Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MATERI  Pendahuluan  Bentuk-bentuk Laporan Keuangan  Analisa Perbandingan Laporan Keuangan  Analisa Ratio Keuangan  Analisa Sumber dan Penggunaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MATERI  Pendahuluan  Bentuk-bentuk Laporan Keuangan  Analisa Perbandingan Laporan Keuangan  Analisa Ratio Keuangan  Analisa Sumber dan Penggunaan."— Transcript presentasi:

1 MATERI  Pendahuluan  Bentuk-bentuk Laporan Keuangan  Analisa Perbandingan Laporan Keuangan  Analisa Ratio Keuangan  Analisa Sumber dan Penggunaan Kas  Analisa Sumber dan Penggunaan Modal Kerja  Analisa Break Even  Analisis Leverage  Analisis Kinerja Perbankan  Analisa Perubahan Laba Kotor BUKU  Bernstein, Leopold A., dan John J. Wild, Financial Staement Analysis, Theory, Application, and Interpretation., Mc Graw Hill  Munawir, Slamet., Analisa Laporan Keuangan, BPFE

2 PENILAIAN Dasar Penilaian  Ujian Tengah Semester40 poin  Ujian Akhir Semester40 poin  Tes dan Tugas20 poin Pedoman Penilaian  A70 ke atas  B  C  D  Ekurang 40 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA

3 DOSEN PENGAJAR DRS. SUTRISNO, MM Dosen Tetap Fakultas Ekonomi UII S1 = FE UII  1984 S2 = MM UGM  1991 S3 = Dalam Proses NO HP : DYAH ROSNA YUSTANTI, SE, Ak, M.Ak (Agustus 2011) Dosen Tetap AMIKOM Surakarta S1 = FE UII Ak = Program Profesi Akuntansi UII S2 = Magister Akuntansi UII (Thesis) NO HP : STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA

4 ARTI PENTING LAPORAN KEUANGAN U Untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan ntuk mengetahui kesehatan perusahaan ntuk mengetahui perkembangan perusahaan PIHAK-PIHAK YANG MEMBUTUHKAN LAPORAN KEUANGAN  P P P Pemilik Perusahaan ntuk mengetahui keberhasilan perusahaannya ntuk menilai prestasi manajer  M M M Manajer atau Pimpinan perusahaan ntuk mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan perush ntuk mengukur efisiensi tiap-tiap bagian ntuk mengukur hasil kerja tiap individu m mengambil kebijkan dan prosedur baru untuik mencapai hasil terbaik

5 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA PIHAK-PIHAK YANG MEMBUTUHKAN LAPORAN KEUANGAN  P P P Para Investor U Untuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh ntuk mengetahui kemanan dana yang ditanamkan  K K K Kreditor ntuk memutuskan menerima atau menolak pengajuan kredit ntuk mengukur kemampuan membayar perusahaan ntuk kepentingan keamanan dana yang dipinjamkan  P P P Pemerintah ntuk keperluan perpajakan ntukmengetahui kemampuan perush dalam membayar upah

6 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN Akuntansi adalah suatu proses mulai dari o po po po pencatatan o po po po penggolongan o po po po peringkasan, dan o po po po pelaporan, serta o io io io interpretasi atas transaksi keuangan perusahaan. LAPORAN KEUANGAN Adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan (Myer). Dua daftar tersebut adalah NERACA yang menujukkan posisi keuangan perusahaan dan LAPORAN LABA-RUGI yang menunjukkan hasil operasi perusahaan. Pada umumnya ditambahkan laporan ketiga yakni LAPORAN PERUBAHAN MODAL atau laporan laba yang ditahan (untuk perusahaan berbentuk PT)

7 SIFAT LAPORAN KEUANGAN  F F F Fakta yang telah dicatat D Dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi L LK tidak mencerminkan posisi keuangan terkini  P P P Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dlm akuntansi U Untuk memudahkan pencatatan atau untuk keseragaman D Dianggap perusahaan akan berjalan terus aya beli uang dianggap tetap, stabil atau konstan  P P P Pendapat Pribadi W Walaupun sudah ada konvensi penerapan tergantung pribadi M Misalnya penentuan metode penyusutan P Penentuan metode penilaian persediaan

8 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA KETERBATASAN LAPORAN KEUANGAN  L L L LK dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan interim report (sementara) dan bukan merupakan laporan final.  L L L LK menunjukkan angka dlm rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah  L L L LK disusun berdasar transaksi keuangan atau nilai rupiah berbagai waktu, di mana daya beli uang tersebut semakin menurun. Misalnya kenaikan penjualan tidak mencerminkan kenaikan volume penjualan  L L L LK tidak dpt mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi keuangan yang tidak dapat dikuantifisir.

9 NERACA Adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu. Neraca menunjukkan:  K K K Kekayaan perusahaan atau disebut aktiva (Assets) dan  S S S Sumber kekayaan yang berasal dari kemampuan sendiri atao Modal dan dari pinjaman atau Hutang sering disebut PASIVA AKTIVA Merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang tidak hanya kekayaan yang berujud saja, tetapi juga kekayaan yang tidak berujud (intangible asset)

10 KLASIFIKASI AKTIVA  A A A AKTIVA LANCAR (Current Asset) adalah kas atau aktiva lainnya yang masa perputarannya (menjadi kas lagi) kurang dari satu tahun. Kelompok aktiva lancar berdasar urutan likuidasinya K Kas S Surat Berharga (efek) P Piutang Wesel iutang Dagang ersediaan iutang Penghasilan orsekot Biaya

11 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA KLASIFIKASI AKTIVA  A A A AKTIVA TIDAK LANCAR adalah aktiva yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun atau jangka panjang Kelompok aktiva tidak lancar adalah I Investasi Jangka Panjang o So So So Saham dari perusahaan o Oo Oo Oo Obligasi o Po Po Po Penempatan dana lain berjangka panjang A Aktiva Tetap (Fixed Asset) o To To To Tanah o Mo Mo Mo Mesin-mesin o Bo Bo Bo Bangunan Gedung dan pabrik o Ko Ko Ko Kendaraan o Io Io Io Inventaris ktiva Tetap Tidak Berujud o Go Go Go Goodwill, Linsensi o Ho Ho Ho Hak Paten, Merk, dll

12 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA PASIVA HUTANG Adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, di mana hutang ini merupakan sumber dana bagi perusahaan yang berasal dari kreditor.  H H H HUTANG LANCAR atau hutang jangka pendek yakni kewajiban kepada pihak lain yang masa pembayarannya kurang dari satu tahun. Kelompok hutang lancar adalah H Hutang Dagang utang Wesel utang Pajak B Biaya yang Masih Harus Dibayar H Hutang Jangka panjang yang Segera Jatuh Tempo P Penghasilan Diterima Dimuka

13 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA PASIVA  H UTANG JANGKA PANJANG adalah kewajiban keuangan perusahaan yang jangka waktu pembayarannya masih jangka panjang (lebih dari satu tahun). Kelompok hutang jangka panjang adalah H Hutang Obligasi utang Hipotik P Pinjaman jangka panjang lain

14 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA PASIVA MODAL Merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba ditahan.  M M M Modal Saham  A A A Agio Saham  L L L Laba Ditahan

15 BENTUK NERACA  B B B Bentuk Skontro (account form) Suatu bentuk neraca di mana semua aktiva dicantumkan disebelah debit atau kiri dan hutang serta modal dicantumkan disebelah kredit/kanan  B B B Bentuk Vertikal Dalam bentuk ini semua aktiva tampak di bagian atas yang selanjutnya diiukuti dengan hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal di bagian bawahnya

16 BENTUK SKONTRO PT. RAJAWALI NERACA 31 Desember 2011 AKTIVA LANCAR Kas xxx Surat Berhargaxxx Piutang Weselxxx Piutang Dagangxxx Persediaan Barang Daganganxxx Total Aktiva Lncarxxx AKTIVA TETAP Tanahxxx Gedungxxx Mesinxxx Kendaraanxxx Inventarisxxx Total Aktiva Tetapxxx TOTAL AKTIVAxxx HUTANG LANCAR Hutang Dagang xxx Hutang Weselxxx Hutang Pajakxxx Total Hutang Lncarxxx HUTANG JANGKA PANJANG Hutang Obligasixxx Hutang Hipotikxxx Total Hutang Jangka Panjangxxx MODAL Modal Sahamxxx Laba Ditahanxxx Total Modalxxx TOTAL HUTANG DAN MODALxxx

17 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA BENTUK VERTIKAL PT. RAJAWALI NERACA 31 Desember 2011 AKTIVA LANCAR Kas xxx Surat Berhargaxxx Piutang Weselxxx Piutang Dagangxxx Persediaan Barang Daganganxxx Total Aktiva Lncarxxx AKTIVA TETAP Tanahxxx Gedungxxx Mesinxxx Kendaraanxxx Inventarisxxx Total Aktiva Tetapxxx TOTAL AKTIVAxxx

18 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA HUTANG LANCAR Hutang Dagang xxx Hutang Weselxxx Hutang Pajakxxx Total Hutang Lncarxxx HUTANG JANGKA PANJANG Hutang Obligasixxx Hutang Hipotikxxx Total Hutang Jangka Panjangxxx MODAL Modal Sahamxxx Laba Ditahanxxx Total Modalxxx TOTAL HUTANG DAN MODALxxx

19 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA LAPORAN LABA-RUGI Adalah suatu laporan yang menunjukkan hasil operasional perusahaan berhubungan dengan penghasilan, biaya-niaya dan rugi/laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu. ISI LAPORAN LABA-RUGI  P P P Penghasilan  B B B Biaya Operasional  P P P Penghasilan dan biaya non operasi  L L L Laba atau rugi BENTUK LAPORAN LABA-RUGI  S S S Single Step  M M M Multiple Step

20 BENTUK SINGLE STEP PT. RAJAWALI LAPORAN LABA RUGI TAHUN 2011 Penghasilan Operasixxx Penghasilan Non Operasixxx Total Penghasilanxxx Harga Pokok Penjualanxxx Biaya Operasionalxxx Biaya non Operasionalxxx Total Biayaxxx Laba (Rugi)xxx

21 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA BENTUK MULTIPLE STEP PT. RAJAWALI LAPORAN LABA RUGI TAHUN 2011 Penjualan kotorxxx Potongan Penjualanxxx Penjualan Bersihxxx Harga Pokok Penjualanxxx Laba Kotorxxx Biaya-Biaya Operasi: Biaya Pemasaranxxx Biaya Administrasi dan Umumxxx Total Biaya Operasixxx Laba Bersih Operasixxx Penghasilan dan Biaya non Operasi: Penghasilan non operasixxx Biaya non operasixxx xxx Laba (Rugi)xxx

22 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA JENIS USAHA  PERUSAHAANJASA  PERUSAHA AN DAGANG  PERUSAHAAN MANUFAKTUR  PERUSAHAAN JASA Perusahaan yang usahanya berupa jasa atau barang abstrak, seperti usaha salon menjual jasa mempercantik orang, hotel menjual kenyaman tinggal, perusahaan penerbangan menjual jasa berupa pemindahan orang/barang secara cepat. Pada perusahaan jasa tidak ada harga pokok penjualan atau harga pokok produksi, yang ada biaya operasi. Laporan Rugi-Labanya nampak sebagai berikut:

23 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA TUJUAN ANALISIS M Memperoleh gambaran tentang kinerja keuangan pada suatu periode enilai kinerja manajemen  F F F FAKTOR UTAMA YANG DIANALISA Likuiditas Adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang segera harus dipenuhi atau kemampuan membayar hutang jangka pendeknya. Jenis kewajiban keuangan tersebut adalah berhubungan d dengan pihak luar atau kreditor engan proses produksi (pihak intern)

24 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Solvabilitas Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban finansialnya baik jangka pendek maupun jangka panjang jika perusahaan tersebut dilikuidasi. Total Aktiva SOLV = Total Hutang S Solvabel Solvabiltas > 1 I Insolvabel Solvabilitas < 1

25 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Rentabilitas Merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan semua modal yang bekerja di dalamnya Laba Rentabilitas = x 100% Modal Macam Rentabilitas Rentabilitas Ekonomi Merupakan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dengan semua modal yang bekerja di dalamnya baik modal sendiri maupun modal asing Merupakan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dengan semua modal yang bekerja di dalamnya baik modal sendiri maupun modal asing Laba RE = x 100% Modal Sendiri + Modal Asing

26 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Rentabilitas Modal Sendiri Merupakan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dengan hanya modal sendiri yang bekerja di dalamnya Merupakan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dengan hanya modal sendiri yang bekerja di dalamnya Laba RE = x 100% Modal Sendiri LABA YANG MANA ?

27 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA STRUKTUR LAPORAN LABA-RUGI Penjualanxxx Harga Pokok Penjualanxxx Laba Kotorxxx Biaya Operasixxx Earning Before Intersest & Taxxxx EBIT Bungaxxx Earning Before Taxxxx EBT Bungaxxx Earning After Taxxxx EAT EBIT= Laba sebelum bunga dan pajak EBT= Laba sebelum Pajak EAT= Laba Setelah pajak

28 Rentabilitas Ekonomi EBIT RE = x 100% Modal Sendiri + Modal Asing Rentabilitas Modal Sendiri EAT RMS = x 100% Modal Sendiri

29 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA CONTOH 1 Sebuah perusahaan mempunyai data sebagai berikut: Neraca 31 Desember 2011 Kas20.000Hutang Dagang Efek60.000Hutang Pajak Piutang Dagang Prsediaan Brg Dag65.000Hutang Jk Pjg Aktiva Tetap Modal saham Total Aktiva Total Pasiva Penjualan tahun 2011 sebesar Rp ,-, besarnya harga pokok penjualan 70% biaya operasi sebesar Rp ,- dan bunga 18% dari hutang jangka panjang, dan pajak 20%. Diminta utk menghitung: a. Likuiditas b. Solvabilitas dan c. Rentabilitas (ekonomis dan modal sendiri)

30 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA TUJUAN ANALISIS  M M M Mengetahui perkembangan keuangan perusahaan dari tahun ke tahun PROSEDUR ANALISA Sebelum mengadakan analisa, penaganalisa harus:  B B B Benar-benar memahami laporan keuangan ybs  D D D Dapat menggambarkan aktivitas perush dlm LK tersebut  M M M Mempunyai kemampuan dan kebiajakan dlm mengambil kesimpulan  M M M Memperhatikan perubahan-perubahan kondisi perusahaan

31 METODE DAN TEKNIK ANALISIS Ada dua metode analisis  M M M Metode Horisontal Mengadakan pembandingan laporan keuangan untuk beberapa periode, sehingga bisa diketahui perkembangan perusahaan AAAAnalisis Dinamis  M M M Metode Vertikal Membandingkan laporan keuangan hanya dalam satu periode saja, sehingga hanya diketahui kondisi keuangan dalam periode yang bersangkutan saja  Analisis Statis

32 TEKNIK ANALISIS  A A A AnalisaisPerbandingan laporan keuangan, yakni teknik yang membandingkan 2 laporan keuangan atau lebih D Data Absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah K Kenaikan atau penurunan dalam rupiah enaikan atau penurunan dalam prosentase P Perbandingan yang dinyatakan dengan ratio rosentase dari total  T T T Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan yang dinyatakan dalam prosentase  L L L Laporan dengan prosentase per komponen atau common size statement.  A A A Analisa sumber dan penggunakan kas  A A A Analisa Sumber dan Penggunaan Modal Kerja  A A A Analisa Ratio  A A A Analisa Break Even  A A A Analisa Laba Kotor

33 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA ANALISIS PEMBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN Dengan pembandingan LK akan diperoleh data perkembangan perusahaan, yang mungkin disebabkan  L L L Laba atau rugi operasional atau insidentil  D D D Diperolehnya aktiva baru atau perubahan bentuk aktiva  T T T Timbulnya atau lunasnya hutang  A A A Adanya penambahan atau pengurangan modal

34 CONTOH PEMBANDINGAN Pos-pos Neraca 31 DesemberNaik/TurunRatio% dari total Rp% (A)(B)(C)(D)(E)(F)(G) Kas Barang Dagangan Piutang Tanah Bangunan AT lainnya Jumlah Aktiva

35 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA TAHUN PEMBANDING a. Membandingkan dengan tahun awal Pos-pos Neraca/Laba- Rugi 31 DesemberBertambah/Berkurang atas atas 2005 Rp%RatioRp%Ratio Kas Brg Dagangan Piutang Tanah Bangunan AT lainnya

36 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA b. Membandingkan dengan tahun sebelumnya Pos-pos Neraca/Laba- Rugi 31 DesemberBertambah/Berkurang atas atas 2006 Rp%RatioRp%Ratio Penjualan Harga Pokok Laba Kotor Biaya Pemas Biaya Umum Total Bi Operasi Laba Bersih

37 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Membandingkan dengan Jumlah rata-rata atau kumulatif Pos-pos Neraca/Laba-Rugi 31 DesemberJumlah Kumulatif Rata-rata per tahun Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Pemasaran Biaya Administrasi & Umum Jumlah Biaya Operasi Laba Bersih

38 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA ANALISIS TREND DALAM PROSENTASE Jika data LK hanya tiga tahun, maka analisa kenaikan atau penurunan tersebut praktis untuk digunakan Jika data LK lebih dari 3 tahun akan semakin kurang praktis, maka lebih baik dengan menggunakan angka indek, semua data Lk yang dianalisis dihubungkan dengan angka indek dan dinyatakan dalam prosentase Akan diperoleh angka kecenderungan (trend) baik kenaikan maupun penurunan Perlu menentukan tahun dasar sebagai angka indek, biasanya tahun awal sebagai tahun dasar, namun tidak menutup kemungkinan tahun yang lain

39 CONTOH Pos-pos Neraca/Laba-Rugi 31 Desember (Jutaan Rupiah) Trend dalam % 2003 = 100% Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Pemasaran Biaya Administrasi & Umum Jumlah Biaya Operasi Laba Bersih

40 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA LLLLaporan keuangan yang sudah disusun harus diinterpretasikan agar lebih mempunyai arti DDDDalam menginterpreasikan bisa dengan mengadakan analisa hubungan dari berbagai pos-pos yang ada dalam laporan keuangan yang disebut ratio keuangan RRRRatio keuangan mempunyai ‘future oriented, oleh karena itu penganalisa harus mampu menyesuaikan dengan faktor- faktor yang mempengaruhi posisi keuangan CARA PEMBANDINGAN MMMMembandingkan ratio sekarang dengan ratio yang lalu, misalnya ratio keuangan tahun 2007 dengan tahun 2006 atau 2005 MMMMembandingkan ratio perusahaan dengan ratio perusahaan- perusahaan lain yang sejenis (ratio industri)

41 Ratio Industri bisa digunakan sebagai standar dalam menilai ratio keuangan perusahaan. Namun demikian standar ratio tersebut tidak bisa digunakan sebagai ukuran yang pasti, sebab adanya perbedaan diantara perusahaan2 tersebut. Perbedaan tersebut bisa dikarenakan Perbedaan letak perusahaan Jumlah aktiva tetap yang dimiliki (ukuran perusahaan) Perbedaan umur aktiva Kebijakan struktur modal Perbedaan dalam menaksir umur aktiva Perbedaan sistem dan prosedur akuntansi

42 PENGGOLONGAN RATIO Berdasar sumber datanya Ratio-rati Neraca (balance sheet ratios), yakni ratio yang semua datanya diambil dari pos-pos yang ada di dalam neraca. Contoh: Current ratio, cash ratio Debt to equity ratio, dll Ratio-ratio Laporan Rugi-Lba (income statement ratios), merupakan ratio-ratio yang semua datanya diambil dari laporan Rugi-laba Profit margin Operating ratio Ratio-ratio antar laporan (interstatement ratio), dimana ratio-ratio yang datanya diperoleh dari pos neraca dan rugi-laba. Return on asset, Total Asset turn over Receivable turn over

43 Berdasar Tujuan analisa Ratio Likuiditas, ratio yang berhubungan dengan kemampuan dalam membayar kewajiban (hutang) jangka pendek (1) Current Ratio (2) Cash Ratio (3) Quick ratio (Acid Test Ratio) (4) Working Capital to total asset ratio Ratio Leverage, ratio yang berhubungan dengan sumber dana yang berasal dari hutang (1) Total Debt to total assets ratio (2) Total debt to equity ratio (3) Long term debt to equity ratio (4) Time interst earned ratio

44 Berdasar Tujuan analisa Ratio aktivitas, ratio yang berhubungan dengan tingkat efisiensi pemanfaatan aktiva perusahaan (1) Total asset turnover (2) Receivable turnover (3) Average collection period (4) Inventory turnover (5) Average day’s inventory (6) Working capital turover Ratio Profitabilitas, merupakan ratio yang berhubungan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (1) Gross profit margin (2) Profit margin (3) Net profit margin (4) Operating income ratio (5) Return on Assets (6) Return on Equity (7) Return on Investment

45 RATIO LIKUIDITAS Ratio ini menginterpretasikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya yang berjangka pendek, dan membantu perusahaan dalam manajemen modal kerjanya Beberapa pertanyaan yang perlu ditemukan dalam ratio ini: (1)A pakah perusahaan mampu membayar hutangnya tepat waktu? (2)A pakah manajemen sudah menggunakan modal kerja secara efektif? (3)A pakah modal kerja sudah, kurang atau berlebihan? (4)A pakan posisi keuangan jangka pendek berkembang MACAM RATIO LIKUIDITAS 1.C URRENT RATIO Ratio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangka pendeknya Ditunjukkan dengan perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancarnya Total Aktiva CR = Hutang Lancar

46 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA CR menunjukkan tingkat keamanan bagi kreditor jangka pendek, semakin tinggi CR semakin bagus bagi kreditor jk pendek. Namun, CR yang tinggi belum menjamin segera dibayarnya hutang jangka pendek jika jatuh tempo, jika proporsi aktiva lancarnya tidak menguntungkan, misalnya terlalu banyaknya persediaan CR yang terlalu tinggi kurang baik bagi perusahaan, hal ini menunjukkan terjadinya kelebihan uang kas. AKTIVA LANCARHUTANG LANCAR Kas Hutang Dagang Piutang Dagang Hutang Wesel Piutang Wesel Hutang Pajak Persediaan Hutang Gaji Porsekot Biaya Jumlah AL Jumlah HL

47 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA 2. ACID TEST RATIO (QUICK RATIO) Kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendeknya dengan tidak memperhitungkan persediaan. QR merupakan perbandingan antara Aktiva Lancar dikurang persediaan dengan hutang lancar Total Aktiva - Persediaan CR = Hutang Lancar Kas Surat Berharga Piutang Dagang Persediaan Total hutang lancar

48 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA 3. CASH RATIO Mencerminkan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya dengan uang kas yang dipunyai Semakin tinggi ratio ini bagi kreditor semakin baik, namun bagi perusahaan menunjukkan idle fund yang besar Merupakan perbandingan antara kas atau yang dapat disamakan dengan kas dengan hutang lancar Kas + Surat Berharga CR = Hutang Lancar

49 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA 4. WORKING CAPITAL TO TOTAL ASSETS RATIO Mencerminkan perimbangan dana yang digunakan untuk modal kerja dengan semua kekayaan yang dimiliki Semakin tinggi ratio ini menunjukkan semakin besar modal kerja yang dimiliki Aktiva Lancar WC to TA = Total Aktiva

50 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA RATIO LEVERAGE Menunjukkan seberapa besar dana yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari hutang. 1.T otal Debt to total assets ratio Ratio ini menujukkan besarnya hutang yang dimiliki perusahaan sdibanding dengan semua kekayaan yang dimiliki. Semakin besar ratio ini semakin tinggi ketergantungan perusahaan terhadap kreditor Total Hutang TD to TA = Total Aktiva

51 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA 2. Total Debt to total equtiy ratio Ratio ini menujukkan besarnya hutang yang dimiliki perusahaan dibanding dengan modal sendiri yang dimiliki. Semakin besar ratio ini semakin tinggi ketergantungan perusahaan terhadap kreditor Total Hutang TDE = Modal Sendiri 3. Long Term Debt to total equtiy ratio Ratio ini menujukkan besarnya hutang jabgkan panjang yang dimiliki perusahaan dibanding dengan modal sendiri yang dimiliki. Hutang Jk Panjang LTDE = Modal Sendiri

52 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA 4. Time Interest Earned ratio Ratio ini menujukkan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga hutang dengan laba yang diperoleh. Semakin besar ratio ini semakin besar kemampuan perusahaan memenuhi pembayaran bunga EBIT TIER = Bunga

53 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA RATIO AKTIVITAS Menunjukkan tingkat efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aset yang dipunyai. 1.T otal asset turnover Merupakan kemampuan perusahaan dalam memutarkan kekayaannya untuk menghasilkan penjualan Semakin cepat perutarannya menunjukkan semakin efektif dalam memanfaatkan semua kekayaannya. Penjualan TATO = Total Aktiva

54 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA 2. Receivable Turnover Kemampuan perusahaan dalam mengumpulkan piutang, artinya semakin cepat perputaran piutang semakin bagus dalam pengumpulan piutangnya. Ukurannya (1) Receivable Turnover (2) Average Collection Period Penjualan Kredit RTO = Rata-rata Piutang ACP = x 360 hari Penjualan Kredit

55 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA 2. Inventory Turnover Kemampuan perusahaan dalam memutarkan persediaan barang yang dimiliki, artinya semakin cepat perputaran perputaran persediaan semakin cepat barang yang dimiliki terjual Ukurannya (1) Inventory Turnover (2) Average day’s Inventory Harga Pokok Penjualan ITO = Rata-rata Persediaan ADI = x 360 hari Harga Pokok Penjualan

56 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA RATIO PROFITABILITAS merupakan ratio yang berhubungan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan Ratio profitabilitas yang berhubungan dengan penjualan 1. G ross profit margin 2. P rofit Margin 3. N et Profit Marin Laba Kotor GPM = x 100% Penjualan EBIT PM = x 100% Penjualan EAT NPM = x 100% Penjualan

57 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Ratio profitabilitas yang berhubungan dengan investasi 1. R eturn on Assets 2. R eturn on Equity 3. R eturn on Investment EBIT ROA = x 100% Total Aktiva EAT ROE = x 100% Modal Sendiri EAT ROI = x 100% Total Aktiva

58 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA PRO FORMA STATEMEN Merupakan laporan neraca dan laporan rugi laba yang diproyeksikan ke depan. Contoh PT. MAYANGKARA pada tahun 2005 akan menyusun laporan keuangan proforma dengan mengacu ratio industri sebagai berikut: Asset turnover1,5 x Goss Profit Margin30% Inventory turnover6 x Debt to Equity ratio50% (hutang lancar) verage collection period40 hari Quick ratio1,2 Profit margin10% Modal sendiri yang dipertahankan sebesar Rp 360 juta BUAT NERACA DAN LAPORAN R/L PRO FORMA

59 ANALISIS DU PONT DU PONT FORMULA Profit MarginAsset turnover Total AsetPenjualan EAT PenjualanTotal Biaya Aktiva Tetap Aktiva Lancar HP Penjualan Pajak PenyusutanBunga Biaya Operasi Penghs lain2 persediaanSurat Berharga Kas Piut Dagang (:) (-) (:) (+)

60 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS MMMMenunjukkan perubahaan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tsb dengan menunjukkan hal-hal yang memperbesar kas (sumber) dan yang memperkecil kas (penggunaan) DDDDapat digunakan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas di masa yang akan datang dan kemungkinan sumber- sumber yang ada, atau DDDDapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas (cash flow) di masa yang akan datang. BBBBagi kreditur bisa digunakan sebagai penilai kemampuan perusahaan dalam membeyar bunga dan pengembalian pinjaman

61 SUMBER PENERIMAAN KAS HHHHasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap, atau penurunan aktiva tidak lancar. AAAAdanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar AAAAdanya emisi saham atau penambahan modal oleh pemilik AAAAdanya tambahan hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang AAAAdanya keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan PENGGUNAAN KAS BBBBertambahnya aktiva tetap, investasi jangka panjang, aktiva tidak lancar lainnya PPPPenarikan kembali modal oleh pemilik atau divestasi PPPPenambahan aktiva lancar PPPPembayaran hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang PPPPembayara dividen KKKKerugian yang diderita perusahaan

62 31 Desember Kas Piutang Dagang Piutang Wesel Persediaan Barang Dagangan Tanah Gedung Akumulasi Penyusutan Gedung Peralatan Kantor Akumulasi Penyus Peral Kantor Total Aktiva Hutang Dagang Hutang Wesel Hutang Obligasi Modal Saham Laba Ditahan Total Hutang & Modal ( ) ( ) ( ) ( ) NERACA PT. ANDHIKA tahun 2006 dan 2007 Dari Laporan Rugi laba diperoleh informasi: Laba tahun 2007 sebesar Rp ,- dan dibayarkan sebagai dividen Rp ,-

63 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA PENGERTIAN MODAL KERJA MMMModal kerja merupakan dana yang dibutuhkan perusahaan untuk membiayai operasional perusahaan sehari-hari seperti untuk membeli bahan baku, membayar upah, membayar biaya iklan, dan lainnya MMMMasa perputaran modal kerja paling lama satu tahun (jangka pendek) MMMMasa perputaran adalah sejak kas ditanamkan pada elemen-elemen modal kerja hingga menjadi kas lagi Kas  Bahan Baku  Proses  Brg Jadi  Piutang  Kas

64 Ada dua konsep penegrtian modal kerja 1.M odal Kerja kuantitatif Adalah semua elemen yang ada dalam aktiva lancar atau sering disebut sebagai modal kerja bruto (Gross Working Capital) MK = AL 2. Modal Kerja Kualitatif Adalah selisih antara aktiva lancar dengan hutang lancarnya atau sering disebut sebagai modal kerja neto (Net Working Capital) MK = AL - HL

65 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA 31 Desember Kas Piutang Dagang Piutang Wesel Persediaan Barang Dagangan Aktiva Lancar Hutang Dagang Hutang Wesel Hutang Lancar  KuantitatifMK = Rp ,- KualitatifMK = Rp 260 – 95 = Rp ,-  KuantitatifMK = Rp ,- KualitatifMK = Rp 295 – 105 = Rp ,-

66 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA  Dalam analisis sumber dan penggunaan modal kerja konsep yang digunakan adalah konsep kualitatif AAAAkibatnya perubahan pada elemen modal kerja tidak akan merubah besarnya modal kerja FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERBESAR MK Berkurangnya Aktiva Tetap Bertambahnya Hutang Jk Panjang Bertambahnya Modal Keuntungan yang diperoleh Bertambahnya penyusutan

67 Aktiva Lancar Modal Kerja Hutang Lancar Hutang Jangka Panjang Aktiva Tetap Modal (-)(+)

68 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERKECIL MK Bertambahnya Aktiva Tetap Berkurangnya Hutang Jk Panjang Berkurangnyanya Modal Kerugian yang diderita perusahaan Pembayaran dividen

69 Aktiva Lancar Modal Kerja Hutang Lancar Hutang Jangka Panjang Aktiva Tetap Modal (+)(-)

70 Kas Efek Piutang Dagang Persediaan barang Dagangan Mesin Akumulasi Penyusutan Mesin Bangunan Akumulasi Penyusutan Bangunan Tanah Total Aktiva Hutang Dagang Hutang Wesel Obligasi Modal Saham Laba Ditahan Total Hutang dan Modal (40.000) (60.000) (60.000) (90.000) Laba yang diperoleh tahun 2007 Rp ,- dan dibagikan sebagai dividen Rp ,-

71 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA ANALISIS BREAK EVEN Adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan.  sering disebut: COST, PROFIT, VOLUME ANALYSIS BREAK EVEN POINT Suatu keadaan dimana pada saat itu perusahaan tidak mendapat keuntungan dan tidak menderita kergian BEP  LABA = NOL

72 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Dalam analisis BEP, syarat utama biaya harus bisa dipisahkan menjadi: BIAYA VARIABEL (Variable Cost) dan BIAYA TETAP (Fixed Cost) Biaya Variabel Adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah, dima-na perubahannya proporsional dengan satuan kegiatan. Contohnya: Biaya Bahan Baku, Biaya tenaga Kerja Langsung, Komisi Penjualan dll. Biaya Tetap Adalah biaya yang jumlahnya tetap walaupun satuan kegiatan berubah. Contohnya: Penyusutan, Gaji, dll

73 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Biaya Semi Variabel (Semi Variable cost) merupakan biaya yang jumlahnya berubah-ubah tetapi perubahannya tidak proporsional dengan satuan kegiatan  biaya ini dalam analisis tidak boleh ada, oleh karena itu perlu dialokasikan ke dalam dua jenis biaya di atas

74 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Asumsi: a. Biaya harus bisa dipisahkan menjadi BV dan BT b. Harga jual per unit tetap c. Hanya memproduksi satu jenis barang d. Harga bahan baku tidak berubah MANFAAT: Perencanaan Penjualan/produksi Perencanaan Harga Jual Pemilihan alternatif mesin Analisis penutupan usaha Analisa Perluasan Pabrik

75 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Penentuan tingkat BEP Mathematical Approach Graphical Approach BEP  PENJUALAN = BIAYA PENJUALAN = Kuantitas Penjualan (Q) x Harga (P) BIAYA VAR = Kuantitas Penjualan (Q) x BV/u (V) PxQ = VxQ + BT BT BEP (unit) = P - V BT BEP (Rp) = V P

76 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Untuk perencanaan penjualan, maka harus menambah dengan target laba: BEP + LABA = PENJUALAN MINIMAL (PM) BT + L PM (unit) = P - V BT + L PM (Rp) = V P MARGIN OF SAFETY (M/S) M/S ini merupakan analisis sensitivitas terhadap anggaran penjualan, yakni batas penurunan penjualan yang ditolerir agar perusahaan tidak menderita kerugian. Anggaran Penjualan - BEP M/S = x 100% Anggaran Penjualan

77 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Q BT BEP 0 Rp BV TC TR

78 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Contoh 1 PT. ANTASARI mempunyai struktur biaya sbb: BV/unit = Rp ,- BT= Rp ,- Harga/unit= Rp ,- Hitung: 1. BEP dan Grafiknya 2. Penjualan Minimal bila target laba: a. Rp ,- b. 15% dari penjualan 3. Margin of Safety bila anggaran penjualan spt point 2b

79 Q BT BV TC TR BEP Rp jt

80 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Contoh 2 Pada tahun 2007 PT. RAHAYU mampu menjual barangnya sebesar unit yang laku dijual dengan harga Rp ,-. Pada tahun 1997 tersebut perusahaan hanya menghasilkan keuntungan sebesar Rp ,-. Biaya variabel per unitnya sebesar Rp ,-. Pada tahun 2008 perusahaan akan meningkatkan kinerja- nya, agar bisa meningkatkan laba yang diperolehnya. Untuk itu perusahaan akan menambah biaya iklan sebesar Rp setahun. Di samping itu juga akan memberikan tambahan komisi penjualan yang cuku besar yakni sebesar Rp 1.500,- per unit untuk agen dan Rp 1.000,- per unit untuk tenaga penjualan. Tapi harga juga dinaikkan menjadi Rp ,- per unit. Diminta meghitung: 1. BEP 2. Penjualan Minimal bila laba ditargetkan Rp ,- 10% dari penjualan 3. M/S dengan penjualan point 2b

81 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA PENENTUAN HARGA JUAL Harga jual harus mampu menutup  Semua biaya  Target laba Contoh Pada tahun 2008 perusahaan ANGGARA mempunyai rencana penjualan sebesar unit. Biaya yang dikeluarkan adalah biaya variabel Rp ,- per unit dan biaya tetap Rp ,-. Tahun ini ditargetkan memperoleh laba Rp ,- Diminta meghitung: 1. Harga jual per unit 2. BEP 3. Penjualan Minimal bila laba ditargetkan 15%

82 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA SOAL Pada tahun 2008 perusahaan RAHAYU mempunyai rencana penjualan sebesar unit. Biaya yang dikeluarkan adalah biaya variabel Rp ,- per unit dan biaya tetap Rp ,-. Tahun ini ditargetkan memperoleh laba 15% dari penjualan Diminta meghitung: 1. Harga jual per unit 2. BEP 3. Penjualan Minimal bila laba ditargetkan Rp 360 juta ,15(50.000P) = P –

83 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA TITIK TUTUP PABRIK (Shut Down Point) CONTOH Pada tahun 2008 perusahaan BAYU menjual barangnya dengan harga jual Rp ,- per unit dengan biaya variabel per unit Rp ,- dan biaya tetap Rp 600 juta (60% merupakan biaya tetap tunai) Hitung: 1. BEP 2. Titik tutup pabrik

84 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Perusahaan beroperasi menggunakan  Modal Kerja  Aktiva Tetap Sumbernya  Modal Sendiri  Hutang Aktiva Tetap  menimbulkan biaya tetap nerupa penyusutan Hutang  menimbulkan biaya tetap berupa bunga

85 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA LEVERAGE Adalah penggunaan aktiva atau sumber dana di mana untuk penggunaan tersebut perusahaan harus menanggung biaya tetap atau membayar beban tetap Macam Leverage o Leverage Operasi o Leverage Finansial o Leverage Operasi Adalah penggunaan aktiva yang menyebabkan perusahaan menanggung biya tetap (penyusutan)  diharapkan penghasilan bisa menutup biaya tetap

86 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA LAPORAN RUGI-LABA Penjualanxxx Harga Pokok Penjualanxxx Laba Kotorxxx Biaya Operasixxx EBITxxx Bungaxxx EBTxxx Pajakxxx EATxxx

87 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Ukuran leverage operasi adalah DOL = Degree of Operating Leverage Jika DOL = 2 artinya Jika penjualan naik atau turun sebesar X, maka laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) akan naik atau turun 2X % perubahan dalam EBIT DOL = % perubahan dalam penjualan S – BV Q (P – V) DOL = = S – BV – BT Q (P – V) - BT

88 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Dimana Q= Kuantitas penjualan P= Harga per unit V= Biaya Variabel per unit BT= Biaya tetap S= Penjualan BV = Biaya Variabel CONTOH Ada dua alternatif mesin yang bisa dipilih oleh perusahaan. Mesin A biaya tetap rendah tapi biaya variabel tinggi. Sedang mesin B biaya tetap tinggi dan biaya variabel rendah. Berikut data kedua mesin tersebut (volume penjualan unit): Mesin AMesin B Harga per unitRp 5.000Rp Biaya Variabel per unitRp 4.000Rp Biaya tetapRp 100 jutaRp 500 juta

89 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA o Leverage Finansial Adalah penggunaan sumber dana yang menyebabkan perusahaan menanggung beban tetap berupa bunga Ukuran leverage operasi adalah DFL = Degree of Financial Leverage Jika DFL = 1,5 artinya Jika EBIT naik atau turun sebesar X, maka laba setelah pajak (EAT) akan naik atau turun 1,5X EBIT Q (P – V) DOL = = EBIT – I Q (P – V) - BT

90 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Dimana I= Bunga DARI CONTOH DIATAS Mesin A menanggung beban bunga Rp 100 juta Mesin B menanggung beban bungan Rp 300 juta Pajak 20% DFL ??

91 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA Dimana I= Bunga DARI CONTOH DIATAS Mesin A menanggung beban bunga Rp 100 juta Mesin B menanggung beban bungan Rp 300 juta Pajak 20% DFL ?? Bagaimana kalau EBIT Naik Turun

92 STIMIK AMIKOM - YOGYAKARTA LEVERAGE KOMBINASI Adalah sebesarpa besar penaruh perubahan penjualan terhadap laba setelah pajak (EAT) Ukurannya adalah DCL atau Degree of Combine Leverage Jika DCL = 3 artinya Bila penjualan naik 1 kali, EAT akan naik 3 x S -BV Q (P – V) DCL = = EBIT – I Q (P – V) – BT - I


Download ppt "MATERI  Pendahuluan  Bentuk-bentuk Laporan Keuangan  Analisa Perbandingan Laporan Keuangan  Analisa Ratio Keuangan  Analisa Sumber dan Penggunaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google