Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KAPASITAS RUANG DAN TITIK KRITIS STRUKTUR SOSIAL Edi Susilo Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KAPASITAS RUANG DAN TITIK KRITIS STRUKTUR SOSIAL Edi Susilo Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas."— Transcript presentasi:

1 KAPASITAS RUANG DAN TITIK KRITIS STRUKTUR SOSIAL Edi Susilo Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Disampaikan pada Konferensi Nasional Ikatan Sosiologi Indonesia, di Universitas Muhammadiyah Malang, Oktober 2012

2 Bersumber pada Buku ini

3 PENDAHULUAN Abercrombie et al., (1988): – Konsep struktur sosial sering digunakan dalam sosiologi, tetapi jarang dibahas sampai mendalam Sering saling dipertukarkan: – sistem sosial – organisasi sosial struktur dan organisasi sosial

4 Harapan Kapasitas Ruang Titik Kritis Tingkat Kejenuhan: - longgar - jenuh Struktur sosial lokal adalah pondasi struktur sosial progresif-integratif.

5 Tinjauan Pustaka Redfield (1963) Firth (1956) Radcliffe- Brown (1968) Abercrom- bie et al., (1988) Susilo et al., (1991) Susilo et al., 1997) Susilo, 2006) wikipedia, 2006 wikipedia, 2007 Keel (2007) Susilo, 2010)

6 Tinjauan Pustaka Banyak dimensi (wikipedia, 2006) Redfield (1963) – struktur sosial adalah sebuah istilah yang berdimensi luas, berliku-liku, dan bercabang-cabang seperti sebuah pohon dalam studi tentang sebuah komunitas. Firth (1956) empat unsur esensi komunitas: – tata masyarakat (social alignment) – kontrol sosial (social control) – media sosial (social media), – standard sosial (social standard).

7 Menuju ke definisi Struktur Sosial Radcliffe-Brown (1968) Struktur sosial adalah: keberlanjutan susunan orang-orang dalam hubungan-hubungan yang dibatasi atau dikendalikan oleh institusi-institusi, yaitu norma-norma atau pola-pola tingkah laku yang dibangun masyarakat.

8 Abercrombie et al., (1988) Struktur sosial secara sederhana adalah pola berulang tentang perilaku sosial; yang merujuk kepada keabadian dalam mengatur pola-pola hubungan antara unsur-unsur masyarakat, yang membandingkan masyarakat dengan mesin dan organisme.

9 Susilo et al., (1991) struktur sosial adalah penyusunan orang-orang secara berkelanjutan dari berbagai peranan dan status dalam suatu kelompok-kelompok, yang hubungan-hubungannya dikendalikan oleh norma-norma atau pola-pola tingkah laku yang dibangun oleh masyarakat itu sendiri. Dasar pembentukan kelompok antara lain ikatan perkawinan maupun kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.

10 Struktur sosial adalah susunan orang-orang secara berkesinambungan atas status dan peran dalam sebuah social group yang perilakunya dikendalikan oleh nilai dan norma, dan di dalam proses berinteraksi ada unsur kekuasaan. Susilo et al., 1997)

11 Susilo (2006) struktur sosial sebagai penyusunan orang- orang secara berkesinambungan atas status dan peran dalam sebuah social group yang berada dalam sistem stratifikasi tertentu, di mana perilakunya dikendalikan oleh nilai dan norma, dan di dalam proses berinteraksi ada unsur kekuasaan.

12 (www.wikipedia, 2007). hubungan timbal-balik satuan atau suatu kelompok dengan satuan atau kelompok lainnya, sebagai pola-pola yang abadi dari tingkah laku para partisipan dalam sebuah sistem sosial dalam kaitannya dengan yang lain, dan sebagai norma-norma yang telah terinstitusionalisasi atau kerangka- kerangka pengetahuan yang terstruktur yang mendasari tindakan-tindakan para pelaku dalam sistem sosial

13 Keel (2007) Struktur sosial adalah sebuah cara tentang bagaimana masyarakat terorganisasikan ke dalam hubungan-hubungan yang dapat diprediksi (diduga), pola-pola interaksi sosial, yang mana manusia dapat memberikan respon satu sama lain.

14 Akhirnya………… Struktur sosial: Susunan orang-orang secara berkesinambungan atas status dan peran dalam satu atau lebih social group, dalam sistem stratifikasi tertentu, dimana perilakunya dapat diduga dan atau dapat dikendalikan oleh nilai dan norma, dan di dalam proses berinteraksi antarstatus ada unsur kekuasaan.

15 Metode Penelitian Kualitatif positivistik, atau Kuantitatif deskriptif Sejarah Sosial Studi kasus Model Analogi BAD SEASON PEAK SEASON AA’ B B’ Susilo (1986)

16 HACCP : Sistem Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis Analogi Kapasitas Ruang Struktur Sosial Titik Kritis Struktur Sosial Carrying Capacity

17 Kerangka Analisis Struktur harus berusaha menjauhi titik kritis Pengendalian titik kritis untuk memperluas kapasitas ruang 3. Ruang menolak, kapasitas sempit, berubah menjadi pembatas Stuktur mengakomodasi unsur baru untuk tidak mendekati titik kritis Kapasitas ruang masih belum mencapai titik kritis 2. belum berintergrasi, tetapi masih ditampung oleh ruang struktur Kapasitas ruang tetap atau semakin meluas 1. unsur luar berintegrasi ke dalam struktur Fase-5Fase-4Fase-3Fase-2 Fase-1 Unsur struktur lingkungan luar komunitas Struktur Awal Pengamatan

18 HASIL DAN PEMBAHASAN

19 Ruang Pertukaran Sosial Pembatas Adaptasi Titik Kritis (1) RUANG DAN TITIK KRITIS STRUKTUR SOSIAL (konseptual)

20 Kapasitas Ruang dan Titik Kritis (aktual) titik kritis Kapasitas Ruang Masa IsolasiMasa Terbuka-1Masa Terbuka - 2 komunalindividual

21 Refleksi Sosiologis Patron-Client (Satria, 2000; Susilo, 1996;2006) Kebutuhan permodalan dan jaminan pemasaran hasil tangkapan ikan disediakan oleh patron. Patron 21edisusilo (2) Introduksi KUD-Mina/TPI oleh Pemerintah

22 Patron KUD/TPI Blarr !!! 22edisusilo Introduksi tidak berintegrasi dengan struktur lokal

23 Delapan Proposisi 1.Struktur sosial berkembang sejalan dengan perubahan kapasitas ruangnya. 2.Jika struktur mencapai titik kritis, maka ia akan mengalami disintegrasi. 3.Dimensi morfogenik dapat meningkatkan kapasitas ruang struktur sosial, sementara itu dimensi morfostatik dapat menjaga stabilitas struktur untuk tidak mencapai titik kritis.

24 4.Jika dimensi obyektif kapasitas ruang struktur sosial dalam sebuah ekosistem meningkat, maka tidak secara otomatis meningkatkan kapasitas ruang dari dimensi subyektif. 5.Perubahan dimensi obyektif-subyektif kapasitas ruang struktur sosial memiliki respon yang relatif terhadap dimensi komunal-individual.

25 6.Tingginya intensitas dan eskalasi konflik dapat mempersempit kapasitas ruang struktur sosial, yang cenderung mengarah pada titik kritis. 7.Kemampuan akses yang tinggi dapat meningkatkan daya adaptasi, dan akan memperluas kapasitas ruang struktur sosial. 8.Menyempitnya kapasitas ruang struktur sosial, cenderung memberikan peluang bagi terjadinya titik kritis struktur sosial, terutama jika individu atau social group memiliki tingkat akses yang rendah.

26 (4) Keterkaitan Antarkonsep Berkembang Struktur Sosial Disintegrasi Titik Kritis Kapasitas Ruang Morfogenik Morfostatik Konflik Subyektif Obyektif Respon: (Komunal- Individual) Akses Adaptasi Maladaptasi Gagal Akses

27 KESIMPULAN 1.Pembentukan definisi pada istilah struktur sosial adalah sebuah upaya untuk mencapai sebuah kesepakatan (baca: kenekatan) dalam rangka melakukan analisis lebih dalam agar mampu memberikan analisis dengan kasus peristiwa sosial di Indonesia. Upaya ini perlu dilakukan agar terjadi perkembangan keilmuan yang tidak hanya tergantung pada konsep-konsep dari luar. Kelanjutannya agar sosiologi semakin mampu memberikan pemecahan masalah aktual yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

28 2.Studi kasus dalam masyarakat kecil dengan konsep mikro dapat memberikan penjelasan tentang peristiwa-peristiwa pada tingkat makro. Analisis makro tidak selalu dihasilkan dari kajian makro, sepanjang diperkuat oleh analisis teoretis. Konstruksi konseptual proposisi-proposisi ini mampu memberikan analisis mikro ke tingkat makro.

29 3.Dimensi kapasitas ruang dan titik kritis struktur sosial mampu menjelaskan dinamika struktur masyarakat yang mengalami perubahan sosial, di mana proses perubahan sosial ini tidak dapat dibendung. Walaupun kapasitas ruang meningkat namun tidak secara otomatis bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, karena sangat ditentukan oleh kemampuan mengakses peluang yang tersedia.

30 4.Konstruksi konseptual proposisi-proposisi kapasitas ruang dan titik kritis struktur sosial adalah sebuah upaya menemukan solusi bagi masyarakat agar mampu terbentuk sebuah struktur sosial yang progresif-integratif. Struktur yang progresif akan memberikan ruang bagi dinamika masyarakat sementara struktur yang integratif akan menjadikan kapasitas ruang semakin meluas.

31 TERIMA KASIH


Download ppt "KAPASITAS RUANG DAN TITIK KRITIS STRUKTUR SOSIAL Edi Susilo Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google