Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1. Yakobus, Saudara Tuhan 2. Penyempurnaan Iman Kita 3. Bertahan Dalam Pencobaan 4. Menjadi dan Melakukan 5. Kasih dan Hukum 6. Iman yang Bekerja 7. Menjinakkan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1. Yakobus, Saudara Tuhan 2. Penyempurnaan Iman Kita 3. Bertahan Dalam Pencobaan 4. Menjadi dan Melakukan 5. Kasih dan Hukum 6. Iman yang Bekerja 7. Menjinakkan."— Transcript presentasi:

1 1. Yakobus, Saudara Tuhan 2. Penyempurnaan Iman Kita 3. Bertahan Dalam Pencobaan 4. Menjadi dan Melakukan 5. Kasih dan Hukum 6. Iman yang Bekerja 7. Menjinakkan Lidah 8. Kesederhanaan Hikmat Surgawi 9. Seorang Pembuat Hukum dan Hakim 10. Menangis dan Meratap! 11. Bersedia Untuk Penyabitan 12. Doa, Penyembuhan, dan Pemulihan 13. Injil yang Kekal Daftar Isi:

2 Pelajaran 4 Menjadi dan MelakukanMenjadi dan Melakukan

3 Mereka yang diselamatkan oleh kasih karunia akan menjadi pelaku Firman Allah karena telah meletakkan iman mereka di dalam Dia secara penuh. Kata-kata Pembuka

4 Menekankan bahwa jika kita menjadi pelaku Firman, maka kita akan mendapatkan banyak berkat. Selain itu, melalui pelajaran minggu ini kita akan menyadari bahwa tidak mungkin dengan usaha kita sendiri kita bisa menang dalam menolak pencobaan, tetapi bila bersama dengan Allah semuanya menjadi mungkin. Tujuan Pelajaran

5 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Yakobus 1 :22. Ayat Hafalan

6 Mendengar dan melihat tidak cukup ketika berbicara tentang sebuah hubungan dengan Allah. Kita dapat saja secara intelek diyakinkan tentang keberadaan Allah, kebenaran Injil, dan kedatangan Yesus yang kedua kali.PendahuluanPendahuluan

7 Tetapi, meskipun dengan semuanya itu, kita dapat saja tidak bersedia untuk menyerahkan diri kita sepenuhnya ke dalam tangan- Nya, sebuah tindakan yang kelihatan melalui perbuatan kita. Inilah sebabnya mengapa Yakobus menekankan pentingnya menjadi pelaku dan bukan pendengar firman.PendahuluanPendahuluan

8 b b Understand the purposes of marriageA Menjadi dan Melakukan Selayang Pandang 1. Musuh Bagi Diri Sendiri (Yakobus 1:23,24) 2. Taat Kepada Hukum (Yakobus 1:25) 3. Berbeda dengan Dunia (Yakobus 1:26,27)

9 b b Understand the purposes of marriageA Menjadi dan Melakukan Selayang Pandang 1. Musuh Bagi Diri Sendiri (Yakobus 1:23,24)

10 Menjadi dan Melakkukan 1. Musuh Bagi Diri Sendiri Yakobus 1:23,24 “Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.”

11 1.Musuh Bagi Diri Sendiri Mengenali Musuhmu Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Keselamatan dimulai dengan melihat siapa sesungguhnya kita, bukan membayangkan menjadi apa diri kita.

12 1.Musuh Bagi Diri Sendiri Mengenali Musuhmu Kita perlu memastikan bahwa kita tidak menipu diri kita sendiri. Yakobus berkata bahwa kita perlu mengenal diri kita lebih baik, tidak peduli seberapa besar kita mungkin tidak menyukai apa yang kita lihat.

13 1.Musuh Bagi Diri Sendiri Mengenali Musuhmu Pemuda kaya berpikir bahwa ia telah memelihara seluruh perintah Allah. Tiba-tiba ia ditantang untuk menganut jenis penurutan yang berbeda, sesuatu yang tidak pernah ia harapkan sebelumnya, sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar penurutan luar terhadap hukum dan peraturan (lihat Rm. 7:7)

14 1.Musuh Bagi Diri Sendiri Mengenali Musuhmu Petrus juga memiliki pandangan yang menyimpang tentang dirinya sendiri. Dengan kepercayaan diri yang tinggi ia memprediksi bahwa walaupun semua orang akan tersandung dan jatuh, ia akan tetap setia bahkan meskipun ia harus kehilangan nyawa. Tetapi ia tidak menyadari betapa kuatnya dosa menahannya dalam cengkeraman. Dua orang ini menipu diri mereka sendiri tentang keadaan rohani mereka yang sebenarnya.

15 Diskusikan Pada umumnya, kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain dari pada kesalahan kita sendiri. Menurut Anda, apakah yang menyebabkan kita sulit mengenali siapa kita sebenarnya, dan mengapa kita merasa lebih baik dari orang lainnya? Apakah Anda setuju bahwa musuh kita yang paling besar adalah diri kita sendiri? Jelaskan alasan Anda mengapa Anda setuju atau tidak setuju terhadap ini.

16 b b Understand the purposes of marriageA Menjadi dan Melakukan Selayang Pandang 2.Taat Kepada Hukum (Yakobus 1:25)

17 Menjadi dan Melakkukan 2. Taat Kepada Hukum Yakobus 1:25 “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.”

18 2.Taat Kepada Hukum Menjadi Pelaku Yakobus menggabungkan menjadi dan melakukan,... Keduanya bagaikan dua sisi mata uang, tidak dapat dipisahkan.Kita harus menjadi pelaku. Lebih jauh lagi, bentuk, waktu bahasa Yunani untuk kata “menjadi” adalah merujuk kepada pola hidup yang menurut yang sedang berlangsung, sesuatu yang diharapkan dari kita sekarang, sebagai hasil “kita menjadi”, kita melakukan apa yang Allah perintahkan untuk kita lakukan.

19 “Kasihilah musuh-musuhmu.” “Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu”. “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati (Lukas 6:27,30, 36). Kedengarannya mustahil, bukan? Dan begitu juga dengan kita. Kasih yang seperti ini tidak datang secara alamiah kepada manusia berdosa. 2.Taat Kepada Hukum Menjadi Pelaku

20 . Demikian halnya dalam Galatia 5, Paulus membedakan perbuatan daging (Galatia 5: 19-21) ) dengan buah roh (Galatia5:22,23). Itu hampir sama dengan jika kita lebih berfokus kepada perbuatan, kita menjadi semakin buruk; sebaliknya, ketika kita dipimpin oleh roh, hasilnya akan berbeda total - yaitu buah kasih dan penurutan. 2.Taat Kepada Hukum Menjadi Pelaku

21  Hukum dalam buku Yakobus tidak dapat menyelamatkan kita dan juga tidak dapat menyucikan kita. Itu menunjukkan kepada kita maksud Allah yang ideal, tetapi hukum itu sendiri tidak dapat membuat kita mengikuti maksud ideal itu seperti melihat seorang atlet kelas dunia yang menunjukkan prestasi yang mengagumkan kemudian dapat menyanggupkan kita melakukan hal yang sama.  Untuk mengikuti maksud ideal itu, kita perlu kuasa Kristus di dalam hidup kita. 2.Taat Kepada Hukum Hukum yang Memerdekakan

22 Bahkan Paulus menegaskan bahwa “karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan” (Roma 2:13). Seperti yang ia katakan, kita dapat menjadi pelaku hanya melalui pekerjaan Roh Kudus yang menulis hukum itu dalam hati kita. Hanya ketika kita menurut Roh Kudus dari hati kita maka hukum dapat menjadi hukum yang memerdekakan. 2.Taat Kepada Hukum Hukum yang Memerdekakan

23 Dikusikan Jika hukum itu tidak menyelamatkan, mengapa kita harus mengikuti hukum? Jelaskanlah pengertian Anda tentang hubungan antara Hukum dan Keselamatan.

24 b b Understand the purposes of marriageA Menjadi dan Melakukan Selayang Pandang 3. Berbeda dengan Dunia (Yakobus 1:26,27)

25 Menjadi dan Melakkukan 3. Berbeda Dengan Dunia Yakobus 1:26,57 “Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”

26 3.Berbeda Dengan Dunia Bermanfaat atau Tidak Bermanfaat Jika Yesus, Yakobus, dan Paulus menekankan segala sesuatu, itulah pentingnya menjadi seorang Kristen yang berguna. Dengan mengasihi “salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini” (Matius 25:40),dengan mengambil waktu mengunjungi mereka yang terabaikan, dengan menunjukkan kemurahan hati-dalam semua jalan yang praktis ini bahkan lebih- kita menyatakan kasih Yesus dan menjadi saluran berkat di mana Yesus mengasihi mereka melalui kita.

27 Argumentasi terkuat tentang kabar selamat ialah seorang pengikut Tuhan. yang mencintai dan dicintai. Ellen G. White, Seri Membina, jld. 4, hlm Jika agama kita hanyalah sebuah penegasan kepercayaan dan hanya mendengar khotbah, itu adalah sia-sia saja. Yakobus menggambarkan “agama’ atau “ibadah” dalam ayat 26,27 dengan sebuah kata yang menunjukkan ketaatan yang tidak biasa. Sikap yang seperti ini.memiliki konsekuensi yang segera dan terlihat, dan orang akan melihat perbedaannya. 3.Berbeda Dengan Dunia Bermanfaat atau Tidak Bermanfaat

28 Pilihan kata-kata kita akan membuat sebuah perubahan yang nyata. Gantinya menggunakan ucapan yang sembarangan dan nada yang kasar serta gerakan tubuh, kita akan menjadi lebih peka terhadap pengaruh komunikasi kita dengan sesama. Kita akan “mengekang” lidah kita sehingga kita tidak tergesa-gesa kepada semua kekerasan dan energi yang tidak terkendali. 3.Berbeda Dengan Dunia Bermanfaat atau Tidak Bermanfaat

29 Dari sisi pandang Allah, demikianlah seharusnya kita memperlakukan mereka yang terbuang dan yang ditolak dunia, dengan demikian menunjukkan bahwa kita adalah pengikut Kristus yang benar: Baik melalui meminjamkan uang bagi mereka yang tidak sanggup mengembalikan; mengundang makan mereka yang tidak sanggup membalas; atau memberkati dan mendoakan mereka yang menganiaya kita(Luk. 6:35; 14: 12-14; Mat 5:44). Seperti yang Paulus katakan, kita diciptakan kembali di dalam Kristus untuk pekerjaan yang baik (Efesus 2:10). 3.Berbeda Dengan Dunia Bermanfaat atau Tidak Bermanfaat

30 Masalah dosa adalah bukan pada apa yang di luar sana, tetapi dosa memainkan perannya, sebanyak yang ada di dalam kita, dan di dalam hati kita. Di sanalah terletak peperangan yang sesungguhnya, dan kita harus berpe­rang melawannya di mana pun kita tinggal. Agama yang benar akan menuntun seseorang kepada "lapar dan haus" akan pengalaman yang lebih dalam (Matius 5:6). 3.Berbeda Dengan Dunia Tidak Ternoda

31 Diskusikan Iman yang aktif termasuk bekerja demi keselamatan orang lain, pemberian sukarela, pelayanan masyarakat, dan tindakan kasih yang murah hati berdasarkan apa yang kita terima dari Kristus. Dalam terang ini, diskusikan dengan anggota kelas Anda, bagaimana keterlibatan anggota gereja Anda dibutuhkan oleh komunitas Anda. Apakah lagi yang dapat Anda lakukan bagi komunitas Aiula sekarang ini dan bagi kekekalan?

32 Kutipan Roh Nubuat “Gantinya membebaskan manusia dari penurutan, adalah iman dan hanya iman saja, yang membuat kita turut serta dalam kasih karunia Kristus, yang menyanggupkan kita untuk menurut. Sebagaimana Yesus dalam kemanusiaan-Nya, demikianlah Allah mengha­rapkan kita. Dalam kekuatan-Nya kita menghidupkan kehidupan yang mur­ni dan terhormat seperti Yesus pernah hidup.“ Ellen G. White, Our Father Cares, hlm. 69.

33 RANGKUMAN Mereka yang diselamatkan oleh kasih karunia akan men­jadi pelaku Firman Allah karena mereka telah meletakkan iman mereka di dalam Dia secara penuh. Akar pencobaan datang dari hawa nafsu dan ke­inginan kita, tetapi Firman Allah adalah senjata yang efektif melawan dosa. Setan berusaha membuat dosa itu tampak menggoda, tetapi saat kita berse­rah penuh kepada Allah maka kita akan menyadari bahwa jalan-jalan-Nya yang terbaik dan kita menjadi manusia baru di dalam Dia.

34 PENERAPAN Hal penting apakah dari pelajaran SS ini yang dapat saya terapkan dalam hidup saya minggu mendatang ini? Pelajaran AplikasiMasalahKeputusan (1) Mengenal bahwa akar pencobaan datang dari hawa nafsu dan keinginan kita. (2) Memahami bahwa jalan Allah lebih baik daripada jalan kita. (3) Mengakui bahwa diri kita tidak mungkin menolak pencobaan, tetapi bersa­ma Allah semuanya adalah mungkin. Mengalami kuasa untuk mengalahkan pencobaan, yang Allah se­diakan melalui Roh Kudus-Nya dan Firman-Nya, yaitu Alkitab. Saya tidak menyadari hal ini. Minggu depan ini saya berjanji untuk memilih meninggalkan "manusia lama dosa" dan menjadi manusia baru dalam Kristus.

35 Efektif untuk Kelompok Kecil SELIDIKI kebenaran – Mengapa saya harus mempelajari pelajaran ini ? INTISARIKAN kebenaran – Apa kata Alkitab tentang kebenaran ini ? ADAPTASIKAN kebenaran – Bagaimana kebenaran ini mempengaruhi aku? GUNAKAN kebenaran – Bagaimana saya bisa menggunakan kebenaran ini ? APLIKASIKAN kebenaran – Perobahan apa yang aku perlukan dalam hidup ini ? Model Mengajar “SIAGA”


Download ppt "1. Yakobus, Saudara Tuhan 2. Penyempurnaan Iman Kita 3. Bertahan Dalam Pencobaan 4. Menjadi dan Melakukan 5. Kasih dan Hukum 6. Iman yang Bekerja 7. Menjinakkan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google