Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TENTANG PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI SDM DISAMPAIKAN PADA RAPAT KOORDINASI NASIONAL TENTANG PEMANFAATAN BIO ENERGI DAN REVITALISASI PENDIDIKAN DAN PENANGANAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TENTANG PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI SDM DISAMPAIKAN PADA RAPAT KOORDINASI NASIONAL TENTANG PEMANFAATAN BIO ENERGI DAN REVITALISASI PENDIDIKAN DAN PENANGANAN."— Transcript presentasi:

1 TENTANG PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI SDM DISAMPAIKAN PADA RAPAT KOORDINASI NASIONAL TENTANG PEMANFAATAN BIO ENERGI DAN REVITALISASI PENDIDIKAN DAN PENANGANAN BENCANA ALAM JAKARTA, 7 AGUSTUS 2006 PAPARAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI.

2 2 I. LATAR BELAKANG Mengapa begitu banyak keluhan atas MUTU SDM Indonesia? Mengapa banyak lulusan sekolah menengah umum dan perguruan tinggi yang menganggur ? Mengapa banyak tenaga kerja yang mendapatkan pekerjaan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya ? Mengapa kenyataannya banyak industri di Indonesia yang menawarkan lowongan kerja, tidak terpenuhi? Mengapa kesempatan kerja di luar negeri banyak yang terlewatkan?

3 3 II. PERMASALAHAN POKOK 1.KEBIJAKAN SISDIKNAS YANG BELUM LINK AND MATCH DENGAN KEBUTUHAN DUNIA KERJA; 2.RENDAHNYA TINGKAT KOMPETENSI TENAGA KERJA; 3.ALOKASI PEMBIAYAAN KURANG PROPORSIONAL; 4.BELUM TERCIPTANYA SISTEM PERENCANAAN TENAGA KERJA NASIONAL SECARA TERPADU TERHADAP POTENSI SDA DAN SDM BERDASARKAN DAERAH DAN SEKTOR; 5.BELUM TUMBUHNYA KOMITMEN NASIONAL DALAM INOVASI DAN KREATIFITAS UNTUK PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA (KEBIJAKAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG RAMAH KETENAGAKERJAAN/ EMPLOYMENT GROWTH FRIENDLY ).

4 Pendidikan: < SD = jt (17.95%) SD = jt (35.88%) SLTP = jt (20.08%) SLTA = jt (20.57%) Diploma= 2.49 jt ( 2.35%) Sarjana = jt ( 3.17%) Catatan : nominal (juta) Sumber: BPS, Sakernas 2005 *) Berita Resmi Statistik BPS, No. 30/IX/ 1 Juni 2006 PROFIL SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA Bukan angkatan kerja = 53 jt*) (31.98%) PENDUDUK: jt Pria = jt (50.16%) Wanita = jt (49.84 %) tahun = 62,75 jt (28.74%) Angkatan Kerja = jt *) (68.02%) Pria = jt (62.59%) Wanita = jt (37.41%) Penduduk 15 thn keatas/ tenaga kerja = 159,3 jt *) (71.26%) Pria = jt (49.76%) Wanita= jt(50.24%)

5 Angkatan Kerja = jt (68.02%) Catatan : nominal (juta) Sumber: BPS, Sakernas 2005 *) Berita Resmi Statistik BPS, No. 30/IX/ 1 Juni 2006 PROFIL SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA Bekerja >35 jam jt (66.26%) Bekerja < 35 jam (1/2 penganggur) 29.9 jt *) (31.4%) Sementara tidak Bekerja 2.41 jt (2.54%) < SD = 1.01 jt (9.36%) SD = 2.54 jt (23.52%) SLTP = 2.68 jt (24.82%) SLTA = 3.91 jt (36.21%) Diploma = 0.31 jt (2.87%) Universitas = 0.39 jt (3.62%) < SD = jt (18.93%) SD = jt (37.30%) SLTP = jt (19.55%) SLTA = jt (18.80%) Diploma = 2.17 jt (2.28%) Sarjana = 2.98 jt (3.14%) Bekerja = 95,2 jt *) (89.74%) Pria = jt (63.97%) Wanita = jt (36.03%) Pertanian = jt (44.03%) Industri = jt (13.32%) Jasa = jt (42.64%) Formal = 28,65 jt (30,2%) Informal = 66,30 jt (69,8%) Penganggur = 11,1 jt *) (10.4%)*) Pria = 5.48 jt (50.74%) Wanita = 5.37 jt (49.26%)

6 TARGET DAN REALISASI PENGURANGAN PENGANGGURAN TERBUKA (DALAM JUTA ORANG) ,7JT 11,1JT 9,9 JT 9,4 JT 7,5 JT 8,5 JT TARGET REALISASI 9,9 JT

7 7 ANALISA TARGET DAN REALISASI ANGKA PENGANGGURAN Awal krisis tahun 1997 jumlah angka pengangguran = Awal krisis tahun 1997 jumlah angka pengangguran = Angka pertambahan pengangguran per tahun : Angka pertambahan pengangguran per tahun : Tahun = Tahun = Tahun = ( ) Tahun = Tahun = Tahun = Tahun = Tahun = Tahun Jun ’06= (90.000) Jumlah pengangguran s/d Juni tahun 2006 = 11,1 juta. Jumlah pengangguran s/d Juni tahun 2006 = 11,1 juta.

8 8 ANALISA DAN SOLUSI PENANGGULANGAN PENGANGGURAN Mulai tahun 2004 terjadi penurunan jumlah tambahan pengangguran tiap tahun yang cukup signifikan; Mulai tahun 2004 terjadi penurunan jumlah tambahan pengangguran tiap tahun yang cukup signifikan; Untuk mengurangi jumlah pengangguran secara kumulatif (s/d Semester I 2006 = 11,1 juta) perlu upaya inovasi kebijakan antara lain : Untuk mengurangi jumlah pengangguran secara kumulatif (s/d Semester I 2006 = 11,1 juta) perlu upaya inovasi kebijakan antara lain : 1.Reformasi Sistem Pendidikan Nasional menuju Link and Match terhadap dunia kerja; 2.Mendorong Pertumbuhan Investasi baik PMDN maupun PMA; 3.Revitalisasi Fungsi Strategis BLK untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja;

9 9 Lanjutan ANALISA DAN SOLUSI 4.Kebijakan Alokasi Anggaran Pendidikan Formal dan Non Formal/ Keterampilan secara proporsional (tanggung jawab terhadap angkatan kerja 106 juta); 5.Reformasi Sistem Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri (penyerapan per tahun rata-rata orang); 6.Peningkatan pertumbuhan jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) minimum 1 persen per tahun dari jumlah 43 juta UKM yang ada, dapat menyerap pengangguran per tahun; 7.Kebijakan sektor pembangunan infrastruktur lebih diprioritaskan pada infrastruktur pedesaan yang bersifat padat karya.

10 IMD World Competitiveness Yearbook 2005 PERINGKAT PRODUKTIVITAS INDONESIA DARI 60 NEGARA TAHUN URAIAN ECONOMIC PERFORMANCE BUSINESS EFFICIENCY GOVERNMENT EFFICIENCY OVERALL PRODUCTIVITY

11 11 PERINGKAT PRODUKTIVITAS INDONESIA TAHUN 2005 Thailand: 27 Malaysia: 28 Korea: 29 Cina: 31 India: 39 Pilipina: 49 Indonesia: 59

12 FAKTOR-FAKTOR PRODUKTIVITAS GDP:  GDP PER PERSON EMPLOYED  PERCENTAGE CHANGE OF REAL GDP PER PERSON EMPLOYED GDP PER PERSON EMPLOYEDGDP:  GDP PER PERSON EMPLOYED  PERCENTAGE CHANGE OF REAL GDP PER PERSON EMPLOYED GDP PER PERSON EMPLOYED PERINGKAT PRODUKTIVITAS INDONESIA PADA POSISI 59 DARI 60 NEGARA COMPANY:  LARGE CORPORATION  SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES ENTERPRISESCOMPANY:  LARGE CORPORATION  SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES ENTERPRISES PRODUCTIVITY:  LABOR PRODUCTIVITY  AGRICULTURE PRODUCTIVITY  PRODUCTIVITY IN INDUSTRY  PRODUCTIVITY IN SERVICES PRODUCTIVITY:  LABOR PRODUCTIVITY  AGRICULTURE PRODUCTIVITY  PRODUCTIVITY IN INDUSTRY  PRODUCTIVITY IN SERVICES BAGAIMANA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS: PRODUKTIVITAS: SISDIKNAS SISLATNAS Perencanaan tenaga kerja Employment growth friendly

13 FAKTOR DAYA SAING INDONESIA ECONOMIC PERFORMANCE:  DOMESTIC ECONOMY  INTERNATIONAL TRADE  INTERNATIONAL INVESTMENT  EMPLOYMENT  PRICES DAYA SAING INDONESIA SAAT INI : PERINGKAT 60 DARI 90 NEGARA DAYA SAING INDONESIA SAAT INI : PERINGKAT 60 DARI 90 NEGARA GOVERNMENT EFFICIENCY:  PUBLIC FINANCE  FISCAL POLICY  INSTITUTIONAL FRAMEWORK FRAMEWORK  BUSINESS LEGISLATION  SOCIETAL FRAMEWORK BUSINESS EFFICIENCY:  PRODUCTIVITY  LABOR MARKET  FINANCE  MANAGEMENT PRACTICES PRACTICES  ATTITUDES AND VALUES BAGAIMANA MENINGKATKAN DAYA SAING: BAGAIMANA MENINGKATKAN DAYA SAING: KUALITAS SDM KUALITAS SDM KINERJA EKONOMI KINERJA EKONOMI EFISIENSI PEMERINTAHAN EFISIENSI PEMERINTAHAN EFISIENSI BISNIS EFISIENSI BISNIS INFRASTRUKTUR INFRASTRUKTUR INFRASTRUCTURE:  BASIC INFRASTRUCTURE  TECHNOLOGICAL INFRASTRUCTURE  SCIENTIFIC INFRASTRUCTURE  HEALTH AND ENVIRONMENT  EDUCATION

14 14  USA:1  Singapura: 2  Thailand: 20  Malaysia: 21  Cina: 91  Pilipina: 113  Indonesia: 115 World Bank Repot 2005 PERINGKAT IKLIM INVESTASI DI 155 NEGARA

15 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IKLIM INVESTASI DIRECT INVESTMENT:  DIRECT INVESTMENT FLOWS ABROAD  DIRECT INVESTMENT STOCKS ABROAD  DIRECT INVESTMENT FLOWS INWARD  DIRECT INVESTMENT STOCKS INWARD PERINGKAT IKLIM INVESTASI INDONESIA PADA 115 DARI 155 NEGARA POLICY:  PAYING TAXES  TRADING ACROSS BORDERS  ENFORCING CONTRACT  RETRIBUTION  INVISIBLE COST  BAGAIMANA MEMBANGUN IKLIM INVESTASI DI INDONESIA IKLIM INVESTASI DI INDONESIA  KEPASTIAN HUKUM (regulasi)  PELAYANAN PUBLIK (birokrasi)  INFRASTRUKTUR  KOMPETENSI SDM POLICY/ REGULATION:  STARTING A BUSINESS  DEALING WITH LICENSE  HIRING AND FIRING WORKERS  REGISTERING PROPERTY  GETTING CREDIT  PROTECTING INVESTOR

16 16 III. TINJAUAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL 1. JUMLAH SEKOLAH Sekolah Menengah Umum (SMU, dll)… 8.238Sekolah Menengah Umum (SMU, dll)… Sekolah Menengah Kejuruan …………….5.155Sekolah Menengah Kejuruan …………… Sekolah Tinggi ……………………………………1.080Sekolah Tinggi ……………………………………1.080 Universitas …………………………………………. 396Universitas …………………………………………. 396 Institut ……………………………………………….. 50Institut ……………………………………………….. 50 Akademi/Politeknik …………………………… 902Akademi/Politeknik …………………………… 902 Sumber: Pusdatin Dik, Depdiknas, 2006

17 17 LULUSANUMUMKEJURUAN  SMU  SMK  Akademi  Politeknik  Universitas  Institut  Sekolah Tinggi TOTAL KELULUSAN %32 % 2. JUMLAH LULUSAN (OUTPUT) Sumber: Diolah dari data Pusdatin Dik, Depdiknas, 2006

18 18 3. TINJAUAN DENGAN NEGARA LAIN TH 2004 Perguruan Tinggi (PT) : Perguruan Tinggi (PT) : Indonesia: PTIndonesia: PT China: PT ( penduduk 8 kali lipat)China: PT ( penduduk 8 kali lipat) India: PT (penduduk 4 kali lipat)India: PT (penduduk 4 kali lipat) Amerika: PT (penduduk 1,5 kali lipat)Amerika: PT (penduduk 1,5 kali lipat) 100 besar Universitas terbaik: 100 besar Universitas terbaik: Indonesia:2 PTIndonesia:2 PT Singapura:2 PTSingapura:2 PT Selandia Baru:4 PTSelandia Baru:4 PT

19 19 4. PENCARI KERJA, LOWONGAN DAN PENEMPATAN TH – 2004 *) TAHUN JUMLAH CAKER LOWONGANPENEMPATAN JUMLAH % THD CAKER JUMLAH % THD LOWONGAN % THD CAKER , ,233, , ,732, , ,025, , ,717, , ,914, , ,218,2 *) Sumber: Tercacat di Administrasi Ketenagakerjaan, 2006

20 20 IV. ANALISA PENYERAPAN TENAGA KERJA TERHADAP HASIL PENDIDIKAN 1.Hasil pendidikan terhadap lowongan pekerjaan dan penyerapan tenaga kerja menunjukkan bahwa belum link and match; 2.Tingkat kompetensi lulusan pendidikan masih rendah; 3.Tingkat produktivitas masih rendah; 4.Belum tercipta perubahan budaya etos kerja;

21 21 1. Pola Pikir Link and Match SISTEM PENDIDIKAN SISTEM KETENAGAKERJAAN SISTEM MANAJEMEN SDM, DI DUNIA INDUSTRI/BISNIS V. LANGKAH-LANGKAH SOLUSI

22 22 2.Paradigma baru Sistim Pendidikan Nasional dari “Output Oriented” menjadi “Job Oriented” HASIL PENDIDIKAN DUNIA KERJA PENINGKATAN KOMPETENSI a b c

23 23 a.Program Peningkatan Kompetensi, meliputi : -Pengetahuan kerja; -Keterampilan kerja; -Pengetahuan proses produksi; -Pengetahuan tentang material produksi; -Lingkungan kerja dan resiko bahaya; -Hubungan kerja dengan unit lain, dll. Lanjutan Paradigma Baru SISDIKNAS HASIL PENDIDIKAN DUNIA KERJA PENINGKATAN KOMPETENSI b ca

24 24 b.Budaya Kerja, meliputi : - Etos kerja -Disiplin kerja; -Efektifitas dan efisiensi hasil; -Kualitas dan produktivitas, dll. Lanjutan Paradigma Baru SISDIKNAS HASIL PENDIDIKAN DUNIA KERJA PENINGKATAN KOMPETENSI b c a

25 25 Lanjutan Paradigma Baru SISDIKNAS c.Umpan Balik (feed back) : - Perbaikan sistem; -Standar minimum kualitas pendidikan; HASIL PENDIDIKAN DUNIA KERJA PENINGKATAN KOMPETENSI b c a

26 PENDIDIKAN AKADEMIS PELATIHAN & BANG. PROFESI (REVITALISASI FUNGSI BLK ) PENDIDIKAN PROFESI D1 D2 D3 D4 SP1 SP2 SMK SERTIFIKAT VII-VIII-IX AHLI / MANAJER B3 SERTIFIKAT IV-V-VI TEKNISI / PENYELIA SERTIFIKAT I-II-III PELAKSANA/OPERATOR B2 B1 PENGALAMAN PELATIHAN + PENGALAMAN PELATIHAN+ SD SMP PENGALAMAN PELATIHAN + S1 S2 S3 SMA PENGALAMAN PELATIHAN + PENGALAMAN PELATIHAN + 3. PROSES ALUR PENDIDIKAN PROFESI B = Briging (Program Penyesuaian/Fleksibilitas)

27 27 KKNI SKKNI DIKLAT PROFESI (C B T) SERTIFIKASI KOMPETENSI KKNIKKNI : Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia SKKNISKKNI : Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia CBT : Competency Based Training 4.PELATIHAN & PENGEMBANGAN PROFESI SDM BERBASIS KOMPETENSI DENGAN REVITALISASI FUNGSI BLK.

28 28 5. PERAN STANDAR KOMPETENSI DALAM PENGELOLAAN SDM`1 STANDARKOMPETENSISTANDARKOMPETENSI Pengelolaan Kinerja Strategi Perencanaan SDM Budaya Organisasi Rekrut, Seleksi dan Penempatan Pengakuan dan Penghargaan Pengembangan dan Pelatihan Pengembangan Karier

29 29 BNSP Penetapan Kebijakan: Pelaksanaan Sertifikasi Akreditasi LSP Pengendalian Sertifikasi LDP Penyelenggaraan DIKLAT profesi LSP Pelaksanaan UJK dan Sertifikasi Pemerintah/ Depnis & Pemda TUK Naker Kompeten Masyarakat BINA Akreditasi wajib UJK Lulusan Verifikasi Pembinaan T U K Pembinaan LATIHAN PENYESUAIAN PTKLN T U K PTKDN TKA Sertifikasi 6. SISTEM PENGEMBANGAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Pemerintah/ Depnis & Pemda KET: LDP : Lembaga Diklat Profesi LSP : Lembaga Sertifikai Profesi TUK : Tempat Uji Kompetensi UJK : Uji Kompetensi

30 30 INDIVIDU PERUSAHAAN PEMERINTAH MASYARAKAT 7. STRATEGI DASAR PENINGKATAN PRODUKTIVITAS NASIONAL PENATAAN BIROKRASI DAN MANAJEMEN INOVASI TEKNOLOGI PENINGKATAN KUALITAS SDM PENGEMBANGAN BUDAYA PRODUKTIF IKLIM USAHA KONDUSIF PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KAPITAL PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS SDM KESEJAHTERAANDAYA SAING PERTUMBUHAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TOTAL

31 PENCAKER KEBUTUHAN PENDAMPING SERTIFIKASI KOMPETENSI PENDAM PING UKM PELATIHAN CBT PENEMPATAN P A S C A STANDAR KOMPETENSI  DEPNAKERTRANS  KADIN 8. POLA LATIHAN, SERTIFIKASI DAN PENEMPATAN / PSP (3 in 1) PENYEDIAAN TKI KOMPETEN UNTUK PENDAMPING UKM REGULASI TK & UKM DAYA SAING UKM PENURUNAN PENGANGGURAN TAS KIN PEMBINAAN LANJUTAN DITJEN BINALATTAS BNSP DITJEN BINAPENDAGRI PROGRAM FASILITASI LINGKUNGAN STRATEGI TENAGA KERJA KARYAWAN KONSULTAN WIRAUSAHA  DEPNIS

32 PENCAKER KEBUTUHAN TENAGA KERJA SERTIFIKASI KOMPETENSI HUBUNGAN KERJA DI INDUSTRI PELATIHAN CBT PENEMPATAN STANDAR KOMPETENSI 9. POLA LATIHAN, SERTIFIKASI DAN PENEMPATAN / PSP (3 in 1) PENYEDIAAN TKI KOMPETEN UNTUK PENEMPAATAN DALAM NEGERI REGULASI PENEMPATAN DN DAYA SAING PENURUNAN PENGANGGURAN TAS KIN DITJEN BINALATTAS BNSP DITJEN BINAPENDAGRI PROGRAM FASILITASI LINGKUNGAN STRATEGI TENAGA KERJA KARYAWAN  DEPNAKERTRANS  KADIN  DEPNIS PEMBINAAN LANJUTAN

33 PENCAKER KEBUTUHAN TKI LN SERTIFIKASI KOMPETENSI NEGAR A TUJUAN PENEM PATAN PELATIHAN CBT, BHS, BUDAYA PERATURAN PENEMPATAN P A S C A HUBUNGAN KERJA WIRAUSAHA STANDAR KOMPETENSI DEPNAKERTRANS * DEPNIS  KADIN 10.POLA LATIHAN, SERTIFIKASI DAN PENEMPATAN / PSP (3 in 1) PENYEDIAAN TKI KOMPETEN UNTUK PENEMPATAN LUAR NEGERI REGULASI TKI LN DAYA SAING PENURUNAN PENGANGGURAN TAS KIN DITJEN BINALATTAS BNSP DITJEN PPTKLN PROGRAM FASILITASI LINGKUNGAN STRATEGI TKI DAN PENEMPATAN LN PEMBINAAN LANJUTAN

34 34 VI. REKOMENDASI KEBIJAKAN NASIONAL 1.Membangun paradigma baru Sistem Pendidikan Nasional dari “Output Oriented” menjadi “Job Oriented”; 2.Membangun Link and Match antara Sistem Pendidikan Nasional, Sistem Ketenagakerjaan Nasional dan Sistem Manajemen SDM di Dunia kerja; 3.Pemenuhan jaminan kualitas Sistem Pendidikan Nasional (Minimum Quality Assurance for Education), meliputi: a.Kualitas sarana dan prasarana pendidikan; b.Kesejahteraan guru (pendapatan, kesehatan, perumahan); c.Kurikulum; d.Perpustakaan dan Laboratorium; e.Manajemen Pendidikan. 4.Peningkatan kualitas SDM yang berbasis Kompetensi dan daya saing; 5.Fungsionalisasi dan Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia; 6.Membangun budaya kerja produktif, inovatif dan kreatif.

35 35 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I Terimakasih Multi media prepared by ROCAN DEPNAKERTRANS, 2006


Download ppt "TENTANG PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI SDM DISAMPAIKAN PADA RAPAT KOORDINASI NASIONAL TENTANG PEMANFAATAN BIO ENERGI DAN REVITALISASI PENDIDIKAN DAN PENANGANAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google