Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DINAMIKA(2) 16 SEPTEMBER 2009 Zainuddin Djafar.  FOREIGN POLICY CAPACITY IN THE MIDDLE EAST, ROBERT J. PRANGER DALAM THE MIDDLE EAST IN GLOBAL PERSPECTIVE.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DINAMIKA(2) 16 SEPTEMBER 2009 Zainuddin Djafar.  FOREIGN POLICY CAPACITY IN THE MIDDLE EAST, ROBERT J. PRANGER DALAM THE MIDDLE EAST IN GLOBAL PERSPECTIVE."— Transcript presentasi:

1 DINAMIKA(2) 16 SEPTEMBER 2009 Zainuddin Djafar

2  FOREIGN POLICY CAPACITY IN THE MIDDLE EAST, ROBERT J. PRANGER DALAM THE MIDDLE EAST IN GLOBAL PERSPECTIVE (ED. JUDITH KIPPER & HAROLD H. SAUNDERS, WESTVIEW PRESS, USA, 1991.

3  FOREIGN POLICY AS BRIDGES BETWEEN DOMESTIC CONSTITUENCIES AND THE REQUIREMENTS WITHIN A REGIONAL OR GLOBAL SYSTEM OF INTERACTION AMONG NATIONS.

4  SUCCESSFUL POLICY ALSO INVOLVES AN ABILITY TO FORGE DOMESTIC CONCENSUS ABOUT ENDS AND MEANS IN CONDITION THAT GROW STEADILY MORE COMPLEX FOR EVERY NATION AND TO TAKE ADVANTAGE OF DIVERSITY OF INTERESTS AND ACTORS IN OTHER COUNTRIES AS WELL AS IN ONE’S OWN.

5  FOR THE ARABS, THIS DOMESTICATION OF FOREIGN POLICY TOWARD ISRAEL INEVITABLY TAKES THE FORM OF PROTECTING THE SECURITY OF COMPREHENSIVE ARAB CULTURE— TRANSNATIONAL AND NATIONAL, SECULAR AND SPIRITUAL – FROM ISRAEL’S ZIONIST AND JEWISH POLITICAL CULTURE, WHICH IS SEEN AS AN EXTREME EXTENSION OF THE OLD EASTERN QUESTION IN THE MIDDLE EAST.

6  TO ENCOURAGE PEACEMAKING MUST USE NOT ONLY THE USUAL METHODS OF DIPLOMACY BUT ALSO APPROACHES THAT BRING ONE CULTURE TOGETHER WITH ANOTHER

7  INTERNATIONAL PENETRATION OF THE MIDDLE EAST CAN BE DOCUMENTED IN THE EXTREME CENTRALITY AND SENSITIVITY OF FOREIGN POLICY IN THE REALM OF DOMESTIC AUTHORITY IN THE STATES.  TO ISRAELI LEADERS NEGOTIATION WITH THE PLO BECOME A LITMUS TEST OF WHO IS AND WHO IS NOT LOYAL TO THE FUNDAMENTAL PRECEPTS OF ISRAEL EXISTENCE.

8  FOREIGN POLICY CAPACITY MAY BE DEFINED AS DYNAMIC POLICY ADAPTATION BY NATION – STATES; AN ADAPTATION THAT INVOLVES THE DOMESTIC SYSTEMS OF THESE COUNTRIES AS WELL AS EXTERNAL FACTORS.

9  THE EXTERNAL FACTORS (THE US OR RUSSIAN) HAD GREAT IMPACT ON DOMESTIC CAPACITY  AND POSSIBLE CHANGING THEIR POLICIES.  THE POLICIES OF MAJOR ACTORS MAY BE USED TO ENHANCE THE FOREIGN POLICY CAPACITIES OF BOTH NATION STATES AND COMMUNITIES IN THE MIDDLE EAST.

10 KONTEKS TATANAN DUNIA DUNIA NON POLAR KINI KEKUATANNYA TIDAK HANYA TERBAGI DI ANTARA BEBERAPA NEGARA BESAR, TAPI TERBAGI HAMPIR DI SEMUA AKTOR. BUKAN HANYA AKTOR NEGARA, TAPI JUGA NON-NEGARA, HINGGA SULIT UNTUK MENENTUKAN SIAPA YG MENJADI KEKUATAN HEGEMON.

11 2.AS MASIH MEMPUNYAI KEKUATAN UNTUK TAHUN MENDATANG, TAPI PADA SAAT YANG SAMA NEGARA LAIN PUN AKAN TERUS BERJUANG MENJADI SAMA KUAT DENGAN AS. 3.SEKARANG ADA DORONGAN MENUJU PERLUASAN PEMAIN GLOBAL, KARENA BERBAGAI PERSOALAN TIDAK DAPAT DISELESAIKAN HANYA OLEH G 8. KARENA ITU G 20 AKAN MAKIN PENTING, PERGESERAN DARI G 8 KE G 20 AKAN MENJADI TREN PADA MASA DATANG. NAMUN STRUKTUR KEAMANAN MASIH P 5, TETAP SAMA SAJA DI DK PBB. JADI RESISTENSI DARI TATANAN LAMA MASIH ADA.

12 4.DISEKITAR RI TERJADI PERGESERAN YANG CUKUP DRAMATIS. DARI SELAMA INI BERBICARA PADA LINGKUP ASIA TIMUR BERGESER KE ASIA PASIFIK. HAL INI DITANDAI DENGAN KEBANGKITAN CHINA, DATANGNYA INDIA, BERGABUNGNYA KEMBALI AS DENGAN OBAMA  PEMERINTAHANNYA MENJADIKAN ASIA SEBAGAI PRIORITAS POLUGRI AS, DAN REVITALISASI JEPANG DI BIDANG KEAMANAN.  KENDATIPUN ADA KONFLIK DAN KETEGANGAN PADA SAAT YG SAMA MEREKA JUGA BUTUH KERJASAMA.

13 5.JEPANG, CHINA, INDIA, AS MELAKUKAN POLA HUBUNGAN YG BERSIFAT HEDGING  BAGAIMANA SEBUAH HUBUNGAN DIKELOLA MESKIPUN BERUSAHA MENGEKSPLOITASI ASPEK-ASPEK POSITIF, DAN PADA SAAT YANG SAMA MENGANTISIPASI EFEK-EFEK NEGATIFNYA. MAKA HUBUNGAN YG KOMPETITIF DAN KOOPERATIF PADA SAAT YANG SAMA AKAN MELAHIRKAN KEMACETAN DALAM HUBUNGAN 4 NEGARA TSB

14 6. ASEAN DITINGGALKAN  ASEAN PASCA GAGALNYA PERTEMUAN PATTAYA APRIL 2009  TERJADI PENYELARASAN (REALIGNMENT). KINI 4 NEGARA BESAR TSB AKAN BERTANYA; MENGAPA HARUS PERGI KE ASEAN, YG MERUPAKAN NEGARA LEMAH, DAN MENYELENGGARAKAN PERTEMUAN PUNCAK SAJA TIDAK SANGGUP? TAPI KAN ITU DI THAILAND, KELEMAHANNYA BUKAN FUNDAMENTAL  TAPI LEBIH BERSIFAT KOORDINASI YANG LAMBAT  DAN LEADERSHIP YANG LEMAH  TIDAK BERANI AMBIL RESIKO.

15 7.KALAU SUDAH TERJADI PEMBAGIAN KEKUASAAN YANG TEGAS DI ANTARA 4 NEGARA BESAR TSB, MAKA LUPAKANLAH POLUGRI YG BEBAS DAN AKTIF. 8.LUPAKAN JUGA ASEAN, KARENA ASEAN AKAN PECAH  SEBAGIAN MENGGELAYUT KE CHINA, SEBAGIAN MEMILIH JEPANG, SEBAGIAN BINGUNG KAYAK KITA (RIZAL SUKMAQ, 14 JUNI 09

16 9.TIDAK PERLU LAGI KITA MENGISTIMEWAKAN ASEAN, SEOLAH TANPA ASEAN MAKA BUBARLAH POLUGRI KITA, ATAU ASEAN DENGAN ISTILAH SAKA GURU. 10.TINGGALKAN KONSEP LAMA ITU, DAN PERLAKUKAN ASEAN SEBAGAI SALAH SATU FORUM SAJA YG KEPENTINGANNYA LEBIH MERUPAKAN HUBUNGAN BERTETANGGA BAIK. APAKAH INDONESIA PUNYA VISI YG JELAS DALAM POLUGRINYA??? INI BEDA DENGAN CHINA YG KONSISTEN MEMBANGUN DIRI!

17 TIMUR TENGAH PUDARNYA PENGARUH AS DAN ERA BARU DI TIMTENG SEJAK AWAL 2007 TIMTENG MENGALAMI PERUBAHAN POLITIK YG CUKUP SIGNIFIKAN. PERKEMBANGAN DI IRAK YANG TIDAK MENENTU, DAN RIBUAN (2400 LEBIH) SERDADU AS YANG MATI, SERTA AKTIVITAS TEROR YG TIDAK KUNJUNG USAI, DAN TERBENTUKNYA PEMERINTAHAN IRAK PRO AS YG DINILAI TIDAK BERWIBAWA, DLL.

18  KESUKSESAN AS DALAM MEMBEBASKAN KUWAIT DALAM PERANG TELUK I DARI INTERVENSI IRAK (SADDAM HUSSEIN), SERTA PERAN AS DALAM PROSES PENYELESAIAN DAMAI ARAB-ISRAEL MENJADI DOMINASI DAN TERLIBATNYA AS SECARA AKTIF DALAM 2-3 TAHUN TERAKHIR MAUPUN SEJAK INTERVENSI AS KE IRAK (AKHIR MARET 2003). SUKSESNYA AS TERSEBUT KINI MAKIN MEMUDAR  KARENA; (A). AS BUKAN LAGI SATU- SATUNYA SUPERPOWER DALAM SEGALA BIDANG.

19  (B). AS POWERNYA JUGA SECARA BERSAMA HARUS BERSAING DENGAN KEKUATAN NEGARA LAIN TERUTAMA DI ASIA (CHINA, INDIA, DAN JEPANG).  (C). KONSEKUENSINYA, DUNIA TIDAK LAGI MUDAH DISATU TANGAN DAN PENGARUH AS. AKIBATNYA, SEANDAINYA TERJADI KEMBALI KONFLIK YG DEMIKIAN HEBAT/DAHSYAT DI TIMTENG, MAKA

20 DUKUNGAN AS DARI KEKUATAN 3 NEGARA TSB SECARA EKONOMI TENTUNYA MEMERLUKAN JUSTIFIKASI DAN DUKUNGAN YANG BENAR-BENAR SOLID.  (D). MUNCULNYA OBAMA SEBAGAI PRESIDEN AS YG BARU INI MAKIN MEMBUAT AS LEBIH HATI-HATI DAN TERUKUR DALAM MELAKUKAN RESPON TERHADAP DUNIA ISLAM, MAUPUN SITUASI DI TIMUR TENGAH. ARTINYA, PERAN AS YG AGRESIF, DOUBLE STANDARD, ARROGANT, DAN SEWENANG- WENANG SECARA MILITER DAN POLITIK TIDAK MUDAH UNTUK DILAKUKAN BEGITU SAJA

21 PERANG IRAK KINI DIANGGASEBAGAI INDIKATOR BAHWA AS TELAH KEHILANGAN LEGITIMASINYA, DAN HAL INI DISEBUTSEBAGAI IRONI SEJARAH PERANG IRAK YANG DILAKUKAN BUSH JUNIOR (MARET 2003) DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI PERANG YG MENGAKHIRI DOMINASI AS DI TIMTENG

22 KONTEKS KETERGANTUNGAN PADA ENERJI INI MAKIN PENTING, 5 NEGARA PENGHASIL MINYAK UTAMA (ARAB SAUDI, IRAN, RUSIA, IRAK, DAN VENEZUELA). MEROKETNYA HARGA MINYAK MEMBUAT NEGARA-NEGARA TSB PUNYA DAYA TAWAR POLITIK TINGGI. AS YG IMPOR 60% DARI TOTAL KONSUMSINYA MAKIN SULIT DAN TAK MULUS HUBUNGANNYA DENGAN WASHINGTON, TEHERAN, CARACAS, MAUPUN MOSKWA

23  DALAM HAL MINYAK TSB, EROPA CUKUP BERHATI-HATI DALAM HAL SANKSI ATAS PROGRAM NUKLIR IRAN. EROPA BERSIKAP MENDUA TERHADAP RUSIA, KERJASAMA ENERJI YG DILIPUTI KETIDAKSUKAAN EROPA ATAS TEKANAN RUSIA TERHADAP MANTAN NEGARA-NEGARA UNI SOVIET. PUDARNYA AS DI AMERIKA LATIN JUGA DITANDAI DENGAN PILIHAN PRESIDEN DI WILAYAH ITU YG CENDERUNG KIRI.

24 KARENA ITU BAGI AS KEMUNCULAN MAHMOUD AHMAD DINEJAD, ISMAIL HANIYA DIANGGAP SEBAGAI TANTANGAN DARIPADA KESUKSESAN DEMOKRASI IRAN TANTANGAN BARU DI TIMTENG

25  SEJAK 2006 PRESIDEN IRAN MAHMOUD AHMADINEJAD MERUPAKAN PEMIMPIN DUNIA YANG BERANI MENYATAKAN TIDAK PADA AS.  PENENTANGAN IRAN SEJAK 2005 SOAL PROGRAM NUKLIR IRAN YG DICURIGAI DAN DIPERKIRAKAN PADA 2010 IRAN MAMPU MENCIPTAKAN WMD  SENJATA PEMUSNAH MASAL.


Download ppt "DINAMIKA(2) 16 SEPTEMBER 2009 Zainuddin Djafar.  FOREIGN POLICY CAPACITY IN THE MIDDLE EAST, ROBERT J. PRANGER DALAM THE MIDDLE EAST IN GLOBAL PERSPECTIVE."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google