Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Disiapkan oleh: AGUS MAULANA. Konflik adalah perbedaan pandangan tentang sesuatu. Konflik muncul karena adanya perbedaan mindset atau pola-pikir akibat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Disiapkan oleh: AGUS MAULANA. Konflik adalah perbedaan pandangan tentang sesuatu. Konflik muncul karena adanya perbedaan mindset atau pola-pikir akibat."— Transcript presentasi:

1 Disiapkan oleh: AGUS MAULANA

2 Konflik adalah perbedaan pandangan tentang sesuatu. Konflik muncul karena adanya perbedaan mindset atau pola-pikir akibat perbedaan latar-belakang pendidikan, pengalaman, kultur, kepentingan, dan sebagainya.

3  Klasik : Konflik bersifat dis-fungsional (konflik harus dihindari semaksimal mungkin)  Modern : Konflik adalah fenomena alamiah (konflik bukan pertanda salah-manajemen, melainkan situasi yang tidak dapat dihindari).  Post-modern: Konflik bersifat fungsional (dapat merangsang inovasi dan adaptasi organisasi). Konflik dapat menyehatkan organisasi.

4  Konflik tidak dapat dihindari (alamiah)  Konflik dapat bersifat destruktif atau konstruktif  Manfaat Konflik: Conflict is a dangerous opportunity Konflik dapat meningkatkan harga diri Konflik dapat mencegah stagnasi Konflik dapat menstimulasi minat/perhatian Konflik dapat merangsang kreatifitas

5 Stimulate Conflict Optimal Conflict Reduce Conflict tidak fokus motivasi rendah tidak terintegrasi kohesif produktif kooperatif tidak kooperatif terpolarisasi saling merugikan KinerjaKinerja Tingkat Konflik

6  Konflik yang realistis: perbedaan kebutuhan, tujuan, cara, nilai dan minat.  Konflik tidak realistis: pengabaian (ignorance), prasangka, disfungsi struktur organisasi, kompetisi tidak sehat, dan sebagainya.

7  Konflik pribadi  Konflik dalam organisasi: Konflik horisontal Konflik vertikal  Konflik antar organisasi

8  Konflik pribadi  Konflik dalam organisasi: Konflik horisontal Konflik vertikal  Konflik antar organisasi

9  Konflik Horisontal: Koordinasi horisontal dapat dilakukan untuk menghindari konflik dan meningkatkan kolaborasi. Terjadi antar kelompok / staf di jenjang yang sama.Koordinasi horisontal dapat dilakukan untuk menghindari konflik dan meningkatkan kolaborasi.  Konflik Vertikal: Terjadi antar-kelompok / staf yang berbeda jenjang dalam struktur organisasi.

10 Pemicu: Kejadian Khusus,Frustrasi Atribut Kelompok Konsekuensi: Efektivitas Organisasi Konflik Manajemen Organsasi (Interface) Faktor Pembeda: Kontekstual dan Organizational Tanggapan Eksekutif Puncak

11  Lingkungan  Ukuran Organisasi  Teknologi  Sasaran Operasional  Struktur

12  Ketidak-selarasan sasaran operasional  Perbedaan persepsi  Saling-ketergantungan dalam kerja  Keterbatasan sumberdaya  Distribusi kekuasaan  Ketidak-pastian

13  Keuntungan sikap kooperatif: Fokus dan Produktif Kohesi dan kepuasan Pencapaian sasaran Inovasi dan Adaptasi  Kerugian akibat konflik: Memecah energi Prasangka Lemahnya koordinasi Kerugian yang membesar

14  Otoritas formal  Membatasi komunikasi  Tim integrasi  Konfrontasi dan Negosiasi  Melibatkan pihak ketiga  Rotasi anggota  Sasaran antara  Pelatihan antar-kelompok Mengurangi Perilaku Konflik Meningkatkan Sikap Kooperatif

15  Reflective Listening  Assertion skill  Awareness (body language)  Dumping one’s bucket without filling the others’  Meningkatkan dukungan emosi  Meningkatkan toleransi dan menerima orang lain  Mengontrol isu  Mempertimbangkan resiko konflik dan kerugian yang mungkin terjadi

16  Menghargai orang lain (cara mendengar, melihat, intonasi suara, pilihan kata, alasan yang digunakan)  Dengarkan orang lain dengan empati  Nyatakan pandangan, kebutuhan dan perasaan Nyatakan dengan singkat Jangan gunakan “kata-kata berat” Katakan yang Anda maksud dan jelaskan yang Anda katakan Nyatakan perasaan Anda Perhatikan situasi

17

18  APA YANG DIMAKSUD DENGAN KONFLIK?  APAKAH KONFLIK SELALU NEGATIF?  BAGAIMANA ANDA MENYIKAPI KONFLIK?  BAGAIMANA ANDA MENYELESAIKAN SUATU KONFLIK?

19  Mengalah/mengikuti kemauan orang lain  Kolaborasi  Kompromi  Menghindar  Mendominasi

20  Dapat membuat orang lain menjadi lebih tenang  Dapat memelihara hubungan baik  Dapat membuat kita diremehkan  Dapat menyembunyikan perbedaan dan membantu mencari kesamaan  Jika kekuasaan anda cukup besar, gaya ini menimbulkan kepercayaan diri pada orang lain  Dapat mengorbankan kepentingan sendiri

21  Gaya sama-sama menang  Memungkinkan pencarian alternatif yang efektif  Mendorong pemikiran kreatif  Tidak efektif jika terdesak waktu  Cocok untuk persoalan yang kompleks

22  Efektif jika kedua pihak sama-sama benar  Efektif jika persoalan kompleks atau kekuatan berimbang  Harus ada kesediaan untuk mengorbankan sesuatu  Harus ada kesediaan untuk saling membuka kartu  Harus ada kesediaan untuk tidak mencari keuntungan maksimal bagi salah satu pihak

23  Gaya “jangan merusak suasana”  Cenderung melemparkan masalah kepada orang lain, atau mengesampingkan masalah  Efektif untuk mengulur waktu  Cocok jika persoalan tidak terlalu penting  Efektif untuk mendinginkan suasana

24  Efektif jika waktu sempit  Efektif jika terdapat senjang yang besar antara kedua pihak dalam hal pengetahuan, pengalaman, atau posisi  Menciptakan sikap “asal selamat”  Cenderung menimbulkan sikap “premanisme”

25  Pengetahuan  Wewenang  Kekuatan  Orang Lain  Kemenangan

26  Seberapa dalam pengetahuan anda tentang persoalan yang dihadapi orang lain?  Seberapa jauh orang lain mengetahui pendapat anda?  Seberapa jauh anda memahami persoalan?  Apakah anda mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain?

27  Apakah anda berwenang mengambil keputusan?  Apakah pihak lain berwenang mengambil keputusan?

28  Seberapa besar kemampuan anda mempengaruhi situasi?  Seberapa besar kekuatan pihak lain atas anda?

29  Seberapa penting hubungan ini bagi anda?  Seberapa penting hubungan ini bagi orang lain?

30  Apa definisi kemenangan menurut anda?  Seberapa penting kemenangan bagi anda?  Apakah anda harus menang?  Apakah pihak lain harus menang?  Apakah kompromi dapat diterima?  Apakah kekalahan dapat diterima?

31  Analisis situasi  Jelaskan/rumuskan masalah  Evaluasi berbagai alternatif pendekatan  Pecahkan masalah

32  Mendorong semua orang untuk berpartisipasi  Mendengarkan secara aktif  Sediakan waktu untuk meninjau-ulang  Bedakan fakta dari pendapat (Ingat! Pendapat mencerminkan persepsi, belum tentu kenyataan!!)  Fokus pada masalah, bukan orang

33 TERIMA KASIH SEMOGA BERMANFAAT


Download ppt "Disiapkan oleh: AGUS MAULANA. Konflik adalah perbedaan pandangan tentang sesuatu. Konflik muncul karena adanya perbedaan mindset atau pola-pikir akibat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google