Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Departemen Pendidikan Nasional Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Departemen Pendidikan Nasional Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat."— Transcript presentasi:

1 KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Departemen Pendidikan Nasional Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Kerangka Dasar Kerangka Dasar

2 PENDAHULUAN LANDASAN : UUD 1945, GBHN, UUD 1945, GBHN, UU No. 20 th 2003 (Sisdiknas), UU No. 20 th 2003 (Sisdiknas), UU No. 22 th 1999 (Otonomi Daerah), UU No. 25 tahun 2000 (Propenas), UU No. 22 th 1999 (Otonomi Daerah), UU No. 25 tahun 2000 (Propenas), PP No. 25 th 2000 (Kewenangan Pemerintah dan PP No. 25 th 2000 (Kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Daerah), Pemerintah Daerah),

3 KERANGKA DASAR KURIKULUM BERBASISI KOMPETENSI Standar Kompetensi (SK) Komp. Lulusan Komp. Lintas Kurikulum Komp. Mata Pelajaran Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah (PKBS)) MBS, Kolaborasi Horizontal dan Vertikal Penilaian Berbasis Kelas (PBK)PBK Internal, Mengacu pada Kompetensi, Mengacu pada kriteria/Patokan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)KBM) Berpusat pd Peserta Didik, Kontekstual, Menantang dan Menyenangkan

4 PENGERTIAN KURIKULUM Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum Berbasisi Kompetensi berisi seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan untuk mencapai tujuan nasional, cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah, sekolah atau madrasah. Kurikulum Berbasisi Kompetensi berisi seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan untuk mencapai tujuan nasional, cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah, sekolah atau madrasah.

5 KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI Menyiapkan lulusan menguasai seperangkat kompetensi yang bermanfaat bagi kehidupannya KOMPETENSI KOMPETENSI Pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak STANDAR KOMPETENSI STANDAR KOMPETENSI Pernyataan tentang kompetensi yang harus dikuasai siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR Kompetensi minimal yang mencakup pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), sikap dan nilai (afektif) yang harus dicapai siswa pada bagian tertentu dari suatu mata pelajaran.

6 PRINSIP PENGEMBANGAN Orientasi hasil (output oriented) dalam bentuk kompetensi Orientasi hasil (output oriented) dalam bentuk kompetensi Berbasis pada kompetensi dasar sebagai national platform Berbasis pada kompetensi dasar sebagai national platform Penguasaan kompetensi dasar setelah siswa menyelesaikan pendidikannya Penguasaan kompetensi dasar setelah siswa menyelesaikan pendidikannya Pendidikan utuh dan menyeluruh (karakter, akademik, keterampilan, kesehatan, dan apresiasi seni) Pendidikan utuh dan menyeluruh (karakter, akademik, keterampilan, kesehatan, dan apresiasi seni) Ketuntasan belajar (mastery learning) Ketuntasan belajar (mastery learning) Komprehensif, berkesinambungan, belajar sepanjang hayat Komprehensif, berkesinambungan, belajar sepanjang hayat Diversifikasi kurikulum Diversifikasi kurikulum

7 SUBSTANSI PENGEMBANGAN Peningkatan Keimanan, Budi Pekerti Luhur, dan Penghayatan Nilai-Nilai Budaya Peningkatan Keimanan, Budi Pekerti Luhur, dan Penghayatan Nilai-Nilai Budaya Keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinestetika Keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinestetika Perkembangan pengetahuan dan teknologi informasi Perkembangan pengetahuan dan teknologi informasi Pengembangan kecakapan hidup Pengembangan kecakapan hidup Penguatan integritas nasional Penguatan integritas nasional

8

9 Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah  Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah  Pengembangan perangkat kurikulum (a.l. silabus)  Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar  Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik  Berkolaborasi secara horizontal (sekolah lain, Komite Sekolah, Organisasi Profesi), dan vertikal (Dewan dan Dinas Pendidikan)

10 KOMPONEN DOKUMEN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI BUKU KERANGKA DASAR BUKU KERANGKA DASAR BUKU STANDAR KOMPETENSI BUKU STANDAR KOMPETENSI BAHAN KAJIAN BAHAN KAJIAN BUKU STANDAR KOMPETENSI BUKU STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN MATA PELAJARAN BUKU PEDOMAN-PEDOMAN BUKU PEDOMAN-PEDOMAN

11 Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional Standar Kompetensi Lintas Kurikulum Standar Kompetensi Bahan Kajian Standar Kompetensi Mata Pelajaran Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Hierarki Standar Kompetensi

12 Kegiatan Belajar Mengajar  Berpusat pada peserta didik  Mengembangkan kreativitas  Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang  Kontekstual  Menyediakan pengalaman belajar yang beragam  Belajar melalui berbuat

13 CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

14 Pengertian CTL  Suatu konsepsi yang membantu guru untuk mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja.  Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang memungkinkan siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang disimulasikan.

15 Tujuh Unsur Kunci CTL  Diawali dengan kegiatan pengamatan dalam rangka untuk memahami suatu konsep. 1. Inquiri (Inquiry)  Siklus yang terdiri dari kegiatan mengamati, bertanya, menganalisis, dan merumuskan teori, baik secara individu maupun bersama-sama dengan teman lainnya.  Mengembangkan dan sekaligus menggunakan keterampilan berpikir kritis.

16 2. Bertanya (Questioning)  Digunakan oleh guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa.  Digunakan oleh siswa selama melakukan kegiatan berbasis inquiri. 3. Konstruktivisme (Costructivism)  Membangun pemahaman oleh diri sendiri dari pengalaman-pengalaman baru berdasarkan pada penga- laman sebelumnya.  Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman bermakna.

17 4. Masyarakat Belajar (Learning Community) 4. Masyarakat Belajar (Learning Community)  Berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain.  Bekerjasama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran adalah lebih baik dibandingkan dengan belajar sendiri. 5. Pemodelan (Modelling)  Berpikir tentang proses pembelajaran Anda sendiri.  Mendemonstrasikan bagaimana Anda menginginkan para siswa untuk belajar.  Melakukan apa yang Anda inginkan agar siswa melakukan.

18  Mengukur kemampuan dan keterampilan siswa.  Mempersyaratkan penerapan pengetahuan atau keterampilan.  Penilaian produk atau kinerja. 6. Penilaian Autentik (Authentic Assessment)  Tugas-tugas yang kontekstual dan relevan.  Proses dan produk dua-duanya dapat diukur.

19 7. Refleksi (Reflection)  Cara-cara berpikir tentang apa-apa yang telah kita pelajari.  Merevisi dan merespon kepada kejadian, aktivitas, dan pengalaman.  Mencatat apa yang telah kita pelajari, bagaimana kita merasakan ide-ide baru  Dapat berupa berbagai bentuk: jurnal, diskusi, maupun hasil karya / seni.

20 Pendekatan pengajaran kontekstual haruslah menekankan hal-hal sebagai berikut. Pendekatan Pengajaran Kontekstual 1.Belajar Berbasis Masalah (Problem-Base Learning)  Menggunakan konteks masalah dunia nyata untuk belajar berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran.

21 2. Pengajaran Autentik (Authentic Instruction)  Memungkinkan siswa belajar konteks bermakna dalam kehidupan nyata. 3. Belajar Berbasis Inquiri (Inquiry-Base Learning)  Membutuhkan strategi pengajaran yang mengikuti metodologi sains.  Menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna.

22 4. Belajar Berbasis Proyek / Tugas (Project- Based Learning)  Membutuhkan suatu pendekatan pengajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain sedemikian agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik. 5. Belajar Berbasis Kerja (Work-Base Learning)  Memerlukan suatu pendekatan pengajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja.

23 6. Belajar Jasa-layanan (Service Learning)  Memerlukan penggunaan metodologi pengajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah untuk merefleksikan jasa layanan tersebut. 7. Belajar Kooperatif (Cooperative Learning)  Memerlukan pendekatan pengajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar.

24 Strategi Penilaian Pembelajaran Kontekstual Penilaian yang cocok adalah kombinasi dari beberapa teknik penilaian sebagai berikut. 1. Penilaian Kinerja (Performance Assessment)  Untuk mengetes kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan- nya pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu.

25 2. Observasi Sistematik (Systematic Observation) Observation)  Semua siswa diobservasi secara berkala dan sering 3. Portofolio (Portfolio)  Adalah koleksi / kumpulan dari berbagai keterampilan, ide minat, dan keberhasilan atau prestasi siswa selama jangka waktu tertentu yang memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat.  Untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa.  Hasil observasi dicatat untuk merefleksikan dan menginterpretasikan apakah petunjuk siswa sesuai dengan tujuan dan outcome pembelajaran.

26 4. Jurnal Sains (Science Journal)  Merupakan suatu proses refleksi di mana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya, kemudian menuliskan ide-ide, minat, dan pengalamannya.  Sangat berguna bagi siswa dalam mengembangkan keahliannya untuk menilai diri sendiri.  Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memikirkan perkembangan dirinya.

27 BUKU 1 KONSEP PENDIDIKAN BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) MELALUI PENDEKATAN BROAD BASED EDUCATION Tim Broad Based Education Departemen Pendidikan Nasional Update April,

28 SKEMA LIFE SKILL LIFE SKILL KECAKAPAN HIDUP GENERIK KECAKAPAN HIDUP SPESIFIK KEC. HIDUP PERSONAL KEC. HIDUP SOSIAL KESADARAN DIRI KECAKAPAN BERPIKIR KECAKAPAN KOMUNIKASI KECAKAPAN KERJASAMA KECAKAPAN AKADEMIK KECAKAPAN VOKASIONAL

29 KESADARAN DIRI SADAR SBG MAKHLUK TUHAN: IBADAH, JUJUR, DISIPLIN, KERJA KERAS DSB. SADAR AKAN POTENSI DIRI: MEMILIH BID YG COCOK, BELAJAR TERUS, MENJAGA FISIK SADAR SBG MAKHLUK SOSIAL: TOLERAN, SALING MENGHORMATI, GOTONG ROYONG SADAR SBG MAKHLUL LINGKUNGAN: MEMELIHARA DAN MEMANFAATKAN DG ARIF. KECAKAPAN BERPIKIR KEC. MENGGALI INFORMASI KEC. MENGOLAH INFORMASI KEC. MEMECAHKAN MASALAH DG KREATIF DAN ARIF. KEC. MENGAMBIL KEPUTUSAN

30 BAGAIMANA HUBUNGANNYA DG MAPEL? MAPEL MEMBENTUK KECAKAPAN HIDUP, KECAKAPAN HIDUP TSB YG DIPERLUKAN UNTUK MENGHADAPI KEHIDUPAN. (GRS PUTUS-PUTUS) MAPEL MEMBENTUK KECAKAPAN HIDUP, KECAKAPAN HIDUP TSB YG DIPERLUKAN UNTUK MENGHADAPI KEHIDUPAN. (GRS PUTUS-PUTUS) DLM MERANCANG KURIKULUM, MAPEL DIDASARKAN KECAKAPAN HIDUP, KECAKAPAN HIDUP DIIDENTIFIKASI BERDASARKAN POLA KEHIDUPAN NYATA SEHARI-HARI. (GARIS SOLID) DLM MERANCANG KURIKULUM, MAPEL DIDASARKAN KECAKAPAN HIDUP, KECAKAPAN HIDUP DIIDENTIFIKASI BERDASARKAN POLA KEHIDUPAN NYATA SEHARI-HARI. (GARIS SOLID) KEHIDUPAN NYATA (SEHARI-HARI) KECAKAPAN HIDUP MATA PELAJARAN

31 PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

32 1. Penghitungan Minggu dan Jam Efektif Jumlah jam efektif = Σ minggu efektif x (…) jam per minggu Catatan : Penghitungan minggu efektif disesuaikan dengan kalender pendidikan. No.Bulan Jumlah minggu Jumlah jam efektif 1.Juli42 2.Agustus…… 3.September…… 4.Oktober…… 5.November…… 6.Desember……

33 2 a. Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per Semester Prinsip pemetaan per Semester 1. Urgensi 2. Tingkat Kesulitan 3. Kompetensi Dasar dalam Satu Siklus Kegiatan 4. Kemampuan Prasyarat 5. Kedekatan Budaya/Kebiasaan 6. Dll. Aspek Standar Kopetensi Kompetensi Dasar Indikator

34 2 b. Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per Semester KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KOMP TNDK BHS PEMBENTUKWACANA KOMP. KEBAHASAAN SOSIOKULTURAL STRATEGISIKAP YANG POSITIF

35 2 c. Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per Semester Prinsip pemetaan per Semester 1. Urgensi 2. Tingkat Kesulitan 3. Kompetensi Dasar dalam Satu Siklus Kegiatan 4. Kemampuan Prasyarat 5. Kedekatan Budaya/Kebiasaan 6. Dll. NoNoNoNo Standar Kompetensi Kompetensi Indikator Aspek Dasar

36 2 d. Pemetaan Kompetensi Dasar per Semester Prinsip pemetaan per Semester 1. Urgensi 2. Tingkat Kesulitan 3. Kompetensi Dasar dalam Satu Siklus Kegiatan 4. Kemampuan Prasyarat 5. Kedekatan Budaya/Kebiasaan 6. Dll. Aspek Standar Kopetensi Kompetensi Dasar Semtr 1 Kompetensi Dasar Semtr 2

37 5. Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran : Kelas/Semester : Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok Pengalaman Belajar Waktu Sumber Belajar Penilaian Jenis Tek - Bentuk Contoh Jenis Tek - Bentuk Contoh Tagihan nik Instrumen Instrumen

38 Format Penilaian Penilaian Jenis Tagihan Teknik Bentuk InstrumenContoh Instrumen Tes Kuis pertanyaan lisan/tertulis, isian singkat, menjodohkan, pilihan ganda, unjuk kerja dalam waktu singkat (dilengkapi rubrik). Soal dan atau perintah Tes harian Ulangan tengah semester Ulangan akhir semester Ulangan kenaikan kelas Pertanyan lisan/tertulis, isian singkat, menjodohkan, pilihan ganda, esai/uraian (dilengkapi rubrik), produk (dilengkapi rubrik), unjuk kerja (dilengkapi rubrik). Soal dan atau perintah Nontes Observasi Panduan observasiPerintah AngketkuisenerPerintah WawancaraPanduan wawancaraPerintah Tugas.-tugasRubrikPerintah Produk/Hasil KerjaRubrikPerintah ProyekRubrikPerintah PortofolioRubrikPerintah Catatan : Jenis tagihan, teknik, dan bentuk instrumen yang dipilih oleh guru disesuaikan dengan karakteristik KD dan indikator.

39 Pemetaan Kompetensi Dasar per Unit (Khusus Bahasa Indonesia) Pemetaan Kompetensi Dasar per Unit (Khusus Bahasa Indonesia) Prinsip Pemetaan per Unit 1. Berdayakan momen 2. Kompetensi Dasar dalam Satu Siklus 3. Dll. UnitWaktu Kemampuan Berbahasa Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis Kemampuan Bersastra Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis 1.

40 KD/Unit/Siklus/Indikator WAKTU WAKTU JULIAGUSTUSSEPTOKTNOVDES Distribusi KD/Indikator /Unit/Siklus per Semester

41 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana pelaksanaan pembelajaran memuat sekurang-kurangnya: Rencana pelaksanaan pembelajaran memuat sekurang-kurangnya: - tujuan pembelajaran - tujuan pembelajaran - materi ajar - materi ajar - metode pengajaran - metode pengajaran - sumber belajar - sumber belajar

42 Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang yang cukup untuk prakarsa, kreativitas, dan kemandirian Pelaksanaan pembelajaran harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang yang cukup untuk prakarsa, kreativitas, dan kemandirian Pelaksanaan proses pembelajaran juga harus sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik Pelaksanaan proses pembelajaran juga harus sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik

43 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran: Jenjang: Kelas/Semester: Alokasi Waktu: … x pertemuan (… jam pelajaran) A. Standar Kompetensi B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Tujuan Pembelajaran E. Materi Pokok F. Metode G. Strategi Pembelajaran Pertemuan pertama 1. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi (dideskripsikan) Motivasi dan Apersepsi (dideskripsikan) 2. Kegiatan Inti 3. Kegiatan Penutup Pertemuan kedua dst. Catatan: pendekatan kontekstual dan pengembangan kecakapan hidup tercermin dalam strategi pembelajaran H. Sumber Belajar

44 I. Penilaian Jenis tagihan : tes Jenis tagihan : tes Teknik : tes harian Teknik : tes harian Bentuk Instrumen : unjuk kerja dengan rubrik Bentuk Instrumen : unjuk kerja dengan rubrik Soal/instrumen : Ceritakan tokoh seni rupa idolamu yang meliputi identitas tokoh, keunggulannya, dan alasan kamu mengidolakan. Sertakan contoh karya dan beri ulasan tentang karya tersebut. Soal/instrumen : Ceritakan tokoh seni rupa idolamu yang meliputi identitas tokoh, keunggulannya, dan alasan kamu mengidolakan. Sertakan contoh karya dan beri ulasan tentang karya tersebut. Rubrik penilaian Rubrik penilaian No Aspek yang dinilai YaTidak Identitas tokoh lengkap Ada diskripsi keunggulan tokoh Ada deskripsi alasan mengidolakan tokoh Ada contoh karya Ada ulasan contoh karya

45 KEGIATAN BELAJAR PEMBIASAAN

46 KEGIATAN RUTIN KEGIATAN RUTIN KEGIATAN SPONTAN KEGIATAN SPONTAN KEGIATAN TELADAN KEGIATAN TELADAN KEGIATAN TERPROGRAM KEGIATAN TERPROGRAM

47 KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler. Baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara (assembly, gathering dll) Upacara (assembly, gathering dll) Senam Senam Sembahyang dhuhur Sembahyang dhuhur Pemeriksaan kesehatan Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Pergi ke perpustakaan Dll. Dll.

48 KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, Di mana saja, tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. Membiasakan memberi salam Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antre Membiasakan antre Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll. Dll.

49 KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah yang bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. Seminar dan workshop: Aids, Hemat Energi, HAM/Hak Anak. Dll.. Seminar dan workshop: Aids, Hemat Energi, HAM/Hak Anak. Dll.. Kunjungan: panti asuhan, tempat/orang yang terkena musibah, tempat-tempat penting dll. Kunjungan: panti asuhan, tempat/orang yang terkena musibah, tempat-tempat penting dll. Proyek: lomba, pentas, bazar dll. Proyek: lomba, pentas, bazar dll.

50 KEGIATAN TELADAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh hidup sederhana Dll. Dll.

51 Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa. Penilaian Kelas

52  Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar  Berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara.

53 CARA-CARA Penilaian melalui Portofolio (Portfolio) Penilaian melalui Portofolio (Portfolio) Penilaian melalui Unjuk Kerja (Performance) Penilaian melalui Unjuk Kerja (Performance) Penilaian melalui Penugasan (Proyek/Project) Penilaian melalui Penugasan (Proyek/Project) Penilaian melalui Hasil kerja (Produk/Product) Penilaian melalui Hasil kerja (Produk/Product) Penilaian melalui Tes Tertulis (Paper & Pen) Penilaian melalui Tes Tertulis (Paper & Pen)

54 Portofolio Penilaian berkelanjutan berdasarkan kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode Penilaian berkelanjutan berdasarkan kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode Pedoman : saling percaya, rahasia bersama guru siswa, milik bersama guru siswa, kepuasan, kesesuaian, penilaian proses dan hasil, penilaian dalam pembelajaran Pedoman : saling percaya, rahasia bersama guru siswa, milik bersama guru siswa, kepuasan, kesesuaian, penilaian proses dan hasil, penilaian dalam pembelajaran

55 Unjuk Kerja Penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Teknik: Checklist Teknik: Checklist Skala Skala Rentang skor Rentang skor

56 Penugasan/Proyek Penilaian terhadap suatu tugas yang diselesaikan dalam waktu tertentu berupa investigasi dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data Penilaian terhadap suatu tugas yang diselesaikan dalam waktu tertentu berupa investigasi dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data Yang dipertimbangkan : kemampuan pengelolaan, relevansi, keaslian Yang dipertimbangkan : kemampuan pengelolaan, relevansi, keaslian

57 Hasil Kerja/Produk Penilaian terhadap keterampilan membuat produk dan kualitas produk Penilaian terhadap keterampilan membuat produk dan kualitas produk Periode penilaian: tahap persiapan, pembuatan, appraisal (penilaian) Periode penilaian: tahap persiapan, pembuatan, appraisal (penilaian) Teknik : Holistik dan Analitik Teknik : Holistik dan Analitik

58 Pelaksanaan Konsep Ketuntasan Belajar Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator berkisar antara 0 % %, idealnya kriteria masing-masing indikator di atas 60 %. Tetapi sekolah dapat menetapkan sendiri kriteria tersebut sesuai dengan kondisi masing-masing. Harapannya sekolah makin lama akan meningkatkan kriteria ketuntasan mendekati sempurna (100%). Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator berkisar antara 0 % %, idealnya kriteria masing-masing indikator di atas 60 %. Tetapi sekolah dapat menetapkan sendiri kriteria tersebut sesuai dengan kondisi masing-masing. Harapannya sekolah makin lama akan meningkatkan kriteria ketuntasan mendekati sempurna (100%). Jika semua indikator dalam suatu kompetensi dasar telah memenuhi kriteria, siswa dianggap telah menguasai KD, dan pada akhirnya menguasai Standar Kompetensi dan Mata Pelajaran. Jika semua indikator dalam suatu kompetensi dasar telah memenuhi kriteria, siswa dianggap telah menguasai KD, dan pada akhirnya menguasai Standar Kompetensi dan Mata Pelajaran.

59 Persyaratan Kenaikan Kelas untuk SMP 1. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun. 2. Siswa dinyatakan naik kelas apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, Kompetensi Dasar (KD), dan Standar Kompetensi (SK) pada semua mata pelajaran. 3. Siswa dinyatakan harus mengulang apabila belum mencapai kriteria ketuntasan minimal pada banyak indikator, KD, dan SK pada lebih dari empat mata pelajaran sampai batas akhir tahun ajaran. 4. Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai siswa untuk semua indikator, KD, dan SK yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.

60 Kedudukan Nilai Harian dan Nilai Sumatif Nilai sumatif ( nilai akhir semester atau tahun) merupakan kumpulan nilai harian ( SK, KD dan indikator), sehingga penilaian sumatif setiap akhir semester atau akhir tahun tidak harus dilakukan jika sekolah telah memperoleh gambaran tentang ketuntasan belajar siswa dari nilai hariannya). Oleh karena itu penilaian sumatif tidak memiliki bobot yang lebih besar dari nilai harian.

61 Pelaksanaan Remedial Remedial dilakukan kepada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar pada indikator tertentu. Remedial dilakukan kepada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar pada indikator tertentu. Remedial dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif. Remedial dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif. Penilaian kegiatan remedial dapat berupa tes maupun penugasan yang lain. Penilaian kegiatan remedial dapat berupa tes maupun penugasan yang lain. Nilai kegiatan remedial tidak melebihi nilai standar ketuntasan belajar Nilai kegiatan remedial tidak melebihi nilai standar ketuntasan belajar

62 Pelaksanaan Pengayaan Pengayaan dilakukan terhadap siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar siswa yang lain belum. Pengayaan dilakukan terhadap siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar siswa yang lain belum. Pengayaan dapat berbentuk tugas-tugas individual yang bertujuan untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar siswa. Pengayaan dapat berbentuk tugas-tugas individual yang bertujuan untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar siswa. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai siswa pada mata pelajaran yang bersangkutan. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai siswa pada mata pelajaran yang bersangkutan.

63 DAFTAR KD/INDIKATOR (Untuk siswa) Semester … Kelas … DAFTAR KD/INDIKATOR (Untuk siswa) Semester … Kelas … NO MATA PELAJARAN KD/INDIKATOR KD/INDIKATORSKBM 1. Bhs. Indonesia Mendengarkan Mendengarkan dan memahami isi berita yang dibacakan isi berita yang dibacakan 70% ASPEK

64 DAFTAR NILAI Aspek : NILAI KD/INDIKATOR Nilai Rapor 1 R1 R2 P 2 R1 R2 P 3 R1 R2 P dst 1 R1 R2 P 2 R1 R2 P 3 R1 R2 P dst Rerata Rerata No. Nama

65 CONTOH RUBRIK PENILAIAN CHECKLIST CHECKLIST SKALA SKALA RENTANG SKOR RENTANG SKOR

66 Penggunaan Mikroskop Komponen Kerja Komponen KerjaYaTi-dak a. Membawa mikroskop pada tangkainya v b. Meletakkan mikroskop dengan cermin tidak mengarah langsung ke matahari tidak mengarah langsung ke matahariv c. Menaruh preparat pada meja benda dan menguncinya menguncinyav D. Mengamati dengan perbesaran lemah dulu duluv e. Menjaga kebersihan mikroskop dan tempatnya tempatnyav f. Menaruh kembali mikroskop dalam posisi tegak posisi tegakv Skor total 5

67 Contoh checklists Format Penilaian PidatoNO ASPEK YANG DINILAI YATIDAK 1. BERDIRI TEGAK V 2. MEMANDANG SEMUA HADIRIN V 3. SISTEMATIKA BAIK V 4. PENYAMPAIAN GAGASAN JELAS V 5. MIMIK BEREKSPRESI V 6. INTONASI BAIK V 7. LAFAL JELAS V JUMLAH SKOR 5 Nilai: Jumlah Ya/Skor Total 5/7 X 100 = 71

68 Contoh Skala Format Penilaian Pidato NONONONO ASPEK YANG DINILAI SKALA SKOR SIKAP BERDIRI 3 2. MEMANDANG HADIRIN MEMANDANG HADIRIN 2 3.SISTEMATIKA 2 4. PENYAMPAIAN GAGASAN 2 5.MIMIK 3 6.INTONASI 1 7.LAFAL 2 JUMLAH SKOR Nilai: Jumlah skor/Total Skor 15/21 X 100 = 71

69 Contoh Rentang Skor Format Penilaian PidatoNO ASPEK YANG DINILAI RENTANG SKOR SKOR 1. SIKAP BERDIRI Berdiri tegak sepanjang waktu Berdiri tegak sepanjang waktu Berdiri tegak lebih dari setengah waktu Berdiri tegak lebih dari setengah waktu Berdiri tidak tegak Berdiri tidak tegak ,50 2. MEMANDANG HADIRIN MEMANDANG HADIRIN SISTEMATIKA PENYAMPAIAN GAGASAN MIMIK INTONASI 7.LAFAL NILAI= JUMLAH SKOR

70 NILAI KD/INDIKATOR Tes uraian bebas, unjuk kerja, produk, proyek No.Nama Aspek yang dinilai Nilai dst. Skor

71 CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KOMPETENSI DASAR Kompetensi Dasar Indikator Kriteria Ketuntasa n Belajar Nilai Pesert a Didik Ketun-tasan Bertelepon 1. Mampu bertelepon dengan kalimat yang efektif 2. Mampu menggunakan bahasa yang santun 75%75%8070Tuntas Belum tuntas Nilai KD Bertelepon (80+70) : 2 = 75

72 DAFTAR NILAI Aspek : NILAI KD/INDIKATOR Nilai Rapor 1 R1 R2 P 2 R1 R2 P 3 R1 R2 P dst 1 R1 R2 P 2 R1 R2 P 3 R1 R2 P dst Rerata Rerata No. Nama

73 DAFTAR NILAI (Tanpa mid dan akhir semester) Aspek : NILAI KD/INDIKATOR Nilai Rapor dst dst. Rerata Rerata No. Nama

74 DAFTAR NILAI (Dengan mid dan akhir semester) Aspek: Nilai KD/Indikator Bbt Tengah Sm Bbt Akhir Sm Bbt Nilai Rapor dst Rerata dst Rerata No. Nama

75 Catatan Bila sekolah mengadakan ulangan midsemester dan semester, pembobotan nilai kedua ulangan tersebut diserahkan kepada pihak sekolah, tapi tidak lebih besar dari nilai harian. Bila sekolah mengadakan ulangan midsemester dan semester, pembobotan nilai kedua ulangan tersebut diserahkan kepada pihak sekolah, tapi tidak lebih besar dari nilai harian. Bila ulangan midsemester dan semester menggunakan cara pilihan ganda, hanya KD tertentu dan aspek tertentu yang dapat diujikan. Bila ulangan midsemester dan semester menggunakan cara pilihan ganda, hanya KD tertentu dan aspek tertentu yang dapat diujikan.

76 REFLEKSI

77 MARI MENYUNTING Perasaan saya sehubungan dengan adanya perubahan kurikulum adalah sangat senang sekali, karena saya sebagai guru diberikan mendapat kebebasan untuk mengembangkan kreatifvitas di kelas sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya.-potensi yang ada di dalam dirinya masing-masing. Dengan adanya kurikulum Dan di dalam Kurikulum 2004 betul-betul melibatkan siswa anak-anak sehingga guru hanya sebagai fasilitator. di kelas Perasaan saya sehubungan dengan adanya perubahan kurikulum adalah sangat senang sekali, karena saya sebagai guru diberikan mendapat kebebasan untuk mengembangkan kreatifvitas di kelas sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya.-potensi yang ada di dalam dirinya masing-masing. Dengan adanya kurikulum Dan di dalam Kurikulum 2004 betul-betul melibatkan siswa anak-anak sehingga guru hanya sebagai fasilitator. di kelas

78 BANDINGKANN YA! Tentu saja saya merasa senang sekali. Saya mulai merasa ada pencerahan. Selama ini pemahaman tentang kurikulum masih remang-remang, membingungkan, dan tidak menentu. Setelah pelatihan ini saya lebih memahami dan mengerti tentang kurikulum. Tentu saja saya merasa senang sekali. Saya mulai merasa ada pencerahan. Selama ini pemahaman tentang kurikulum masih remang-remang, membingungkan, dan tidak menentu. Setelah pelatihan ini saya lebih memahami dan mengerti tentang kurikulum.

79 Renungkan Perubahan kurikulum bagi saya tidak terlalu mengalami kesulitan atau mengagetkan, karena dalam proses belajar mengajar di kalas, saya sudah mencoba minilai kompetensi siswa. Walaupun menggunakan kurikulum 1994, saya selalu berusaha agar siswa di kelas aktif dan saya selalu mengajak siswa untuk kreatif. Hanya saja, saya sering terbentur dengan masalah klasik yaitu, guru senior tidak suka kalau kelas ribut atau berjalan-jalan ke luar, atau belajar di luar. Perubahan kurikulum bagi saya tidak terlalu mengalami kesulitan atau mengagetkan, karena dalam proses belajar mengajar di kalas, saya sudah mencoba minilai kompetensi siswa. Walaupun menggunakan kurikulum 1994, saya selalu berusaha agar siswa di kelas aktif dan saya selalu mengajak siswa untuk kreatif. Hanya saja, saya sering terbentur dengan masalah klasik yaitu, guru senior tidak suka kalau kelas ribut atau berjalan-jalan ke luar, atau belajar di luar.

80 Sekian Terima kasih


Download ppt "KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Departemen Pendidikan Nasional Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google