 4.Rata-rata Balas jasa pekerja yang dibayarkan perusahaan. 5.Rata-rata Pengeluaran perusahaan 6.Rata-rata tempat duduk tersedia dan rata-rata tamu perhari. 7.Jenis masakan utama.

36

37

38 SURVEI JASA PERJALANAN WISATA (VJPW)

39

40 Latar Belakang Pengembangan kepariwisataan saat ini makin penting, tidak semata-mata hanya meningkatkan penerimaan devisa, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, sehingga mampu mendorong kegiatan sektor ekonomi lainnya seperti sektor angkutan, industri kecil/rumah tangga, termasuk juga usaha Biro Perjalanan Wisata. Pengumpulan data statistik Biro Perjalanan Wisata secara rutin akan dilakukan setiap tahun pada pertengahan tahun. Untuk pencacahan tahun 2009, nama dan alamat Biro Perjalanan Wisata diperoleh dari hasil listing Sensus Ekonomi 2006.

41

42 Tujuan Mendapatkan karakteristik spesifik kegiatan usaha/perusahaan. Mendapatkan gambaran struktur pembiayaan.

43

44 Metodologi a.Metode Pengumpulan Data Seluruh Jasa Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang berskala menengah besar dicakup/ dicacah secara lengkap (Sensus lengkap). Sedangkan untuk Agen Perjalanan Wisata (APW) dilakukan secara sampel dengan Probability Proportional Sampling dari Updating Direktori SE b.Responden Responden adalah pengusaha atau orang yang mengetahui tentang pengelolaan Biro Perjalanan Wisata. BPW/APW yang dimaksud dalam objek survei ini adalah mereka yang dalam klasifikasi Usaha Menengah Besar.

45

46 1. Biro Perjalanan Wisata (BPW) adalah usaha yang merencanakan dan mengemas perjalanan wisata dan atau jasa pelayanan penyelenggaraan wisata dengan lingkup kegiatan meliputi penyusunan dan penyelenggaraan paket wisata, penyediaan dan atau pelayanan angkutan wisata, pemesanan jasa akomodasi, restoran dan sarana wisata lainnya serta menyelenggarakan pelayanan kelengkapan dokumen perjalanan wisata (termasuk penyelenggaraan ibadah haji) 2. Agen Perjalanan Wisata (APW) adalah usaha jasa perantara untuk menjual dan atau mengurus jasa untuk perjalanan wisata dengan lingkup kegiatan meliputi perntara pemesanan tiket angkutan udara/darat/laut, pemesanan akomodasi, restoran dan sarana wisata lainnya, menjual paket-paket wisata yang dibuat oleh Biro Perjalanan Wisata serta mengurus dokumen perjalanan Konsep dan Definisi

47

48 Data yang disajikan 1.Jumlah perusahaan/usaha JPW berskala menengah dan besar menurut provinsi. 2.Jumlah tenaga kerja menurut provinsi. 3.Pendapatan perusahaan menurut provinsi. 4.Balas jasa pekerja yang dibayarkan perusahaan. 5.Pengeluaran perusahaan 6.Banyaknya paket wisata yang terjual oleh BPW/APW. 7.Jumlah tiket yang terjual. 8.Jumlah kendaraan wisata yang dipakai.

49

50 NESPARNAS  Seperangkat neraca, perluasan dari Sistem Neraca Nasional Indonesia  Menggambarkan semua kegiatan dan transaksi ekonomi yg berhubungan dengan barang dan jasa pariwisata (sisi supply dan sisi demand)  Digambarkan dalam bentuk neraca dan matrik

51 MANFAAT NESPARNAS ANALISIS TAJAM, KONSISTEN DAN MUDAH DICEK DAPAT DIKEMBANGKAN/ DIPECAH MEMUDAHKAN PENCATATAN & PENYUSUNAN DATABASE DAPAT DIBANDINGKAN DG PROP LAIN UNTUK MENGETAHUI PARAMETER PARIWISATA SUMBER DAYA PARIWISATA SUMBANGAN PARIWISATA REGION SUB SISTEM

52 Arigatou gozaimasu


Download ppt "Statistik Pariwisata - 2. STATISTIK PERHOTELAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google