Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Drg. ZUHRIANA, MARS DINAS KESEHATAN PROV. JATIM. 1PUSKESMAS9442 PUSKESMAS RAWAT JALAN 524 3 PUSKESMAS RAWAT INAP 420 4 PUSKESMAS PEMBANTU 2297 5POLINDES5351.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Drg. ZUHRIANA, MARS DINAS KESEHATAN PROV. JATIM. 1PUSKESMAS9442 PUSKESMAS RAWAT JALAN 524 3 PUSKESMAS RAWAT INAP 420 4 PUSKESMAS PEMBANTU 2297 5POLINDES5351."— Transcript presentasi:

1 Drg. ZUHRIANA, MARS DINAS KESEHATAN PROV. JATIM

2 1PUSKESMAS9442 PUSKESMAS RAWAT JALAN PUSKESMAS RAWAT INAP PUSKESMAS PEMBANTU POLINDES5351

3 96,6 % RT berada kurang atau sama dg 5 km dari fasilitas pelayanan kesehatan (RS, Pusk, Pustu, Dokter praktek, Bidan Praktek) 96,6 % RT berada kurang atau sama dg 5 km dari fasilitas pelayanan kesehatan (RS, Pusk, Pustu, Dokter praktek, Bidan Praktek) 92,9 % RT dapat mencapai fasilitas kesh kurang dari 30 menit 92,9 % RT dapat mencapai fasilitas kesh kurang dari 30 menit ,2 % RT berjarak kurang atau sama dg 1 km dari UKBM (Posyandu, Polindes, Poskesdes), 17,1 % berjarak 1-5 km 83,2 % RT berjarak kurang atau sama dg 1 km dari UKBM (Posyandu, Polindes, Poskesdes), 17,1 % berjarak 1-5 km 89,7 % RT dpt mencapai ke fasilitas UKBM kurang dari 15 menit, 8,2 % antara 15 – 30 menit. 89,7 % RT dpt mencapai ke fasilitas UKBM kurang dari 15 menit, 8,2 % antara 15 – 30 menit. 25,6 % RT telah memanfaatkan keberadaan Polindes, 21,8 % tidak memanfaatkan dan 52,5 % merasa tdk membutuhkan keberadaan Polindes. 25,6 % RT telah memanfaatkan keberadaan Polindes, 21,8 % tidak memanfaatkan dan 52,5 % merasa tdk membutuhkan keberadaan Polindes.

4 Lanjutan hasil Riskesdas Tempat rawat inap yg dimanfaatkan RT: RS pemerintah 2,9%, RS Swasta 2,7 %, Puskesmas 1,5 % Tempat rawat inap yg dimanfaatkan RT: RS pemerintah 2,9%, RS Swasta 2,7 %, Puskesmas 1,5 % Pengobatan Rawat Jalan yg dimanfaatkan RT 1 th terahir: RS Pemerintah 1,3 %, RS Swasta 1 %, RSB 9,2%, Puskesmas 1 %, Nakes 18,8 %. Pengobatan Rawat Jalan yg dimanfaatkan RT 1 th terahir: RS Pemerintah 1,3 %, RS Swasta 1 %, RSB 9,2%, Puskesmas 1 %, Nakes 18,8 %. Prosentase perokok tiap hari : 24,3 %, dengan penduduk perokok terbesar pd kelompok 10 – 14 th : 73, 8 % Prosentase perokok tiap hari : 24,3 %, dengan penduduk perokok terbesar pd kelompok 10 – 14 th : 73, 8 % RT yang berperilaku bersih dan sehat (PHBS) dengan baik :33,5 % RT yang berperilaku bersih dan sehat (PHBS) dengan baik :33,5 % Penduduk yang BAB di jamban : 67,8 %, Cuci tangan dg sabun: 26,3% Penduduk yang BAB di jamban : 67,8 %, Cuci tangan dg sabun: 26,3%

5 MASALAH KESEHATAN Di Jatim : DISPARITAS STATUS KESEHATAN ANTAR DAERAH (kota dan desa) dan ANTAR SOSIAL EKONOMI (kaya dan miskin), MASIH TINGGI DISPARITAS STATUS KESEHATAN ANTAR DAERAH (kota dan desa) dan ANTAR SOSIAL EKONOMI (kaya dan miskin), MASIH TINGGI PENYAKIT MENULAR LAMA BELUM TERATASI, PENYAKIT MENULAR YANG BARU DAN PENYAKIT AKIBAT GAYA HIDUP TIDAK SEHAT, SEMAKIN TINGGI PENYAKIT MENULAR LAMA BELUM TERATASI, PENYAKIT MENULAR YANG BARU DAN PENYAKIT AKIBAT GAYA HIDUP TIDAK SEHAT, SEMAKIN TINGGI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN MASIH RENDAH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN MASIH RENDAH PERILAKU MASYARAKAT KURANG MENDUKUNG HIDUP BERSIH DAN SEHAT PERILAKU MASYARAKAT KURANG MENDUKUNG HIDUP BERSIH DAN SEHAT PENYEBARAN TENAGA KESEHATAN BELUM MERATA. PENYEBARAN TENAGA KESEHATAN BELUM MERATA. SISTEM RUJUKAN BELUM BERJALAN DENGAN BAIK. SISTEM RUJUKAN BELUM BERJALAN DENGAN BAIK. ANGGARAN UNTUK BIDANG KESEHATAN MASIH RENDAH. ANGGARAN UNTUK BIDANG KESEHATAN MASIH RENDAH.

6

7 Pasal 28 H ( 1 ) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan Pasal 34 ( 3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak

8 Pembangunan Nasional : Bertujuan Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi – tingginya. meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi – tingginya.

9 Pasal 5 ayat 2 : Pasal 5 ayat 2 : Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangakau. Pasal 6 : Pasal 6 : Setiap orang barhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan Pasal 19 : Pasal 19 : Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien, dan terjangkau. Pasal 58 ayat 1: Pasal 58 ayat 1: Setiap orang barhak menuntut ganti rugi terhadap seseorang tenaga kesehatan dan/ atau penyelenggara kesehatan yg menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang diterimanya.

10 Pasal 2 Pasal 2 Undang- undang tentang pelayanan Publik dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum dalam hubungan antara masy dan penyelenggara dalam pelayanan publik Pasal 25 ayat 1 Pasal 25 ayat 1 Penyelenggara dan pelaksana berkewajiban mengelola sarana, prasarana, dan / atau fasilitas pelayanan Publik secara efektuf, efisien, transparan, akuntabel, dan berkesinambungan serta bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan / atau penggantian sarana, prasaran, dan /atau fasilitas pelayanan publik Pasal 55 ayat 1 Pasal 55 ayat 1 Penyelenggara atau pelaksana yg tdk melakukan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 25, 28, 29, dan atas perbuatan tsb mengakibatkan timbulnya luka, cacat tetap, atau hilangnya nyawa bagi pihak lain dikenai sanksi pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang - undangan

11 PERDA PROP JATIM No 11 Th 2005 Tentang: Pelayanan Publik di Prop Jatim - Azas: Kepastian hukum, Profesionalisme, Akuntabilitas,Keterbukaan, Partisipatif, Kepentingan umum, Kesamaan hak, Keseimbangan hak & kewajiban, Efisiensi, Efektifitas. - Tujuan: mewujutkan sistem penyelenggaraan pelayanan publik yg baik - Ruang Lingkup: semua bentuk pelayanan yg terkait kepentingan publik - Hak Penerima Layanan Publik - Kewajiban Penerima layanan Publik - Peran Serta Masyarakat TATA KELOLA PELAYANAN PUBLIK : 1.Penyelenggara 2.Indeks Kepuasan Masyarakat 3.Pelayanan Khusus 4.Tata Perilaku Penyelenggara 5.Standart Pelayanan Publik 6.Pengaduan pelayanan Publik Komisi pelayanan Publik Pembiayaan Ketentuan Sanksi : Pelanggaran - Sanksi Administrasi - Sanksi Pidana Penyidikan.

12 UPAYA KESEHATAN : UKP UKM LAYANAN KES YG MERATA, BERMUTU DAN TERJANGKAU SECARA BERKESINAM BUNGAN DERAJAT KES MASY YG SETINGGI TINGGINYA PEMBIAYAAN KES PEMERINTAH MASYARAKAT SWASTA LANDASAN HUKUM ARAH KEBIJAKAN SDM OBAT & PERBEKALAN KES PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANAJEMEN KESH

13 Primer : Upaya Kesh dimana terjadi kontak pertama. Sekunder: Upaya Kesh rujukan lanjutan Tersier: Upaya kesh rujukan unggulan/ sub spesialistik Yankes Perorangan (SKN 2009) Berkesinambungan, Terpadu, Paripurna melalui sistem Rujukan (Rujukan medik maupun rujukan kesehatan) Yankes Masyarakat PKPP : Puskesmas, Pustu Polindes, Poskedes Fas kesh swasta yg setara PKMP : Puskesmas,Masy & swasta sesuai aturan yg ada. UKBM PKPS : RS Kab/Kota, fas kesh swasta yg setara PKMS: Dinkes Kab/ Kota, swasta sesuai aturan yg ada PKPT : RS kelas A dan B atau klinik khusus sub spesialistik PKMT: Dinkes Prov, Depkes, Unit kerja terkait

14 KEPUTUSAN MENKES RI NOMOR : 828/MENKES/SK/IX/2008 TENTANG JUKNIS SPM BIDANG KESEHATAN DI KAB/KOTA TH 2008 PERATURAN MENKES RI NOMOR : 741/MENKES/PER/VII/2008 TENTANG SPM BIDANG KESEHATAN DI KAB/KOTA TH 2008 Capaian SPM menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK) Indikator Kinerja Kunci (IKK) untuk evaluasi penyelenggaraan untuk evaluasi penyelenggaraan PEMERINTAH DAERAH PEMERINTAH DAERAH

15 SPM KABUPATEN/KOTA TAHUN Cakupan kunjungan bumil K-4 95 % tahun Cakupan komplikasi kebidanan yg ditangani 80% tahun Cakupan pertolongan persalinan oleh Nakes yg memiliki kompetensi kebidanan 90% th Cakupan pelayanan nifas 90% thn Cakupan neonatus dg komplikasi yg ditangani 80% thn Cakupan kunjungan bayi 90% thn Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 100% thn Cakupan Pelayanan anak balita 90% thn Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bln keluarga miskin 100% thn Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100% thn Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 100% thn Cakupan peserta KB aktif 70% pd thn Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit 100% pd thn Cakupan pelayanan kesehatan dasar masy miskin 100% pd thn Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masy miskin 100% pd thn Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg hrs diberikan sarana kesehatan (RS) di Kab/Kota 100% pd thn Cakupan Desa/kelurahan mengalami KLB yg dilakukan penyelidikan epidemiologi kurang 24 jam 100% pd thn Cakupan Desa siaga aktif 80% pd thn 21015

16 MISI : Membuat rakyat sehat VISI : Masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat STRATEGI 1.Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat. 2.Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. 3.Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan. 4.Meningkatkan pembiayaan kesehatan. DEPKES MENCANANGKAN VISI, MISI, STRATEGI, UNTUK MEMPERCEPAT PENCAPAIAN VISI PEMBANGUNAN

17 GRAND STRATEGI DAN SASARAN DEPKES 1. Seluruh Desa Menjadi Desa Siaga 2. Seluruh Masyarakat Berperilaku Hidup Bersih Dan Sehat 3. Seluruh Keluarga Sadar Gizi 1. Setiap Orang Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu 2. Setiap Bayi, Anak, Ibu Hamil Dan Kelompok Masyarakat Risiko Tinggi Terlindungi Dari Penyakit. 3. Di Setiap Desa Tersedia Sdm Kesehatan Yang Kompeten 4. Di Setiap Desa Tersedia Cukup Obat Esensial Dan Alat Kesehatan Dasar 5. Setiap Puskesmas Dan Jaringannya Dapat Menjangkau Dan Dijangkau Seluruh Masyarakat Di Wilayah Kerjanya 5.Setiap Puskesmas Dan Jaringannya Dapat Menjangkau Dan Dijangkau Seluruh Masyarakat Di Wilayah Kerjanya 6. Pelayanan Kesehatan Di Setiap Rumah Sakit, Puskesmas Dan Jaringannya Memenuhi Standar Mutu 6.Pelayanan Kesehatan Di Setiap Rumah Sakit, Puskesmas Dan Jaringannya Memenuhi Standar Mutu 1. Setiap Kejadian Penyakit Terlaporkan Secara Cepat Kepada Kepala Desa/Lurah Untuk Kemudian Diteruskan Ke Instansi Kesehatan Terdekat 2. Setiap Kejadian Luar Biasa (Klb) Dan Wabah Penyakit Tertanggulangi Secara Cepat Dan Tepat Sehingga Tidak Menimbulkan Dampak Kesehatan Masyarakat 3. Semua Sediaan Farmasi, Makanan Dan Perbekalan Kesehatan Memenuhi Syarat 4. Terkendalinya Pencemaran Lingkungan Sesuai Dengan Standar Kesehatan 5. Berfungsinya Sistem Informasi Kesehatan Yang Evidence Based Di Seluruh Indonesia 1. Pembangunan Kesehatan Memperoleh Prioritas Penganggaran Pemerintah Pusat Dan Daerah 2. Anggaran Kesehatan Pemerintah Diutamakan Untuk Upaya Pencegahan Dan Promosi Kesehatan. 3. Terciptanya Sistem Jaminan Pembiayaan Kesehatan Terutama Bagi Rakyat Miskin. Meningkatkan Akses Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas Meningkatkan Akses Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas Menggerakkan Dan Memberdayakan Masyarakat Untuk Hidup Sehat Menggerakkan Dan Memberdayakan Masyarakat Untuk Hidup Sehat MeningkatkanSistemSurveillance, Monitoring & Inf. Kesehatan MeningkatkanSistemSurveillance, Monitoring & Inf. Kesehatan MeningkatkanPembiayaanKesehatanMeningkatkanPembiayaanKesehatan

18 VISI DAN MISI RPJMD PROVINSI JAWA TIMUR VISI MISI Terwujudnya Jawa Timur yang Makmur dan Berakhlak dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mewujudkan Makmur bersama Wong Cilik melalui APBD untuk Rakyat Bertujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Jawa Timur, bukan untuk segelintir orang tertentu. Kemakmuran Jawa Timur yang ingin diwujudkan adalah kemakmuran bersama, terutama wong cilik 2

19 AGENDA PEMBANGUNAN DI JAWA TIMUR RPJMD kualitas pelayanan kesehatan 1.Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan 2.Memperluas lapangan kerja, meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan, dan memberdayakan ekonomi rakyat, terutama wong cilik. 3.Meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, terutama melalui pengembangan agroindustri/ agrobisnis, serta pembangunan & penyediaan infrastruktur pertanian & pedesaan. 4.Memelihara kualitas dan fungsi lingkungan hidup, serta meningkatkan perbaikan pengelolaan SDA dan penataan ruang. 5.Mewujudkan percepatan reformasi birokrasi, dan meningkatkan pelayanan publik menuju pelayanan prima. 6.Meningkatkan kualitas kesalehan sosial demi terjaganya harmoni sosial. 7.Meningkatkan kualitas kehidupan dan peran perempuan, serta terjaminnya kesetaraan gender. 8.Meningkatkan KAM-TIB, supremasi hukum, dan penghormatan HAM. 9.Mewujudkan percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi sosial ekonomi dampak lumpur panas Lapindo. 3

20 PENUNTASAN PELAYANAN KESEHATAN GRATIS DI PUSKESMAS PENYEDIAAN TENAGA DOKTER SPESIALIS DI PUSKESMAS REVITALISASI PONDOK BERSALIN DESA PENUNTASAN PENINGKATAN PUSKESMAS PEMBANTU LAYANI RAWAT INAP ADMINSTRASI PELAYANAN KESEHATAN GRATIS BERORIENTASI PADA MANUSIA, BUKAN PENYAKIT.

21 Perluasan fungsi pelayanan Pondok Bersalin Desa (polindes), dari hanya melayani pasien bersalin menjadi Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) yang juga melayani kesehatan dasar dengan menempatkan tenaga perawat REVITALISASI PONDOK BERSALIN DESA

22 1.TUJUAN UMUM : Mengoptimalkan Fungsi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan. 2. TUJUAN KHUSUS: a.Meningkatkan pelayanan Puskesmas rawat jalan menjadi Puskesmas rawat inap b. Meningkatkan pelayanan Puskesmas rawat inap menjadi Puskesmas rawat inap PLUS (Pemberi Layanan Unggulan Spesialis) c. Meningkatkan Pelayanan Puskesmas Pembantu menjadi Puskesmas Pembantu yang mampu menangani gawat darurat dan Observasi. PENUNTASAN PENINGKATAN PUSKESMAS DAN PUSKESMAS PEMBANTU LAYANI RAWAT INAP

23 Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terutama maskin agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yg optimal PENUNTASAN PELAYANAN KESEHATAN GRATIS DI PUSKESMAS

24 Analisa Situasi Masyarakat Jawa Timur dengan Jaminan Kesehatan Tahun 2008 NOKEPESERTAAN JUMLAH JIWA 1 Jamkesmas (Maskin Kuota) Dijamin Kab/Kota ( Maskin Non Kuota) Askes PNS Askes Sukarela Jamsostek ASABRI Asuransi Komersial Jmlh pddk yg tercover Jaminan Kesehatan Belum tercover Jaminan Kesehatan JUMLAH TOTAL PENDUDUK

25 NOURAIANJUMLAH 1Puskesmas944 2Pustu Pusling Polindes Posyandu PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN (PPK) 1. DI PUSKESMAS DAN JARINGANNYA 2. DI RUMAH SAKITNOURAIANJUMLAH1 RSU milik Pemerintah 48 2 RS Khusus 9 3 RS Swasta 225 JUMLAH282

26 Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan jaringannya bagi: - Masyarakat Miskin Non Kuota - Masyarakat Non Miskin (hanya bebas biaya retribusi) Pelayanan kesehatan di kelas III Rumah Sakit Pemerintah bagi Masyarakat Miskin Non Kuota Sasaran Pelayanan Kesehatan Yang dijamin Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota

27 Sasaran Pelayanan Kesehatan yang Dijamin Pemerintah (Gratis) di Puskesmas bagi Penduduk Miskin NOSASARAN JUMLAH JIWA 1 Masyarakat Miskin Kuota (Jamkesmas) Masyarakat Miskin Non Kuota Masyarakat Non Maskin JUMLAH TOTAL

28 Kartu kepesertaan bagi maskin Non Kuota PPK di Provinsi : 5 RS Provinsi dan 9 UPT Dinkes PPK di Kab/Kota : Puskesmas dan jaringannya, RS Pemerintah dan RS swasta yang ditunjuk Diberlakukan rujukan berjenjang Penyusunan Pedoman Pelaksanaan (Manlak) Pelayanan kesehatan yang dijamin Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota bagi masing-masing Kab/Kota STRATEGI PELAKSANAAN

29 Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan yang dijamin Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota NOURAIANKab/Kota 1 Tahap I Th 2009, Periode Juni- Desember Dilaksanakan di 2 Kab/Kota yaitu Kab. Gresik dan Kota Kediri periode Juli – Desember Tahap II Th 2009, Periode September- Desember Di laksanakan di 8 Kab/Kota yaitu: Kota Batu, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kab Mojokerto, Kab Nganjuk, Kab Madiun, Kab Magetan 3 Tahun 2010 Dilaksanakan di 38 Kab/Kota

30 KONDISI PUSKESMAS SAAT INI & TUNTUTAN KEDEPAN UPAYA PUSKESMAS MANAJEMEN PUSKESMAS REVITALISASI PUSKESMAS KEBIJAKAN 128/2004

31 KEBIJAKAN DASAR PUSKESMAS (Kepmenkes No 128 th 2004)

32 KEBIJAKAN KEPMENKES 128/2004 : 1.PENGELOMPOKAN UPAYA PUSKESMAS 2.PENAJAMAN 3 FUNGSI PUSKESMAS YANG DILAKSANAKAN SESUAI SPM KAB/KOTA YANG UNTUK SEBAGIAN PENCAPAIANNYA DILAKSANAKAN OLEH PUSKESMAS 3.PENATAAN STRUKTUR PUSK & ESELONISASI 4.PENYEDIAAN TENAGA 5.PEMANTAPAN MANAJEMEN 6.PENYEDIAAN PEMBIAYAAN

33 VISI Tercapainya KECAMATAN SEHAT menuju terwujudnya Indonesia Sehat 2010 Masyarakat yang hidup dlm lingk dan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau yankes yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi- tingginya

34 INDIKATOR KECAMATAN SEHAT INDIKATOR PENCAPAIAN : LINGKUNGAN SEHAT LINGKUNGAN SEHAT PERILAKU SEHAT PERILAKU SEHAT CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN YG BERMUTU CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN YG BERMUTU DERAJAD KESEHATAN PENDUDUK KECAMATAN DERAJAD KESEHATAN PENDUDUK KECAMATAN

35 MISI Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya

36 TUJUAN MENDUKUNG TERCAPAINYA TUJUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN NASIONAL YAKNI MENINGKATKAN KESADARAN, KEMAUAN DAN KEMAMPUAN HIDUP SEHAT BAGI SETIAP ORANG YANG BERTEMPAT TINGGAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENDUKUNG TERCAPAINYA TUJUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN NASIONAL YAKNI MENINGKATKAN KESADARAN, KEMAUAN DAN KEMAMPUAN HIDUP SEHAT BAGI SETIAP ORANG YANG BERTEMPAT TINGGAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

37 FUNGSI PUSKESMAS PUSAT PEMBANGUNAN BERWAWASAN KESEHATAN PUSAT PEMBERDAYAAN KELG & MASY YANKESMAS (PUBLIC GOODS) YANKES PERORANGAN (PRIVATE GOODS) PUSAT YANKES STR I

38 FUNGSI (1) PUSAT PENGGERAK PEMBANGUNAN BERWAWASAN KESEHATAN  Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yg berwawasan kesehatan  Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya  Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan

39 FUNGSI (2) PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga & masyarakat : – Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan Ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan Ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan

40 FUNGSI (3) PUSAT PELAYANAN KESEHATAN STRATA PERTAMA Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan a. Pelayanan kesehatan perorangan b. Pelayanan kesehatan masyarakat

41 Kedudukan Sistem Kesehatan Nasional Sistem Kesehatan Nasional --> sebagai sarana pelayanan kesehatan (perorangan dan masyarakat) strata pertama Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota --> unit pelaksana teknis dinas yang bertanggungjawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan kabupaten/kota Sistem Pemerintah Daerah Sistem Pemerintah Daerah --> unit pelaksana teknis dinas kesehatan kab/kota yang merupakan unit struktural pemda kab/kota

42 ......lanjutan kedudukan ANTAR SARANA YANKES STRATA PERTAMA ANTAR SARANA YANKES STRATA PERTAMA - SEBAGAI MITRA YANKES SWASTA STRATA PERTAMA - SEBAGAI MITRA YANKES SWASTA STRATA PERTAMA SEBAGAI PEMBINA YANKES BERSUMBER DAYA MASYARAKAT SEBAGAI PEMBINA YANKES BERSUMBER DAYA MASYARAKAT

43 ORGANISASI STRUKTUR ORGANISASI STRUKTUR ORGANISASI Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas Unit Tata Usaha Unit Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Fungsional Unit Pelaksana Teknis Fungsional Upaya Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan perorangan Upaya Kesehatan perorangan JARINGAN PELAYANAN JARINGAN PELAYANAN Puskesmas pembantu Puskesmas pembantu Puskesmas Keliling Puskesmas Keliling Bidan di Desa/Komunitas Bidan di Desa/Komunitas

44 Dipimpin oleh KEPALA PUSKESMAS, seorang SARJANA DI BIDANG KESEHATAN yang kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat. Dipimpin oleh KEPALA PUSKESMAS, seorang SARJANA DI BIDANG KESEHATAN yang kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat. Eselon Kepala Puskesmas : Es IV a ( IIIb?) Eselon Kepala Puskesmas : Es IV a ( IIIb?) Struktur: tergantung jenis kegiatan dan beban kerja Struktur: tergantung jenis kegiatan dan beban kerja Memp staf tehnis utk : Memp staf tehnis utk : = upaya kes perorangan = upaya kes perorangan = upaya kes masyarakat = upaya kes masyarakat

45 TATAKERJA 1. DENGAN KANTOR KEC: BERKOORDINASI 2. BERTANGGUNG JAWAB KPD DINKES KAB/KOTA 3. BERMITRA DENGAN SARANA YANKES TK PERTAMA LAINNYA 4. MENJALIN KERJASAMA YG ERAT DG FASILITAS RUJUKAN 5. DENGAN LINTAS SEKTOR: BERKOORDINASI 6. DENGAN MASYARAKAT: BERMITRA DG BPP ( BPP: ORGANISASI YG MENGHIMPUN TOKOH MASY YG PEDULI KES MASYARAKAT)

46 UPAYA PUSKESMAS A. Upaya kesehatan wajib puskesmas 1. Upaya kesehatan ibu, anak & kb 2. Upaya promosi kesehatan 3. Upaya kesehatan lingkungan 4. Upaya perbaikan gizi 5. Upaya pencegahan & pemberantasan penyakit menular 6. Upaya pengobatan dasar B. Upaya kesehatan pengembangan puskesmas Dilaksanakan sesuai dengan masalah kesehatan masy yg ada dan kemampuan Puskesmas Dilaksanakan sesuai dengan masalah kesehatan masy yg ada dan kemampuan Puskesmas

47 BILA ADA MASALAH KES TAPI PUSK TDK MAMPU MAKA PELAKSANAAN OLEH DINKES KAB/KOTA UPAYA LAB(MEDIS DAN KES MASY) DAN PERKESMAS SERTA PENCATATAN PELAPORAN MRPKN KEGIATAN PENUNJANG DARI TIAP UPAYA WAJIB ATAU PENGEMBANGAN. UPAYA LAB(MEDIS DAN KES MASY) DAN PERKESMAS SERTA PENCATATAN PELAPORAN MRPKN KEGIATAN PENUNJANG DARI TIAP UPAYA WAJIB ATAU PENGEMBANGAN.

48 UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN:  PEMILIHAN DILAKUKAN OLEH PUSKESMAS BERSAMA DINKES KAB/KOTA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASUKAN BPP  DALAM KEADAAN TERTENTU DITETAPKAN SEBAGAI PENUGASAN DARI DINKES KAB/KOTA  DILAKSANAKAN BILA UPAYA KES WAJIB TELAH TERLAKSANA SCR OPTIMAL (TARGET CAKUPAN & MUTU TERPENUHI)

49 AZAS PENYELENGGARAAN PUSKESMAS 1. Azas pertanggungjawaban wilayah 2. Azas pemberdayaan masyarakat 3. Azas keterpaduan  Lintas program  Lintas sektoral 4. Azas rujukan  Rujukan medis  Rujukan kesehatan masyarakat

50 Azas pertanggungjawaban wilayah 1. Pusk bertanggungjawab meningkatkan derajat kesehatan masy yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya 2. Dilakukan kegiatan dalam gedung dan luar gedung 3. Ditunjang dengan puskesmas pembantu, Bidan di desa, puskesmas keliling

51 AZAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 1. Puskesmas harus memberdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat agar berperan aktif dlm menyelenggarakan setiap upaya Puskesmas 2. Potensi masyarakat perlu dihimpun UKBM

52 AZAS KETERPADUAN Setiap upaya diselenggarakan secara terpadu  Keterpaduan lintas program LOKAKARYA MINI BULANAN LOKAKARYA MINI BULANAN  Keterpaduan lintas sektoral LOKAKARYA MINI TRIBULANAN LOKAKARYA MINI TRIBULANAN

53 AZAS RUJUKAN  Rujukan medis/upaya kes perorangan = rujukan kasus = rujukan kasus = bahan pemeriksaan = bahan pemeriksaan = ilmu pengetahuan = ilmu pengetahuan  Rujukan upaya kesehatan masyarakat = rujukan sarana dan logistik = rujukan sarana dan logistik = rujukan tenaga = rujukan tenaga = rujukan operasional = rujukan operasional

54 SISTEM RUJUKAN RUMAH TANGGA MASYARAKAT YANKES STR I YANKES STR II YANKES STR III RS PUSAT/ PROPINSI RS Kab/Kota BP4,BKMM,BKOM, KLINIK /PRAKTEK SPESIALIS SWASTA PUSKESMAS,PRAK TEK DR UMUM, BIDAN, BP, BKIA POSYANDU POLINDES UKMUKP DEPKES/DINKES PROPINSI DINKES Kab/Kota BP4, BKMM,BKOM PUSKESMAS POSYANDU,POLINDES, UKBM lainnya

55 MANAJEMEN PUSKESMAS A. Perencanaan B. Pelaksanaan dan pengendalian ( termasuk kendali mutu dan kendali biaya) 1. Pengorganisasian 1. Pengorganisasian 2. Penyelenggaraan 2. Penyelenggaraan 3. Pemantauan, meliputi jangkauan & mutu 3. Pemantauan, meliputi jangkauan & mutu ---menggunakan data dari SIMPUS ---menggunakan data dari SIMPUS 4. Penilaian– sumber data utama SIMPUS 4. Penilaian– sumber data utama SIMPUS C. Pengawasan dan pertanggungjawaban

56 PERENCANAAN A. Rencana usulan kegiatan = Upaya Kes Pusk Wajib = Upaya Kes Pusk Wajib = Upaya Kes Pusk Pengembangan = Upaya Kes Pusk Pengembangan B. Rencana pelaksanaan kegiatan = Upaya Kes Pusk Wajib = Upaya Kes Pusk Wajib = Upaya Kes Pusk Pengembangan = Upaya Kes Pusk Pengembangan

57 PELAKSANAAN DAN PENGENDALIAN 1. Pengorganisasian  Penentuan penanggung jawab dan pelaksana kegiatan per-satuan wilayah kerja  Membagi habis pekerjaan  Penggalangan kerjasama tim dg lintas sektoral 2. Penyelenggaraan memperhatikan : memperhatikan :  Azas penyelenggaraan puskesmas  Standar dan Pedoman pelayanan  Menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya

58 PELAKSANAAN DAN PENGENDALIAN 3. Pemantauan = kinerja (cakupan, mutu, biaya) = kinerja (cakupan, mutu, biaya) = masalah dan hambatan = masalah dan hambatan = menggunakan data dari SIMPUS = menggunakan data dari SIMPUS 4. Penilaian – sumber data utama SIMPUS

59 PENGAWASAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN 1. Pengawasan = Internal = Internal = Eksternal = Eksternal 2. Pertanggungjawaban = laporan berkala = laporan berkala = laporan pertanggung jawaban masa jabatan = laporan pertanggung jawaban masa jabatan

60 SUMBER PEMBIAYAAN PUSKESMAS 1. PEMERINTAH ( anggaran pembangunan dan anggaran rutin) 2. PENDAPATAN PUSKESMAS 3. SUMBER LAIN, antara lain dari : PT ASKES, JAMSOSTEK, JPSBK/ PKPS BBM

61 PEMBIAYAAN Apabila sistim Jaminan Kesehatan Nasional telah berlaku akan terjadi perubahan pada sistim pembiayaan Puskesmas. Apabila sistim Jaminan Kesehatan Nasional telah berlaku akan terjadi perubahan pada sistim pembiayaan Puskesmas. Direncanakan pada masa yang akan datang pemerintah hanya bertanggungjawab untuk membiayai upaya kesehatan masyarakat Direncanakan pada masa yang akan datang pemerintah hanya bertanggungjawab untuk membiayai upaya kesehatan masyarakat Untuk upaya kesehatan perorangan dibiayai melalui sistim Jaminan Kesehatan Nasional, kecuali untuk penduduk miskin yang tetap ditanggung oleh Pemerintah dalam bentuk pembayaran premi Untuk upaya kesehatan perorangan dibiayai melalui sistim Jaminan Kesehatan Nasional, kecuali untuk penduduk miskin yang tetap ditanggung oleh Pemerintah dalam bentuk pembayaran premi

62 Penutup Perubahan ditujukan untuk mengantarkan Puskesmas dalam perannya sebagai ujung tombak pencapaian Indonesia Sehat 2010 Perubahan ditujukan untuk mengantarkan Puskesmas dalam perannya sebagai ujung tombak pencapaian Indonesia Sehat 2010 Penerapan kebijakan dasar Puskesmas memerlukan dukungan yang mantap dari berbagai pihak : Penerapan kebijakan dasar Puskesmas memerlukan dukungan yang mantap dari berbagai pihak : dukungan politis dukungan politis peraturan perundangan peraturan perundangan sumberdaya, termasuk pembiayaan sumberdaya, termasuk pembiayaan

63 ... lanjutan penutup Penerapan kebijakan memerlukan standar dan pedoman baik teknis maupun manajemen Penerapan kebijakan memerlukan standar dan pedoman baik teknis maupun manajemen Kebijakan dasar, standar dan pedoman merupakan acuan Propinsi dan Kabupaten/ Kota dalam mengembangkan kebijakan operasional di masing-masing daerah Kebijakan dasar, standar dan pedoman merupakan acuan Propinsi dan Kabupaten/ Kota dalam mengembangkan kebijakan operasional di masing-masing daerah Diharapkan kebijakan ini dapat diterapkan di seluruh Indonesia Diharapkan kebijakan ini dapat diterapkan di seluruh Indonesia

64


Download ppt "Drg. ZUHRIANA, MARS DINAS KESEHATAN PROV. JATIM. 1PUSKESMAS9442 PUSKESMAS RAWAT JALAN 524 3 PUSKESMAS RAWAT INAP 420 4 PUSKESMAS PEMBANTU 2297 5POLINDES5351."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google