Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 KEJAHATAN SIBER (CYBER) OlehMudzakkir. 2 ISTILAH LAIN KEJAHATAN SIBER (CYBER CRIME) Computer abuse Computer abuse Computer fraud Computer fraud Computer.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 KEJAHATAN SIBER (CYBER) OlehMudzakkir. 2 ISTILAH LAIN KEJAHATAN SIBER (CYBER CRIME) Computer abuse Computer abuse Computer fraud Computer fraud Computer."— Transcript presentasi:

1 1 KEJAHATAN SIBER (CYBER) OlehMudzakkir

2 2 ISTILAH LAIN KEJAHATAN SIBER (CYBER CRIME) Computer abuse Computer abuse Computer fraud Computer fraud Computer related crime Computer related crime Computer crime Computer crime

3 3 Definisi Kejahatan Siber (Cyber Crime) Arti sempit adalah “computer crime”: Arti sempit adalah “computer crime”: “any illegal behaviour directed by means of electronic operation that target security of computer system and data processed by them.” “any illegal behaviour directed by means of electronic operation that target security of computer system and data processed by them.” Arti luas adalah “computer related crime”: Arti luas adalah “computer related crime”: “any illegal behaviour commited by means on inrelation to a computer system or network, including such time as illegal possession, offering or distributing information by means of a computer system network.” “any illegal behaviour commited by means on inrelation to a computer system or network, including such time as illegal possession, offering or distributing information by means of a computer system network.”

4 4 CAKUPAN KEJAHATAN SIBER Dengan menggunakan sarana-sarana dari system atau jaringan komputer (by means of computer system or network); Dengan menggunakan sarana-sarana dari system atau jaringan komputer (by means of computer system or network); Di dalam sistem atau jaringan komputer (in computer system or net work); Di dalam sistem atau jaringan komputer (in computer system or net work); Terhadap sistem atau jaringan komputer (against a computer or network). Terhadap sistem atau jaringan komputer (against a computer or network).

5 5 PELAKU KEJAHATAN SIBER (Tabloid “Imagez,” edisi 3, 1999, hlmn. 5) Carder: Carder: Orang yang mencuri dan memanfaatkan kode- kode kartu kredit yang didapat dari Cracker untuk membeli barang secara on-line. Hacker: Hacker: Orang yang memiliki skill tinggi dalam komputer dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang suatu sistem dan hanya memanfaatkan kemalahan-kelamahan yang meungkin ada di dalam sistem tersebut untuk menembusnya.

6 6 Cracker: Cracker: Orang yang menembus sistem komputer, mereka ini bisa juga merupakan hacker atau bisa juga orang yang sebenarnya tidak memiliki kehalian teknis, melainkan hanya memnafaatkan tool-tool yang diciptakan oleh para hacher. Pheaker: Pheaker: Orang yang memiliki keahlian dalam memanipulasi suatu sistem telepon.

7 7 PENYALAHGUNAAN INTERNET Penyadapan dan PIN untuk Internet Banking Penyadapan dan PIN untuk Internet Banking Pelanggaran hak-hak privasi Pelanggaran hak-hak privasi Pelanggaran Domain (kasus Mustika Ratu) Pelanggaran Domain (kasus Mustika Ratu) Pengunaan Kartu Kredit orang lain Pengunaan Kartu Kredit orang lain Pembajakan lagu dalam format MP3 Pembajakan lagu dalam format MP3 Spamming Spamming Pornografi Pornografi

8 8 KASUS KEJAHATAN SIBER Dalam Dunia Bisnis Penipuan lelang On-line: Penipuan lelang On-line:  Ciri harga yang rendah  Tidak memperoleh jaminan produk yang berkualitas  Tidak memperoleh jaminan perlindungan hukum Penipuan Saham On-line: Penipuan Saham On-line:  Harga saham meningkat tinggi tanpa ada data pendukung  Tidak memperoleh jaminan terhadap kerugian yang terjadi Penipuan Pemasaran Berjenjang On-line: Penipuan Pemasaran Berjenjang On-line:  Konsumen tertarik untuk menjadi anggota dengan keuntungan yang menjanjikan, padal fiktif  Tingkat kegagalan investiasi yang tinggi Penipuan Kartu Kredit: Penipuan Kartu Kredit:  Terjadi biaya tagihan yang misterius untuk produk atau layanan yang tidak pernah dipesan  Korban tetap harus menanggung sebagai pemiliki kartu kredit.  Jaminan perlindungan hukum lemah

9 9 Para Pihak yang Terlibat Perdangan Melalui Elektronik (A.M. Wibowo, Kejahatan Kartu Kredit,Via Internet: Hantu E-Commerce, 2001) Cardholder: Cardholder: Pembeli, pemilik kartu kredit dan memiliki hak terhadap kartu kredit. Acquirer: Acquirer: Lembaga keungan di mana penjual (marchant) menjadi nasabah dan memproses otorisasi kartu pembayaran dan pembayaran2.

10 10 Merchant: Merchant: Pihak yang menawarkan barang untuk dijual atau menyelenggarakan jasa dengan imbalan pembayaran Issuer: Issuer: Lembaga keuangan di mana pembeli menjadi nasabahnya dan menerbitkan pembayaran.

11 11 Payment gateway: Payment gateway: Sarana yang dioperasikan oleh acquirer atau pihak ketiga yang ditunjuk untuk memproses pesan-pesan pembayaran penjual, termauk instruksi penjual. Certificate Authority: Certificate Authority: Lembaga yang dipercaya dan mengeluarkan sertifikat-sertifikat dan ditandatangani.

12 12 CAKUPAN HUKUM SIBER (CYBER LAW) Hak cipta Hak cipta Hak merek Hak merek Pengaturan sumber daya internet, seperti IP address, domain name dll Pengaturan sumber daya internet, seperti IP address, domain name dll Kenyamanan individu Kenyamanan individu Transaksi elektronik Transaksi elektronik Perlindungan konsumen Perlindungan konsumen Pemanfaatn internet untuk pekerjaan sehari-hari: swasta dan perkantoran negara. Pemanfaatn internet untuk pekerjaan sehari-hari: swasta dan perkantoran negara. Serangan terhadap fasilitas komputer Serangan terhadap fasilitas komputer Kejahatan yang menggunakan sarana komputer: Kejahatan yang menggunakan sarana komputer: Penghinaan, pencurian, penipuan, pelanggaran HAKI, kejahatan kertu kredit, dst-nya.

13 13 POTENSI KEJAHATAN SIBER DALAM BENTUK: Typo site: Situs yang mirip/menyerupai Typo site: Situs yang mirip/menyerupai Key logger/Key stroke logger: rekaman karakter pengetikan oleh user untuk memperoleh data dan password. Key logger/Key stroke logger: rekaman karakter pengetikan oleh user untuk memperoleh data dan password. Sniffing: pengamatan data melalui paket data yang dikirim melalui jaringan komputer. Sniffing: pengamatan data melalui paket data yang dikirim melalui jaringan komputer. Brute Force Attacking: usaha untuk memperoleh identitas, data dan password dengan mencoba semua kombinasi. Brute Force Attacking: usaha untuk memperoleh identitas, data dan password dengan mencoba semua kombinasi.

14 14 Web Deface: mengganti tampilan muka suatu situs. Web Deface: mengganti tampilan muka suatu situs. Spamming: mengirim yang berisi iklan produk tertentu pada alamat seseorang Spamming: mengirim yang berisi iklan produk tertentu pada alamat seseorang Deniel of Service: membanjiri data dalam jumlah yang besar dengan maksud untuk melumpuhkan sistem. Deniel of Service: membanjiri data dalam jumlah yang besar dengan maksud untuk melumpuhkan sistem. Virus, warm, dan Trojan: menyebarkan virus, warm dan trojan dengan tujuan untuk melumphkan sistem komputer atau keuntungan tertentu. Virus, warm, dan Trojan: menyebarkan virus, warm dan trojan dengan tujuan untuk melumphkan sistem komputer atau keuntungan tertentu.

15 15 Kasus Kejahatan Siber yang Potensial di Indonesia Penipuan lelang On-line Penipuan lelang On-line Penipuan saham on-line Penipuan saham on-line Penipuan pemasaran saham berjenjang on-line Penipuan pemasaran saham berjenjang on-line Penipuan kartu kredit Penipuan kartu kredit

16 16. MASALAH HUKUM TERKAIT DENGAN KEGIATAN BISNIS MELALUI INTERNET

17 17 ASPEK HUKUM DALAM DOMAIN NAME PENGGUNAAN DOMAIN NAME DENGAN MAKSUD: PENGGUNAAN DOMAIN NAME DENGAN MAKSUD: –IKTIKAD BURUK (THE BAD FAITH); –MENYALAHGUNAAN (ABUSIVE); –MENYESATKAN (MISLEADING); –PENGGUNAAN YG TIDAK FAIR (UNFAIR USE).

18 18 FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN KONFLIK PERSELISIHAN MUNCUL JIKA PIHAK KETIGA SECARA SENGAJA MENDAFTARKAN SEBUAH DOMAIN NAME YANG MENURUTNYA AKAN BANYAK DIMINATI ORANG LAIN. EX: WINDOW95.COM (MOTIF MENCARI KEUNTUNGAN) PERSELISIHAN MUNCUL JIKA PIHAK KETIGA SECARA SENGAJA MENDAFTARKAN SEBUAH DOMAIN NAME YANG MENURUTNYA AKAN BANYAK DIMINATI ORANG LAIN. EX: WINDOW95.COM (MOTIF MENCARI KEUNTUNGAN) PERSELISIHAN MUNCUL JIKA PIHAK KETIGA MENDAFTARKAN SEBUAH DOMAIN NAME YANG SAMA ATAU MIRIP DENGAN MEREK ORANG LAIN DENGAN MAKSUD UNTUK DIGUNAKAN SENDIRI OLEH SI PENDAFTAR. EX TUEBNER.COM (MISLEADING TERHADAP KONSUMEN) PERSELISIHAN MUNCUL JIKA PIHAK KETIGA MENDAFTARKAN SEBUAH DOMAIN NAME YANG SAMA ATAU MIRIP DENGAN MEREK ORANG LAIN DENGAN MAKSUD UNTUK DIGUNAKAN SENDIRI OLEH SI PENDAFTAR. EX TUEBNER.COM (MISLEADING TERHADAP KONSUMEN)

19 19 PENDAFTARAN DOMAIN NAME DILAKUKAN OLEH PIHAK KETIGA BERDASARKAN MEREK YANG DIMILIKINYA DAN TANPA DISADARI MEMILIKI KESAMAAN DENGAN MEREK PERUSAHAAN LAIN, TETAPI DALAM KATAGORI KELAS BARANG DAN JASA YANG BERBEDA. EX; FELLOWES.COM (ALAT-ALAT TULIS VERSUS FIRMA HUKUM). (TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK MERUGIKAN ORANG LAIN). PENDAFTARAN DOMAIN NAME DILAKUKAN OLEH PIHAK KETIGA BERDASARKAN MEREK YANG DIMILIKINYA DAN TANPA DISADARI MEMILIKI KESAMAAN DENGAN MEREK PERUSAHAAN LAIN, TETAPI DALAM KATAGORI KELAS BARANG DAN JASA YANG BERBEDA. EX; FELLOWES.COM (ALAT-ALAT TULIS VERSUS FIRMA HUKUM). (TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK MERUGIKAN ORANG LAIN).

20 20 UNTUK MAKSUD PENGGUNAAN DOMAIN NAME SEPERTI TERSEBUT MELIPUTI PADA: UNTUK MAKSUD PENGGUNAAN DOMAIN NAME SEPERTI TERSEBUT MELIPUTI PADA: –NAMA PERSONAL (PERSONAL NAMES); –NAMA-NAMA ORGANISASI INTERNASIONAL ATAU ANTAR PEMERINTAH (NAMES OF INTERNATIONAL INTERGOVERNMENTAL ORGANIZATION) –INDIKASI GEOGRAFIS (GEOGRAPHICAL INDICATIONS) ATAU NAMA ASAL (INDICATIONS OF SOURCE). –MEREK DAGANG (TRADE NAMES).

21 21 PELANGGARAN MEREK PELANGGARAN MEREK PASAL 76 AYAT (1) UU MEREK PEMILIK MEREK TERDAFTAR DAPAT MENGAJUKAN GUGATAN TERHADAP PIHAK LAIN YANG SECARA TANPA HAK MENGGUNAKAN MEREK YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA ATAU KESELURUHANNYA UNTUK BARANG ATAU JASA YANG SEJENIS BERUPA: PEMILIK MEREK TERDAFTAR DAPAT MENGAJUKAN GUGATAN TERHADAP PIHAK LAIN YANG SECARA TANPA HAK MENGGUNAKAN MEREK YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA ATAU KESELURUHANNYA UNTUK BARANG ATAU JASA YANG SEJENIS BERUPA: –GUGATAN GANTI RUGI –PENGHENTIAN SEMUA PERBUATAN YANG BERKAITAN DENGAN PENGGUNAAN MEREK TERSEBUT.

22 22 KETENTUAN PIDANA KETENTUAN PIDANA PASAL 90 UU MEREK BARANG SIAPA DENGAN SENGAJA DAN TANPA HAK MENGGUNAKAN MEREK YANG SAMA PADA KESELURUHANNYA DENGAN MEREK TERDAFTAR MILIK PIHAK LAIN UNTUK BARANG DAN/ATAU JASA SEJENIS YANG DIPRODUKSI DAN/ATAU DIPERDAGANGKAN DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 5 (LIMA) TAHUN DAN/ATAU DENDA PALING BANYAK RP (SATU MILIAR RUPIAH) BARANG SIAPA DENGAN SENGAJA DAN TANPA HAK MENGGUNAKAN MEREK YANG SAMA PADA KESELURUHANNYA DENGAN MEREK TERDAFTAR MILIK PIHAK LAIN UNTUK BARANG DAN/ATAU JASA SEJENIS YANG DIPRODUKSI DAN/ATAU DIPERDAGANGKAN DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 5 (LIMA) TAHUN DAN/ATAU DENDA PALING BANYAK RP (SATU MILIAR RUPIAH) PASAL 90 UU MEREK

23 23 KETENTUAN PIDANA KETENTUAN PIDANA PASAL 91 UU MEREK BARANG SIAPA DENGAN SENGAJA DAN TANPA HAK MENGGUNAKAN MEREK YANG SAMA PADA POKOKNYA DENGAN MEREK TERDAFTAR MILIK PIHAK LAIN UNTUK BARANG DAN/ATAU JASA SEJENIS YANG DIPRODUKSI DAN/ATAU DIPERDAGANGKAN DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 4 (EMPAT) TAHUN DAN/ATAU DENDA PALING LAMA BANYAK RP (DELAPAN RATUS JUTA RUPIAH) BARANG SIAPA DENGAN SENGAJA DAN TANPA HAK MENGGUNAKAN MEREK YANG SAMA PADA POKOKNYA DENGAN MEREK TERDAFTAR MILIK PIHAK LAIN UNTUK BARANG DAN/ATAU JASA SEJENIS YANG DIPRODUKSI DAN/ATAU DIPERDAGANGKAN DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 4 (EMPAT) TAHUN DAN/ATAU DENDA PALING LAMA BANYAK RP (DELAPAN RATUS JUTA RUPIAH)

24 24 PELANGGARAN HAK CIPTA DI INTERNET HAK MORAL HAK EKONOMI TIDAK DISEBUTKAN SUMBERNYA/ DIUBAH TANPA IJIN KOMERSIALISA SI/MENARIK MANFAAT EKONOMI PELANGGARAN PERDATA DAN PIDANA HAK CIPTA CYBERSPACE

25 25 DOKTRIN FAIR USE… PENGAMBILAN HAK CIPTA MILIK ORANG LAIN TIDAK DIANGGAP SEBAGAI SUATU PELANGGARAN ASALKAN DISEBUTKAN SUMBERNYA, APABILA HAL ITU DIPERUNTUKKAN BAGI KEPENTINGAN PENDIDIKAN, PENELITIAN, KARYA ILMIAH DAN LAIN SEBAGAINYA, KECUALI UNTUK PROGRAM KOMPUTER (PASAL 15 UU NO 19 TAHUN 2002) PENGAMBILAN HAK CIPTA MILIK ORANG LAIN TIDAK DIANGGAP SEBAGAI SUATU PELANGGARAN ASALKAN DISEBUTKAN SUMBERNYA, APABILA HAL ITU DIPERUNTUKKAN BAGI KEPENTINGAN PENDIDIKAN, PENELITIAN, KARYA ILMIAH DAN LAIN SEBAGAINYA, KECUALI UNTUK PROGRAM KOMPUTER (PASAL 15 UU NO 19 TAHUN 2002)

26 26

27 27


Download ppt "1 KEJAHATAN SIBER (CYBER) OlehMudzakkir. 2 ISTILAH LAIN KEJAHATAN SIBER (CYBER CRIME) Computer abuse Computer abuse Computer fraud Computer fraud Computer."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google