Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MANAJEMEN PEMBERIAN INSENTIF DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI 01 SURUH TASIKMADU KARANGANYAR BY ENDANG SRI WURYANI PRORAM PASCASARJANA UNIVERSITAS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MANAJEMEN PEMBERIAN INSENTIF DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI 01 SURUH TASIKMADU KARANGANYAR BY ENDANG SRI WURYANI PRORAM PASCASARJANA UNIVERSITAS."— Transcript presentasi:

1 MANAJEMEN PEMBERIAN INSENTIF DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI 01 SURUH TASIKMADU KARANGANYAR BY ENDANG SRI WURYANI PRORAM PASCASARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

2 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Latar Belakang Masalah Peningkatan Sumber Daya Manusia adalah hal yang sangat penting oleh setiap bangsa, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Banyak menempatkan pentingnya pendidikan, hal ini dapat diketahui pada Undang-Undang Dasar 1945 dan pada pasal 31 UUD 1945 untuk perubahan-perubahan besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi globalisasi dunia dewasa ini. Peningkatan Sumber Daya Manusia adalah hal yang sangat penting oleh setiap bangsa, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Banyak menempatkan pentingnya pendidikan, hal ini dapat diketahui pada Undang-Undang Dasar 1945 dan pada pasal 31 UUD 1945 untuk perubahan-perubahan besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi globalisasi dunia dewasa ini.

3 Pembangunan pendidikan nasional harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang unggul, memiliki kecerdasan, ketrampilan, dan moral yang berkualitas tidak mungkin bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut telah ditetapkan tujuan pembangunan pendidikan nasional yang tertuang pada undang-undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 19 ayat 16 yang berbunyi “Pendidikan Berbasis Masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dilihat dari manajemen mutu berbasis sekolah. Pembangunan pendidikan nasional harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang unggul, memiliki kecerdasan, ketrampilan, dan moral yang berkualitas tidak mungkin bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut telah ditetapkan tujuan pembangunan pendidikan nasional yang tertuang pada undang-undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 19 ayat 16 yang berbunyi “Pendidikan Berbasis Masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dilihat dari manajemen mutu berbasis sekolah.

4 Manusia – cita-cita/impian motivasi – aktualisasi diri - berhasil/tidak

5 Tujuan Penelitian Memperoleh deskripsi yang terperinci mengenai kriteria pemberian insentif. Memperoleh deskripsi yang terperinci mengenai kriteria pemberian insentif. Mengetahui peranan kepala sekolah dalam pemberian insentif di SD Negeri 01 Suruh Tasikmadu. Mengetahui peranan kepala sekolah dalam pemberian insentif di SD Negeri 01 Suruh Tasikmadu. Memperoleh deskripsi yang terperinci tentang pelaksanaan pemberian insentif. Memperoleh deskripsi yang terperinci tentang pelaksanaan pemberian insentif. Memperoleh deskripsi tentang cara mendapatkan insentif. Memperoleh deskripsi tentang cara mendapatkan insentif.

6 BAB II KAJIAN PUSTAKA Manajemen Pendidikan Manajemen Pendidikan Manajemen Berbasis Sekolah Manajemen Berbasis Sekolah insentif insentif

7 PENGERTIAN MANAJEMEN Menurut Hoyle Menurut Hoyle Menurut Susilo Martoyo Menurut Susilo Martoyo Menurut Terry Menurut Terry Menurut Handoko Menurut Handoko Manajemen adalah suatu proses kegiatan yang berhubungan dengan operasional institusi pendidikan dan hubungan yang dilakukan kepala sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan (visi dan misi) dengan menggunakan sumber daya yang baik di dalam maupun di luar sekolah secara efektif. Manajemen adalah suatu proses kegiatan yang berhubungan dengan operasional institusi pendidikan dan hubungan yang dilakukan kepala sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan (visi dan misi) dengan menggunakan sumber daya yang baik di dalam maupun di luar sekolah secara efektif.

8 INSENTIF Pengertian insentif Pengertian insentif Definisi manajemen imbalan Definisi manajemen imbalan Tujuan manajemen imbalan Tujuan manajemen imbalan Bentuk-bentuk insentif Bentuk-bentuk insentif Insentif menuntut psikologi Insentif menuntut psikologi Kepuasan kerja Kepuasan kerja

9 Teori X dan Teori Y (Mc. Gregor) Teori X Manusia harus dipaksa, kalau perlu diancam Manusia harus dipaksa, kalau perlu diancam Kecenderungan negatif berupa: Kecenderungan negatif berupa: 1. Tidak suka bekerja 2. Menghindari pekerjaan 3. Menunggu perintah 4. Menunggu juklak 5. Ambisi kecil 6. Menginginkan rasa aman

10 Teori Y Manusia memiliki sifat-sifat yang positif Manusia memiliki sifat-sifat yang positif Memberikan kesempatan dan bimbingan Memberikan kesempatan dan bimbingan Tidak perlu pemaksaan atau perintah Tidak perlu pemaksaan atau perintah Keleluasaan untuk berkreasi Keleluasaan untuk berkreasi

11 Kecenderungan teori ini : Ada yang mencari kesenangan dan kepuasan melalui pekerjaan Ada yang mencari kesenangan dan kepuasan melalui pekerjaan Kemampuan seseorang dapat berkembang melalui bekerja Kemampuan seseorang dapat berkembang melalui bekerja Kalau sudah committed, maka akan bekerja tanpa disuruh, didorong, dan tanpa diawasi. Kalau sudah committed, maka akan bekerja tanpa disuruh, didorong, dan tanpa diawasi. Motivasi kerja dapat tumbuh dengan memberi pekerjaan yang meaningful dan memberi pngakuan dan penghargaan atas prestasi kerja. Motivasi kerja dapat tumbuh dengan memberi pekerjaan yang meaningful dan memberi pngakuan dan penghargaan atas prestasi kerja.

12 Tipe Manusiadalam Menghadapi Tekanan Hidup Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kalihatan bagus, tetapi rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang skali mngeluh pada saat kesulitan terjadi. Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kalihatan bagus, tetapi rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang skali mngeluh pada saat kesulitan terjadi.

13 Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan awalnya. Namn seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan awalnya. Namn seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

14 Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlau, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi. Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlau, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

15 Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantul ke atas dengan lebih dahsyat. Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantul ke atas dengan lebih dahsyat.

16 Teori tiga kebutuhan McClelland Sangat berkaitan dengan konsep belajar Sangat berkaitan dengan konsep belajar Banyak kebutuhan yang dipelajari dari budaya Banyak kebutuhan yang dipelajari dari budaya Tiga kebutuhan yaitu: Tiga kebutuhan yaitu: 1. Kebutuhan kekuasaan (need for power) 2. Kebutuhan afiliasi (need for affiliation) 3. Kebutuhan berprestasi (need for achievement) Untuk menilai perbedaan individu – Thematic Apperception Test (TAT). Untuk menilai perbedaan individu – Thematic Apperception Test (TAT). Konsep belajar tiga kebutuhan tersebut dapat dipelajari. Konsep belajar tiga kebutuhan tersebut dapat dipelajari.

17 BAB III METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian Pendekatan penelitian Kualitatif Kualitatif Tempat penelitian Tempat penelitian SD Negeri Suruh Tasikmadu Penetapan sumber informasi Penetapan sumber informasi Penetapan sumber penelitian Penetapan sumber penelitian Hasil Hasil

18 SekianTerimakasih


Download ppt "MANAJEMEN PEMBERIAN INSENTIF DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI 01 SURUH TASIKMADU KARANGANYAR BY ENDANG SRI WURYANI PRORAM PASCASARJANA UNIVERSITAS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google