Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DARAH Ratna Damayanti. CAIR TUBUH TUBUH TUBUH PADAT (40%) CAIR (60%) PADAT (40%) CAIR (60%) CAIRAN CAIRAN CAIRAN CAIRAN EKSTRASEL(20%) INTRASEL (40%)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DARAH Ratna Damayanti. CAIR TUBUH TUBUH TUBUH PADAT (40%) CAIR (60%) PADAT (40%) CAIR (60%) CAIRAN CAIRAN CAIRAN CAIRAN EKSTRASEL(20%) INTRASEL (40%)"— Transcript presentasi:

1 DARAH Ratna Damayanti

2 CAIR TUBUH TUBUH TUBUH PADAT (40%) CAIR (60%) PADAT (40%) CAIR (60%) CAIRAN CAIRAN CAIRAN CAIRAN EKSTRASEL(20%) INTRASEL (40%) EKSTRASEL(20%) INTRASEL (40%) CAIRAN CAIRAN CAIRAN CAIRAN INTRAVASKULAR (5%) INTERSTITIAL (15%) INTRAVASKULAR (5%) INTERSTITIAL (15%) Total Volume Darah : 8 % Total Volume Darah : 8 %

3 DARAH Cairan yang berisi berbagai macam tipe sel di dalam plasmanya. Cairan yang berisi berbagai macam tipe sel di dalam plasmanya. Viskositas : 1,7 x air Viskositas : 1,7 x air pH : 7,38 pH : 7,38  darah : 8 % dari BB  darah : 8 % dari BB

4 FUNGSI DARAH : 1.Transport : - gas pernafasan : O2, CO2 1.Transport : - gas pernafasan : O2, CO2 - sari makanan dr usus - sari makanan dr usus - hasil samping metabolisme - hasil samping metabolisme - hormon - hormon - obat-obatan - obat-obatan 2. Pertahanan tubuh 2. Pertahanan tubuh 3. Hemostasis dan Koagulasi 3. Hemostasis dan Koagulasi 4. Keseimbangan asam basa 4. Keseimbangan asam basa

5 KOMPOSISI DARAH

6 Perhatikan urutan komposisinya !

7 GAMBARAN DARAH

8 PLASMA Bagian yang tidak mengandung sel darah. Bagian yang tidak mengandung sel darah. Warna : Warna : - tergantung species, jumlah, jenis makanan - tergantung species, jumlah, jenis makanan - umumnya kuning muda transparant ( anjing, kucing, domba, kambing ) kucing, domba, kambing ) - jumlah ( >> )  kuning gelap : kuda, sapi - jumlah ( >> )  kuning gelap : kuda, sapi - warna kuning tergantung dari : pigmen - warna kuning tergantung dari : pigmen bilirubin, karotin dll. bilirubin, karotin dll.

9 Komposisi Plasma Darah : Air 91-93% Air 91-93% Protein Protein Bahan organik Bahan organik Bahan inorganik 7-9% Bahan inorganik 7-9% Enzim, hormon, vitamin, pigmen Enzim, hormon, vitamin, pigmen

10 Bahan organik : Bahan organik : - NPN ( Non Protein Nitrogen ) : urea, asam - NPN ( Non Protein Nitrogen ) : urea, asam urat, kreatin, kreatinin, asam amino, urat, kreatin, kreatinin, asam amino, glutathion, xanthine, hypoxanthin glutathion, xanthine, hypoxanthin - Glukosa, fosfolipid, kolesterol dll. - Glukosa, fosfolipid, kolesterol dll. Bahan inorganik : Bahan inorganik : - Ca, Mg, K, Na, Cl, Co, Fe, I, Cu, Zn, Mn, PO4, SO4 dll. PO4, SO4 dll.

11 Protein plasma  7 gr/dl plasma terdiri dari : 1. Albumin ( 57% ) - menjaga tekanan osmotik koloid 2. Globulin ( 40% ) - terdiri dari α1, α 2, ß, γ globulin. - terdiri dari α1, α 2, ß, γ globulin. - berperan dlm kekebalan tubuh. 3. Fibrinogen ( 3% ) - mengandung faktor-faktor koagulasi Semua di sintesa di Hati, kecuali γ globulin di limfosit dan plasma sel. Semua di sintesa di Hati, kecuali γ globulin di limfosit dan plasma sel.

12 Serum cairan berwarna kuning supernatan yg terdpt pd darah yg mengalami koagulasi cairan berwarna kuning supernatan yg terdpt pd darah yg mengalami koagulasi Tidak mengandung : Tidak mengandung : fibrinogen fibrinogen faktor koagulasi ( f. II, f.V, f. VIII ) faktor koagulasi ( f. II, f.V, f. VIII )

13 Di dalam sumsum tulang terdapat : PHSC = Pluripotent Haemotopoeitic Stem Cell stem cell yg mampu membuat keseluruhan sel darah stem cell yg mampu membuat keseluruhan sel darah belum dapat di identifikasi belum dapat di identifikasi merupakan cikal bakal keseluruhan darah. merupakan cikal bakal keseluruhan darah.

14

15

16 ERITROSIT = Sel Darah Merah Fungsi : Fungsi : - membawa Hb u/ transport gas pernafasan - membawa Hb u/ transport gas pernafasan transport O2  HbO2 transport O2  HbO2 CO2  Hb CO2 CO2  Hb CO2 - buffer/penyangga - buffer/penyangga

17 Morfologi Eritrosit : Morfologi Eritrosit : bentuk : cakram bikonkaf bentuk : cakram bikonkaf  : 7,5  m  : 7,5  m tebal : 0,8- 1,9  m tebal : 0,8- 1,9  m luas : 135  m 2 luas : 135  m 2 pada mamalia : tidak berinti pada mamalia : tidak berinti aves, reptil : berinti, bentuk elips aves, reptil : berinti, bentuk elips

18 Volume Eritrosit Pada spesies yang sama tergantung dari umur, sex, hormon Kuda : 8 – 11 juta/ mm 3 Kuda : 8 – 11 juta/ mm 3 Anjing & Kucing : juta/ mm 3 Anjing & Kucing : juta/ mm 3 Kambing & Domba : juta/ mm 3 Ayam : 2,5 – 3,2 juta/ mm 3 Ayam : 2,5 – 3,2 juta/ mm 3 Manusia : juta/ mm 3 Manusia : juta/ mm 3

19 Komposisi Eritrosit : Air 62-72% Air 62-72% Bahan padat Bahan padat - Hemoglobin 95 % - Hemoglobin 95 % - protein, lemak, vit, glukosa, - protein, lemak, vit, glukosa, enzim, mineral 5 % enzim, mineral 5 %

20 ☻ Eritrogenesis  Fase Organ produksi Embrio Yolk sac Embrio Yolk sac Trimester I Trimester I Trimester IIHati dibantu : limpa & Trimester IIHati dibantu : limpa & Kelenjar limfe Kelenjar limfe Trimester IIISumsum tulang: Trimester IIISumsum tulang: Lahir- dewasa Vertebra, sternum, Lahir- dewasa Vertebra, sternum, costa,femur, tibia, dll costa,femur, tibia, dll

21 Eritrogenesis Dikontrol oleh : Eritropoeitin ( EPO ) = haemopoeitin Eritropoeitin ( EPO ) = haemopoeitin Diproduksi oleh : - ginjal % Diproduksi oleh : - ginjal % - hepar 10-20% - hepar 10-20% Perangsang : -hipoksia, adrenalin, Perangsang : -hipoksia, adrenalin, prostaglandin prostaglandin

22 Zat-zat yang diperlukan untuk eritrogenesis : 1. Zat Besi (Fe )  sintesa Hb 2. Asam Folat  pembentukan RNA 3. Vitamin B 12  pendewasaan & pembelahan inti 4. Faktor intrisik  terdapat di lambung u/ penyerapan vit B 12 dan asam folat.

23 Masa hidup eritrosit : manusia : 4 bulan ( 120 hari ) manusia : 4 bulan ( 120 hari ) anjing : hari anjing : hari kucing : hari kucing : hari kuda : hari kuda : hari ayam : hari ayam : hari Σ eritrosit dalam sirkulasi terbatas Σ eritrosit dalam sirkulasi terbatas

24 Regulasi Eritrogenesis bukan o/ konsentrasi eritrosit dlm darah, ttp o/ kemampuan fungsional eritrosit u/ mentransport O 2 ke jaringan. bukan o/ konsentrasi eritrosit dlm darah, ttp o/ kemampuan fungsional eritrosit u/ mentransport O 2 ke jaringan. Setiap keadaan yg menyebabkan  O 2 yg ditransport ke jaringan berkurang  me  kecepatan pembentukan eritrosit. Setiap keadaan yg menyebabkan  O 2 yg ditransport ke jaringan berkurang  me  kecepatan pembentukan eritrosit.

25 REGULASI ERITROSIT

26

27 Hematokrit (HCt) = PCV ( Packed Cell Volume ) = PCV ( Packed Cell Volume ) Banyaknya sel darah merah dalam presentase Banyaknya sel darah merah dalam presentase Domestic animal rata-rata : 45 % Domestic animal rata-rata : 45 %

28 Haemoglobin ( Hb ) beredar dalam eritrosit beredar dalam eritrosit Fungsi : mengikat O 2 dan CO 2 mengikat O 2 dan CO 2 buffer asam basa buffer asam basa memberi warna merah pada darah memberi warna merah pada darah

29 Hb terdiri dari : 4 rantai polipeptida yang masing- 4 rantai polipeptida yang masing- masing mengikat heme, masing mengikat heme, tiap heme mengikat 1 atom Fe, tiap heme mengikat 1 atom Fe, tiap Fe mengikat 1 molekul O 2 tiap Fe mengikat 1 molekul O 2

30

31 ANEMIA Suatu keadaan kekurangan eritrosit, yang disebabkan oleh hilangnya darah secara cepat atau lambatnya produksi eritrosit. Suatu keadaan kekurangan eritrosit, yang disebabkan oleh hilangnya darah secara cepat atau lambatnya produksi eritrosit. Kurang gizi : defisiensi besi, Vit B12, asam folat. Kurang gizi : defisiensi besi, Vit B12, asam folat. Infeksi parasit : cacing dan kutu Infeksi parasit : cacing dan kutu Ginjal rusak  eritropoietin tidak Ginjal rusak  eritropoietin tidak terproduksi terproduksi

32 POLICYTEMIA Jumlah eritrosit meningkat Jumlah eritrosit meningkat - faktor : fisiologis  hidup di pegunungan pegunungan patologis  tumor ginjal patologis  tumor ginjal

33

34 METABOLISME ZAT BESI

35 LEUKOSIT RATNA DAMAYANTI

36 LEUKOSIT BERDASARKAN PEWARNAAN WRIGHT TERBAGI ATAS : GRANULOSIT GRANULOSIT = Poly Morpho Nuclear ( PMN ) = Poly Morpho Nuclear ( PMN ) - Neutrofil  sifat netral - Neutrofil  sifat netral - Eosinofil  sifat asam - Eosinofil  sifat asam - Basofil  sifat basa - Basofil  sifat basa AGRANULOSIT AGRANULOSIT - Monosit - Monosit - Limfosit - Limfosit

37 PRODUKSI LEUKOSIT OLEH SUMSUM TULANG OLEH SUMSUM TULANG KECUALI LIMFOSIT JUGA DIPRODUKSI OLEH : KECUALI LIMFOSIT JUGA DIPRODUKSI OLEH : LIMPA & KEL. LIMFOID. LIMPA & KEL. LIMFOID.

38 FUNGSI LEUKOSIT UNTUK PERTAHANAN TUBUH DENGAN CARA : UNTUK PERTAHANAN TUBUH DENGAN CARA : 1. FAGOSITOSIS 1. FAGOSITOSIS 2.MEMBENTUK ANTIBODI 2.MEMBENTUK ANTIBODI

39 KOMPOSISI LEUKOSIT NEUTROFIL62% NEUTROFIL62% EOSINOFIL2,3% EOSINOFIL2,3% BASOFIL0,4% BASOFIL0,4% MONOSIT5,3% MONOSIT5,3% LIMFOSIT30% LIMFOSIT30% Σ LEUKOSIT : /mm3 SEMUA BERINTI dan tidak mengandung haemoglobin

40 PEMERIKSAAN LEUKOSIT SISTEM DIFFERENTIAL COUNT SISTEM DIFFERENTIAL COUNT  Berapa % dalam 100 sel darah putih Eo / Ba / St / Sgm / Ly / Mo Eo / Ba / St / Sgm / Ly / Mo Shift to the left Shift to the right Shift to the left Shift to the right Infeksi AKUT Infeksi KRONIS Infeksi AKUT Infeksi KRONIS

41 Pergeseran kekiri : Pergeseran kekiri : terjadi pe ↑ proporsi leukosit ( neutrofil ) imatur, krn di lepas dr sumsum tulang sblm dewasa u/ segera melawan infeksi. terjadi pe ↑ proporsi leukosit ( neutrofil ) imatur, krn di lepas dr sumsum tulang sblm dewasa u/ segera melawan infeksi. Sewaktu infeksi / peradangan reda, terjd pergeseran ke kanan, krn neutrofil matang kembali mendominasi apusan darah. Sewaktu infeksi / peradangan reda, terjd pergeseran ke kanan, krn neutrofil matang kembali mendominasi apusan darah.

42 EOSINOFIL DAYA FAGOSIT LEMAH DAYA FAGOSIT LEMAH MENCEGAH INFEKSI MENCEGAH INFEKSI JUMLAH MENINGKAT (eosinophilia) PADA : JUMLAH MENINGKAT (eosinophilia) PADA : - INFEKSI PARASIT/ CACING - INFEKSI PARASIT/ CACING - REAKSI ALERGI: - REAKSI ALERGI: urticaria = bidur urticaria = bidur dermartitis allergica dermartitis allergica Asthma bronchiale = mengi Asthma bronchiale = mengi

43 BASOFIL MENGANDUNG : MENGANDUNG : HEPARIN, BRADIKININ, HISTAMIN, SEROTONIN, ENZIM LISOSIM, SLOW REACTING SUBSTANCE HEPARIN, BRADIKININ, HISTAMIN, SEROTONIN, ENZIM LISOSIM, SLOW REACTING SUBSTANCE JUMLAH MENINGKAT PADA : JUMLAH MENINGKAT PADA : - FASE PENYEMBUHAN RADANG - FASE PENYEMBUHAN RADANG - RADANG KRONIS - RADANG KRONIS DI JARINGAN TDPT SEL MAST ~ mirip BASOFIL, ttp berasal dari fibroblast. DI JARINGAN TDPT SEL MAST ~ mirip BASOFIL, ttp berasal dari fibroblast.

44 NEUTROFIL Respon tercepat pd leukosit bila terdpt bakteri/parasit. Respon tercepat pd leukosit bila terdpt bakteri/parasit. Berperan langsung melawan bakteri dgn Berperan langsung melawan bakteri dgn melepas : melepas : - lisosim yg menghancurkan bakteri - lisosim yg menghancurkan bakteri - defensin protein berperan sbg antibiotik - defensin protein berperan sbg antibiotik - strong oxidant - strong oxidant

45 Pada Unggas : Tidak ditemukan Neutrofil, tetapi terdapat Tidak ditemukan Neutrofil, tetapi terdapat sel yang mirip dengan Neutrofil, yaitu : sel yang mirip dengan Neutrofil, yaitu : HETEROFIL HETEROFIL Bedanya : Kurang mengandung enzim proteolitik proteolitik

46 MONOSIT PALING LAMBAT MENUJU TEMPAT INFEKSI, TETAPI DATANG DGN JUMLAH YG SANGAT BANYAK. PALING LAMBAT MENUJU TEMPAT INFEKSI, TETAPI DATANG DGN JUMLAH YG SANGAT BANYAK. MIGRASI KE JARINGAN SEBAGAI MAKROFAG. MIGRASI KE JARINGAN SEBAGAI MAKROFAG. MEMBUNUH MIKROBA DAN MEMAKANNYA/MEMBERSIHKANNYA. MEMBUNUH MIKROBA DAN MEMAKANNYA/MEMBERSIHKANNYA.

47 LIMFOSIT ADA 2 MACAM : ADA 2 MACAM : - LIMFOSIT B - LIMFOSIT B dimasak di Bursa Fabrisius / Sumsum tlg dimasak di Bursa Fabrisius / Sumsum tlg - LIMFOSIT T - LIMFOSIT T dimasak di Thymus. dimasak di Thymus.

48 Limfosit B HUMORAL IMMUNITY HUMORAL IMMUNITY ( sel-sel tsb beredar dalam darah ) ( sel-sel tsb beredar dalam darah ) Membunuh bakteri dan toksinnya Membunuh bakteri dan toksinnya Menjadi plasma sel yang dpt memproduksi antibodi Menjadi plasma sel yang dpt memproduksi antibodi

49 Limfosit T CELL-MEDIATED IMMUNITY CELL-MEDIATED IMMUNITY Melawan virus, fungi,transplantasi organ, sel kanker. Melawan virus, fungi,transplantasi organ, sel kanker.

50

51 MASA HIDUP LEUKOSIT GRANULOSIT GRANULOSIT sirkulasi drh : 4-8 jam sirkulasi drh : 4-8 jam jaringan : 4-5 hari jaringan : 4-5 hari pd daerah infeksi : beberapa jam pd daerah infeksi : beberapa jam MONOSIT MONOSIT sirkulasi drh : jam sirkulasi drh : jam jaringan : beberapa bulan jaringan : beberapa bulan LIMFOSIT LIMFOSIT sirkulasi drh, limfe, kel getah bening : sirkulasi drh, limfe, kel getah bening : bbrp bln - bertahun-tahun. bbrp bln - bertahun-tahun.

52 Sifat khas Neutrofil dan Monosit- Makrofag 1. MARGINASI 1. MARGINASI 2. DIAPEDESIS 2. DIAPEDESIS 3. KEMOTAKSIS 3. KEMOTAKSIS 4. GERAKAN AMUBOID 4. GERAKAN AMUBOID 5. FAGOSITOSIS 5. FAGOSITOSIS

53 Sifat Khas Netrofil-Monosit Makrofag

54 Beda Netrofil dan Monosit Netrofil Monosit Langsung dewasa Merupakan sel muda Mampu bekerja aktif Masuk jaringan membesar sd 5x memperbanyak mitokondria & lisosom FAGOSITOSIS MAKROFAG ( di jaringan )

55 Makrofag Ukuran dan daya kerja : 4 – 5 kali monosit Mampu bertahan  3 bulan di jaringan Banyak ditemukan pada pintu masuk tubuh misalnya : mulut  tonsil kulit  histiosit usus alveoli otak  mikroglia hepar  sel kupfer

56 Proses Fagositosis Neutrofil lekat reseptor Makrofag partikel Pseudopodia Menyatu Vesikel fagosit PHAGOSOME Lisosom Peroksisom - Enz.Proteolitik - H 2 O 2 - Lipase - Lisozim - Myeloperoksidase

57 Respon Netrofil - Makrofag terhadap Keradangan 1st line defense (satu jam pertama) : pelepasan makrofag jar. ke daerah inflamasi 2nd line defense : produk radang dari daerah inflamasi 1. Dibawa ke pembuluh darah  netrofil marginasi, diapedesis & kemotaksis 2. Mengirim sinyal ke sutul  mobilisasi leukosit  leukositosis/neutrofilia

58 LANJUTAN 3rd line defense pembentukan makrofag di jaringan  butuh waktu  monosit akan meningkat. 4th line defense memicu stem cell (di bone marrow) meningkatkan pembentukan lekosit baru  granulosit, monosit dan limfosit

59

60 LIMPA TEMPAT HEMATOPOISIS PD JANIN TEMPAT HEMATOPOISIS PD JANIN MAKROFAG DIDALAMNYA BEKERJA SBG FAGOSIT MAKROFAG DIDALAMNYA BEKERJA SBG FAGOSIT -MEMBERSIHKAN SISA-SISA SEL ( TERMASUK ERITROSIT LISIS ) ( TERMASUK ERITROSIT LISIS ) -MENCERNA MIKROORGANISME -MENCERNA MIKROORGANISME

61 TROMBOSIT = platelet = keping darah Berasal dari megakariosit Berasal dari megakariosit Berperan dalam proses koagulasi Berperan dalam proses koagulasi

62 Di sitoplasma tdpt : Di sitoplasma tdpt : 1. Aktin – miosin, thrombosthenin 1. Aktin – miosin, thrombosthenin 2. R. E. & Badan Golgi 2. R. E. & Badan Golgi 3. Sintesis prostaglandin 3. Sintesis prostaglandin 4. Sistem Enzim & Mitokondria 4. Sistem Enzim & Mitokondria 5. Fibrin Stabilizing Factor 5. Fibrin Stabilizing Factor 6. Growth Factor 6. Growth Factor Membran Sel tdpt : Membran Sel tdpt : - Lapisan Glikoprotein - Lapisan Glikoprotein - Fosfolipid - Fosfolipid - Adenilat siklase - Adenilat siklase

63 HEMOSTASIS Proses Penanggulangan Perdarahan. Proses Penanggulangan Perdarahan. Ada 4 fase : Ada 4 fase : 1. Spasme Pembuluh darah / Vasokonstriksi 1. Spasme Pembuluh darah / Vasokonstriksi 2. Pembentukan Sumbat trombosit 2. Pembentukan Sumbat trombosit 3. Koagulasi Darah 3. Koagulasi Darah 4. Pertumbuhan Jaringan ikat 4. Pertumbuhan Jaringan ikat

64

65 SPASME VASKULAR Kerusakan pembuluh darah Kontraksi/spasme dinding pembuluh darah Upaya menghambat aliran darah Lokal miogenic refleks Local humoral spasme saraf factor nyeri kerusakan tromboxan A2 (TXA2) dinding p.d dinding p.d trombosit trombosit

66 1. Platelet Adhesion Platelets stick to exposed collagen underlying damaged endothelial cells in vessel wall Platelets stick to exposed collagen underlying damaged endothelial cells in vessel wall

67 PLATELET PLUG Pembuluh darah rusak Trombosit kontak dgn : - serat kolagen - sel endotel - sel endotel Aktivasi trombosit : - Membengkak - bentuk tak beraturan - Sticky ( lengket) - prot. kontraktil kontraksi kontraksi Sekresi ADP >> Tromboxan A2 ( ~ prostoglandin ) Mengaktifkan trombosit saling melekat Membentuk sumbat longgar

68 2. Platelet Release Reaction Platelets activated by adhesion Platelets activated by adhesion Extend projections to make contact with each other Extend projections to make contact with each other Release thromboxane A2, serotonin & ADP activating other platelets Release thromboxane A2, serotonin & ADP activating other platelets Serotonin & thromboxane A2 are vasoconstrictors decreasing blood flow through the injured vessel. ADP causes stickiness Serotonin & thromboxane A2 are vasoconstrictors decreasing blood flow through the injured vessel. ADP causes stickiness

69 3. Platelet Aggregation Activated platelets stick together and activate new platelets to form a mass called a platelet plug Activated platelets stick together and activate new platelets to form a mass called a platelet plug Plug reinforced by fibrin threads formed during clotting process Plug reinforced by fibrin threads formed during clotting process

70

71 MEKANISME KOAGULASI DARAH Terbentuknya aktivator protrombin akibat rusaknya pembuluh darah Terbentuknya aktivator protrombin akibat rusaknya pembuluh darah Aktivator protrombin mengkatalisisr protrombin menjadi trombin Aktivator protrombin mengkatalisisr protrombin menjadi trombin Trombin sebagai enzim mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Trombin sebagai enzim mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin.

72 Protrombin ekstrinsik Protrombin ekstrinsik Ca2+ protrombin aktivator Ca2+ protrombin aktivator intrinsik intrinsik Trombin Trombin Fibrinogen Fibrin monomer Ca2+ Ca2+ Fibrin Stabilizing Factor Fibrin Stabilizing Factor Benang Fibrin Benang Fibrin

73 Protrombin & Fibrinogen Protrombin & Fibrinogen - di bentuk di hati - di bentuk di hati - u/ protrombin  perlu vitamin K - u/ protrombin  perlu vitamin K Penyakit hati dan defisiensi vit K dapat mengganggu pembentukan faktor-faktor pembekuan darah dan menyebabkan perdarahan. Penyakit hati dan defisiensi vit K dapat mengganggu pembentukan faktor-faktor pembekuan darah dan menyebabkan perdarahan.

74

75 PENCEGAHAN KOAGULASI Ekstravaskular : Ekstravaskular : 1. diaduk 1. diaduk 2. didinginkan 2. didinginkan 3. + Na sitrat, K sitrat 3. + Na sitrat, K sitrat 4. + EDTA 4. + EDTA Intravaskular : Intravaskular : 1. Coumarin, Warfarin 1. Coumarin, Warfarin 2. Heparin 2. Heparin

76 TEST PEMBEKUAN DARAH Waktu perdarahan ( Bleeding Time ) Waktu perdarahan ( Bleeding Time ) menit menit - tergantung : * dalamnya luka - tergantung : * dalamnya luka * faktor pembekuan darah * faktor pembekuan darah * trombosit * trombosit Waktu Pembekuan ( Clotting Time ) Waktu Pembekuan ( Clotting Time ) - 6 – 10 menit - 6 – 10 menit - tgt : * kondisi gelas & ukuran tabung - tgt : * kondisi gelas & ukuran tabung * faktor pembekuan darah * faktor pembekuan darah


Download ppt "DARAH Ratna Damayanti. CAIR TUBUH TUBUH TUBUH PADAT (40%) CAIR (60%) PADAT (40%) CAIR (60%) CAIRAN CAIRAN CAIRAN CAIRAN EKSTRASEL(20%) INTRASEL (40%)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google