Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Meningkatkan produktivitas usaha melalui motivasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Meningkatkan produktivitas usaha melalui motivasi."— Transcript presentasi:

1 Meningkatkan produktivitas usaha melalui motivasi

2 Pengertian Produktivitas Productivity means quality of output as well as quality. Productivity refers to the output per man hour in anyone, company or organization. Productivity refern to the ratio of output to input by industry of section of the economy* Ray A. Killian Pandangan Tradisional

3 Productivity is a summary measure of the quantity and quality of work performance with resource utilization considered* Schernerhorn

4 Beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas PRODUCTIVITY Motivation Unions Government regulation Managerial processes Managerial leadership Inovation, technology, And capital investment

5 Pengertian Motivasi Kemauan untuk berbuat sesuatu Kemauan untuk berbuat sesuatu Motivasi seseorang tergantung pada kekuatan motifnya. Motivasi seseorang tergantung pada kekuatan motifnya.

6 Teori Motivasi Hirarki Kebutuhan Maslow Fisiologis Keamanan Afiliasi Penghargaan Perwujudan diri Bila satu tingkat kebutuhan sudah terpenuhi, maka akan muncul tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.

7 Teori motivasi Hawthorne Untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan diperlukan adanya faktor human relation Untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan diperlukan adanya faktor human relation Jika karyawan mendapat perhatian khusus secara pribadi terhadap dirinya dan juga kelompoknya, maka produktivitasnya akan meningkat. Jika karyawan mendapat perhatian khusus secara pribadi terhadap dirinya dan juga kelompoknya, maka produktivitasnya akan meningkat.

8 Teori X dan Y (Douglas Mc. Gregor) Teori X Mengasumsikan bahwa kebanyakan orang lebih suka dipimpin tidak punya tanggung jawab dan ingin selamat saja. Ia dimotivasi oleh uang, keuntungan dan ancaman hukuman. Mengasumsikan bahwa kebanyakan orang lebih suka dipimpin tidak punya tanggung jawab dan ingin selamat saja. Ia dimotivasi oleh uang, keuntungan dan ancaman hukuman. Menganut sistem pengawasan dan disiplin yang ketat terhadap para pekerja. Menganut sistem pengawasan dan disiplin yang ketat terhadap para pekerja.

9 Teori Y Mengasumsikan bahwa orang malas bukan karena bakat atau pembawaan sejak lahir. Semua punya kreatifitas yang harus dibangkitkan atau dirangsang oleh pimpinan. Mengasumsikan bahwa orang malas bukan karena bakat atau pembawaan sejak lahir. Semua punya kreatifitas yang harus dibangkitkan atau dirangsang oleh pimpinan.

10 Teori Pola A & Pola B (Chris Argyris) Teori pola A Teori pola A Beranggapan bahwa setiap orang atau individu tidak punya perasaan, tidak terbuka, suka menolak eksperimen dan tidak mau menolong orang lain Teori pola B Teori pola B Beranggapan bahwa setiap orang memiliki perasaan, ada tenggang rasa, bersifat terbuka, mau melakukan eksperimen dan mau menolong orang lain.

11 Argyris menyatakan walaupun pola A sama dengan teori X, dan pola B sama dengan teori Y. Namun tidak selalu demikian. Dalam keadaan tertentu pola A bisa berhubungan dengan teori Y, pola B bisa berhubungan dengan teori X, dengan cara demikian dapat timbul manajer-2 yang memiliki kombinasi XA, XB atau YA dan YB. Argyris menyatakan walaupun pola A sama dengan teori X, dan pola B sama dengan teori Y. Namun tidak selalu demikian. Dalam keadaan tertentu pola A bisa berhubungan dengan teori Y, pola B bisa berhubungan dengan teori X, dengan cara demikian dapat timbul manajer-2 yang memiliki kombinasi XA, XB atau YA dan YB. Tenaga kerja harus dipelihara sebaik-baiknya, harus saling menguntungkan kedua belah pihak, Baik perusahaan maupun tenaga kerja itu sendiri

12 Teori Hygiene (Frederick Herzberg) Ada 2 kategori berlainan yg mempengaruhi perilaku: Bila orang merasa tidak puas dgn pekerjaan- nya, maka mereka akan memperhatikan lingkungan sekitar tempat bekerjanya  faktor hygiene Bila orang merasa tidak puas dgn pekerjaan- nya, maka mereka akan memperhatikan lingkungan sekitar tempat bekerjanya  faktor hygiene Bila orang merasa senang dengan pekerjaannya, maka ia akan memperhatikan pekerjaannya  motivator. Bila orang merasa senang dengan pekerjaannya, maka ia akan memperhatikan pekerjaannya  motivator.

13 Teori Ekspektasi (Vroom) Motif seseorang untuk melakukan sesuatu pekerjaan adalah fungsi nilai dan kegunaan dari setiap hasil yang mungkin dapat dicapai/ekspektasi dengan persepsi kegunaan suatu perbuatan dalam usaha tercapainya hasil tersebut. Motif seseorang untuk melakukan sesuatu pekerjaan adalah fungsi nilai dan kegunaan dari setiap hasil yang mungkin dapat dicapai/ekspektasi dengan persepsi kegunaan suatu perbuatan dalam usaha tercapainya hasil tersebut. M= E (H.N) M = Motivasi E = Ekspektasi H = Hasil N = Nilai

14 Teori motivasi model Porter & Lawler Nilai dari imbalan Kemampuan Melaksanakan Suatu tugas Persepsi Imbalan yang Sepadan/adil Upaya Keberhasilan penampilan Imbalan instrinsik Imbalan ekstrinsik Kepuasan Persepsi Upaya Probabilitas imbalan Persepsi Dari tugas Yang diberikan

15 Teori Prestasi (Mc Clelland) Menjelaskan tingkah laku yang berorientasi kepada prestasi (achievement-oriented behaviour) yang didefinisikan sebagai tingkah laku yang diarahkan terhadap tercapainya standard of excellent Menjelaskan tingkah laku yang berorientasi kepada prestasi (achievement-oriented behaviour) yang didefinisikan sebagai tingkah laku yang diarahkan terhadap tercapainya standard of excellent “Seseorang yang mempunyai need for achievement yang tinggi selalu mempunyai pola pikir tertentu ketika ia merencanakan untuk melaksanakan sesuatu, selalu mempertimbangkan apakah pekerjaan yang dilakukan itu cukup menantang atau tidak”

16 Teori Z (William G. Ouchi) Produktivitas dan kepercayaan saling bergandengan.

17 Karakteristik organisasi tipe Z: Mengharapkan pekerja akan bekerja seumur hidup di perusahaan tsb Mengharapkan pekerja akan bekerja seumur hidup di perusahaan tsb Bekerja dengan penuh rasa intim. Bekerja dengan penuh rasa intim. Tipe Z penuh dengan sistem informasi serba modern dan memiliki sistem pembukuan mutakhir, tetapi sistem pengawasan yang tegas secara eksplisit tidak ada Tipe Z penuh dengan sistem informasi serba modern dan memiliki sistem pembukuan mutakhir, tetapi sistem pengawasan yang tegas secara eksplisit tidak ada Keputusan diambil secara kolektif Keputusan diambil secara kolektif Perusahaan tipe Z tidak terlalu menekankan terhadap pentingnya laba Perusahaan tipe Z tidak terlalu menekankan terhadap pentingnya laba Sifat egalitarian adalah prinsip yang dianut oleh tipe Z. Sifat egalitarian adalah prinsip yang dianut oleh tipe Z.


Download ppt "Meningkatkan produktivitas usaha melalui motivasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google