Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM BASIS DATA 1 P1. PENGANTAR BASIS DATA & P2. LINGKUNGAN BASIS DATA META MEYSAWATI, ST.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM BASIS DATA 1 P1. PENGANTAR BASIS DATA & P2. LINGKUNGAN BASIS DATA META MEYSAWATI, ST."— Transcript presentasi:

1 SISTEM BASIS DATA 1 P1. PENGANTAR BASIS DATA & P2. LINGKUNGAN BASIS DATA META MEYSAWATI, ST

2

3 File diperuntukkan hanya untuk 1 program aplikasi saja. SISTEM PEMROSESAN FILE File DB dapat digunakan lebih dari 1 program aplikasi SISTEM FILE BASIS DATA

4 SISTEM PEMROSESAN FILE & SISTEM BASIS DATA KELEMAHAN SISTEM PEMROSESAAN FILE Redudansi data/ data rangkap Sulit mengakses data Data terisolir Masalah keamanan Data depedence KEUNTUNGAN SISTEM BASIS DATA Terkontrolnya kerangkapan data Data konsistenData shared Keamanan data terjamin Terpeliharanya integritas data Data indepedence/ kemandirian data KELEMAHAN SISTEM BASIS DATA Memerlukan tenaga spesialis Kompleks Memerlukan tempat yang besar Mahal

5 DEFINISI BASIS DATA (DATABASE) Menyediakan fasilitas/ mempermudah dalam menghasilkan informasi yang digunakan oleh pemakai untuk mendukung pengambilan keputusan. Kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut  DBMS sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi. TUJUAN: memperoleh data yang dibutuhan dengan mudah dan cepat

6 Terdapat 4 komponen pokok dari system database: 1. DATA, dengan ciri-ciri : 1.Data disimpan secara terintegrasi (Integrated) Terintegrated yaitu Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant) 2. Data dapat dipakai secara bersama-sama(shared) Shared yaitu Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda. 2.Perangkat Keras (HARDWARE) 3.Perangkat Lunak (SOFTWARE) 4.Pemakai (USER)

7 Orang/tim yang bertugas mengelola system database secara keseluruhan DBA (Database Administrator) orang/tim membuat program aplikasi yang mengakses database dengan menggunakan bahasa pemprograman PROGRAMMER orang yang mengakases database melalui terminal dengan menggunakan query language atau program aplikasi yang dibuat oleh programmer END USER 3 KLASIFIKASI PEMAKAI (USER)/ PENGGUNA BASIS DATA

8 DBMS (Database Management System)  perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan basis data. Sistem basis data terdiri  basis data & DBMS Aplikasi basis data DBMS Database USER

9 ISTILAH BASIS DATA Enterprise  suatu bentuk organisasi. Ex: Universitas Entitas  objek/ orang, tempat, kejadian yang dapat diwujudkan dalam basis data. Ex: Mahasiswa, mata kuliah Kumpulan dari entitas disebut himpunan entitas. Ex: Semua mahasiswa, semua mata kuliah Atribut (Elemen data)/ field  karakteristik dari entitas. Ex: NPM, nama, jenis kelamin, nomor hp. Nilai data (Data Value)  isi data/ informasi pada elemen data. Ex: attribut nama mahasiswa berisi Nilai Data : Meta, Maria, Maria Chrisnatalia, Septian, Puput Kunci elemen data  tanda pengenal yang unik untuk mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Ex: Entitas mahasiswa memiliki atribut NPM, nama, jenis kelamin, alamay. Record data  kumpulan isi dari elemen data yang saling berhubungan untuk menginformasikan suatu entiti secara lengkap. Ex: “ ”,”Meta”,”Perempuan”,” xxxx”

10 3 TINGKATAN ARSITEKTUR BASIS DATA 1)Tingkat Eksternal (External Level) Berhubungan dengan bagaimana data direpresentasikan dari sisi setiap user. User dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan lunak yang digunakan aplikasi basis data  Skema Eksternal 2)Tingkat Konseptual (Conseptual Level) Menghubungkan antara external level dengan internal level. Keberadaan tidak memperhitungkan kekurangan pernagkat keras & lunak pembangun aplikasi basis data  Skema Konseptual. 3)Tingkat Internal (Internal Level) Berhubungan dengan bagaimana data di simpan secara fisik (phsycal strorage) merupakan level terendah untu merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam formay byte  Skema Internal

11 View 1View 2VIEW n Skema Konseptual Skema Internal Basis data USER 1 USER 2USER n EKSTERNAL LEVEL CONSEPTUAL LEVEL INTERNAL LEVEL

12 Contoh : sebuah file Pegawai yang akan didefinisikan Tingkat Eksternal (External Level) : Cobol 01 PEG_REC. 02 PEG_NO PIC X(6).  X : Alfanumerik 02 DEPT_NO PIC X(4). 02 GAJI PIC 9(6).  9 : Numerik Tingkat Konseptual (Conceptual Level) : PEGAWAI NOMOR_PEGAWAI CHARACTER 6 NOMOR_DEPT CHARACTER 4 GAJI NUMERIC 6 Tingkat Internal (Internal Level) : FILE_PEGAWAI LENGTH = 22 PREFIX TYPE = BYTE (6), OFFSET = 0 EMP# TYPE = BYTE (6), OFFSET = 6, INDEX = EMPX DEPT# TYPE = BYTE (4), OFFSET = 12 PAY TYPE = FULLWORD, OFFSET = 16

13 Pada level konseptual, basis data mengandung informasi tentang sebuah entity yang disebut EMPLOYEE. Setiap EMPLOYEE mempunyai sebuah EMP_NUMBER (6 karakter), DEP_NUMBER (4 karakter) & SALARY (5 digit desimal). Pada level internal, para pegawai direpresentasikan oleh STRORED_EMP, panjang 20 byte. STORED_EMP terdiri atas 4 field yaitu flag/pointer, 6 byte, tiga field untuk atribut pegawai. User yang menggunakan PL/I mempunyai sisi pandang level Eksternal. Dimana pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang ditulis dengan sintaks PL/I. Demikian pula user yang menggunakan COBOL mempunyai sisi pandang. Level Eksternal dimana pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang ditulis dengan sintaks COBOL.

14 DATA INDEPENDENCE  Perubahan yang terjadi pada tingkat lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.  2 jenis data independence, yaitu : Skema internal dapat diubah oleh DBA tanpa mengganggu skema konseptual. PDI menunjukan kekebalan skema konseptual terhadap skema internal Physical Data Independence Skema konseptual dapat diubah oleh DBA tanpa mengganggu skema internal. LDI menunjukan kekebalan skema eksternal terhadap perubahan skema konseptual. Logical Data Independence

15 PRINSIP DATA INDEPENDENCE 1)DBA dapat mengubah isi, lokasi dalam organisasi basis data tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada 2)Siftware pengolahan datanya dapat memperkenalkan produk baru tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada. 3)Memudahkan perkembangan program aplikasi 4)Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi keamanan dan integritas data.

16 KONSEP DBMS (DATABASE MANAGEMENT SYSTEM)  Kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data.  Bahasa untuk mengakomodasikan pengguna dalam software manajemen basis data disebut Data Sub Language.  DSL adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data.  Dalam basis data secara umum dikenal 2 DSL: 1)DDL (Data Definition Language) 2)DML (Data Manipulation Language)

17  DDL : bahasa yg digunakan dalam mendefinisikan struktur/ kerangka dari basis data. Ex: record, elemen data, kunci elemen dan relasinya  DML : bahasa yg digunakan untuk menjabarkan pemrosesan dari basis data, seperti memasukkan, mengambil, mengubah data.  2 jenis DML : 1)Procedural DML  mendefinisikan data yg diolah & perintah yg akan dilaksanakan 2)Non Procedural  menjabarkan data yg diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara pengambilannya.

18 TUGAS DBMS 1)Pengguna menyatakan permintaan akses menggunakan DBMS 2)DBMS menangkap dan menginterpretasikan 3)DBMS mencari eksternal / conceptual mapping, conceptual schema konseptual / internal mapping & internal schema 4)Melaksanakan operasi yang diminta terhadap basis data tersimpan.

19 Fungsi DBMS 1. Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data 2. Katalog yang dapat diakses pemakai 3.Mendukung Transaksi 4.Melayani kontrol concurrency 5.Melayani recovery 6. Melayani autorisasi 7. Mendukung komunikasi data 8. Melayani integrity 9. Melayani data independence 10. Melayani utility

20 KOMPONEN DBMS 1)Query Processsor  komponen yang merubah bentuk query ke dalam instruksi tingkat rendah ke database manager 2)Database Manager  menerima query dan menguji skema eksternal dan konseptual untuk menentukan apakah record2 dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Kemudian DM memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan 3)File Manager  memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan pada disk. 4)DML Preprocessor  merubah perintah DML embedded ke dalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi yang memanggil dalam host language. 5)DDL Compiler  merubah perintah DDL menjadi kumpulan tabel yang berisi metadata. 6)Dictionary Manager  mengatur akses dan memelihara data dictionary.

21 MODEL DATA  Kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data & batasan data dalam organisasi.  FUNGSI : merepresentasikan data sehingga data mudah dipahami. Model Data Berbasis Objek Menggunakan konsep entitas, atribut & hubungan antar entitas. Jenis model data : entity relationship, semantic, functional, object oriented. Model Data Berbasis Record Terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap dan dapat dibedakan dari bentuknya. 3 jenis model data : data relasional, data hierarki, data jaringan

22 DATA DICTIONARY  Tempat penyimpanan informasi yang menggambarkan data dalam basis data.  Disebut metadata atau data mengenai data. Pada saat mengerjkan pemeriksaan Data dictionar menyimpan Nama pemakai yng mempunyai wewenang untuk menngunakan DBMS Nama data item yang ada dalam basis data Data item yg dapat diakses oleh pemakai & jenis akses yang diijinkan, ex: insert, update, delete atau read Untuk memeriksa integritas data, Data dictionary menyimpan : Nama data item dalam basis data Jenis & ukuran data item Batasan untuk masing-masing data item


Download ppt "SISTEM BASIS DATA 1 P1. PENGANTAR BASIS DATA & P2. LINGKUNGAN BASIS DATA META MEYSAWATI, ST."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google