Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dr. Leonardo W. Permana, MARS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dr. Leonardo W. Permana, MARS."— Transcript presentasi:

1 Dr. Leonardo W. Permana, MARS.
SIKLUS MENSTRUASI Dr. Leonardo W. Permana, MARS.

2 SIKLUS REPRODUKTIF WANITA
Dimulai saat pubertas Secara normal berlanjut selama masa reproduktif Berlangsung setiap bulan dan melibatkan berbagai organ : hipotalamus, hipofisis, ovarium, uterus, vagina, dan mamae

3 MENSTRUASI Perdarahan periodik dan siklik
Dari uterus matang pada wanita Disertai penglepasan (deskuamasi) endometrium Saat sedang tidak hamil

4 FISIOLOGI SIKLUS MENSTRUASI Siklus Ovarium Siklus uterus / endometrium

5 SIKLUS OVARIUM Siklus bulanan Perkembangan folikel, ovulasi, dan
pembentukan korpus luteum Dalam ovarium Dipengauhi oleh : - FSH - LH

6 TIGA FASE SIKLUS OVARIUM
1. Fase Folikuler : * periode pertumbuhan folikel * dari hari pertama hingga hari ke-10 siklus 2. Fase Ovulatorik : * dari hari ke * berakhir saat ovulasi 3. Fase Luteal : * hari ke-14 – 28 * periode aktivitas korpus luteum

7 1. FASE FOLIKULER OVARIUM
Perkembangan folikel ditandai oleh sejumlah karakteristik : - Pertumbuhan dan diferensiasi oosit primer - Proliferasi sel folikuler - Pembentukan zona pelusida - Perkembangan teka folikuli

8 1. FASE FOLIKULER OVARIUM
Selama fase ini sejumlah folikel mulai bertumbuh Beberapa folikel berkembang dari tahapan folikel primordial  tahapan folikel preantral Sebagian kecil berkembang dari folikel preantral  folikel antral Satu folikel berkembang  folikel pre-ovulatorik Dalam masing-masing tahapan itu : ada banyak perubahan seluler, histologik, hormonal dan fungsional Terjadi interaksi dengan hormon gonadotropin dan hormon steroid ovarium

9 1. a. FOLIKEL PRIMORDIAL Selama kehidupan janin intrauterin : diferensiasi ovarium dimulai antara minggu ke-6 dan ke-8 Terjadi proliferasi dan multiplikasi sel germinativum  mencapai jumlah sangat besar : 6-7 juta pada minggu ke-20 Sel germinativum berhenti membelah secara mitotik dan memulai meiosis Proses ini merupakan efek sekresi substansi yang menginduksi meiosis Setelah melalui tahapan awal meiosis, oosit beristirahat pada tahapan profase dan dikelilingi oleh satu lapis sel perivaskuler  folikel primordial

10

11 1.a. FOLIKEL PRIMORDIAL Saat kelahiran : jumlah folikel primordial hanya 2 juta, sejumlah besar disingkirkan melalui permukaan ovarium ke kavum peritoneal Pada awal pubertas : folikel primordial hanya berjumlah Pada wanita dewasa : 100 ribu folikel primer Tiap bulan keluar 1 atau 2 folikel yang menjadi folikel de Graff Selama masa reproduksi menjelang menopause, jumlah folikel primordial terus menurun dan menghilang saat menopause

12

13 1.b. FOLIKEL PREANTRAL Begitu pertumbuhan dimulai, folikel memasuki tahapan preantral Saat ini, oosit membesar Sel-sel granulosa mengalami proliferasi berlapis-lapis dan sel teka mulai dibentuk dari stroma di sekitar folikel Juga terbentuk pembuluh-pembuluh darah baru Pertumbuhan tahapan ini bergantung pada stimulasi hormon gonadotropin (FSH)

14 1.c. FOLIKEL ANTRAL Folikel terus bertumbuh karena efek FSH dan estrogen (dari ovarium) Terbentuk cairan folikuler yang terkumpul dalam ruang interseluler  membentuk antrum Oosit menggembung ke antrum dan dikelilingi oleh beberapa lapisan sel granulosa yang disebut kumulus ooforus Kumulus ooforus melekatkan oosit ke sel-sel granulosa Lapisan sel teka berdiferensiasi menjadi : - teka interna : terorganisasi dan kaya pembuluh darah - teka eksterna : tidak terorganisasi dan miskin pembuluh darah

15 1.d. FOLIKEL PREOVULATORIK
Pada tahapan ini : folikel membesar  folikel de Graff

16 2. OVULASI Saat ovulasi : - folikel matang yang mendekati permukaan ovarium pecah - ovum dilepaskan bersama sel-sel granulosa yang melekat pada ovum (korona radiata) Sesudah ovulasi : - sel-sel stratum granulosum berproliferasi + jaringan ikat dan pembuluh darah kecil di situ  masuk ke ruangan bekas ovum dan antrum - biasanya ada perdarahan sedikit  korpus rubrum, yang berumur pendek

17 2 & 3. OVULASI DAN FASE LUTEAL Sesudah ovulasi : lanjutan
- timbul pigmen kuning dalam sel : korpus rubrum  korpus luteum - korpus luteum : > sel-sel membesar berisi lutein > banyak kapiler dan jaringan ikat di antara sel-sel > konsepsi - : sel-sel mengecil dan atrofik, jaringan ikat bertambah  korpus albikans > konsepsi + : korpus luteum membesar

18

19

20

21

22 PERUBAHAN PADA OVARIUM DAN OVUM Stage 1 :
Satu telur mulai matang dalam kumpulan sel yang disebut folikel Stage 2 : Pertumbuhan cepat folikel dan ovum Stage 3 : Terjadi ovulasi; ovum matang ‘ditembakkan’ dari folikel, folikel membentuk korpus luteum Stage 4 : Ovum melewati tuba falopii, jika tidak terjadi fertilisasi, korpus luteum mencetuskan menstruasi dan pematangan ovum baru

23 SIKLUS ENDOMETRIUM Periode ketika oosit matang mengalami ovulasi  memasuki tuba uterina Perubahan siklik endometrium dipengaruhi oleh estrogen dan progesteron Perubahan terjadi pada lapisan dalam uterus

24 SIKLUS ENDOMETRIUM Endometrium responsif terhadap progesteron + androgen + estrogen  menstruasi, implantasi dan kehamilan Secara fungsional endometrium dibagi dalam 2 zona : * Bagian luar (fungsionalis) : - Perubahan siklik pada morfologi dan fungsi selama siklus menstruasi - Mengelupas selama menstruasi - Disuplai oleh arteri-arteri spiral (gulungan) * Bagian dalam (basalis) : - Relatif tidak berubah selama siklus menstrusi - Menyediakan sel induk untuk pembaharuan bagian luar - Disuplai oleh arteri-arteri basalis (lurus)

25 BAGIAN LUAR / FUNGSIONALIS
SIKLUS ENDOMETRIUM Endometrium responsif terhadap progesteron + androgen + estrogens  menstruasi, implantasi dan kehamilan Secara fungsional endometrium dibagi dalam 2 zona : KARAKTERISTIK BAGIAN LUAR / FUNGSIONALIS BAGIAN DALAM / BASALIS PERUBAHAN SELAMA SIKLUS MENSTRUASI PERUBAHAN SIKLIK MORFOLOGI DAN FUNGSI RELATIF TIDAK BERUBAH FUNGSI MENGELUPAS SELAMA MENSTRUASI MENYEDIAKAN SEL INDUK UNTUK PEMBAHARUAN BAGIAN LUAR SUPLAI ARTERI ARTERI SPIRAL / GULUNGAN ARTERI BASALIS YANG LURUS

26 FASE-FASE SIKLUS ENDOMETRIUM Fase menstruasi Fase proliferasi
Fase lutel Fase iskemik

27 FASE MENSTRUASI Dimulai pada hari pertama siklus menstruasi
Berakhir dalam 4 – 5 hari Terjadi pengelupasan dan pembuangan lapisan fungsional dinding uterus bersama aliran menstruasi Pengeluaran darah lewat vagina disertai sedikit jaringan endometrial

28

29 FASE PROLIFERASI Fase perbaikan dan proliferasi
Berakhir sekitar 9 hari Bertepatan dengan pertumbuhan folikel ovarium Pengaturan oleh estrogen dari folikel Penebalan endometrium sampai 2-3 kali lipat Peningkatan jumlah dan panjang kelenjar serta perpanjangan arteri spiralis

30

31 FASE LUTEAL Fase sekretorik atau progesteron Berakhir sekitar 13 hari
Bertepatan dengan pembentukan, pertumbuhan dan berfungsinya korpus luteum Kelenjar epitelium mensekresikan zat kaya glikogen Penebalan endometrium dipengaruhi oleh estrogen dan progesteron Arteri spiralis bertumbuh ke lapisan superfisial Arteri semakin banyak dan membentuk gulungan Terbentuk jaringan vena yang luas

32

33 JIKA FERTILISASI + Ovum yang difertilisasi akan menghasilkan
hCG  menjaga korpus luteum  produksi estrogen dan progesteron

34 JIKA FERTILISASI - Tidak ada produksi hCG Korpus luteum berdegenerasi
Penurunan kadar estrogen dan progesteron Endometrium sekretorik  fase iskemik Menstruasi terjadi

35 FASE ISKEMIK Penurunan kadar estrogen dan progesteron
Penghentian sekresi kelenjar Hilangnya cairan interstisial Penyusutan endometrium Stasis dan nekrosis iskemik vena Rupturnya dinding pembuluh darah yang rusak Darah merembes ke dalam jaringan ikat sekitar Bekuan darah menggenang dan pecah melewati permukaan endometrium Perdarahan di lumen uterus dan vagina Kehilangan 20 – 80 ml darah Lapisan endometrium dibuang

36 SIKLUS ENDOMETRIUM KARAK TERISTIK FASE MENSTRUASI
FASE PROLIFERASI / ESTROGENIK FASE SEKRETORIK / PROGESTASIONAL WAKTU HARI 1 – 3/4 HARI 4 – 14 HARI PROSES DISRUPSI DAN DISINTEGRASI GLANDULA DAN STROMA ENDOMETRIUM -INFILTRASI LEUKOSIT -EKSTRAVASASI ERITROSIT -PELURUHAN BAGIAN FUNGSIONALIS -PENEKANAN BASALIS -PERTUMBUHAN JARINGAN BARU DALAM BAGIAN -PROLIFERASI ATAU PERTUMBUHAN ENDOMETRIUM, SEKUNDER TERHADAP PERANGSANGAN ESTROGEN -PADA AKHIR FASE INI : * PROLIFERASI SELULER DAN PERTUMBUHAN MAKSIMAL * JUMLAH BESAR AKTIVITAS MITOTIK * ARTERI SPIRAL MEMANJANG DAN BERBELIT-BELIT * GLANDULA ENDOMETRIUM MENJADI LURUS DENGAN LUMEN SEMPIT BERISI GLIKOGEN -SETELAH OVULASI: KORPUS LUTEUM MENSEKRESI PROGESTERON  PERANGSANGAN SEL-SEL GLANDULA MEMPRODUKSI GLIKOGEN, MUKUS, DLL -GLANDULA MELEBAR DAN BERLEKUK- LEKUK -STROMA EDEMA -MITOSIS JARANG -ARTERI SPIRAL MELUAS KE LAPISAN SUPERFISIAL -KALAU TIDAK ADA KEHAMILAN SAMPAI HARI 23 : * KEMUNDURAN KORPUS LUTEUM * PENURUNAN SEKRESI PROGESTERON DAN ESTROGEN * INVOLUSI ENDOMETRIUM * 1 HARI SEBELUM MENSTRUASI: KONSTRIKSI ARTERI SPIRAL  ISKEMIA ENDOMETRIUM  INFILTRASI LEUKOSIT DAN EKTRAVASASI ERITROSIT

37

38 SEJUMLAH HORMON PADA SIKLUS MENSTRUASI

39

40 GONADOTROPIN RELEASING HORMONE
GnRH / GONADOTROPIN RELEASING HORMONE Disintesis oleh sel neurosekretorik hipotalamus Oleh sistem porta hipofisial  hipofisis Merangsang penglepasan FSH dan LH

41 FOLLICLE STIMULATING HORMONE
FSH / FOLLICLE STIMULATING HORMONE Hipofisis memproduksi FSH  merangsang pertumbuhan folikel ovarium FSH juga memicu produksi dan penglepasan estrogen dari ovarium

42 LH / LUTEINIZING HORMONE Hipofisis memproduksi LH  mencetuskan
ovulasi Menstimulasi sel folikuler dan korpus luteum memproduksi progesteron

43 HORMON HIPOFISIS HARI 1-14
Hipofisis memproduksi FSH  merangsang produksi ovum FSH juga memicu penglepasan estrogen dari ovarium

44 HORMON HARI 1-14

45 HORMON HIPOFISIS HARI 14-28
Pada hari ke-14 : hipofisis mulai melepaskan LH  ovulasi LH juga mengatur produksi progesteron  mempertahankan pertumbuhan endometrium Jika ovum tidak difertilisasi, kadar progesteron menurun  kadar estrogen menurun  menstruasi

46 HORMON HARI 14-28

47 HORMON PADA SIKLUS OVARIUM Follicle-stimulating hormone (FSH) :
merangsang pertumbuhan folikel Luteinizing hormone (LH) : lonjakan tiba-tiba LH bertanggung jawab atas penyelesaian meiosis oosit primer

48 REGULASI SIKLUS MENSTRUASI Estrogen :
* memacu oogenesis dan pertumbuhan folikel * karakteristik seks sekunder Progesteron * meningkatkan perubahan mukosa serviks * penting dalam kehamilan

49 SIKLUS MENSTRUASI

50

51 TENGKYU…………!


Download ppt "Dr. Leonardo W. Permana, MARS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google