Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Modelling Modelling : gambaran proses fisik, didesain untuk meningkatkan apresiasi dan pengertian tentang suatu proses. Arti spesifik modelling : gambaran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Modelling Modelling : gambaran proses fisik, didesain untuk meningkatkan apresiasi dan pengertian tentang suatu proses. Arti spesifik modelling : gambaran."— Transcript presentasi:

1 Modelling Modelling : gambaran proses fisik, didesain untuk meningkatkan apresiasi dan pengertian tentang suatu proses. Arti spesifik modelling : gambaran kejadian matematika kuantitatif yang dibuat untuk meramal atau memprediksi timbulnya suatu kejadian. Modelling digunakan dalam banyak displin ilmu, seperti teknologi, pertanian dan kedokteran. Di dalam epidemiologi, model dibuat untuk meramalkan pola kejadian penyakit dan mengetahui apa yang akan terjadi jika diterapkan beberapa tindakan kontrol alternatif yang strategis. Model yang akurat dapat sebagai penunjuk yang berguna untuk memilih tehnik kontrol penyakit yang paling efisien serta dapat menjelaskan pengertian dari siklus hidup agen infeksius.

2 Tipe-tipe Model Model densitas dan model prevalensi Agen infeksius terbagi dua grup berdasarkan dinamika generasinya yaitu mikroparasit dan makroparasit. Mikroparasit berkembangbiak di dalam induk semang, termasuk di dalamnya virus, bakteri dan protozoa. Makroparasit adalah helminth dan arthropoda. Model densitas digunakan pada infeksi makroparasit dimana jumlah agen infeksius dapat diperkirakan baik pada induk semang maupun pada lingkungannya. Perhitungan jumlah absolut mikroparasit sangat tidak praktis karena replikasinya yang sangat cepat sehingga tidak bisa dibuat model dengan menggunakan model densitas. Infeksi mikroparasit dipelajari dengan menggunakan model prevalensi yang berdasarkan ada tidaknya infeksi pada induk semang pada masa yang akan datang (cohort), sebagai contoh, muda dan dewasa, peka dan tidak peka.

3 Model deterministik dan model stochastik Model deterministik menggunakan nilai-nilai parameter tertentu. Misalnya diketahui dengan jelas jumlah awal hewan peka dan jumlah hewan sakit. Pendekatan model deterministik dirasakan kurang applicable, sebagai bagian dari proses epidemik (wabah) misalnya perlunya contact rate antara hewan peka dan hewan sakit. Sebagai cara alternatif, probabilitas suatu kejadian dapat dibuat model, contohnya, probabilitas hewan untuk dapat menginfeksi hewan lain. Model seperti ini disebut model stochastik, kata yang berasal dari bahasa Yunani, stochastikos, yang artinya, kemampuan untuk menduga atau menebak – skillful in aiming at, able to guess –

4 Model empiris Menggunakan indikator yang diperoleh dari analisis hubungan antara morbiditas dan variabel yang terkait. Variabel tersebut berhubungan dengan cuaca atau iklim. Model tidak harus bentuk matematis karena tidak menganalisis kedinamisan siklus hidup agen penyakit. Contoh : kasus Fascioliasis dan Nematodiriasis, keduanya disebabkan agen penyakit yang bersifat temperature dependent. Fascioliasis, dua faktor meteorologi penting untuk perkembangan parasit adalah adanya air bebas dan temperature di atas 10ºC, sehingga bisa dihitung monthly index (Mt) untuk memprediksi kejadian penyakit. Nematodiriasis, korelasi antara temperatur tanah, penetasan larva dan perkiraan puncak penetasan telur Nematodiria dapat diperoleh hubungan antara keparahan penyakit aktual secara nasional yang juga berdasarkan tahun kejadian.

5 Model Explanasi Contoh dari model ini adalah morbiditas cacing, penyebaran virus PMK melalui udara, dan kasus penyakit Ostertagiasis berdasarkan model matematika yang diformulasikan dari kedinamisan parasit dan populasi induk semang. Data yang dibutuhkan lebih banyak dan detail, sebagai contoh pada kasus Ostertagiasis diperlukan: Tingkat kontaminasi larva di padang penggembalaan dengan larva infektif Ostertagia ostertagi yang diramalkan dengan simulasi berdasarkan kejadian cohort dengan telur parasit yang didepositkan pada padang penggembalaan. Proporsi telur stadium larva I, II, dan III berdasarkan temperatur. Infektifitas, fekunditas, perilaku migrasi larva. Penggunaan anthelmintik secara optimim. Perkiraan waktu yang tepat untuk pemindahan ternak ke padang gembalaan yang baru dan bersih sebelum ternak terpapar larva infektif.

6 Model Populasi deterministic Untuk mengetahui sejarah penyakit sehingga bisa mengetahui pola penyakit dan menyusun bagaimana kontrol penyakitnya. Prinsip model ini hampir sama dengan model densitas dan model prevalensi. Termasuk didalamnya model yang berdasarkan waktu tertentu yang disebut Mulitistate model dan State Transition model.

7 Analisis Jalur sebagai alat penguji model Analisis jalur dikembangkan sebagai metode untuk mempelajari pengaruh (efek) secara langsung dan secara tidak langsung dari variable bebas terhadap variable tergantung. Analisis ini merupakan salah satu pilihan dalam rangka mempelajari ketergantungan sejumlah variable di dalam model. Analisis jalur digunakan untuk menelaah hubungan antara model kausal yang telah dirumuskan peneliti atas dasar pertimbangan teoritis dan pengetahuan tertentu. Hubungan kausal selain didasarkan pada data, juga didasarkan pada pengetahuan, perumusan hipotesis dan analisis logis, sehingga dapat dikatakan analisis jalur dapat digunakan untuk menguji seperangkat hipotesis kausal serta untuk menafsirkan hubungan

8 Model kausal dibedakan antara variabel eksogenus dan variabel endogenus. Variabel eksogenus atau variabel bebas adalah variabel yang keragamannya tidak dipengaruhi oleh penyebab di dalam sistim. Variabel endogenus/ tidak bebas/dependent/antara adalah variabel yang keragamannya terjelaskan oleh variabel eksogenus dan variabel endogenus lainnya di dalam model. Cara yang digunakan untuk menguji model adalah menghitung semua koefisien jalur dalam model, kemudian dilakukan penyaringan berdasar uji statistik dengan menghitung koefisien arah β menggunakan regresi. Jika bermakna maka koefisien jalur signifikan, jika tidak bermakna maka koefisien tersebut dihilangkan. Analisis regresi bermanfaat menggambarkan hubungan sebab akibat antara variable sehingga diperoleh model terbaik yang menggambarkan hubungan antara kedua jenis variable tersebut. Beberapa macam analisis regresi: regresi linier, ordinal, logistik, pohon regresi dll. Analisis regresi dan analisis jalur dapat dikerjakan dengan menggunakan SPSS 11.5 for Windows dan program computer LISREL (Linear Structural Relation) 8.30 for Windows.

9 SUSCEPTIBLESINCUBATORSINFECTED DEATH BIRTH β α b b + α a b DIAGRAM ALIR MODEL DETERMINISTIK TBC SAPI PADA KELELAWAR

10 a b 1 b cb 3 1 e W X + Z Y MODEL NETWORK SIKLUS HIDUP Ostertagia circumcinta

11 SUSCEPTIBLE IMMUNEINFECTIOUS REMOVED Infection Restocking WANING IMMUNITY Slaughter of Contacts Slaughter of Infected Animals Effective Vaccination Convalescence STATE TRANSITION MODEL of FMD

12 Trypanosomiasis Direct contact on Glossina Indirect contact on Glossina Therapy (currative) Control alternatives under studyNo Control Direct attack on Trypanosoma in Cattle Indirect contact on Trypanosoma in Cattle Vector control Increase resistance of cattle Reduce/avoid risk Game reduction Vegetation clearing Insecticide use Move out of risk area Prohylactic drugs Exposure to Glossina with therapy Exposure to Glossina over long time etc DISEASE VECTOR CONTROL ALTERNATIVES IN A MODEL OF TRYPANOSOMIASIS


Download ppt "Modelling Modelling : gambaran proses fisik, didesain untuk meningkatkan apresiasi dan pengertian tentang suatu proses. Arti spesifik modelling : gambaran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google