Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERBANDINGAN ANTAR AGAMA IGK. Budiartha S.Ag, M.Pdh titutbudiartha.blogspot.com.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERBANDINGAN ANTAR AGAMA IGK. Budiartha S.Ag, M.Pdh titutbudiartha.blogspot.com."— Transcript presentasi:

1 PERBANDINGAN ANTAR AGAMA IGK. Budiartha S.Ag, M.Pdh titutbudiartha.blogspot.com

2

3 1.1 Perlunya Studi Banding  Menurut Arnold Toynbee alasan dari studi banding Agama adalah untuk mendapatkan struktur pemikiran yang meredam konflik- konflik kemanusiaan, perang antar agama dan ketegangan-ketegangan kelompok  Studi perbandingan Agama sudah dimulai tahun 1575 oleh Akbar yang Agung di India. titutbudiartha.blogspot.com

4  Seorang sufi disebutkan telah mendeklarasikan sbb: “Apapun agamamu, kaitkanlah dengan mereka yang berpikir berbeda denganmu. Bila kamu dpt mencampurnya dgn bebas dan tidak marah mendengar pembicaraannya, engkau telah mencapai kedamaian dan menjadi penguasa ciptaan” titutbudiartha.blogspot.com

5  Studi banding Agama diharapkan untuk “membuat kita lebih menyeluruh dalam mengembangkan rasa simpati kita, lebih adil dan murah hati dalam prilaku kita terhadap keyakinan asing, lebih bersifat ramah terhadap orang-orang ortodox” titutbudiartha.blogspot.com

6 1.2 Doktrin A Priori Agama  Dari tradisi masa lalu bahwa orang percaya pada A Priori Agama.  Plato berpendapat bahwa semua pengetahuan sejati terkumpul, kejayaan roh awal inilah membuat manusia mengejar apa yang baik, sejati dan Indah.  St. Augustine mengatakan : “ Ya Tuhan Engkau telah menciptakan kami demi untuk Mu dan hati kami senantiasa gelisah hingga mendapatkan sandaran di dalam Mu” titutbudiartha.blogspot.com

7  Islam juga menerima A Priori Agama. Mahmud Shaltour, “manusia secara sangat psikologis terdiri dari hal hal yang mengakui keberadaan Tuhan, khususnya manakala mereka terbebas dari kebingungan, atau manakala mereka berhadapan dengan kesulitan atau kemalangan”.  “Dan bila engkau (Muhamad) menanyainya : Siapa yang menciptakan surga dan bumi, mereka pasti akan menjawab : Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mengetahui yang menciptakannya (Surah 50.9;48.7)” titutbudiartha.blogspot.com

8  Plato, St. Augustine dan Paul Tillich adalah pemikir2 yang memegang teguh doktrin A Priori Agama  Disimpulkan bahwa setiap bentuk phisik dari Agama pasti terikat budaya, tapi agama umumnya bersifat alami pada diri manusia dan tak mungkin lenyap kapanpun juga. titutbudiartha.blogspot.com

9 1.3 Bahaya Dalam Studi Perbandingan Agama  Di satu sisi studi perbandingan Agama dianggap perlu. Namun di sisi lain bisa menimbulkan hal-hal yang negatif  Agama dijadikan objek studi secara ilmiah banyak mengalami kegagalan, karena Agama merupakan keseluruhan dari diri manusia sedangkan ilmu pengetahuan bersifat faktual dan deskriptif sebaliknya Agama bersifat Avokatif.  Seorang pemeluk Agama tertentu jika melakukan penelitian terhadap Agama lain, maka akan cendrung membenarkan Agama yg dianutnya. Hal ini bisa menimbulkan ketegangan antara satu dengan lainnya. titutbudiartha.blogspot.com

10  Umpamanya misionaris Kristen sering mempelajari Agama lain seperti : Islam, Hinduisme, Buddhisme, Jainisme, akan mengatakan Kristen Agama yang terbaik.  Hal yang sama ditemukan dalam tulisan Radhakrnan tentang Hinduisme “Eastern Religion anda Western Thoughts, 1939” dalam kaitan untuk melawan serangan Dr.Aschweitzer pada Hinduisme dalam bukunya “India Thought and Its Development, 1935” titutbudiartha.blogspot.com

11 1.4 Maksud dan tujuan Studi Perbandingan Agama  Untuk bisa memahami dengan hati nurani yang dalam keyakinan yang berbeda-beda, diperlukan derajat tingkat tinggi dari imajinasi disiplin sangat diperlukan, dimana dengan kebaikannya seseorang akan mampu masuk ke dalam simpati orang lain dengan memindahkan dirinya ke dalam lingkungan mereka. Hal ini dapat diistilahkankan usaha Kathenoteistik atau Henoteistik guna menempatkan orang dalam keyakinan yang berbeda. titutbudiartha.blogspot.com

12  Hal ini dilaksanakan Ramakrsna dengan sangat berhasil, dengan ungkapan seperti ini : “Aku harus melaksanakan setiap Agama selama beberapa waktu : Hinduisme, Islam, Kristen. Selanjutnya aku mengikuti jalan dari Sakta, Vaisnawa dan Vedantin.  Ungakapan Durkheisme : “Agama urusan masyarakat manusia”  Berbeda dengan AN. Whitehead: “Agama adalah dilakukan manusia dalam kesendirian” titutbudiartha.blogspot.com

13  Benarlah bahwa bagi ras primitif dalam bentuk awalnya Judaisme, Hinduisme Vedik bahwa Agama adalah masalah urusan masyarakat.  Tapi bertentangan dengan hal tsb bagi Kristen, Judaisme baru, Islam, Buddha Hinayana, kelepasan merupakan urusan individu.  Faham Marxisme yang secara umum memudarkan Agama akan mengantarkan pada kemakmuran masyarakat dimana setiap orang akan memperoleh apa yang diperlukan dan menghasilkan sesuatu sesuai kemampuannya. titutbudiartha.blogspot.com

14  Alfred W. Martin dan Dr. Bhagavan Das menemukan bahwa semua Agama mengajarkan kurang lebih hukum moral yang sama  Rudolf Otto menemukan bahwa dalam setiap Agama ada perasaan kudus yang sama akan pesona, keanehan dan ketakutan (mysterium et fascinans)  Lakukanlah seperti yang kau ingin orang lain lakukan padamu (Zoroaster Kristen)  Orang harus membahagiakan orang lain, seperti yang diinginkan untuk dirinya sendiri (Buddhisme)  Jenis pengamatan ajaran Agama umum dan yang dapat dibagikan, akan mengilhami rasa tenggang rasa dan hormat bagi Agama lain. titutbudiartha.blogspot.com

15  Mempelajari berbagai Agama dapat memperkaya dan memperdalam pandangan ke dalam Agamanya sendiri. Misalnya :  Dengan mempelajari Hinduisme, membuat suatu pemahaman baru bagi Otto akhirnya dia menulis “The Idea of the Holy”.  Mempelajari Advaitisme membawa Paul Tillich untuk menegakkan teori Simbolisme nya yang sangat berhasil dalam Agama.  Karena itu Radhakrsnan menulis : “Tujuan kita hendaknya bukan untuk merubah Kristen menjadi Buddhis, atau Buddhis menjadi Kristen tetapi memungkinkan bagi keduanya itu untuk menemukan kembali prinsip dasar dari Agamanya sendiri dan bertindak sesuai dengannya. titutbudiartha.blogspot.com

16  Tujuan yang paling penting dari Studi Perbandingan Agama ini adalah untuk menemukan prinsip-prinsip kesatuan yang akan menyelaraskan dan menyeimbangkan tuntunan-tuntunan dan tuntutan balik dari konflik keagamaan menjadi satu kesatuan.  Kesatuan disini bukan keseragaman prilaku dan kepercayaan Agama, tetapi suatu ikatan harmonis dari variasi keagamaan menjadi simponi dari usaha pencarian spiritual.  Dalam anggapan penulis, prinsip multak semacam itu dijumpai dalam doktrin Sankara tentang ketidak- berbedaan Brahman yang setiap bentuk Agama dapat menerima tanpa melakukan banyak kekerasan pada keyakinannya. titutbudiartha.blogspot.com

17  Tujuan kajian ini bukanlah mencari perbedaan-perbedaan dari sekian banyak aliran kepercayaan (Agama) yang ada di bumi ini, tetapi mencari titik-titik kesamaan yang merupakan benang merah universalnya. Sedangkan perbedaan-perbedaan yang ada hanya lah bersifat relatif saja. Yang lebih kasihan lagi bila ada yang mengklaim bahwa dirinya yg paling benar sebagai Agama Ilahi, sedangkan yang lain adalah buatan manusia. titutbudiartha.blogspot.com

18 Keyakinan Hindu Inklusif Brahmanisme maupun non Brahmnisme :  Hanya ada satu realitas yang disebut Brahman dan dunia bukanlah nyata ataupun palsu  Doktrin Emansipasi adalah pemikiran terbaik dalam Panca Tantra dan Bhagawanta Purana  Satya Yuga dan Treta Yga lebih baik dari Yuga berikutnya.  Secara umum Hinduisme mengajarkan siklus penciptaan dan peleburan tanpa akhir  Dewa dan para Dewa adalah manifestasi realitas tunggal yang disebut Brahman. Oleh krn itu Avataravada merupakan implikasi alami dari Imanasi. Karena segala sesuatunya merupakan manifestasi dari Brahman, maka jiwa dpt mencari dan mencapai penyamaan denganNya. Keyakinan Profetis seperti Kekristenan dan Islam  Menurutnya dunia ini nyata tetapi diciptakan Tuhan dari ketiadaan, tergantung pada kehendak Nya yang mutlak.  Keyakinan profetik telah dipresentasikan dalam bentuk suatu drama. Pertama diawali dgn penciptaan manusia dan adegan terakhir termasuk hari pengadilan dengan surga dan neraka. Ajaran dari Nabi yang terakhir dianggap lbh baik dr ajaran Nabi sebelumnya.  Menganggap hanya ada satu penciptaan yang berlanjut menuju tujuan akhir.  Disini tsk ada kejadian apapun kecuali tujuan dari dunia ini.  Tuhan dianggap lebih transdental dari pada imannen. Ia dpt saja ada di mana- mana. Ia hanya dapat menemui ciptaannya melalui Nabi. Para Nabi dpt menikmati kedekatannya dengan Tuhan, tapi mrk tdk berani berpikir ttg penggabungan/penyamaan dgn Tuhan titutbudiartha.blogspot.com

19  Umumnya Hinduisme mengajarkan doktrin Avidya sebagai penyebab utama kemunculannya didunia, melalui siklus kelahiran dan kematian serta penderita- annya.  Adanya badan yang disebabkan oleh karma dan itu merupakan noda. Ia merupakan produk Avidya dan dpt dilenyapkan hanya melalui jnana  Bahkan serangga dan pepohonan merupakan emanasi dari brahman, sehingga mereka juga perupakan objek penghormatan, pemuliaan dan Ahimsa.  Manusia dalam keberadaan duniiawinya telah jatuh ke dalam dosa dan memerlukan seorang pembebas dalam wujud manusia Nabi atau Penyelamat  Oleh karena itu, badan harus dipergunakan dala pelayanan Tuhan dan harus disucikan, karena dunia dan manusia adalah nyata  Manusia merupakan ciptahan Tuhan tertinggi, sehingga pelayanan kepada manusia merupakan kewjiban tertinggi. Binatang dan tumbuh-tumbuhan yang lebih rendah telah dijadikan objek bagi keperluan manusian titutbudiartha.blogspot.com

20  Tampaknya perbedaan diantara tradisi besar ini hanya bersifat umum saja karena perbedaan presepsi.  Seperti halnya beberapa orang buta yang ingin mengetahui bentuk gajah, dengan kemampuan merabanya saja pada bagian-bagian gajah yang berbeda, pada akhirnya merekan akan memberikan kesimpulan yang berbeda-beda.  Tanpa bermaksud merendahkan dan bukan bermaksud mengurangi rasa hormat thd Islam dan Kristen, hendaknya kita tetap bertumpu pada Veda yang tak terbatas luasnya. titutbudiartha.blogspot.com

21  Coba kita mencari benang merahnya ketiga dari Agama tsb :  Tanda salib bagi kaum Nasrani, memiliki kemiripan dengan simbol Swastika.  Simbol bulan bintang dalam Islam, memiliki kemiripan dengan simbol bulan pada gelung rambut Siva  Demikian juga menara Azan dalam Islam memiliki kemiripan dengan Lingga Yoni dalam tradisi Veda. titutbudiartha.blogspot.com

22  Bahkan dlm penelitian L. Massignon ttg mistikus Islam al-Husain ibnu Mansur al-Hallaj ( yang terkenal dengan ucapannya : “akulah kenyataan Tertinggi”) seperti yang dikutip P.J. Zoetmulder dalam Kitab Manunggaling Kawula Gusti terjemahan Disk Hartoko terbitan Gramedia, terdapat 3 kalimat berhasa Arab yang mengandung kata Siwa yaitu :  Fana’an wugud as-siwa (menyangkal setiap ada di luar Allah)  Fana’an suhud as-Siwa (tidak memperhatikan sesuatu di luar Allah)  Fana’an ibadat as-Siwa (penyerahan diri secara total kepada Allah) titutbudiartha.blogspot.com

23 2. STUDI PERBANDINGAN DAN KRITIS TTG KONSEP KUNCI DARI AGAMA  Ada bbrp perbedaan fundamental antara Agama profetik dan Agama India.  Agama profetik menerima kreasionisme, Agama India tidak menerima bahwa dunia dan jiwa diciptakan pada suatu waktu tertentu dan ini akan memuncak pada hari pengadilan titutbudiartha.blogspot.com

24 2.1. Pandangan India 1. Tradisi India mengakui pandangan yang ber-beda- beda tentang dunia  Jainisme dan Mimamsa menerima kekekalan dunia, sehingga mereka tidak menerima doktrin penciptaan  Aliran Nyaya-Vaisesika dan Vedanta menerima kreasi periodik dari alam semesta: 1)Menurut Nyaya-Vaisesika, Tuhan Sang Pencipta hanya penyebab effisiensi dari alam dunia, yg mencipta secara periodik setelah setiap peleburan dunia dgn bantuan atom- atom dan karma sang Jiwa. 2)Samakya atheistik percaya bahwa yg mengandung sifat Sattvam, rajas dan tamas, secara pribadi senantiasa berubah, sehingga pandangannya menyerupai Jainisme dan Mimamsa. 3)Vedanta menerima doktrin penciptaan dan peleburan periodik, tetapi menganggap bahwa Isvara merupakan penyebab dari effisiensi maupun material dari alam dunia ini. Umumnya pandangan India : PancaMaha Buta unsur alam ini. titutbudiartha.blogspot.com

25 2. Sikap tdh masa lalu merupakan faktor pembeda yg sangat penting diantara agama2 yg ada. Brahmanisme menganggap bahwa hanya masa lalu saja yg memiliki kebenaran. Brahmanisme lahir jaman Satya Yuga dianggap yg paling benar. Oki Hindu tdk bisa disebut konservatif, krn ia hrs menjaga penuh keunggulan penuh dari Agama Vedik.  Menurut Islam, Nabi Muhammad adalah pewahyuan terakhir (konservatif)  Kristen dan Buddha dikaitkan dengan pewahyuan progresif titutbudiartha.blogspot.com

26 2.2. Tuhan  Pertama kita jgn berpikir bahwa tak boleh menjadi suatu Agama tanpa konsep ttg Tuhan.  Jainisme, Buddhisme dan Mimamsa awal dianggap sbg konsep atheistik. Bahkan pada suatu tahap dari Samkya tak ada lagi tempat adanya Tuhan. Krn itu Tuhan tidak diperlukan lagi. Bahkan dalam Yoga, Tuhan bukanlah pencipta maupun pemelihara dan pelebur pemralina alam semesta. Tapi secara sistem atheistik memiliki minal yg besar keberadaan supranatural dan transdental manusia. Dengan demikian kita berpendapat bahwa tak dapat terjadinya adanya Agama tanpa Tuhan. titutbudiartha.blogspot.com

27 2.3. Personalitas Tuhan  Tuhan dalam Hindu pada dasarnya adalah suatu keberadaan yg menciptakan alam semesta dari LilaNya (Sankara, Ramanuja, Kabir dan Ramakrsina)  Kaum Muslim mempercayai keadilan yg berwatak pemurah dan welas asih, tetapi memerintahkan kepatuhan yg mutlak.  Tuhan bagi kaum Kristiani pada dasarnya merupakan Tuhan penebus, pengampun, dan menderita, yg menginginkan kembalinya pada pendosa kepadaNya. titutbudiartha.blogspot.com

28 2.4. Keesaan Tuhan  Secara tegas hanya Judaisme dan Islam sajalah yg memiliki konsep monotheisme murni.  Judaisme menyebutkan : “Tuhan adalah satu dan tak ada Tuhan lain disampingku”  Islam juga mengatakan : “Tuhan maha besar dan tak ada Tuhan selain allah.  Kristiani cendrung menjadi monotheisme, tetapi doktrin trinitasnya nampak menganggap tritheisme ketimbang monotheisme.  Hindu lebih cendrung monisme dari pada monotheisme. Pandangan Hind yg paling lazim adalah hanya ada satu referensi dari jenis pemujaan yg berbeda-beda.  Dengan cara apapun engkau mendekatiKu akan Ku terima. Manusia mendekatiKu dengan berbagai jalan. (BG IV.11)  Radhakrisna mengomentari : Nama dan Wujud digunakan untuk mencapai yg tak berwujud. Meditasi pada wujud apapun disenangi dapat dipakai. titutbudiartha.blogspot.com


Download ppt "PERBANDINGAN ANTAR AGAMA IGK. Budiartha S.Ag, M.Pdh titutbudiartha.blogspot.com."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google