Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kelompok 1B: Desi Kartika sari Nurhatika R. Bobby wibisono Sella annisa Septian hadi putra Ummi mukaromah Yolanda yuriati.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kelompok 1B: Desi Kartika sari Nurhatika R. Bobby wibisono Sella annisa Septian hadi putra Ummi mukaromah Yolanda yuriati."— Transcript presentasi:

1 Kelompok 1B: Desi Kartika sari Nurhatika R. Bobby wibisono Sella annisa Septian hadi putra Ummi mukaromah Yolanda yuriati

2  Memiliki efek natriuresis sedang dan merupakan diuretik yang paling banyak digunakan dalam pengobatan hipertensi.

3 Hidrochlortiazid (HCT) Bendroflumetiazid Chlortalidon Metolazon Indapamid Xipamid

4 Merupakan pilihan pertama untuk terapi hipertensi. Tiazid dapat digunakan dalam bentuk tunggal atau kombinasi dengan antihipertensi lain. Kombinasi dengan ACEI atau β-blocker merupakan kombinasi yang umum digunakan.

5 Jangka pendek : diuretik tiazid ↓ volume darah yang berdampak pada ↓ cardiac output. Jangka panjang : diuretik tiazid juga ↓ tahanan perifer, yang tampaknya berperan dalam efek antihipertensi jangka panjang dari obat ini.

6 Efek samping Dapat terjadi hipokalemia Berbahaya pada pasien PJK Sering dikombinasi dengan potasium sparing diuretik atau suplemen potasium untuk mengatasi efek hipokalemia.

7 DIURETIK OSMOTIK Istilah diuretik Osmotik biasanya dipakai untuk zat bukan elektrolit yang mudah dan cepat diskskresi oleh ginjal. Sifat diuretik osmotik: 1. difiltrasi secara bebas oleh glomerulus 2. Tidak atau hanya sedikit direbasorbsi sel tubulus ginjal. 3. umumnya resisten terhadap perubahan-perubahan metabolic

8 Manitol Jenis diuretik yang paling sering digunakan Manitol adalah suatu Hiperosmotik Agen yang digunakan dengan segera untuk meningkatkan Volume plasma aliran darah Dapat menurunkan tekanan intra kranial Selain itu Manitol merupakan obat pilihan untuk mengurangi tekanan intraokuler. Manitol sering juga digunakan pada kegagalan ginjal akut Oligurie, syok, keracunan obat dan trauma.

9 Indikasi Terapi penatalaksanaan untuk menurunkan peningkatan Tekanan intra cranial dimulai bila mana tekanan Intra cranial mmHg Managemen Penatalaksanaan Peningkatan tekanan Intra cranial salah satunya adalah pemberian obat DIuretik Osmotik (Manitol), khususnya pada keadaan patologis Oedema Otak. Tidak direkomendasikan untuk penatalaksanaan Tumor Otak. Seperti yang telah dijelaskan diatas, Diuretik Osmotik (Manitol) menurunkan cairan total tubuh lebih dari kation total tubuh sehingga menurunkan volume cairan intraseluler.

10 dosis Cerebral edema:1,5-2 g/kg BB IV 30-60menit Tekanan intra okular:1,5- 2g/kg IV 30-60menit Anuria/oliguria:200mg/kg IV 3-5menit

11 Efek samping Angina seperti nyeri dada CHF Hipotensi Pusing,headache. Mual-muntah Penglihatan kabur Retensi urin

12 UREA  kristal putih, agak pahit, mudah larut dalam air  IV sebagai larutan 30% dalam dekstrose 5% (isoosmotik) karena urea murni dapat menimbulkan hemolisis  sebagai diuretik potensinya lebih rendah daripada manitol karena 50% direabsorpsi oleh tubuli ginjal  pada bedah saraf diberikan IV dosis 1-1,5 g/kgBB  bersifat iritatif dan dapat menimbulkan trombosis dan nyeri bila terjadi ekstravasasi

13 GLISERIN diberikan p.o. sebelum tindakan oftalmologi efek maksimal terjadi 1 jam setelah pemberian dan menghilang setelah 5 jam metabolisme cepat  efek diuresis < dosis 1-1,5 g/kgBB dalam larutan 50% atau 75% dapat menyebabkan hiperglikemia dan glukosuria

14 ISOSORBID diberikan p.o. sebelum tindakan oftalmologi efek diuresis lebih kuat daripada gliserin dosis 1-3 g/kgBB 2-4x sehari efek hiperglikemia (-)

15 Penghambat karbonik anhidrase

16 Farmakokinetik Absorpsi baik di GIT Cmax dicapai dalam 2 jam Distribusi ditentukan oleh keberadaan enzim Ikatan kuat dgn enzim  terakumulasi di daerah yang tinggi kadar enzimnya Metabolisme (-) Ekskresi sempurna dalam 24 jam melalui sekresi aktif (tubuli) dan reabsorpsi pasif dalam bentuk utuh

17 Indikasi Glaukom Paralisis periodik Acute mountain sickness Alkalinisasi urin Jarang sebagai diuretik

18 Efek samping Parestesi Somnolen Predisposisi batu ginjal karena ekskresi sitrat menurun Reaksi alergi: demam, ruam kulit Disorientasi mental pada sirosis hepatis, karena amoniak meningkat

19 Sediaan Asetazolamid tablet 125, 250 mg Diklorofenamid tablet 50 mg, dosis 200 mg/hari Metazolamid tablet 25, 50 mg, dosis mg/hari

20 DIURETIK KUAT (LOOP DIURETIC) JENIS Furosemid- Bumetanid Torsemid - Asam etakrinat farmakodinamik Menghambat reabsopsi elektrolit Na,K dan Cl Meningkatkan ekskresi K+,Ca++, Mg++, Na+ dalam urin Menurunkan ekskresi kadar asam urat  efek kronis Farmakokinetik Absorpsi GIT baik Bioavailabilitas 65% (furosemid) Terikat ekstensif pada protein plasma  tidak difiltrasi Ekskresi melalui ginjal dalam bentuk utuh asam etakrinat (66%), bumetanid (50%)

21

22 Diuretik kuat (Loop Diuretic) Gangguan cairan dan elektrolit Otoksisitas Hipotensi Efek metabolik Reaksi alergi Efek samping Meningkatkan nefrotoksisitas sefalosporin Furosemid dihambat oleh NSAID (indometasin) Aritmia  glikosida digitalis Diuresis besar  diuretik thiazid Interaksi

23 Diuretik kuat (Loop Diuretic)

24

25 DIURETIK HEMAT KALIUM


Download ppt "Kelompok 1B: Desi Kartika sari Nurhatika R. Bobby wibisono Sella annisa Septian hadi putra Ummi mukaromah Yolanda yuriati."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google