Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CARA PENGAMBILAN SAMPEL Oleh Nugroho Susanto. Pendahuluan  Banyak cara yang dapat dilakukan dalam kerangka sampling  Hal yang penting dalam pengambilan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CARA PENGAMBILAN SAMPEL Oleh Nugroho Susanto. Pendahuluan  Banyak cara yang dapat dilakukan dalam kerangka sampling  Hal yang penting dalam pengambilan."— Transcript presentasi:

1 CARA PENGAMBILAN SAMPEL Oleh Nugroho Susanto

2 Pendahuluan  Banyak cara yang dapat dilakukan dalam kerangka sampling  Hal yang penting dalam pengambilan sampel adalah bagaimana sample itu dapat mewakili dari populasi yang akan diteliti.  Sampel benar-benar mewakili atau representative maka kesimpulan akan sama dengan meneliti populasi  Mengapa dalam penelitian dilakukan sample dari populasi?

3 Lanjutan  Bagaimana cara pengambilan sample?  Dan bagaimana menentukan jumlah sample?

4 Pengambilan sampel  Pengambilan sampel random  Pengambilan sampel non random

5 Pengambilan sampel acak sederhana  Pengambilan sampel acak sederhana menekankan sistem pengambilan sampel yang didasarkan pada angka (bilangan) yang muncul.  Langkah-langkah; Menentukan nomer untuk setiap individu dalam populasi; Melakukan proses acak (dapat dilakukan dengan tabel bilangan acak) untuk mendapatkan n angka antara 1 dan N.

6 Contoh  Suatu penelitian dilakukan di FKM UAD.jika diketahui mahasiswa UAD 600 mahasiswa sedangkan besar sampel yang diingikan 20 mahasiswa, bagaimana mengambil 20 mahasiswa dari 600 mahasiswa UAD?

7 Langkah penyelesaian  Memberi label (nomer) untuk setiap mahasiswa.  Lakukan proses acak. Proses acak dapat memanfaatkan bilangan random.  Melakukan pemilihan nomer bisa dengan menyamping ke kanan atau kebawah.  Nomer 121 dianggap sebagai sampel pertama. Sampel ke dua dan seterusnya dapat dilakukan dengan cara memilih ke samping kanan atau ke bawah.

8 Bilangan acak

9 Pengambilan sampel Sistematik (sistematic random sampling)  Pengambilan sampel ini lebih menekankan pada sistem interval Langkah-langkah;  Memberi angka (nomer) untuk seluruh populasi.  penentuan angka didasarkan proporsi terbanyak-terkecil.  Interval sampel.  Melakukan proses acak untuk interval pertama.  Hasil acak interval pertama sebagai sampel no 1.

10 Contoh  Suatu penelitian dilakukan di RSU PKU muhamadiyah. Yang dianggap sebagai populasi adalah perawat. Jika seluruh perawat di RSU PKU muhammadiya adalah sebagai populasi (300 perawat) sedangkan sampel yang diingikan sebesar 30 perawat. Bagaimana mengambil 30 perawat dari 300 perawat yang ada di RSU PKU muhamadiyah?

11 Pengambilan sampel stratifikasi  Pengambilan sampel dengan stratifikasi lebih menekankan dan memperhatikan sub-klaster yang ada.  Pembagian sub-klaster dapat didasarkan pada karakteristik atau tipe dari populasi.

12 Gambar Populasi (seluruh rumah sakit) RS tipe C RS tipe B RS tipe A RS tipe D Sampel

13 Langkah-langkah  Menentukan populasi sasaran.  Menentukan sub-klaster yang dapat didasarkan pada karakteristik populasi. Ini lebih sering dikenal dengan alokasi sampling.  Melakukan proses random (acak) untuk setiap sub klaster.  jumlah Sampel yang terambil untuk setiap sub-klaster adalah sama.  Melakukan Pengambilan sampel stratifikasi

14 Contoh  Suatu penelitian dilakukan di Yogyakarta tentang kepatuhan bidan melaksakan pecegahan infeksi. Yang dianggap sebagai populasi adalah semua bidan yang berada di rumah sakit di wilayah DIY baik rumah sakit swasta atau pemerintah. Jika seluruh bidan yang bekerja di DIY ada 200 sedangkan sampel yang dibutuhkan sebesar 20 bagaimana cara memilih 20 bidan dari 200 bidan yang ada diwilayah kerja provinsi DIY

15 Pengambilan sampel Klaster  suatu rangka yang terdiri dari klaster- klaster unit pencacahan  dibagi menjadi beberapa klaster yang saling pisah  klaster tidak harus sehomogin mungkin

16 Contoh  Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui cakupan imunisasi anak sekolah di provinsi DIY. Jika sampel yang dibutuhkan sebesar 200 anak sedangkan seluruh populasi anak di DIY. Bagaimana mengambil 200 anak dari anak di wilayah DIY?

17 Pengambilan sampel non random  Proporsif Sampling Proporsif sampling memberikan gambaran bahwa pengambilan sampling didasarkan pada asumsi peneliti  Kuota Sampling Kouta sampling didasarkan pada samling yang ditemukan dimana telah memenuhi jumlah sampling yang ditentukan.

18 Latihan (sebuah diskusi)  Jika diketahui pada bayi tersebar ke dalam 39 posyandu dan diketahui terdapat 1000 ibu yang mempunyai anak usia dibawah 2 tahun bagaimana pengambilan sampel yang tepat untuk kasus diatas?

19


Download ppt "CARA PENGAMBILAN SAMPEL Oleh Nugroho Susanto. Pendahuluan  Banyak cara yang dapat dilakukan dalam kerangka sampling  Hal yang penting dalam pengambilan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google