Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS PERANCANGAN PRODUK KANDANG HAMSTER KACA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Oleh : Nophersanti Noor Ethica / 30405523 Pembimbing : Dr. Ir.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS PERANCANGAN PRODUK KANDANG HAMSTER KACA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Oleh : Nophersanti Noor Ethica / 30405523 Pembimbing : Dr. Ir."— Transcript presentasi:

1 ANALISIS PERANCANGAN PRODUK KANDANG HAMSTER KACA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Oleh : Nophersanti Noor Ethica / Pembimbing : Dr. Ir. Hotniar Siringoringo, MSc Pendahuluan Metode Penelitian Hasil dan Pembahasan Kesimpulan Landasan Teori

2 LATAR BELAKANG Jenis produk kandang hamster yang banyak beredar di pasaran kebanyakan merupakan hasil produksi luar negeri. Kandang tersebut memiliki desain yang menarik tetapi harganya mahal. Kandang hamster dari bahan kaca banyak diminati konsumen, oleh karena itu perlu dirancang kandang hamster tersebut dengan tambahan desain yang menarik serta harga yang terjangkau. PERUMUSAN MASALAH Karakteristik apa yang diinginkan konsumen dari produk kandang hamster dan bagaimana menerjemahkannya ke dalam karakteristik teknis. TUJUAN PENELITIAN Mengidentifikasi suara konsumen tentang karakteristik produk yang diinginkan atau yang dibutuhkan untuk evaluasi konsep produk kandang hamster kaca dan menerjemahkan karakteristik produk tersebut ke karakteristik teknis kembali

3 Quality Function Deployment Menurut Hurst (2006), QFD adalah suatu proses dimana kebutuhan, keinginan dan nilai-nilai konsumen diterjemahkan ke dalam ketentuan- ketentuan teknis yang sesuai untuk setiap tahap proyek. Matriks tahap perencanaan dan pengembangan produk menurut Cohen (1995) terdapat empat fase. 1.Matriks perencanaan produk (rumah kualitas), menjelaskan tentang karakteristik konsumen, karakteristik teknik, hubungan antara karakteristik konsumen dengan karakteristik teknik, evaluasi perbandingan pelanggan, penilaian teknik kompetitif, dan target. 2.Matriks perencanaan bagian, merupakan faktor-faktor teknis yang kritikal terhadap pengembangan produk. 3.Matriks perencanaan proses, yaitu matriks proses pembuatan pengembangan suatu produk. 4.Matriks perencanaan produksi, memaparkan tindakan yang perlu diambil didalam perbaikan kualitas produk.

4 Rumah Kualitas menurut Cohen (1995) 1.Bagian A merupakan suara konsumen. 2.Bagian B merupakan matriks perencanaan produk berdasarkan hasil riset pasar dan perencanaan strategi. 3.Bagian C merupakan realisasi dari usaha pemenuhan keinginan konsumen. 4.Bagian D merupakan matriks yang menentukan hubungan antara suara konsumen dengan karakteristik teknis, kemudian menerjemahkannya ke dalam nilai yang menyatakan kekuatan hubungan tersebut. 5.Bagian E merupakan matriks hubungan ketergantungan antara karakteristik teknis. 6.Bagian F Meupakan matriks yang berisi informasi mengenai prioritas respon teknis, perbandingan kinerja teknis, dan target teknis.

5 Validasi Uji validitas digunakan untuk dapat menunjukkan sejauh mana tingkat ketepatan penggunaan alat ukur terhadap gejala yang ingin diukur (Simamora, 2004).  Jika r-hitung > r-tabel atau nilai sig r < 0,05 maka variabel dikatakan valid  Jika r-hitung 0,05 maka variabel dikatakan tidak valid  Apabila terdapat variabel yang tidak valid, maka variabel tersebut dikeluarkan dari data, dan variabel yang valid dapat dimasukkan ke pengolahan data selanjutnya. Reliabilitas Reliabilitas menurut Simamora (2004) adalah tingkat kehandalan alat ukur. Kuesioner yang reliabel adalah kuesioner yang apabila diuji cobakan secara berulang-ulang kepada kelompok yang sama, akan menghasilkan data yang sama.  Jika α cronbach perhitungan > r-tabel, maka data variabel dikatakan reliabel  Jika α cronbach perhitungan < r-tabel maka data variabel dikatakan tidak reliabel kembali

6 PROSEDUR PENELITIAN  Teknik penyebaran kuesioner Ada dua jenis yaitu kuesioner karakteristik harapan pelanggan dan kuesioner karakteristik teknis. Kuesioner karakteristik harapan pelanggan terdiri dari kuesioner pendahuluan dan kuesioner penelitian keinginan konsumen.  Jenis variabel penelitian yang digunakan berdasarkan cara pengukuran adalah variabel pengukuran kategori yang menggunakan skala ordinal (ada tingkatan).  Waktu penyebaran kuesioner dilaksanakan pada bulan Agustus 2009 dan September  Kuesioner disebarkan kepada masyarakat yang memelihara hamster atau yang memiliki produk kandang hamster.  Teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling atau sampel tidak acak.  Kuesioner pendahuluan disebarkan kepada 30 responden.  Kuesioner penelitian keinginan konsumen disebarkan kepada 70 responden.  Kuesioner karakteristik teknis disebarkan kepada 4 responden.

7 PENGOLAHAN DATA HASIL PENELITIAN Sebelum menyebarkan kuesioner penelitian keinginan konsumen, dihitung jumlah responden yang akan di gunakan. Jumlah tersebut dihitung dengan menggunakan rumus uji kecukupan data : Bobot tingkat prioritas keinginan pelanggan diolah dengan menggunakan rumus proporsi : Proporsi = Proporsi = Uji validitas dan uji reliabilitas data di hitung dengan manggunakan perangkat lunak SPSS Data penelitian diolah dengan menggunakan teknik rumah kualitas. Dimulai dari pembuatan kolom hubungan keinginan konsumen dengan karakteristik teknis, pembuatan matriks korelasi, penentuan tingkat prioritas teknis, dan perhitungan tingkat kesulitan sampai dengan terbentuk rumah kualitas yang merupakan tahapan perencanaan produk. kembali

8 Kuesioner Pendahuluan Tabel Kuesioner Pendahuluan Bagian 1 Tabel Kuesioner Pendahuluan Bagian 2

9 Karakteristik Pelanggan/Konsumen Pengolahan datanya berupa uji kecukupan data, uji validitas dan uji reliabilitas, serta bobot tingkat prioritas/kepentingan pelanggan. Asumsi yang digunakan pada penelitian yaitu menggunakan tingkat kepercayaan 90% dan tingkat ketelitian 10%. Berdasarkan perhitungan rumus uji kecukupan data, didapat jumlah sampel minimal yang harus digunakan yaitu sebanyak 67, ≈ 68 sampel. Jadi, sampel yang digunakan sebanyak 70 sampel. Diketahui nilai r tabel dengan signifikasi 5% adalah 0,235. Pada uji validitas, nilai r hasil perhitungan/output SPSS dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. Hasil r perhitungan pada masing-masing variabel bernilai positif dan nilainya lebih besar dari r tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa data variabel tersebut valid. Sedangkan pada uji reliabilitas, didapat nilai alpha = 0,8595. Nilai alpha tersebut lebih besar dari r tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa data variabel tersebut reliabel. (Lampiran 4, L-9)

10 Tingkat bobot kepentingan diolah dengan menggunakan rumus proporsi. Data Karakteristik KonsumenBobot Bahan kandang dari kaca/akrilik4 Bahan yang digunakan kuat dan tidak mudah patah5 Jenis kandang berbentuk aquarium4 Bentuk kandang simpel, praktis, tertutup, dan tidak berat5 Kandang cukup luas agar hamster bebas bergerak3 Memiliki sirkulasi udara yang bagus5 Produk kandang tidak mudah rusak3 Kandang dapat dibersihkan dengan mudah4 Kandang higienis dan bebas dari kuman4 Kandang tidak mudah kotor4 Kandang tidak diberi celah untuk mengotori daerah di sekitar pinggiran kandang karena serbuk/pasirnya yang berantakan4 Perawatan kandang dilakukan dengan mudah4 Kandang aman dari jangkauan hewan lain5 Kandang aman dari jangkauan anak-anak4 Kandang aman dari kemungkinan hamster keluar dan kabur dari kandang4 Harga kandang terjangkau4 Produk kandang yang dijual mudah didapatkan3 Memiliki desain yang cukup menarik4 Kandang transparan, agar hamster dapat dinikmati dengan dilihat dari luar kandang5 Dapat dijadikan pajangan rumah yang sehat dan bersih4

11 Karakteristik Teknis Data karakteristik teknis merupakan data yang diperoleh dari hasil wawancara dan penyebaran kuesioner kepada produsen kandang hamster kaca, tukang kaca dan para pemerhati produk kandang hamster, serta peternak hamster yang biasa menggunakan produk kandang hamster dari bahan kaca/akrilik.

12 Hubungan Keinginan Konsumen dengan Karakteristik Teknis

13 Matriks Korelasi (Hubungan Antara Karakteristik Teknis)

14 Matriks Teknis Matriks teknis mencakup tingkat prioritas absolut, tingkat prioritas relatif, dan tingkat kesulitan. Karakteristik TeknisTingkat Prioritas AbsolutUrutan Tingkat Prioritas Kualitas bahan baik1015 Jenis bahan yang digunakan baik817 Bentuk produk simpel dan praktis1532 Desain bentuk produk2761 Desain ukuran produk1523 Desain jenis bahan material yang digunakan1174 Desain tambahan pada produk578 Tenaga kerja cukup terlatih3912 Peralatan produksi canggih dengan teknologi modern2115 Proses produksi yang tepat519 Produk yang dihasilkan baik dari segi kesehatan916 Biaya produksi minimum3613 Gaji pekerja minimum3613 Biaya perawatan peralatan kerja minimum4810 Memiliki cabang distribusi yang cukup banyak2714 Garansi produk yang rusak4611 Jasa perbaikan produk baru secara gratis selama beberapa waktu4611 Total1378 Tabel Bobot Tingkat Prioritas

15 Tabel Bobot Tingkat Prioritas Relatif Karakteristik TeknisTingkat Prioritas Relatif (%) Kualitas bahan baik7,33 Jenis bahan yang digunakan baik5,88 Bentuk produk simpel dan praktis11,10 Desain bentuk produk20,03 Desain ukuran produk11,03 Desain jenis bahan material yang digunakan8,49 Desain tambahan pada produk4,14 Tenaga kerja cukup terlatih2,83 Peralatan produksi canggih dengan teknologi modern1,52 Proses produksi yang tepat3,70 Produk yang dihasilkan baik dari segi kesehatan6,60 Biaya produksi minimum2,61 Gaji pekerja minimum2,61 Biaya perawatan peralatan kerja minimum3,48 Memiliki cabang distribusi yang cukup banyak1,96 Garansi produk yang rusak3,34 Jasa perbaikan produk baru secara gratis selama beberapa waktu3,34

16 Tabel Tingkat Kesulitan Tingkat Kesulitan Penentuan tingkat kesulitan diolah untuk mengetahui tingkat kesulitan yang dialami produk kandang hamster dalam menghasilkan karakteristik teknis yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Tingkat kesulitan teknis ditentukan berdasarkan hasil analisis terhadap informasi dan masukan dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan produk. Karakteristik TeknisTingkat Kesulitan Kualitas bahan baik3 Jenis bahan yang digunakan baik3 Bentuk produk simpel dan praktis2 Desain bentuk produk3 Desain ukuran produk2 Desain jenis bahan material yang digunakan3 Desain tambahan pada produk3 Tenaga kerja cukup terlatih2 Peralatan produksi canggih dengan teknologi modern3 Proses produksi yang tepat2 Produk yang dihasilkan baik dari segi kesehatan2 Biaya produksi minimum3 Gaji pekerja minimum3 Biaya perawatan peralatan kerja minimum2 Memiliki cabang distribusi yang cukup banyak3 Garansi produk yang rusak2 Jasa perbaikan produk baru secara gratis selama beberapa waktu2

17 R U M A H K U A L I T A S kembali Lampiran 7, L-12

18 Kesimpulan K arakterisrik konsumen yang diidentifikasi, terdiri dari 20 variabel, yaitu bahan kandang dari kaca/akrilik, bahan yang digunakan kuat dan tidak mudah patah, jenis kandang berbentuk aquarium, bentuk kandang simpel, praktis, tertutup, dan tidak berat, kandang cukup luas agar hamster bebas bergerak, memiliki sirkulasi udara yang bagus, produk kandang tidak mudah rusak, kandang dapat dibersihkan dengan mudah, kandang higienis dan bebas dari kuman, kandang tidak mudah kotor, kandang tidak diberi celah untuk mengotori daerah di sekitar pinggiran kandang karena serbuk/pasirnya yang berantakan, perawatan kandang dilakukan dengan mudah, kandang aman dari jangkauan hewan lain, kandang aman dari jangkauan anak-anak, kandang aman dari kemungkinan hamster keluar dan kabur dari kandang, harga kandang terjangkau, produk kandang yang dijual mudah didapatkan, memiliki desain yang cukup menarik, kandang transparan agar hamster dapat dinikmati dengan dilihat dari luar kandang, dan dapat dijadikan pajangan rumah yang sehat dan bersih. Karakteristik konsumen tersebut diterjemahkan ke dalam karakteristik teknis. Karakteristik teknis yang diidentifikasi, terdiri dari 17 variabel, yaitu kualitas bahan baik, jenis bahan yang digunakan baik, bentuk produk simpel dan praktis, desain bentuk produk, desain ukuran produk, desain jenis bahan material yang digunakan, desain tambahan pada produk, tenaga kerja cukup terlatih, peralatan produksi canggih dengan teknologi modern, proses produksi yang tepat, dan produk yang dihasilkan baik dari segi kesehatan, biaya produksi minimum, gaji pekerja minimum, dan biaya perawatan peralatan kerja minimum, memiliki cabang distribusi yang cukup banyak, garansi produk yang rusak, dan jasa perbaikan produk baru secara gratis selama beberapa waktu.


Download ppt "ANALISIS PERANCANGAN PRODUK KANDANG HAMSTER KACA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Oleh : Nophersanti Noor Ethica / 30405523 Pembimbing : Dr. Ir."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google