Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Totok Alat dan Bahan 1. Tong plastik bekas ukuran 20 liter1 buah 2. Pipa paralon ukuran panjang 13 cm, diameter 1 inch 2 buah 3. Pipa paralon.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Totok Alat dan Bahan 1. Tong plastik bekas ukuran 20 liter1 buah 2. Pipa paralon ukuran panjang 13 cm, diameter 1 inch 2 buah 3. Pipa paralon."— Transcript presentasi:

1

2 Oleh : Totok

3 Alat dan Bahan 1. Tong plastik bekas ukuran 20 liter1 buah 2. Pipa paralon ukuran panjang 13 cm, diameter 1 inch 2 buah 3. Pipa paralon ukuran panjang 10 cm, diameter 1 inch1 buah 4. Pipa paralon ukuran panjang 9 cm berdiameter 1 inch 1 buah 5. Sambungan pipa berbentuk T 2 buah 6. Sambungan pipa berbentuk L,1 buah 7. Kran plastik1 buah 8. Alat bor 9. Meteran 10. Kasa plastik

4 Cara Membuat : 1.Buat dua Lubang udara di sisi kanan dan kiri tong dengan menggunakan bor. Diameter lubang harus sama dengan diameter pipa paralon. 2.Buat satu lubang lagi di sisi lain tong, posisi lubang ketiga ini harus lebih rendah daripada lubang sebelumnya atau sekitar 10 cm dari dasar tong.

5 3. Setelah itu, buat lubang-lubang kecil di badan pipa paralon 13 cm dan pipa paralon 10 cm. Lalu bungkus badan pipa berlubang tersebut dengan kasa plastik hingga tertutup rapi. 4. Selanjutnya instalasi udara untuk komposter dapat dirangkai, dimulai dari memasang kedua pipa paralon 13 cm, masing masing pada lubang kanan dan kiri. Kedua pipa dimasukkan dari arah dalam keluar, pipa didorong dari dalam hingga keluat 3 cm dari lubang dan sisanya sekitar 10 cm berada di dalam tong

6 5. Kedua ujung pipa yang mencuat keluar 3 cm tersebut kemudian ditutup dengan kasa plastik. Potong kasa plastik berbentuk lingkarang dengan diameter sekitar 1 cm lebih panjang dari diameter pipa. Beri lem PVC di sekitar ujung pipa, lalu tempelkan kasa, atur hingga tertutup rapi. 6. Selanjutnya kedua pipa 13 cm tadi disambung dengan sambungan pipa berbentuk T.

7 7. Dari kaki sambungan pipa T tersebut dirangkai dengan pipa paralon 10 cm. 8. Kemudian pasang sambungan pipa L pada bagian ujung bawah pipa paralon 10 cm. Sambungan pipa L dipasang dengan arah kakinya mengarah ke lubang yang akan dipasangi kran (lubang ketiga)

8 9. Pasang kran plastik pada lubang ketiga tersebut. 10. Terakhir, masukkan pipa paralon 9 cm untuk menyambungkan antara lubang kran plastik dengan Pipa L.

9

10

11 Langkah – Langkah Pengomposan dengan Komposter 1.Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, sisa ikan, dan daging agar terpisah dari sampah. Sampah berupa plastik, kardus bekas, minyak, oli, beling, dan air sabun harus dipisahkan agar prosesnya berjalan dengan cepat 2.Sampah yang berukuran besar seperti batang tanaman, sayuran daun, atau kulit buah yang keras sebaiknya dirajang terlebih dahulu agar pembusukannya sempurna. Selain itu, volume sampah yang tertampung juga semakin banyak.

12 3. Siapkan cairan bioaktifator boisca. Bioaktifator ini berfungsi untuk membantu mempercepat proses pembusukan. Tata cara penggunaannya sebagai berikut : Siapkan sprayer ukuran 1 liter. Isi sprayer dengan air. Sebaiknya gunakan air sumur karena tidak mengandung kaporit. Namun, jika ingin memakai air PAM, air tersebut harus diendapkan terlebih dahulu selama satu malam. Tujuannya agar kaporitnya menguap. Pasalnya, kaporit dalam air bisa mematikan mikroba yang ada dalam boisca. Tambahkan Boisca ke dalam sprayer dengan perbandingan 1 Liter air ditambah 1-2 tutup botol Boisca Kocok-kocok sampai merata. Setelah itu, cairan siap digunakan.

13 4. Setelah sampahnya terkumpul dan dirajang, masukkan seluruhnya ke dalam komposter, lalu semprotkan Boisca hingga merat ke seluruh sampah dan tutup rapat komposter. 5. Pada awal pemakaian, komposter baru bisa menghasilkan lindi atau kompos cair setelah dua minggu. Selanjutnya, pemanenan lindi dapat dilakukan setiap 1-2 hari sekali.

14 Selain berguna sebagai bioaktivator, Boisca juga berfungsi untuk mengurangi bau busuk yang dikeluarkan selama proses pengomposan. Oleh karena itu, harus dipastikan bahwa sampah yang dimasukkan ke dalam komposter sudah tercampur merata dengan Boisca. Namun, kadang-kadang sampah yang kita masukkan sudah terisi oleh telur lalat. Jadi, ketika dimasukkan ke dalam komposter telur-telur tersebut akan menetas menjadi belatung. Karena itu, untuk mencegah keluarnya belatung dari dalam komposter selama proses pembusukan, olesi sabun colek di pinggiran atas komposter bagian dalam. Pada awal pemakaian komposter, lindi baru bisa dipanen setelah 2 minggu. Namun, sebenarnya proses pengomposan bisa dipercepat dengan menambahkan canpuran air beras, gula merah, dan Boisca ke dalam sampah. Ramuan tersebut bisa membantu pemanenan seminggu lebih cepat. Pengambilan Lindi (kompos cair) sebaiknya hanya sebatas kran. Sementara itu, lindi yang tertampung di bawah kran ke bawah tidak diambil karena banyak mengandung mikroba yang sangat membantu pembusukan sampah. Jika pengomposan awal sudah dilakukan, selanjutnya sampah bisa dimasukkan setiap hari. Namun yang terpenting adalah setiap memasukkan sampah baru harus dipastikan bioaktivatornya sudah tercampur rata.

15 Lindi yang dipanen sebaiknya jangan langsung digunakan. Tambahkan Boisca sebanyak ng baru 1 tutup botol Boisca untuk 1-2 liter lindi lalu diamkan selama 2-3 hari agar bakteri yang berada di dalmnya bisa berkembang dengan cepat. Selain itu, Lindi baru bisa diberikan ke tanaman. Lindi yang sudah ditambahkan Boisca dapat disimpan 1-2 bulan. Berikut ini cara pengaplikasian lindi ke tanaman 1.Campurkan lindi dengan air. Perbandingannya adalah 1:5, yakni satu tutup botol lindi dengan lima botol air. Sebaiknya, ukuran botol disamakan dengan ukuran botol penampung lindi. Jadi, jika lindi ditampung dalam botol berukuran 1500 ml, air pun ditakar dengan menggunaan botol berukuran 1500 ml Aplikasi Pupuk Cair

16 1.Campurkan lindi dengan air. Perbandingannya adalah 1:5, yakni satu tutup botol lindi dengan lima botol air. Sebaiknya, ukuran botol disamakan dengan ukuran botol penampung lindi. Jadi, jika lindi ditampung dalam botol berukuran 1500 ml, air pun ditakar dengan menggunaan botol berukuran 1500 ml 2.Larutan tadi kemudian disiramkan pada tanaman, baik sayuran, tanaman buah, tanaman hias. Pemupukan dapat dilakukan seminggu sekali 2.Larutan juga dapat disimpan apabila dalam satu kali pemakaian masih tersisa. 3.Campuran 10 liter lindi : 50 liter air cukup untuk sekali pemakaian pada demplot sayuran ukuran 10 x 10 meter Aplikasi Pupuk Cair

17


Download ppt "Oleh : Totok Alat dan Bahan 1. Tong plastik bekas ukuran 20 liter1 buah 2. Pipa paralon ukuran panjang 13 cm, diameter 1 inch 2 buah 3. Pipa paralon."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google