Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OBAT TRADISIONAL OLEH BURHANUDDIN TAEBE. RUANG LINGKUP 1. BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 1. BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 2. PENGOLAHAN BAHAN BAKU OBAT TRADISI-

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OBAT TRADISIONAL OLEH BURHANUDDIN TAEBE. RUANG LINGKUP 1. BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 1. BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 2. PENGOLAHAN BAHAN BAKU OBAT TRADISI-"— Transcript presentasi:

1 OBAT TRADISIONAL OLEH BURHANUDDIN TAEBE

2 RUANG LINGKUP 1. BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 1. BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 2. PENGOLAHAN BAHAN BAKU OBAT TRADISI- 2. PENGOLAHAN BAHAN BAKU OBAT TRADISI- ONAL ONAL 3. CARA PRODUKSI OBAT TRADISIONAL 3. CARA PRODUKSI OBAT TRADISIONAL 4. PENGEMBANGAN OBAT TRADISIONAL 4. PENGEMBANGAN OBAT TRADISIONAL 5. PERATURAN PER-UU OBAT TRADISIONAL 5. PERATURAN PER-UU OBAT TRADISIONAL 6. PEMERIKSAAN MUTU OBAT TRADISIONAL 6. PEMERIKSAAN MUTU OBAT TRADISIONAL 7. MASA DEPAN OBAT TRADISIONAL 7. MASA DEPAN OBAT TRADISIONAL

3 1.Penelitian dan Pengembangan O.T / simplisia 2.Penetapan spesifikasi dan standardisasi simplisia 3.Penilaian dan Pengujian khasiat O.T / simplisia 4.Pembudidayaan dan Pelestarian sumber bahan Alam untuk obat 5. Penilaian mutu O.T / simplisia sebelum diedarkan 6. Pembinaan produsen O.T / simplisia OBAT OBAT MODERN OBAT TRADISIONAL - Preventif48,98 % - Promotif22,47 % - Kuratif 21,78 % - Rehabilitatif ? 1. Zat aktif tunggal khasiat drastis 2. Obat dari bahan alam khasiat lebih lengkap 3. Efek samping obat bahan alam kecil

4 BEBERAPA PENGERTIAN 1. PENGOBATAN TRADISIONAL 1. PENGOBATAN TRADISIONAL Undang-Undang RI No. 23 Tahun 1992 TENTANG KESEHATAN Adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara, obat dan pengobatannya yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat

5 2. OBAT ASLI INDONESIA 2. OBAT ASLI INDONESIA Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1963 Tentang FARMASI Adalah obat-obat jang didapat langsung dari bahan-bahan alamiah di Indonesia, terolah setjara sederhana atas dasar pengalaman dan dipergunakan dalam pengobatan tradisionil - bahan-bahan alamiah - bahan-bahan alamiah - sederhana - sederhana - pengalaman

6 3. OBAT TRADISIONIL 3. OBAT TRADISIONIL Peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 179/Men.Kes/Per/VII/1976 Tentang Produksi dan Distribusi Obat Tradisionil Adalah obat jadi atau obat berbungkus yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral dan atau sediaan galeniknya atau campuran bahan-bahan tersebut yang belum mempunyai data klinis dan dipergunakan dalam usaha pengobatan berdasarkan pengalaman - bahan alam - bedasarkan pengalaman - bedasarkan pengalaman

7 4. OBAT TRADISIONAL 4. OBAT TRADISIONAL Peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 246/Men.Kes/Per/V/1990 Tentang Izin Usaha IOT dan Pendaftaran O.T dan Undang-Undang RI No. 23 Tahun 1992 TENTANG KESEHATAN Adalah bahan atau ramuan bahan, yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman

8 SIMPULAN BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL Sesuai batasan obat asli Indonesia, obat tradisional maka bahan bakunya adalah bahan alamiah (tumbuhan, hewan dan mineral) Sesuai batasan obat asli Indonesia, obat tradisional maka bahan bakunya adalah bahan alamiah (tumbuhan, hewan dan mineral) SIMPLISIA, bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan SIMPLISIA, bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan

9 SEJARAH Tradisi : merupakan kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh berkembang, terpeliharah pada sekelompok / golongan masyarakat, yang pada akhirnya melahirkan satu budaya Tradisi : merupakan kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh berkembang, terpeliharah pada sekelompok / golongan masyarakat, yang pada akhirnya melahirkan satu budaya Kebiasaan lahir dari pengalaman Kebiasaan lahir dari pengalaman Pengalaman diperoleh dari berbagai cara, a.l Pengalaman diperoleh dari berbagai cara, a.l - mencoba-coba - signatura - petunjuk dari yang kuasa

10 Tahun 1976, merupakan awal pengembangan O.T di Indonensia dengan dibentuknya DIREKTORAT PENGAWASAN OBAT TRADISIONAL, PADA DIREKTORAT PENGAWAN OBAT DAN MAKANAN, DEPARTEMEN KESEHATAN Tahun 1976, merupakan awal pengembangan O.T di Indonensia dengan dibentuknya DIREKTORAT PENGAWASAN OBAT TRADISIONAL, PADA DIREKTORAT PENGAWAN OBAT DAN MAKANAN, DEPARTEMEN KESEHATAN Lahir aturan-aturan tentang obat radisional yang dikenal dengan paket deregulasi, yaitu Peraturan Menteri Kesehatan R.I : Lahir aturan-aturan tentang obat radisional yang dikenal dengan paket deregulasi, yaitu Peraturan Menteri Kesehatan R.I : 1. No. 179/Men.Kes/Per/VII/76, Produksi dan Distribusi Obat TradisionL Distribusi Obat TradisionL 2. No. 180/Men.Kes/Per/VII/76, Wajib Daftar Obat Tradisional Obat Tradisional 3. No. 181/Men.Kes/Per/VII/76, Pembungkusan dan Penandaan Obat Tradisional Penandaan Obat Tradisional

11 MASA DEPAN OBAT TRADISIONAL AMANAH GBHN TAHUN 1993 AMANAH GBHN TAHUN 1993 Pengobatan tradisional yang secara medis dapat dipertanggungjawabkan, terus dibina dalam rangka perluasan dan pemerataan kesehatan. Pemeliharaan dan pengembangan obat tradisional sebagai warisan budaya bangsa terus ditingkatkan dan didorong pengembang- an serta penemuan obat-obatan termasuk budidaya obat tradisional yang secara medis dapat dipertanggungjawabkan

12 Lanjutan Pemanfaatan dengan tujuan perluasan dan pemerataan pelayanan kesehatan Pemanfaatan dengan tujuan perluasan dan pemerataan pelayanan kesehatan Pengembangan dengan penemuan obat baru Pengembangan dengan penemuan obat baru Pembinaan Pembinaan Masuk dalam pelayanan kesehatan formal : Masuk dalam pelayanan kesehatan formal : syarat :- AMAN - KHASIAT - MUTU tujuan : FITOFARMAKA tujuan : FITOFARMAKA

13 CARA PENYIAPAN SIMPLISIA PENGERTIAN SIMPLISIA, adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan PENGERTIAN SIMPLISIA, adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan BAHAN ALAMIAH : BAHAN ALAMIAH : 1. BAHAN NABATI, FLORA, TUMBUHAN 2. BAHAN HEWANI, FAUNA 3. BAHAN PELIKAN, MINERAL

14 1. BAHAN NABATI Berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat Berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat EKSUDAT, isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya, atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanaman EKSUDAT, isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya, atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanaman

15 2. BAHAN HEWANI Berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. Berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. 3. BAHAN PELIKAN Berupa pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni Berupa pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni

16 SUMBER SIMPLSIA 1. TUMBUHAN LIAR 1. TUMBUHAN LIAR - Kerugian: a. umur dan bagian tanaman - Kerugian: a. umur dan bagian tanaman b. jenis (species) b. jenis (species) c. lingkungan tempat tumbuh c. lingkungan tempat tumbuh - Keuntungan : ekonomis - Keuntungan : ekonomis 2. TANAMAN BUDIDAYA (tumpangsari, TOGA, 2. TANAMAN BUDIDAYA (tumpangsari, TOGA, perkebunan) perkebunan) - Keuntungan : a. bibit unggul b. pengolahan pascapanen b. pengolahan pascapanen c. tempat tumbuh c. tempat tumbuh - Kerugian : a. tanaman manja - Kerugian : a. tanaman manja b. residu pestisida b. residu pestisida

17 SYARAT SIMPLISIA NABATI/HEWANI 1. Harus bebas serangga, fragmen hewan, kotoran hewan hewan 2. Tidak boleh menyimpang dari bau, warna 3. Tidak boleh mengandung lendir, cendawan, menun jukkan tanda-tanda pengotoran lain 4. Tidak boleh mengandung bahan lain yang beracun atau berbahaya 5. Kadar abu yang tidak larut dalam asam maksimal 2% PELIKAN : Harus bebas dari pengotoran tanah, batu, hewan, fragmen hewan dan bahan asing lainnya

18 DASAR PEMBUATAN SIMPLISIA CARA PENGERINGAN :- waktu CARA PENGERINGAN :- waktu - suhu - suhu - perajangan - perajangan PROSES FERMENTASI:- harus tepat waktu PROSES FERMENTASI:- harus tepat waktu PROSES KHUSUS :- penyulingan PROSES KHUSUS :- penyulingan - pengentalan eksudat - pengentalan eksudat - pengeringan sari air MEMERLUKAN AIR :- pati MEMERLUKAN AIR :- pati - talk Catatan: air harus bebas racun serangga, kuman patogen, logam berat, dll patogen, logam berat, dll

19 TAHAPAN PENYIAPAN SIMPLISIA 1. PENGUMPULAN BAHAN BAKU (PANEN) 1. PENGUMPULAN BAHAN BAKU (PANEN) 2. SORTASI BASAH 2. SORTASI BASAH 3. PENCUCIAN 3. PENCUCIAN 4. PERAJANGAN 4. PERAJANGAN 5. PENGERINGAN 5. PENGERINGAN 6. SORTASI KERING 6. SORTASI KERING 7. PENGEPAKAN DAN PENYIMPANAN 7. PENGEPAKAN DAN PENYIMPANAN 8. PEMERIKSAAN MUTU 8. PEMERIKSAAN MUTU

20 1. PENGUMPULAN BAHAN BAKU Kadar zat aktif dalam simplisia bervariasi, tergantung: a. Bagian tanaman Kadar zat aktif dalam simplisia bervariasi, tergantung: a. Bagian tanaman b. Umur tanaman c. Waktu panen d. teknik pengumpulan a. BAGIAN TANAMAN, kulit batang (klika, cortex), batang (caulix), kayu (lignum), daun (folium), bunga (flos), akar (radix), rimpang (rhizoma), buah (fructus), biji (semena), bulbus

21 b. UMUR TANAMAN Atropa belladonna L.:alkaloida utama hiosiamin pertama ada pada akar, tahun I tertinggi pada batang hijau, tahun II batang berkayu dan kadar tertinggi pada pucuk daun tanaman mulai berbunga Atropa belladonna L.:alkaloida utama hiosiamin pertama ada pada akar, tahun I tertinggi pada batang hijau, tahun II batang berkayu dan kadar tertinggi pada pucuk daun tanaman mulai berbunga Mentha piperita L.: kadar mentol tertinggi pada daun muda, saat tanaman mulai berbunga Mentha piperita L.: kadar mentol tertinggi pada daun muda, saat tanaman mulai berbunga Cinnamomum camphora L. : kadar kamfer tergantung dari umur tanaman, makin tua makin tinggi pada bagian kayu Cinnamomum camphora L. : kadar kamfer tergantung dari umur tanaman, makin tua makin tinggi pada bagian kayu

22 c. WAKTU PANEN Minyak atsiri : sebaiknya panen pagi hari Minyak atsiri : sebaiknya panen pagi hari Pertimbangan zat aktif : - stabilitas kimia Pertimbangan zat aktif : - stabilitas kimia - stabilitas fisika - stabilitas fisika d. TEKNIK PENGUMPULAN Dengan menual (tangan) : Dengan menual (tangan) : - keterampilan - baik bagi tanaman dipanen berulang-ulang Dengan alat (mekanik) : Dengan alat (mekanik) : - perhatikan zat aktif (kimia), misal : golongan, jangan pakai alat besi misal : golongan, jangan pakai alat besi - baik bagi tanaman sekali panen

23 PEDOMAN PANEN PADA UMUMNYA KULIT BATANG KULIT BATANG - umur sudah cukup tua, jangan terlalu tua, memiliki banyak gabus (tidak ada zat aktif) memiliki banyak gabus (tidak ada zat aktif) - jangan mengganggu pertumbuhan, panen menjelang musim kemarau menjelang musim kemarau - panen batang utama dan cabang, ukuran tertentu tertentu - mengandung m.a & fenol, hindari logam - kadar air ≤ 8%

24 BATANG BATANG - dari cabang dengan diameter tertentu - potong dengan panjang tertentu - kadar air ≤ 10% KAYU KAYU - dari batang atau cabang - kelupas kulit - potong-potong kecil, diserut (disugu) - kadar air ≤ 10%

25 DAUN DAUN - daun tua : - telah membuka sempurna - pada cabang, batang - menerima s.m. sempurna misal : sembung, Blumea balsamifera L. misal : sembung, Blumea balsamifera L. - daun muda, pucuk : - saat mengalami perubahan pertumbuhan dari vegetatif ke generatif dari vegetatif ke generatif misal : kumis kucing, Orthosiphon stamineus misal : kumis kucing, Orthosiphon stamineus - kadar air ≤ 5%

26 BUNGA BUNGA Tergantung yang dimaksud : kuncup, bunga mekar, mahkota bunga, daun bunga, kadar air ≤ 5%, dipetik dengan tangan AKAR :- bagian bawah tanah AKAR :- bagian bawah tanah - potong-potong, ukuran tertentu - kadar air ≤ 10% RIMPANG : RIMPANG : - panen musim kering, bag. atas tan. kering - cabut tanaman, bersihkan rimpang - potong melintang, tebal tertentu - kadar air ≤ 8%

27 BUAH BUAH Tergantung yang dimaksud : buah masak, matang, muda, dipetik dengan tangan Tergantung yang dimaksud : buah masak, matang, muda, dipetik dengan tangan - umum buah masak, ditandai perubahan pada buah : buah :  tingkat kekerasan;labu merah, Cucurbita  tingkat kekerasan;labu merah, Cucurbita moschata L. moschata L.  warna; asam, Tamarindus indica L.  warna; asam, Tamarindus indica L. jeruk nipis, Citrus aurantifolia L. jeruk nipis, Citrus aurantifolia L.  bentuk; mentimun, Cucumis sativus L.  bentuk; mentimun, Cucumis sativus L. pare, Momordica charantia L. pare, Momordica charantia L. - kadar air ≤ 8%

28 BIJI BIJI - buah mengering; kedawung,Parkia roxbugii - sebelum kering benar, sebelum pecah secara alami; jarak, Ricinus communis L. - buah dipetik (manual, alat) - kupas kulit buah - kadar air ≤ 10% BULBUS BULBUS - umbi lapis maksimal besar, pertumbuhan di atas berhenti; bawang merah, Allium cepa L. - tanaman cabut, bulbus pisah dari daun dan akar - cuci

29 2. SORTASI BASAH TUJUAN : membersihakan dari kotoran dan TUJUAN : membersihakan dari kotoran dan bahan asing bahan asing misal : akar, bahan asing, tanah, kerikil, pasir, misal : akar, bahan asing, tanah, kerikil, pasir, rumput, batang, daun, bagian akar rumput, batang, daun, bagian akar rusak, pengotoran lain (tanah, banyak rusak, pengotoran lain (tanah, banyak mikroba) mikroba)

30 3. PENCUCIAN TUJUAN : membersihkan / menghilangkan ta- TUJUAN : membersihkan / menghilangkan ta- nah dan kotoran lain yang melekat nah dan kotoran lain yang melekat PERHATIKAN : simplisia yang mengandung z.a PERHATIKAN : simplisia yang mengandung z.a yang mudah larut, cuci sesingkat yang mudah larut, cuci sesingkat mungkin mungkin Frazier (1978): -cuci 1 x, 25% mikroba hilang Frazier (1978): -cuci 1 x, 25% mikroba hilang -cuci 3 x, mikroba sisa 42% -cuci 3 x, mikroba sisa 42% Air harus bersih : mata air, air sumur, PAM Air harus bersih : mata air, air sumur, PAM Bebas dari : Pseudomonas, Proteus, Micrococ- Bebas dari : Pseudomonas, Proteus, Micrococ- cus, Bacillus, Streptococcus, Enterobac- cus, Bacillus, Streptococcus, Enterobac- ter, Escherichia ter, Escherichia

31 4. PERAJANGAN TUJUAN : Mempemudah proses selanjutnya, untuk pengeringan, penggilingan, pengepakan TUJUAN : Mempemudah proses selanjutnya, untuk pengeringan, penggilingan, pengepakan CARA : - keringkan 1 hari, utk mengurangi warna akibat reaksi alat dengan simplisia CARA : - keringkan 1 hari, utk mengurangi warna akibat reaksi alat dengan simplisia - rajang, tipis atau potong, ukuran t3 - rajang, tipis atau potong, ukuran t3 PERHATIKAN : irisan jangan terlalu tipis; PERHATIKAN : irisan jangan terlalu tipis; - mudah kering - berkurang / hilang z.a yang mudah uap - mempengaruhi komposisi bau dan warna misal : temulawak, temugiring, jahe, kencur misal : temulawak, temugiring, jahe, kencur dan sejenisnya dan sejenisnya

32 5. PENGERINGAN TUJUAN : mengurangi kadar, supaya simplisia awet, dengan kadar air ≤ 10% (mantap 5%) TUJUAN : mengurangi kadar, supaya simplisia awet, dengan kadar air ≤ 10% (mantap 5%) tidak terjadi reaksi enzimatis tidak terjadi reaksi enzimatis - kadar air ≥ 10%; - kadar air ≥ 10%;  terjadi reaksi enzimatis, z.a terurai  terjadi reaksi enzimatis, z.a terurai  terjadi pertumbuhan kapang, jazad renik  terjadi pertumbuhan kapang, jazad renik simplisia rusak, menurun mutunya simplisia rusak, menurun mutunya - < 1950, simplisia diawetkan dengan rendam - < 1950, simplisia diawetkan dengan rendam EtOH 70%, aliri uap panas EtOH 70%, aliri uap panas - keringkan, kecuali simplisia fermentasi (keringkan perlahan, enzimatik, z.a pecah) - keringkan, kecuali simplisia fermentasi (keringkan perlahan, enzimatik, z.a pecah)

33 Jenis Pengeringan A. Secara alamiah: 1. Sinar matahari langsung - Bagian tan. keras:kayu, kulit kayu, biji - Bagian tan. keras:kayu, kulit kayu, biji - z.a stabil - z.a stabil - mudah, murah, tergantung iklim - mudah, murah, tergantung iklim 2. Diangin-anginkan, tidak kena s.m langsung 2. Diangin-anginkan, tidak kena s.m langsung - bagian tan lunak : bunga, daun - bagian tan lunak : bunga, daun - z.a mudah menguap, tidak stabi - z.a mudah menguap, tidak stabi

34 Tempat Pengeringan Tempat simplisia berlubang-lubang, seperti anyaman bambu Tempat simplisia berlubang-lubang, seperti anyaman bambu Tidak terbuat dari logam, z.a dapat rusak Tidak terbuat dari logam, z.a dapat rusak Sirkulasi udara diatur Sirkulasi udara diatur B. Pengeringan buatan - Alat dapat mengatur : suhu, kelembaban, - Alat dapat mengatur : suhu, kelembaban, tekanan, aliran udara tekanan, aliran udara - Tidak ekonomis, untuk simplisia banyak - Tidak ekonomis, untuk simplisia banyak - Mutu simplisia lebih baik, waktu efisen - Mutu simplisia lebih baik, waktu efisen

35 Lanjutan Prinsip kerja : Prinsip kerja : - Udara dipanaskan,sumber panas dari kompor - Udara dipanaskan,sumber panas dari kompor mesin diesel, listrik mesin diesel, listrik - Udara panas dialirkan dengan dorongan kipas - Udara panas dialirkan dengan dorongan kipas

36 6. SORTASI KERING TUJUAN : TUJUAN : memisahkan / membersihkan benda memisahkan / membersihkan benda asing, pengotoran lain (bagian tan) asing, pengotoran lain (bagian tan) CARA : - manual CARA : - manual - mekanik - mekanik

37 7. PENGEPAKAN & PENYIMPANAN FAKTOR-FAKTOR KERUSAKAN SIMPLISIA FAKTOR-FAKTOR KERUSAKAN SIMPLISIA a. CAHAYA : - peristiwa kimia a. CAHAYA : - peristiwa kimia - s.m langsung, perubahan warna - s.m langsung, perubahan warna b. OKSIGEN : - enzim oksidase c. REAKSI KIMIA INTERN - perubahan kimia - perubahan kimia d. DEHIDRASI & HIGROSKOPIS - simplisia kehilang air, mengecil (kisut) - simplisia kehilang air, mengecil (kisut) - menyerap air, basah - menyerap air, basah

38 Lanjutan e. KAPANG - rusak jaringan dan susunan kimia z.a - toksin f. SERANGGA & HEWAN PENGGERAT - sebagai kotoran - dimakan, kotoran g. PENGOTORAN - bahan asing - pasir, wadah, debu - ekskresi hewan

39 Lanjutan PENGEMASAN - sesuai - iner GUDANG sistem FIFO (First In First Out) PMPK (Pertama Masuk Pertama Keluar) PMPK (Pertama Masuk Pertama Keluar)

40 8. PEMERIKSAAN MUTU TUJUAN : simplisia memenuhi syarat sesuai FI, TUJUAN : simplisia memenuhi syarat sesuai FI, EFI,MMI, buku resmi disetujui pem. EFI,MMI, buku resmi disetujui pem. MAKSUD : keseragaman komponen aktif, kea- MAKSUD : keseragaman komponen aktif, kea- manan, kegunaan / khasiat manan, kegunaan / khasiat AGAR : sediaan,obat selalu tetap mutu, khasiat AGAR : sediaan,obat selalu tetap mutu, khasiat DILAKUKAN : saat penerimaan, pembelian dan DILAKUKAN : saat penerimaan, pembelian dan pengumpulan / panen pengumpulan / panen CONTOH : secara uji petik, acak CONTOH : secara uji petik, acak SEDIAKAN contoh-contoh pembanding SEDIAKAN contoh-contoh pembanding

41 JENIS PEMERIKSAAN Maksud pemeriksaan, keyakinan kebenaran Maksud pemeriksaan, keyakinan kebenaran Dasar : - botani Dasar : - botani - fisika - kimia - farmakologi - farmakologi A. ORGANOLEPTIK : - bentuk - warna - bau - rasa B. MAKROSKOPIK :- mata telanjang - kaca pembesar (loupe)

42 Lanjutan C. MIKROKOPIK Dilakukan pemeriksaan : - irisan Dilakukan pemeriksaan : - irisan - serbuk Guna : - penyusun / komposisi fragmen Guna : - penyusun / komposisi fragmen - karakteristik Informasi : - kebenaran simplisia Informasi : - kebenaran simplisia - adanya pengotoran fragmen - penggantian / pemalsuan Catatan : A, B dan C adalah pemeriksaan awal

43 D. FLUORESENSI Sinar UV (λ = 350 – 366 nm), fluoresensi khas - kayu hidrstis, kuning mas - Rauwolfia serpentina L, merah rose - akar Rheum officinale L, kecoklatan Rheum rhaponticum L, ungu - ekstrak tan berklorofil, merah intensif - Ekstrak Aesculus hippocastanum,biru (glik. Kimarin eskulosida) - Fraxinus ornus, infus biru intensif - Fraxinus excelsor (pengganti), infus biru kurang intensif - kulit kina, dalam asam sulfat, biru (kinin) - Aloe dlm air dapar borat,kuning kehijauan (aloin)

44 E. KELARUTAN Terutama simplisia berupa eksudat, misal : Terutama simplisia berupa eksudat, misal : - Gom arab, larut seluruh dalam air dingin - Tragakan, mengembang tanpa larut - Gom sterculia, larut sebagian Ketiganya tidak larut dalam alkohol Ketiganya tidak larut dalam alkohol - Resin dan balsem, kelarutan dalam Et-OH,eter, CS 2, pelarut organik lain Et-OH,eter, CS 2, pelarut organik lain

45 F. REAKSI WARNA, PENGENDAPAN Terhadap serbuk, ekstrak Terhadap serbuk, ekstrak - Asam Sulfat 80% ▪ Strophanthus kombe, hijau ▪ Strophanthus gratus, merah rose ▪ Strophanthus gratus, merah rose ▪ Cassia angustifolia, lar. Alkali merah ▪ Cassia angustifolia, lar. Alkali merah (antrakinon) (antrakinon) ▪ Cassia acutifolia, idem ▪ Cassia auriculata (pengganti), warna merah (leukoantosian) merah (leukoantosian)

46 Lanjutan - Reaksi pengendapan, ekstrak, jernih - Sublimasi, pisahkan, tertentu t.l dan re- aksi warna aksi warna - Asam Sinamat dalam tolubalsem,didihkan air kapur, HCl, oksidasi KMnO 4, benzal air kapur, HCl, oksidasi KMnO 4, benzal dehida dehida

47 G. PENETAPAN KADAR Dimaksud Farmakope adalah penetapan kadar z.a, berupa campuran (total) atau tunggal, Dimaksud Farmakope adalah penetapan kadar z.a, berupa campuran (total) atau tunggal, misal : - kadar alkaloida striknin misal : - kadar alkaloida striknin - kadar alkaloida total, striknin, brusin, - kadar alkaloida total, striknin, brusin, α-kolubrin dan β-kolubrin α-kolubrin dan β-kolubrin - Kadar sari, z.a belum jelas : ▪ yang larut dalam air ▪ yang larut dalam Et-OH - Kadar abu, pencemaran benda anorganik: ▪ kadar abu total ▪ kadar abu total ▪ kadar abu larut dalam air ▪ kadar abu larut dalam air ▪ kadar abu tidak larut dalam asam ▪ kadar abu tidak larut dalam asam - Kadar air: ▪ tidak terjadi reaksi enzimatis - Kadar air: ▪ tidak terjadi reaksi enzimatis ▪ pencemaran mikroba ▪ pencemaran mikroba ▪ toksin ▪ toksin

48 H. CEMARAN MIKROBA AFLATOKSIN Berupa cemaran bahan baku Berupa cemaran bahan baku Pada proses pembuatan Pada proses pembuatan Toksin Toksin misal : Aspergillus flavus, non patogen, meta- misal : Aspergillus flavus, non patogen, meta- bolit aflatoksin, Kanada 20 µg/Kg bahan bolit aflatoksin, Kanada 20 µg/Kg bahan I. CEMARAN LOGAM BERAT - timbal - raksa - arsen

49 J. KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Kepekaan tinggi Kepekaan tinggi Cepat Cepat Sederhana Sederhana Relatif murah Relatif murah Mudah dilakukan Mudah dilakukan

50


Download ppt "OBAT TRADISIONAL OLEH BURHANUDDIN TAEBE. RUANG LINGKUP 1. BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 1. BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 2. PENGOLAHAN BAHAN BAKU OBAT TRADISI-"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google