Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Abdul Ghofur NIM. 261031001 Abdul PPL IAIN Surakarta 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Abdul Ghofur NIM. 261031001 Abdul PPL IAIN Surakarta 2013."— Transcript presentasi:

1 Oleh: Abdul Ghofur NIM Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

2  Secara Etimologis, kalam berarti pembicaraan, yakni pembicaraan yang bernalar dengan menggunakan logika.  Secara Terminologi, ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang adanya Allah SWT dan alasan-alasan untuk mempertahankan keyakinan iman dengan menggunakan dalil- dalil pikiran untuk mempertahankan Islam dan tradisi keislaman dari ancaman maupun tantangan dari luar dan dari orang-orang yang menyeleweng dari kepercayaan salaf dan ahli sunnah. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

3  Ibnu Khaldun: Ilmu kalam adalah ilmu yang berisi alasan-alasan untuk mempertahankan kepercayaan iman dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan berisi bantahan-bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng dari kepercayaan salaf dan ahlus sunah.  Al-Farabi: ilmu kalam adalah ilmu yang membahas dzat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin Islam. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

4  Muhammad Abduh: ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat- sifat wajib yang ada bagi-Nya, sifat-sifat jaiz yang disifatkan bagi-Nya, dan sifat-sifat yang tidak ada bagi-Nya. Selain itu juga membahas tentang rasul-rasul Allah untuk menetapkan kebenaran risalahnya, apa yang wajib ada pada dirinya, hal-hal jaiz yang dihubungkan pada diri mereka, dan hal-hal terlarang yang dihubungkan kepada diri mereka. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

5  Ilmu usuluddin, membahas tentang ajaran- ajaran dasar asal-usul agama.  Ilmu aqaid, membahas tentang keyakinan- keyakinan.  Ilmu tauhid, membahas tentang keesaan Tuhan.  Ilmu makrifah, membahas tentang pengenalan atau dalam hal mengenal Allah.  Teologi Islam (theos = Tuhan, logos = ilmu), membahas ilmu tentang ketuhanan dalam Islam. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

6  Untuk mengetahui persoalan-persoalan hakikat aqidah yang fundamental yang dihadapi umat Islam.  Untuk menyelesaikan problematika umat dalam kontroversi pemikiran dalam aqidah Islam berbagai golongan-golongan Islam.  Untuk menjelaskan aqidah atau keimanan dalam Islam secara tepat dan benar.  Membeberkan sekuat tenaga aqidah Islamiyah sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Al-Sunnah.  Untuk mengetahui tentang adanya Allah SWT dan kodrat- Nya untuk mengutus para rasul, tentang ilmu-Nya.  Untuk mengatasi paham dan pengertian manusia yang berakal dalam golongan-golongan Islam.  Untuk menumbuhkan tauhid dengan dihadirkan dalil akal sebagai argumentasi yang mudah dicerna manusia. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

7 Persoalan aqidah pada masa Nabi Muhammad SAW bersifat monolitis, yaitu ajaran Islam ditaati tanpa adanya perbedaan dan sanggahan dari para sahabat. Hal ini diperkuat dengan doktrin QS. Al-Anfal (8): 46 untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya. Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar persoalan aqidah juga belum muncul, pada masa Usman terjadi perubahan sistem administrasi dan sikap Usman cenderung nepotisme. Sehingga pada masa Ali mencapai klimaksnya, yaitu terjadi perang saudara dan umat Islam terpecah belah. Ilmu kalam sebagai disiplin ilmu, baru muncul setelah Rasulullah SAW wafat, ilmu ini muncul diperkirakan pada zaman khalifah Al-Makmun dari Dinasti Abbasiyah. Banyak sumber menyebutkan ilmu kalam berawal dari persoalan politik, yaitu perang saudara antara kelompok Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang dikenal perang Siffin. Dalam peperangan tersebut terjadi tahkim/arbitrase yang curang, sehingga muncul beberapa kelompok golongan. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

8  Al-Qur’an di samping mengajak mengesakan Allah dan mempercayai Nabi, juga membahas golongan- golongan dan agama-agama yang ada pada masa Nabi Muhammad yang tidak benar.  Ketika umat Muslim selesai menaklukan negeri baru, mereka tenteram dan tenang pikirannya, rezekinya melimpah ruah. Sehingga mulai mengemuka persoalan agama dan berusaha mengkaji nash-nash agama yang menurut mereka bertentangan.  Persoalan-persoalan politik. Misalnya tidak adanya konsep pergantian khalifah yang jelas dari Rasulullah, sehingga menimbulkan perang saudara, seperti pada perang Siffin. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

9  Penganut Islam mula-mula beragama Yahudi, Masehi, dll. Setelah mereka tenang dan memegang teguh agama Islam, mereka mengingat-ingat ajarannya yang lama dan memasukkannya ke dalam Islam.  Kelompok Islam tertentu (Mu’tazilah) yang rasional, megkonsentrasikan perhatiannya untuk penyiaran Islam dan mengkonter alasan mereka yang benci dan memusuhi Islam.  Para ahli ilmu kalam ingin mengimbangi lawan-lawannya yang menggunakan filsafat, maka mereka terpaksa mempelajari logika dan filsafat terutama dari segi ketuhanan. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

10 Ruang lingkup ilmu kalam dapat mengikuti pembahasan tentang arkanul iman (rukun iman), yaitu:  Keimanan kepada Allah SWT  Keimanan kepada malaikat (termasuk makhluk rohani lainnya, misalnya jin, iblis, setan, dsb.)  Keimanan kepada kitab-kitab samawi  Keimanan kepada para Nabi dan Rasul  Keimanan kepada kebenaran adanya hari akhir  Keimanan kepada qada dan qadar Allah SWT Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

11 Menurut Hasan Al-Banna ruang lingkup pembahasan ilmu kalam mencakup beberapa persoalan berikut:  Ilahiyat, yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah SWT (wujud Allah, nama dan sifat Allah, af’al Allah, dsb).  Nubuwwat, yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul (kitab-kitab Allah, mukjizat, dsb).  Ruhaniyat, yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik (malaikat, jin, iblis, setan, dsb).  Sam’iyyat, yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui melalui sam’i (dalil naqli Qur’an dan Hadits), seperti alam barzakh, akhirat, azab kubur, surga, neraka, dsb. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

12  Filsafat Islam Filsafat Yunani telah menarik perhatian kaum muslimin, terutama sesudah ada terjemahan buku-buku filsafat Yunani ke dalam Bahasa Arab. Penerjemahan itu dilakukan sejak zaman khalifah Al-Mansur ( M) dan mencapai puncaknya pada masa Al-Makmun ( M) dari Bani Abbasiyah. Filsafat Yunani tidak hanya diambil manfaatnya oleh kalangan mutakallimin sebagai alasan untuk memperkuat dalil-dalil kepercayaan Islam, akan tetapi juga diambil manfaatnya dari kalangan ahli filsafat Islam, seperti Al-Kindi, Al-Farabi, dan Ibnu Sina. Perbedaan ilmu kalam dan filsafat Islam terletak pada pembinaannya. Ilmu kalam timbul secara berangsur- angsur dan awalnya merupakan hal yang terpisah-pisah, misalnya dari masalah akidah ke masalah politik. Sedangkan filsafat Islam muncul dari hasil penerjemahan filsafat Yunani. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

13  Ilmu Fiqih Objek pembahasan ilmu kalam dengan fiqih sangat berbeda. Ilmu kalam membicarakan tentang akidah, prinsip keyakinan Islam, dan keesaan Allah. Adapun ilmu fiqih membahas hukum-hukum yang berkaitan dengan ibadah, muamalah, perkawinan, pidana, dan waris. Selain itu, ilmu fiqih juga mengatur tentang amaliah pengabdian seorang muslim kepada Allah dan hubungan dengan manusia.  Ilmu Tasawuf Dalam membahas masalah-masalah agama, ilmu kalam menggunakan dalil-dalil pikiran yang dimasukkan ke dalam hati nurani untuk membentuk ibadah manusia. Adapun tasawuf dalam membahas masalah ibadah lebih banyak menggunakan perasaan dan latihan kejiwaan karena dengan cara ini dapat memperbanyak amal ibadah. Unsur utama tasawuf adalah penyucian diri dan tujuan akhirnya adalah kebahagiaan dan keselamatan abadi. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

14  Orang-orang Islam pada periode awal sudah percaya dengan adanya Allah SWT dan mereka beriman kepada takdir baik, buruk, nasib untung rugi dan percaya bahwa sesungguhnya manusia diperintah untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan jelek dari ketentuan Allah SWT. Keimanan mereka terhadap hal-hal tersebut adalah iman secara kuat, tanpa membahas secara mendalam dan tanpa memfilsafatkan pikirannya.  Sedangkan para ulama kalam (mutakallimin) juga menggunakan akal untuk mencari Tuhan, akan tetapi mereka tidak puas karena ada hal-hal (dogma) yang berada jangkauan akal manusia. Menurut orang-orang Barat, dogma itu berada di bawah akal agar dogma itu tidak dihukumi oleh akal. Apabila dogma itu sudah dihukumi oleh akal, maka rahasia dogma itu terjadi tidak rahasia lagi. Dogma akan menjadi lumpuh karena bertentang dengan akal, kemudian ditolak.  Aqidah merupakan aspek fundamental dalam Islam yang berhubungan dengan keimanan dan kepercayaan hal-hal yang ghoib, mengitiqadkan tentang adanya Allah, baik dari segi zat, sifat maupun perbuatan-Nya, sehingga aqidah dan keyakinan tersebut benar-benar terhujam dalam hati sanubari secara kokoh dan kemudian mendasari setiap amal perbuatan atau tingkah laku sehari-hari. Abdul PPL IAIN Surakarta 2013

15  Harjan Syuhada, dkk Akidah Akhlak. Jakarta: Bumi Aksara.  Roli Abdul Rohman & M. Khamzah Menjaga Akidah dan Akhlak. Solo: Tiga Serangkai.  Handono, dkk Mantap Beraqidah & Berakhlak Mulia. Pilar Media: Yogyakarta.  LKS Aqidah Akhlaq - HIKMAH Abdul PPL IAIN Surakarta 2013


Download ppt "Oleh: Abdul Ghofur NIM. 261031001 Abdul PPL IAIN Surakarta 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google