Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ALIANSI STRATEGIS DAN MEMBANGUN JARINGAN BISNIS Pertemuan 3.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ALIANSI STRATEGIS DAN MEMBANGUN JARINGAN BISNIS Pertemuan 3."— Transcript presentasi:

1 ALIANSI STRATEGIS DAN MEMBANGUN JARINGAN BISNIS Pertemuan 3

2 Definisi Aliansi Strategis  Background New level of competition New Paradigma of competition  Aliansi strategis : Perjanjian kontraktual antara dua organisasi atau lebih untuk saling berbagi pengetahuan dan sumber daya diantara mereka agar tujuan bisa tercapai dan menguntungkan bagi pihak-pihak tersebut.  Aliansi hanya bisa dilakukan oleh perusahaan skala besar ?

3 Contoh : Aliansi yang dilakukan Bank Muamalat adalah melakukan aliansi strategis dengan seluruh jaringan kantor pos di Indonesia ketika meluncurkan dan menjual produk Shar-E. Dengan berbagai kemudahan dan jaringan yang luas sampai ke tingkat kelurahan, maka aliansi strategis dengan kantor pos menjadi solusi ampuh dalam meningkatkan pasar perbankan syariah di Indonesia. PT.Kereta Api Indonesia melakukan aliansi dengan Indomart dan Kantor Pos untuk memperluas jaringan distribusi tiket KA.

4 Definisi Aliansi Strategis  Background New level of competition New Paradigma of competition  Aliansi strategis : Perjanjian kontraktual antara dua organisasi atau lebih untuk saling berbagi pengetahuan dan sumber daya diantara mereka agar tujuan bisa tercapai dan menguntungkan bagi pihak-pihak tersebut.  Aliansi hanya bisa dilakukan oleh perusahaan skala besar ?

5 Strategi “Go it Alone” dan Strategi “Octopus”  Strategi”Go it Alone” merupakan perspektif tradisional : perusahaan secara individual bersaing dengan perusahaan lain.  Strategi “Go it Alone” sudah ditinggalkan oleh perusahaan.  Mengapa ??

6 Strategi “Go it Alone” dan Strategi “Octopus”  Strategi “Octopus” (gurita) menganalogikan strategi perusahaan untuk mengembangkan aliansi /kerjasama yang luas dengan banyak mitra.  Contoh berikut adalah strategi gurita dari IBM  Beberapa Usaha Kecil Menengah juga memasuki aliansi strategis dengan beberapa perusahaan yang berbeda bidang usaha.

7 Octopus Strategy of IBM IBM Siemens to develop memory technology Hewllet Packard to develop operating system for workstation Cisco Systems to develop security systems Real Networks to develop on-line digital service Infineon to develop microchip technology Toshiba to develop LCD technology Microsoft to develop software

8 Bentuk-Bentuk Aliansi Strategis  Aliansi Strategis dapat terjadi dalam industri (intra industry) atau antar industri (inter industry)  Contoh :  Terdapat enam tipe umum aliansi strategis : 1.Lisensi 2.Hubungan suplier 3.Joint venture 4.Kolaborasi (non joint venture) 5.Kelompok industri (industry clusters) 6.Jaringan inovasi (innovation networks)

9 1. LICENSING  pengertian umum : memberikan ijin.  Lisensi merupakan hak yang diberikan kepada rekan bisnis untuk memanfaatkan intangible asset (aset tak berwujud) seperti teknologi,ketrampilan,desain. contoh : disney melisensikan karakter Mickey Mouse dan Donald Duck pada kemasan tissue “Tessa” Toshiba melisensikan teknologinya untuk Cartered Semiconductor Manufacturing

10 1. LICENSING 1.Lisensi HAKI 2.Lisensi merek barang/jasa 3.Lisensi hasil seni dan karakter. 4.Lisensi Pendidikan

11 2. SUPPLIER RELATIONS  Banyak perusahaan mengembangkan hubungan dengan suplier berdasarkan analisis biaya –manfaat: 1.Meningkatkan kepuasan pelanggan 2. Tingkat persediaan yang lebih efisien 3. Meningkatkan produktifitas & mutu kerja 4.Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan persediaan 5.Meningkatkan kinerja perusahaan

12 3. JOINT VENTURE  Joint Venture adalah kerjasama kontraktual antara dua pihak/perusahaan untuk memanfaatkan peluang bisnis. Joint venture terjadi karena sebuah proyek dan akan berhenti jika sudah tercapai /selesai kontraknya.  Manfaat joint venture: 1. Memungkinkan perusahaan memperbaiki komunikasi dan networking 2. Memungkinkan beroperasi secara global 3. Meminimumkan risiko. Alasan untuk joint venture : 1. Globalisasi 2. Teknologi

13 4. Kolaborasi (Collaboration)  Kolaborasi merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan kerja sama yang dilakukan pihak tertentu.  Apapun bentuk dan tempatnya, kolaborasi meliputi suatu pertukaran pandangan atau ide yang memberikan perspektif kepada seluruh kolaborator.  Contoh : 1. Lenovo berkolaborasi dengan forum Usaha Kecil dan Menengah (UKM) termasuk Business Opportunity Club dan Forum Daerah UKM Jawa Timur (Forda Jatim). 2. Kolaborasi sebuah universitas dengan perusahaan (manufaktur)

14 5. R& D Consortia  Keadaan dimana beberapa perusahaan bersama-sama menyatukan aktivitas mereka untuk memperoleh skala ekonomis.  Alasan : 1. Berbagi risiko 2. Menekan biaya Riset. 3. Mendapatkan keahlian dan peralatan Contoh : Intel dan IBM membangun pusat R&D Pembangunan pusat R&D ini bertujuan untuk mengembangkan generasi terbaru dari teknologi chip dengan waktu kontrak selama lima tahun ke depan.

15 6. Kelompok Industri (Industry Clusters)  Cluster adalah perusahaan yang saling terkoneksi dalam konsentrasi wilayah geografis.  Manfaat yang diperoleh dari pendekatan klaster industri.Klaster industri merangsang dan memungkinkan inovasi.  Klaster industri yang berkembang dan berdaya saing umumnya tidak “terisolasi” pada satu produk, komoditas atau sektor saja, tetapi bersifat lintas sektor dan terkait satu dengan lainnya serta berada pada suatu “wilayah geografis” tertentu.

16 6. Kelompok Industri (Industry Clusters)  Misal : di palembang sentra kerajinan songket ada di Jl. Talang Kerangga,  Contoh klaster yang terkenal adalah klaster industri hiburan di Hollywood dan klaster industri teknologi tinggi di Silicon Valley, keduanya di Amerika Serikat (AS).

17 7. Innovation networks  Contoh : Perusahaan pengelola merek Nike dikenal sebagai perusahaan jaringan (network firms). Nike hanya memiliki dan mengelola brand dan menggantungkan pada jaringan yang ada dan membangun relasi diantara supliers dan distributor..

18 Dorongan untuk mempertahankan Aliansi  Memperoleh akses teknologi  Mengurangi biaya melalui skala ekonomi atau pengingkatan pengetahuan  Meningkatkan akses pada teknologi baru  Melakukan perbaikan posisi terhadap pesaingMemasuki pasar baru  Mengurangi waktu siklus produk  Memperbaiki usaha-usaha riset dan pengembangan  Memperbaiki kualitas

19 A Successful Strategic Aliance Proses membentuk aliansi strategis terdiri dari tiga tahap : Selection of Suitable Partner Negotiation of each other’s needs Technical knowledge Commercial knowledge Management toward collaboration

20 Risiko dan keterbatasan Aliansi Strategis) 1.Dapat mengarah ke persaingan daripada kerjasama 2.Kehilangan pengetahuan bersaing 3.Menimbulkan konlik karena perbedaan tujuan dan budaya organisasi. Untuk menghindari masalah di atas, maka : Manajemen harus mengantisipasi risiko bisnis berkaitan dengan mitra kerja, perlu komunikasi sharing data


Download ppt "ALIANSI STRATEGIS DAN MEMBANGUN JARINGAN BISNIS Pertemuan 3."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google