Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

JARINGAN KOMPUTER I SUBNETTING. Adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil (subnet-subnet). Esensi dari.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "JARINGAN KOMPUTER I SUBNETTING. Adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil (subnet-subnet). Esensi dari."— Transcript presentasi:

1 JARINGAN KOMPUTER I SUBNETTING

2 Adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil (subnet-subnet). Esensi dari subnetting adalah “memindahkan” garis pemisah bagian network, sehingga beberapa bit host digunakan untuk bit tambahan bagian network Dengan menggunakan subnetting, sebuah jaringan yang besar bisa di pecah menjadi sebuah jaringan yang lebih kecil.

3

4 Subnetting akan mengakibatkan beberapa perubahan sebagai berikut : Panjang bit network bertambah dan bit host berkurang Network address berubah Netmask address berubah Broadcast address berubah Jumlah network (subnet)bertambah Jumlah host maksimal setiap subnet berkurang

5 Alasan dilakukan subnetting : Efisiensi IP address. Memudahkan router dalam pengalamatan IP Mengurangi lalu lintas jaringan/mengisolasi traffic Memudahkan proses manajemen atau pengaturan security network.

6 Penghitungan subnet Misal kita akan men-subnet suatu network klas C. NNNNNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHHH Hanya 8 bit yang tersedia untuk host klas C Subnet mask secara default untuk network class C adalah 11111111 11111111 11111111 00000000 = 255.255.255.0

7 Subnet mask untuk subnetting bisa menjadi : 11111111 10000000= 255.255.255.128/25 11111111 11000000= 255.255.255.192/26 11111111 11100000= 255.255.255.224/27 11111111 11110000= 255.255.255.240/28 11111111 11111000= 255.255.255.248/29 11111111 11111100= 255.255.255.252/30 Misal kita ambil netmask 255.255.255.192 subnetting

8 Network klas C terdapat 254 host Subnetting x.x.x.192 = x.x.x.11000000 – 2 bit (11) untuk subnetting, terdapat = 2 2 –2 = 2 bit subnet. – 6 bit (00 0000) untuk host tiap subnet = 2 6 –2 = 62 host per subnet. – Valid subnet = 256–192=64, 64+64=128. – 128+64=192 tidak bisa dipakai sebagai subnet karena bisa menjadi subnet mask – Valid host: xx000001 – xx111110 – Broadcast per subnet : xx111111

9 Subnet 64= 01000000 SubnetHostKeterangan 0100 0000 = 64Alamat (ID) subnet 0100 0001 = 65Alamat host pertama 0111 1110 = 126Alamat host terakhir 0111 1111 = 127Alamat broadcast Subnet 128= 10000000 SubnetHostKeterangan 1000 0000 = 128Alamat (ID) subnet 1000 0001 = 129Alamat host pertama 1011 1110 = 190Alamat host terakhir 1011 1111 = 191Alamat broadcast

10 Subnet 1Subnet 2Subnet 3Keterangan 064128 Alamat subnet 165129 Alamat pertama 62126190 Alamat terakhir 63127191 Alamat broadcast Hasil subnet

11 Tabel subnetting

12

13

14 Jumlah Subnet (segmen Jaringan) Jumlah Subnet BitSubnet (nitasi desimal bertitik/notasi panjang perfiks) Jumlah Host tiap subnet 1 – 21255.255.255.128/25126 3 – 42255.255.255.129/2662 5 – 83255.255.255.224/2730 9 – 164255.255.255.240/2814 17 – 325255.255.255.248/296 33 – 646255.255.255.252/302 Subnetting Kelas C

15 Contoh Subnetting 1 IP 172.16.0.0/18 /18 artinya network tersebut kita subnet dengan subnet mask 255.255.192.0 (11111111.11111111.110000000.00000000) Pertanyaan: – Ada berapa jumlah subnet ? – Ada berapa host per subnet ? – Alamat subnet berapa saja yang valid (bisa dipakai) – Alamat berapa yang valid (dari alamat awal sampai alamat akhir per subnet) – Alamat berapa untuk broadcast per subnet

16 Jumlah subnet jumlah subnet =2 x – 2 dimana x adalah jumlah bit 1 dalam subnetmask terakhir. subnetmask 255.255.192.0 (11000000) =2 2 -2=2 subnet Jumlah host per subnet jumlah host = 2 y – 2 dimana y adalah jumlah bit 0 dalam subnetmask terakhir subnet mask 255.255.192.0 (11000000.00000000) =2 16 – 2 = 16.382 host/subnet

17 Alamat subnet berapa saja yang valid (bisa dipakai) 256 – 192 = 64 so, 64valid 64+64=128valid 128+64=192tidak valid Alamat broadcast dari setiap subnet adalah IP yang tepat sebelum subnet selanjutnya (subnet selanjutnya – 1), sehingga boradcast addressnya adalah : subnet 64 -> 127.255 subnet 128 ->191.255

18 Host-host yang valid tiap subnet Blok12 Subnet64.0128.0 Host pertama64.1128.1 Host terakhir127.254191.254 Alamat broadcast127.255191.255 Maka didapatkan host yang valid untuk Subnet 172.16.64.0 adalah antara 172.16.64.1 – 172.16.127.254 Dengan broadcast address 172.16.127.255 Subnet 172.16.128.0 adalah antara 172.16.128.1 – 172.16.191.254 Dengan broadcast address 172.16.191.255

19 Contoh Subnetting 2 IP 192.168.0.0/26 /26 artinya network tersebut kita subnet dengan subnet mask 255.255.255.192 (11111111.11111111.11111111.11000000) Pertanyaan: – Ada berapa jumlah subnet ? – Ada berapa host per subnet ? – Alamat subnet berapa saja yang valid (bisa dipakai) – Alamat berapa yang valid (dari alamat awal sampai alamat akhir per subnet) – Alamat berapa untuk broadcast per subnet

20 Jumlah subnet jumlah subnet =2 x – 2 dimana x adalah jumlah bit 1 dalam subnetmask terakhir. subnetmask 255.255.255.192 (11000000) =2 2 -2= 2 subnet Jumlah host per subnet jumlah host = 2 y – 2 dimana y adalah jumlah bit 0 dalam subnetmask terakhir subnet mask 255.255.255.128 (11000000) =2 6 – 2 = 64 host/subnet

21 Alamat subnet berapa saja yang valid (bisa dipakai) 256 – 192 = 64 so, 64valid 64 + 64 = 128valid 128 + 64 = 192tidak valid alamat broadcast dari setiap subnet adalah IP yang tepat sebelum subnet selanjutnya (subnet selanjutnya – 1), sehingga boradcast addressnya adalah : subnet 64 -> 127 subnet 128 ->191

22 Host-host yang valid tiap subnet Blok12 Subnet64128 Host pertama65129 Host terakhir126190 Alamat broadcast127191 Maka didapatkan host yang valid untuk Subnet 192.168.0.0 adalah antara 192.168.0.65 – 192.168.0.126 Dengan broadcast address 192.168.0.127 Subnet 192.168.0.0 adalah antara 192.168.0.129 – 192.168.0.190 Dengan broadcast address 192.168.0.191

23 Contoh Subnetting 3 Dibutuhkan 16 IP address, – 16 dibinerkan = 00010000 = ada 5 bit – 11111111.11111111.11111111.11100000 =255.255.255.224 => network perfix 27 (/27) IP total yang terpakai 256 – 224 = 32 (benarkah?) Silahkan dibuktikan berdasar tabel perfix dan contoh penghitungan subnet diatas!

24 Subnetmask 255.255.255.224 (11100000) Jumlah subnet 2 x – 2 = 2 3 – 2 = 6 subnet Jumlah host per subnet 2 Y – 2 = 2 5 – 2 = 32 host/subnet Didapat : Blok123456 Subne t 06496128160192 Host 116597129161193 H. Akhir 6294126158190222 Brdcas t 6395127159191223

25 Contoh subnetting 4 Sebuah kantor terbagi menjadi 3 bagian yaitu HRD, Produksi, Pemasaran Bagian HRD terdiri atas 5 komputer bagian Produksi 50 komputer Bagian Pemasaran 10 Komputer Berdasarkan data diatas rancanglah jaringan LAN perusahaan tersebut dengan menentukan Subnetmask, Subnet, Host, dan Broadcast address!

26 Jawab : langkah 1 pilih IP yang terbesar untuk menentukan subnetnya bagian Produksi 50 komputer 50 = 110010 => 6 bit sisa bit 2, maka netmask = 255.255.255.192 = perfix 26 IP yang digunakan klas C = 192.168.0.0/26 256 – 192 = 64 atau 2 2 – 2 = 2 bit subnet 2 6 – 2 = 64

27 Blok123 Subnet064128 Host Pertama165129 Host Akhir62126190 Broadcast63127191 Tabel hasil subnet


Download ppt "JARINGAN KOMPUTER I SUBNETTING. Adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil (subnet-subnet). Esensi dari."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google