Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FARMASIS, PROFESI KESEHATAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MEMBANGUN TANGGUNG JAWAB PROFESI DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA AHADITOMO.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FARMASIS, PROFESI KESEHATAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MEMBANGUN TANGGUNG JAWAB PROFESI DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA AHADITOMO."— Transcript presentasi:

1 FARMASIS, PROFESI KESEHATAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MEMBANGUN TANGGUNG JAWAB PROFESI DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA AHADITOMO

2 Sejak periode Neanderthal dibuktikan bahwa manusia telah mengenali obat yaitu sekitar SM. Dan catatan tentang obat obatan diketemukan sejak jaman Babylonia sekitar SM

3 Sejak th.1240 Jerman telah mengakui farmasis sebagai profesi. Melalui keputusan Kaisar Frederick II, yang menyatakan bahwa keahlian kefarmasian terpisah dari kedokteran. Pembuatan obat menjadi kewenangan seorang farmasis. Bangsa Amerika,melalui Benyamin Franklin menunjuk Jonathan Roberts sebagai ahli yang bertanggung jawab dalam pelayanan obat di rumah sakit Pensnsylvania (1752)

4 Uraian sejarah semestinya memberikan keberanian bagi Farmasis Indonesia untuk mengambil keputusan tentang aspek fundamental obat dalam tatanan pelayanan kesehatan. Tidakkah kita tahu bahwa hampir seluruh intervensi kesehatan, menggunakan obat ? sudah seberapa jauh farmasi memposisikan diri untuk menjadi bagian dari system pelayanan kesehatan selama tahun terakhir di Indonesia ?

5 Profesional kefarmasian, apoteker / farmasis, tidak lagi hanya bertanggung jawab atas obat sebagai produk, dengan segala implikasinya, melainkan juga bertanggung jawab kepada efek terapetik obat, demi dihasilkannya efek optimal suatu obat. Pasien bukan lagi hanya tanggung jawab pelayan medis, melainkan juga oleh seorang Apoteker/farmasis.

6 Konsep Pharmaceutical Care atau Asuhan Kefarmasian akan menjamin pelayanan kesehatan dalam 4 hal : Kebenaran dalam pelayanan farmasi berdasarkan ilmu pengetahuan mutakhir Jaminan legal dan keahlian atas pelayanan kefarmasian oleh seorang farmasis. Akuntabilitas pelayanan kefarmasian dalam satu institusi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit ataupun pelayanan komuniti. Bahwa pelayanan pasien merupakan pelayanan yang bersifat kolaboratif.

7 Lulusan baru farmasis/apoteker, semestinya segera mengenali obligasinya kepada masyarakat. Akan tetapi justru tidak tahu harus bagaimana ? Pertanyaan : Apakah dia tidak memahami konsep diri sebagai profesi farmasis, sehingga dirinya tidak mengetahui perspektif profesi ? Lulusan farmasis tidak kompetent sebagai profesi sehingga dia tidak percaya diri Ataukah dia memang tidak dipersiapkan menjadi seorang yang akan bekerja mandiri sebagai profesi ?

8 Masalah profesi farmasis Indonesia menghadapi kendala: Program pendidikan tinggi yang tidak menyiapkan peserta didik sebagai calon profesi kesehatan Ketidak siapan lulusan PT farmasi untuk membangun dirinya sendiri sebagai profesi Pemerintah tidak memberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembangnya profesi farmasis sebagai tenaga kesehatan. Organisasi Profesi yang belum memahami bahwa dirinya mempunyai kewenangan untuk mengatur standard bekerjanya sebagai profesi mandiri.

9 Seorang farmasis adalah profesi sejati oleh karena dia memiliki otoritas tentang obat secara khusus kewenangan untuk memberikan obat yang disiapkannya atau dibuatnya kepada pasien. atau clientnya. Melalui keahliannya dia mendapatkan pengakuan masyarakat dan lingkungan serta kesejahteraan bagi kehidupan pribadi dan keluarganya. Pekerjaan profesi. adalah menyiapkan obat dan menerangkan cara yang benar dalam menggunakan obat

10 50 tahun sejarah perkembangan pendidikan tinggi kefarmasian Indonesia. Harapan dan kenyataan

11 Masyarakat Indonesia sampai saat ini belum memperoleh manfaat nyata dari seorang farmasis sebagai profesi : diduga memiliki kompetensi di bidang obat : bagaimana menggunakan obat dengan baik dan benar sehingga menjamin kebenaran khasiat suatu obat melalui ketaatan seorang pasien dalam menggunakan obatnya.

12 Pharmacist gradually are embracing changing professional roles.Factors involved are a)patient drugs therapy outcomes through desease management (b)expanded use of technology in dispensisng process (c)increased demand on drugs informations (expanded roles in community,ambulatory,long term care and home care setting ( Maddux MS et al,2000).

13 Pendidikan tinggi farmasi yang sangat bersifat akademik seyogyanya melakukan penyesuaian pragmatis dalam metoda belajar dan mengajar. Kolaborasi yang produkstif antara akademisi dengan praktisi sangat diperlukan untuk membangun metoda yang pragmatis sehingga interaksi peserta didik, ilmu pengetahuan dan praktek mempunyai orientasi bagi dicapainya kompetensi profesi.

14 DIRGAHAYU 40 TAHUN FAKULTAS FARMASI UNAIR……

15 TERIMA KASIH……


Download ppt "FARMASIS, PROFESI KESEHATAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MEMBANGUN TANGGUNG JAWAB PROFESI DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA AHADITOMO."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google