Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dimulai saat pubertas Dimulai saat pubertas Secara normal berlanjut selama masa Secara normal berlanjut selama masa reproduktif reproduktif Berlangsung.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dimulai saat pubertas Dimulai saat pubertas Secara normal berlanjut selama masa Secara normal berlanjut selama masa reproduktif reproduktif Berlangsung."— Transcript presentasi:

1

2 Dimulai saat pubertas Dimulai saat pubertas Secara normal berlanjut selama masa Secara normal berlanjut selama masa reproduktif reproduktif Berlangsung setiap bulan dan melibatkan berbagai organ : hipotalamus, hipofisis, ovarium, uterus, vagina, dan mamae Berlangsung setiap bulan dan melibatkan berbagai organ : hipotalamus, hipofisis, ovarium, uterus, vagina, dan mamae

3 Perdarahan periodik dan siklik Perdarahan periodik dan siklik Dari uterus matang pada wanita Dari uterus matang pada wanita Disertai penglepasan (deskuamasi) Disertai penglepasan (deskuamasi) endometrium endometrium Saat sedang tidak hamil Saat sedang tidak hamil

4 Siklus Ovarium Siklus Ovarium Siklus uterus / endometrium Siklus uterus / endometrium

5 Siklus bulanan Siklus bulanan Perkembangan folikel, ovulasi, dan Perkembangan folikel, ovulasi, dan pembentukan korpus luteum pembentukan korpus luteum Dalam ovarium Dalam ovarium Dipengauhi oleh : Dipengauhi oleh : - FSH - FSH - LH - LH

6 1. Fase Folikuler : * periode pertumbuhan folikel * periode pertumbuhan folikel * dari hari pertama hingga hari ke-10 siklus * dari hari pertama hingga hari ke-10 siklus 2. Fase Ovulatorik : * dari hari ke * dari hari ke * berakhir saat ovulasi * berakhir saat ovulasi 3. Fase Luteal : * hari ke-14 – 28 * hari ke-14 – 28 * periode aktivitas korpus luteum * periode aktivitas korpus luteum

7 Perkembangan folikel ditandai oleh sejumlah karakteristik : - Pertumbuhan dan diferensiasi - Pertumbuhan dan diferensiasi oosit primer oosit primer - Proliferasi sel folikuler - Proliferasi sel folikuler - Pembentukan zona pelusida - Pembentukan zona pelusida - Perkembangan teka folikuli - Perkembangan teka folikuli

8 Selama fase ini sejumlah folikel mulai bertumbuh Beberapa folikel berkembang dari tahapan folikel primordial  tahapan folikel preantral Sebagian kecil berkembang dari folikel preantral  folikel antral Satu folikel berkembang  folikel pre-ovulatorik Dalam masing-masing tahapan itu : ada banyak perubahan seluler, histologik, hormonal dan fungsional Terjadi interaksi dengan hormon gonadotropin dan hormon steroid ovarium

9 Selama kehidupan janin intrauterin : diferensiasi ovarium dimulai antara minggu ke-6 dan ke-8 Terjadi proliferasi dan multiplikasi sel germinativum  mencapai jumlah sangat besar : 6-7 juta pada minggu ke-20 Sel germinativum berhenti membelah secara mitotik dan memulai meiosis Proses ini merupakan efek sekresi substansi yang menginduksi meiosis Setelah melalui tahapan awal meiosis, oosit beristirahat pada tahapan profase dan dikelilingi oleh satu lapis sel perivaskuler  folikel primordial

10

11 Saat kelahiran : jumlah folikel primordial hanya 2 juta, sejumlah besar disingkirkan melalui permukaan ovarium ke kavum peritoneal Pada awal pubertas : folikel primordial hanya berjumlah Pada wanita dewasa : 100 ribu folikel primer Tiap bulan keluar 1 atau 2 folikel yang menjadi folikel de Graff Selama masa reproduksi menjelang menopause, jumlah folikel primordial terus menurun dan menghilang saat menopause

12

13 Begitu pertumbuhan dimulai, folikel memasuki tahapan preantral Saat ini, oosit membesar Sel-sel granulosa mengalami proliferasi berlapis-lapis dan sel teka mulai dibentuk dari stroma di sekitar folikel Juga terbentuk pembuluh-pembuluh darah baru Pertumbuhan tahapan ini bergantung pada stimulasi hormon gonadotropin (FSH)

14 Folikel terus bertumbuh karena efek FSH dan estrogen (dari ovarium) Terbentuk cairan folikuler yang terkumpul dalam ruang interseluler  membentuk antrum Oosit menggembung ke antrum dan dikelilingi oleh beberapa lapisan sel granulosa yang disebut kumulus ooforus Kumulus ooforus melekatkan oosit ke sel-sel granulosa Lapisan sel teka berdiferensiasi menjadi : - teka interna : terorganisasi dan kaya pembuluh - teka interna : terorganisasi dan kaya pembuluh darah darah - teka eksterna : tidak terorganisasi dan miskin - teka eksterna : tidak terorganisasi dan miskin pembuluh darah pembuluh darah

15 Pada tahapan ini : folikel membesar  folikel de Graff

16 Saat ovulasi : - folikel matang yang mendekati permukaan ovarium - folikel matang yang mendekati permukaan ovarium pecah pecah - ovum dilepaskan bersama sel-sel granulosa yang - ovum dilepaskan bersama sel-sel granulosa yang melekat pada ovum (korona radiata) melekat pada ovum (korona radiata) Sesudah ovulasi : Sesudah ovulasi : - - sel-sel stratum granulosum berproliferasi + jaringan ikat dan pembuluh darah kecil di situ  masuk ke ruangan bekas ovum dan antrum - biasanya ada perdarahan sedikit  korpus rubrum, yang berumur pendek

17 Sesudah ovulasi : lanjutan - timbul pigmen kuning dalam sel : korpus rubrum  - timbul pigmen kuning dalam sel : korpus rubrum  korpus luteum korpus luteum - korpus luteum : - korpus luteum : > sel-sel membesar berisi lutein > banyak kapiler dan jaringan ikat di antara sel-sel > konsepsi - : sel-sel mengecil dan atrofik, jaringan ikat bertambah  korpus albikans > konsepsi + : korpus luteum membesar

18

19

20

21

22 Stage 1 : Satu telur mulai matang dalam kumpulan sel yang disebut folikel Stage 2 : Pertumbuhan cepat folikel dan ovum Stage 3 : Terjadi ovulasi; ovum matang ‘ditembakkan’ dari folikel, folikel membentuk korpus luteum Stage 4 : Ovum melewati tuba falopii, jika tidak terjadi fertilisasi, korpus luteum mencetuskan menstruasi dan pematangan ovum baru

23 Periode ketika oosit matang mengalami ovulasi  memasuki tuba uterina Perubahan siklik endometrium dipengaruhi oleh estrogen dan progesteron Perubahan terjadi pada lapisan dalam uterus

24 Endometrium responsif terhadap progesteron + androgen + estrogen  menstruasi, implantasi dan kehamilan Secara fungsional endometrium dibagi dalam 2 zona : * Bagian luar (fungsionalis) : * Bagian luar (fungsionalis) : - Perubahan siklik pada morfologi dan fungsi selama - Perubahan siklik pada morfologi dan fungsi selama siklus menstruasi siklus menstruasi - Mengelupas selama menstruasi - Mengelupas selama menstruasi - Disuplai oleh arteri-arteri spiral (gulungan) - Disuplai oleh arteri-arteri spiral (gulungan) * Bagian dalam (basalis) : - Relatif tidak berubah selama siklus menstrusi - Relatif tidak berubah selama siklus menstrusi - Menyediakan sel induk untuk pembaharuan bagian - Menyediakan sel induk untuk pembaharuan bagian luar luar - Disuplai oleh arteri-arteri basalis (lurus) - Disuplai oleh arteri-arteri basalis (lurus)

25 Endometrium responsif terhadap progesteron + androgen + estrogens  menstruasi, implantasi dan kehamilan Secara fungsional endometrium dibagi dalam 2 zona : KARAKTERISTIK BAGIAN LUAR / FUNGSIONALIS BAGIAN DALAM / BASALIS PERUBAHAN SELAMA SIKLUS MENSTRUASI PERUBAHAN SIKLIK MORFOLOGI DAN FUNGSI RELATIF TIDAK BERUBAH FUNGSI MENGELUPAS SELAMA MENSTRUASI MENYEDIAKAN SEL INDUK UNTUK PEMBAHARUAN BAGIAN LUAR SUPLAI ARTERI ARTERI SPIRAL / GULUNGAN ARTERI BASALIS YANG LURUS

26 Fase menstruasi Fase proliferasi Fase lutel Fase iskemik

27 Dimulai pada hari pertama siklus Dimulai pada hari pertama siklus menstruasi menstruasi Berakhir dalam 4 – 5 hari Berakhir dalam 4 – 5 hari Terjadi pengelupasan dan pembuangan Terjadi pengelupasan dan pembuangan lapisan fungsional dinding uterus bersama lapisan fungsional dinding uterus bersama aliran menstruasi aliran menstruasi Pengeluaran darah lewat vagina disertai Pengeluaran darah lewat vagina disertai sedikit jaringan endometrial sedikit jaringan endometrial

28

29 Fase perbaikan dan proliferasi Fase perbaikan dan proliferasi Berakhir sekitar 9 hari Berakhir sekitar 9 hari Bertepatan dengan pertumbuhan folikel Bertepatan dengan pertumbuhan folikel ovarium ovarium Pengaturan oleh estrogen dari folikel Pengaturan oleh estrogen dari folikel Penebalan endometrium sampai 2-3 kali Penebalan endometrium sampai 2-3 kali lipat lipat Peningkatan jumlah dan panjang kelenjar Peningkatan jumlah dan panjang kelenjar serta perpanjangan arteri spiralis serta perpanjangan arteri spiralis

30

31 Fase sekretorik atau progesteron Fase sekretorik atau progesteron Berakhir sekitar 13 hari Berakhir sekitar 13 hari Bertepatan dengan pembentukan, pertumbuhan dan Bertepatan dengan pembentukan, pertumbuhan dan berfungsinya korpus luteum berfungsinya korpus luteum Kelenjar epitelium mensekresikan zat kaya glikogen Kelenjar epitelium mensekresikan zat kaya glikogen Penebalan endometrium dipengaruhi oleh estrogen Penebalan endometrium dipengaruhi oleh estrogen dan progesteron dan progesteron Arteri spiralis bertumbuh ke lapisan superfisial Arteri spiralis bertumbuh ke lapisan superfisial Arteri semakin banyak dan membentuk gulungan Arteri semakin banyak dan membentuk gulungan Terbentuk jaringan vena yang luas Terbentuk jaringan vena yang luas

32

33 Ovum yang difertilisasi akan menghasilkan Ovum yang difertilisasi akan menghasilkan hCG  menjaga korpus luteum  hCG  menjaga korpus luteum  produksi estrogen dan progesteron produksi estrogen dan progesteron

34 Tidak ada produksi hCG Tidak ada produksi hCG Korpus luteum berdegenerasi Korpus luteum berdegenerasi Penurunan kadar estrogen dan Penurunan kadar estrogen dan progesteron progesteron Endometrium sekretorik  fase iskemik Endometrium sekretorik  fase iskemik Menstruasi terjadi Menstruasi terjadi

35 Penurunan kadar estrogen dan progesteron Penurunan kadar estrogen dan progesteron Penghentian sekresi kelenjar Penghentian sekresi kelenjar Hilangnya cairan interstisial Hilangnya cairan interstisial Penyusutan endometrium Penyusutan endometrium Stasis dan nekrosis iskemik vena Stasis dan nekrosis iskemik vena Rupturnya dinding pembuluh darah yang rusak Rupturnya dinding pembuluh darah yang rusak Darah merembes ke dalam jaringan ikat sekitar Darah merembes ke dalam jaringan ikat sekitar Bekuan darah menggenang dan pecah melewati Bekuan darah menggenang dan pecah melewati permukaan endometrium permukaan endometrium Perdarahan di lumen uterus dan vagina Perdarahan di lumen uterus dan vagina Kehilangan 20 – 80 ml darah Kehilangan 20 – 80 ml darah Lapisan endometrium dibuang Lapisan endometrium dibuang

36 KARAK TERISTIK FASE MENSTRUASI FASE PROLIFERASI / ESTROGENIK FASE SEKRETORIK / PROGESTASIONAL WAKTUHARI 1 – 3/4HARI 4 – 14HARI PROSES -DISRUPSI DAN DISINTEGRASI GLANDULA DAN STROMA ENDOMETRIUM -INFILTRASI LEUKOSIT -EKSTRAVASASI ERITROSIT -PELURUHAN BAGIAN FUNGSIONALIS -PENEKANAN BAGIAN BASALIS -PERTUMBUHAN JARINGAN BARU DALAM BAGIAN BASALIS -PROLIFERASI ATAU PERTUMBUHAN ENDOMETRIUM, SEKUNDER TERHADAP PERANGSANGAN ESTROGEN -PADA AKHIR FASE INI : * PROLIFERASI SELULER DAN PERTUMBUHAN ENDOMETRIUM MAKSIMAL * JUMLAH BESAR AKTIVITAS MITOTIK * ARTERI SPIRAL MEMANJANG DAN BERBELIT-BELIT * GLANDULA ENDOMETRIUM MENJADI LURUS DENGAN LUMEN SEMPIT BERISI GLIKOGEN -SETELAH OVULASI: KORPUS LUTEUM MENSEKRESI PROGESTERON  PERANGSANGAN SEL-SEL GLANDULA MEMPRODUKSI GLIKOGEN, MUKUS, DLL -GLANDULA MELEBAR DAN BERLEKUK- LEKUK -STROMA EDEMA -MITOSIS JARANG -ARTERI SPIRAL MELUAS KE LAPISAN SUPERFISIAL -KALAU TIDAK ADA KEHAMILAN SAMPAI HARI 23 : * KEMUNDURAN KORPUS LUTEUM * PENURUNAN SEKRESI PROGESTERON DAN ESTROGEN * INVOLUSI ENDOMETRIUM * 1 HARI SEBELUM MENSTRUASI: KONSTRIKSI ARTERI SPIRAL  ISKEMIA ENDOMETRIUM  INFILTRASI LEUKOSIT DAN EKTRAVASASI ERITROSIT

37

38

39

40 Disintesis oleh sel neurosekretorik hipotalamus Disintesis oleh sel neurosekretorik hipotalamus Oleh sistem porta hipofisial  hipofisis Oleh sistem porta hipofisial  hipofisis Merangsang penglepasan FSH dan LH Merangsang penglepasan FSH dan LH

41 Hipofisis memproduksi FSH  merangsang Hipofisis memproduksi FSH  merangsang pertumbuhan folikel ovarium pertumbuhan folikel ovarium FSH juga memicu produksi dan penglepasan estrogen dari ovarium estrogen dari ovarium

42 Hipofisis memproduksi LH  mencetuskan Hipofisis memproduksi LH  mencetuskan ovulasi ovulasi Menstimulasi sel folikuler dan korpus luteum Menstimulasi sel folikuler dan korpus luteum memproduksi progesteron memproduksi progesteron

43 Hipofisis memproduksi FSH  merangsang produksi ovum FSH juga memicu penglepasan estrogen dari ovarium

44

45 Pada hari ke-14 : hipofisis mulai melepaskan LH  ovulasi LH juga mengatur produksi progesteron  mempertahankan pertumbuhan endometrium Jika ovum tidak difertilisasi, kadar progesteron menurun  kadar estrogen menurun  menstruasi

46

47 Follicle-stimulating hormone (FSH) : merangsang pertumbuhan folikel merangsang pertumbuhan folikel Luteinizing hormone (LH) : lonjakan tiba-tiba LH bertanggung jawab atas penyelesaian meiosis oosit primer lonjakan tiba-tiba LH bertanggung jawab atas penyelesaian meiosis oosit primer

48 Estrogen : * memacu oogenesis dan pertumbuhan folikel * memacu oogenesis dan pertumbuhan folikel * karakteristik seks sekunder * karakteristik seks sekunderProgesteron * meningkatkan perubahan mukosa serviks * meningkatkan perubahan mukosa serviks * penting dalam kehamilan * penting dalam kehamilan

49

50

51


Download ppt "Dimulai saat pubertas Dimulai saat pubertas Secara normal berlanjut selama masa Secara normal berlanjut selama masa reproduktif reproduktif Berlangsung."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google