Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

AUDIT SISTEM INFORMASI Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengumpulan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "AUDIT SISTEM INFORMASI Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengumpulan."— Transcript presentasi:

1 AUDIT SISTEM INFORMASI Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengumpulan dan Penilaian Bukti Audit

2 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pendahuluan Dalam kegiatan auditing paling tidak mempunyai karakteristik sebagai berikut: – Objektif: independen yaitu tidak tergantung pada jenis atau aktivitas organisasi yang diaudit – Sistematis: terdiri dari tahap demi tahap proses pemeriksaan – Ada bukti yang memadai: mengumpulkan, mereview, dan mendokumentasikan kejadian-kejadian – Adanyakriteria: untuk menghubungkan pemeriksaan dan evaluasi bukti–bukti

3 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pendahuluan Sebenarnya konsep dan prinsip auditing baik di lingkungan manual dan lingkungan sistem informasi yang berbasis komputer tidak berubah, yang berubah adalah metode dan tekniknya saja. Beberapa teknik dan metode tersebut berbeda karena antara lain disebabkan: Otomatisasi, yaitu seluruh proses di dalam pemrosesan data elektronik mulai dari input hingga output cenderung secara otomatis, bentuk penggunaan dan jumlah kertas cenderung minimal, bahkan sering kali tidak ada (paperless office) sehingga untuk penelusuran dokumen (tracing) audit berkurang dibandingkan sistem manual yang banyak menggunakan dokumen dan kertas.

4 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengertian Bukti Audit Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan, yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapatnya.

5 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I BUKTI YANG CUKUP KOMPETEN Bukti yang cukup kompeten merupakan ukuran kualitas bukti-bukti audit. Faktor-faktor yang mungkin saja mempengaruhi penilaian auditor sehingga cukup: – Material Material menunjukkan arti transaksi-transaksi, account balances dan pengungkapan kepada pengguna laporan keuangan. – Resiko material misstatement. Resiko material misstatement menunjukkan pada resiko-resiko yang melekat yang dinyatakan salah dan kontrol resiko terhadap kontrol internal akan gagal untuk dicegah atau dideteksi material misstatement dalam pernyataan. – Ukuran dan karakteristik populasi. Ukuran populasi menunjukkan jumlah item yang ada pada populasi, seperti halnya jumlah transaksi penjualan dalam jurnal penjualan. Karakteristik populasi umumnya menunjukkan sifat item yang termasuk dalam populasi.

6 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Kompetensi Bukti-Bukti Audit Kompetensi merupakan ukuran kualitas, reliabilitas, bukti-bukti audit. Jika ingin kompeten, bukti-bukti harus relevan terhadap pernyataan. Relevansi Bukti Audit Relevansi berarti bukti-bukti harus berhubungan dengan pernyataan manajemen dalam laporan keuangan.

7 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Faktor-faktor Lain yang Berhubungan dengan Reliability Bukti Audit Bukti-bukti audit haruslah reliable dan terpercaya. Faktor-faktor lainnya adalah: – Independensi sumber. – Bukti didapatkan secara langsung oleh auditor. – Kontrol internal lebih dari informasi internal. – Dokumen-dokumen yang ditulis. – Dokumen asli. – Konsistensi bukti dari sumber yang berbeda.

8 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari 2 data : 1.Data Akuntansi dan, 2.Semua Informasi Penguat (corroborating information).

9 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Tipe-Tipe Bukti Audit Pengendalian Intern. Catatan Akuntansi. Bukti Fisik. Bukti Dokumenter. Meigs Walter B. Larsen. E (1977) mengelompokan tipe bukti audit menjadi 10 tipe, tipe-tipe tersebut antara lain:

10 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Perhitungan-perhitungan. Bukti Lisan. Bukti Analisis. Bukti dari spesialis. Pernyataan Tertulis. Konfirmasi.

11 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Bukti Audit 1.Materialitas. 2.Risiko Audit. 3.Faktor Ekonomi. 4.Ukuran dan karakteristik populasi.

12 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Prosedur Audit Prosedur audit adalah tindakan-tindakan yang dilakukan atau metode-metode dan teknik-teknik yang dilakukan oleh auditor untuk memperoleh bukti audit.

13 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Prosedur-prosedur audit yang dapat digunakan untuk memperoleh bukti yang kompeten dan dapat dipercaya adalah (munawir, 2008): 1.Inspeksi. 2.Observasi. 3.Konfirmasi. 4.Wawancara. 5.Perbandingan.

14 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I 6.Pengkajian Ulang. 7.Penilaian. 8.Verifikasi. 9.Penelusuran. 10.Pembuktian. 11.Kalkulasi Kembali. 12.Analisis.

15 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I 13.Rekonsiliasi. 14.Penjajagan. 15.Perhitungan. 16.Pengujian.

16 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Keputusan Auditor Sehubungan Dengan Bukti Audit Dalam proses pengumpulan bukti audit, auditor melakukan empat pengambilan keputusan yang saling berkaitan yaitu: 1.Penentuan prosedur audit yang akan digunakan. 2.Penentuan besarnya sampel untuk prosedur audit tertentu.

17 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I 3.Penentuan unsur tertentu yang harus dipilih dari populasi. 4.Penentuan waktu yang cocok untuk melaksanakan prosedur audit tersebut.

18 Audit Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Berbagai teknik dan prosedur yang digunakan dalam audit operasional hampir sama dengan yang diterapkan dalam audit system informasi dan keuangan. Perbedaan utamanya adalah bahwa lingkup audit system informasi dibatasi pada pengendalian internal, sementara lingkup audit keuangan dibatasi pada output sistem. Sebaliknya, lingkup audit operasional lebih luas, melintasi seluruh aspek manajemen system informasi. Tujuan audit operasional mencakup faktor- faktorseperti: efektivitas, efisiensi, dan pencapaian tujuan. Pengumpulan bukti mencakup kegiatan- kegiatan berikut ini : – Meninjau kebijakan dokumentasi operasional – Melakukan konfirmasi atas prosedur dengan pihak manajemen serta personil operasional – Prosedur pengumpulan bukti, cont. Mengamati fungsi-fungsi dan kegiatan operasional – Memeriksa rencana dan laporan keuangan serta operasional – Menguji akurasi informasi operasional – Menguji pengendalian


Download ppt "AUDIT SISTEM INFORMASI Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengumpulan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google