Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2005-2008 Oleh : Rista Purnama Sari.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2005-2008 Oleh : Rista Purnama Sari."— Transcript presentasi:

1

2

3 Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun Oleh : Rista Purnama Sari NIM :

4 Latar Belakang Oleh karena itu, diharapkan perusahaan dapat berhati-hati dalam mengambil keputusan dan kebijakan pendanaan, serta mangetahui risiko yang diambil dari keputusan pendanaan itu sendiri. Untuk menghasilkan struktur modal yang optimal, perusahaan harus dapat menentukan berapa besarnya modal internal dan modal eksternal yang digunakan agar dapat meningkatkan nilai perusahaan. Globalisasi Pengelolaan Perusahaan yang Efektif dan Efisien Tujuan Perusahaan Perusahaan Modal Internal eksternal

5 Lanjutan … Salah satu tugas manajer keuangan adalah untuk menentukan komposisi struktur modal perusahaan yang baik dengan risiko yang dapat ditanggung perusahaan. Keputusan pendanaan yang diambil dengan tidak hati-hati akan menimbulkan risiko yang berpengaruh pada profit perusahaan. Dari banyak faktor, penulis mencoba menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal. Faktor-faktor dalam penelitian ini antara lain size, tangible asset, growth of sales, profitability, business risk dan likuiditas. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Theresia Tri Harjanti dan Eduardus Tandelilin pada tahun 2007 yang berjudul ”Pengaruh Firm Size, Tangible Asset, Growth Opportunity, Profitability dan Business Risk pada Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di Indonesia”.

6 Batasan Masalah Yang menjadi batasan masalah dalam penelitian ini adalah: Perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di BEI. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang listing pada tahun Rumusan Masalah 1.Apakah size, tangible assets, growth of sales, profitability, business risk dan likuiditas berpengaruh secara parsial terhadap struktur modal? 2.Apakah size, tangible assets, growth of sales, profitability, business risk dan likuiditas berpengaruh secara simultan terhadap struktur modal?

7 Tujuan Penelitian 1.Untuk menguji pengaruh size, tangible assets, growth of sales, profitability, business risk dan likuiditas secara parsial terhadap struktur modal. 2. Untuk menguji pengaruh size, tangible assets, growth of sales, profitability, business risk dan likuiditas secara simultan terhadap struktur modal.

8 Landasan Teori Struktur Modal Struktur modal perusahaan merupakan kombinasi tertentu hutang dan sumber-sumber keuangan lainnya yang digunakan untuk mendanai pembiayaan jangka panjang dalam perusahaan. Teori struktur modal menjelaskan bagaimana pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan atau biaya modal (Husnan, 1993). Banyak teori-teori yang membahas tentang struktur modal, antara lain: - Pendekatan Tradisional - Pendekatan Modigliani dan Miller - Trade-off - Pecking Order Teori - Agency Teori - Teori Asimetri dan signaling

9 Lanjutan … Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal Struktur Aktiva ( Tangibility) Riyanto (1995) mengatakan, kebanyakan perusahaan industri dimana sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap, akan mengutamakan pemenuhan modalnya dari modal yang permanen, yaitu modal sendiri. Sedangkan hutang hanya dianggap sebagai pelengkap. Perusahaan yang sebagian besar dari aktivanya terdiri atas aktiva lancar akan mengutamakan kebutuhan dananya dengan hutang. Ukuran Perusahaan (Firm Size) Banyak penelitian yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan mempengaruhi keputusan hutang. Marsh (1982) dalam Nasrudin (2004) mengemukakan bahwa perusahaan besar lebih sering memilih hutang jangka panjang, sedangkan perusahaan kecil lebih sering memilih hutang jangka pendek.

10 Lanjutan … Pertumbuhan (growth of sales) Stabilnya nilai pertumbuhan penjualan suatu perusahaan, akan memungkinkan perusahaan membelanjai kegiatannya dengan hutang yang akan semakin besar juga. Perusahaan yang memiliki penjualan yang stabil akan dapat memudahkan perusahaan dalam memperoleh hutang, karena pada umumnya perusahaan yang penjualannya stabil akan lebih terjamin dan dapat memenuhi kewajiban tetapnya yaitu biaya angsuran hutang dan bunga. Profitability Profitability dimaksudkan untuk melihat berapa besar laba yang diperoleh dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki. Dalam hal ini perusahaan yang profitable cenderung untuk memiliki hutang yang lebih kecil.

11 Lanjutan … Risiko (Risk) Perusahaan yang memiliki risiko bisnis tinggi cenderung kurang dapat menggunakan hutang yang besar (karena kreditor akan meminta biaya hutang yang tinggi). Tinggi rendahnya risiko bisnis ini dapat dilihat antara lain dari stabilitas harga dan unit penjualan, stabilitas biaya, tinggi rendahnya operating leverage, dll. Likuiditas Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar. Perusahaan yang lebih banyak menggunakan aktiva lancar berarti perusahaan tersebut mampu menghasilkan aliran kas yang dapat digunakan untuk membiyai aktifitas operasional perusahaan dan investasi, sehingga perusahaan relatif lebih kecil menggunakan hutang.

12 Penelitian Terdahulu Sartono dan Sriharto (1999) menemukan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas dan tingkat pertumbuhan mempunyai pengaruh terhadap struktur modal, sedangkan struktur aktiva, growth opportunity dan uniquines tidak mempengaruhi strutur modal. Nasrudin (2004) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa variabel yang mempengaruhi struktur modal, profitabilitas dan risiko memiliki pengaruh negatif yang signifikan dengan struktur modal. Demikian juga dengan pertumbuhan perusahaan yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Penelitian yang dilakukan oleh Se Tin (2004) pada perusahaan manufaktur yang go public menemukan bahwa secara simultan profitabilitas, struktur aktiva, tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal. Sedangkan secara parsial hanya struktur aktiva yang berpengaruh positif terhadap struktur modal.

13 Penurunan Hipotesis 1.Pengaruh firm size terhadap struktur modal Besar kecilnya ukuran suatu perusahaan dilihat dari besarnya nilai total asset. Memiliki total asset yang besar akan mempermudah perusahaan dalam memperoleh hutang dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 1 : firm size berpengaruh positif dan signifikan terhadap leverage perusahaan. 2.Pengaruh tangibility assets terhadap struktur modal Riyanto (1995) menyatakan bahwa sebagian besar perusahaan industry kebanyakan modalnya tertanam di dalam aktiva tetap (Fixed Asset), akan mengutamakan pemenuhan modalnya dari modal yang permanen, yaitu modal sendiri. Aktiva tetap juga sering kali digunakan sebagai angunan untuk mendapatkan hutang. Sedangkan hutang sifatnya hanya sebagai pelengkap. Perusahaan yang sebagian besar dari aktivanya terdiri atas aktiva lancar akan mengutamakan kebutuhan dananya dengan hutang. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 2 : tangible aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap leverage perusahaan.

14 Lanjutan … 3.Pengaruh growth of sales terhadap struktur modal Semakin stabil pertumbuhan penjualan perusahaan, maka akan semakin besar kemungkinan perusahaan mendanai kegiatannya dengan hutang. Perusahaan yang pertumbuhan penjualannya relative stabil akan lebih mudah memperoleh pinjaman, walaupun akan mengakibatkan biaya tagihan tetap yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan perusahaan yang penjualannya kurang stabil. (Weston dan Brigham, 1990).Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 3 : growth of sales berpengaruh positif dan signifikan terhadap leverage perusahaan. 4.Pengaruh profitability terhadap struktur modal Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Semakin tinggi tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan akan mengakibatkan meningkatnya nilai perusahaan. Pecking order theory mengharapkan bahwa perusahaan akan menggunakan laba yang ditahan sebagai dana investasi dan kemudian beralih ke obligasi jika diperlukan. Dalam hal ini, perusahaan yang profitable cenderung untuk memiliki hutang yang lebih kecil. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 4: profitability berpengaruh negatif dan signifikan terhadap leverage perusahaan.

15 Lanjutan … 5.Pengaruh business risk terhadap struktur modal Risiko bisnis merupakan suatu ketidakpastian yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Perusahaan yang memiliki risiko kebangkrutan yang tinggi sebaiknya menggunakan hutang yang lebih kecil. Kebijakan struktur modal melibatkan trade off antara risiko dan tingkat pengembalian yang diharapkan. Perusahaan yang memiliki risiko yang tinggi dikarenakan besarnya hutang cenderung menurunkan harga saham, sedangkan perusahaan pada umumnya ingin memiliki tingkat pengembalian yang diharapkan atau dengan naiknya harga saham. Oleh karena itu diharapkan business risk berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 5: business risk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap leverage perusahaan.

16 Lanjutan … 6. Pengaruh likuiditas terhadap struktur modal Perusahaan yang lebih banyak menggunakan aktiva lancar berarti perusahaan tersebut dapat menghasilkan aliran kas untuk membiayai aktivitas perusahaan (Wijaya dan Hadianto, 2008). Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Semakin besar tingkat likuiditas suatu perusahaan maka akan semakin rendah struktur modal yang digunakan. Jadi dapat dikatakan bahwa diharapkan likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Hal ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Wijaya dan Hadianto (2008) yang menemukan bahwa ada pengaruh negatif likuiditas terhadap struktur modal. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 6: likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap leverage perusahaan. H7:size, tangible assets, growth of sales, profitability, business risk dan likuiditas secara simultan terhadap struktur modal.

17 Model Penelitian Firm Size Tangibel Aset Business Risk Profitability Growth of Sales Likuiditas Leverage

18 Metode Penelitian Obyek Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun Jenis data Data yang digunakan adalah data sekunder yang mencakup laporan keuangan tahunan, terutama Neraca dan laporan Laba Rugi perusahaan. Sample yang diperoleh di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD).

19 Teknik pengumpulan data Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data arsip. Teknik pengumpulan data arsip adalah data yang dikumpulkan dari catatan atau basis data yang sudah ada (Jogiyanto, 2007). Definisi operasional variabel 1.Variabel Dependen Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau terikat oleh variabel lain. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah Struktur Modal (Leverage). Leverage merupakan proksi yang digunakan untuk mengukur struktur modal. Leverage menggambarkan kemampuan perusahaan menggunakan aktiva yang akan menambah penghasilan bagi pemilik perusahaan. Dalam penelitian ini rasio yang digunakan untuk mengukur leverage adalah Total Debt to Total Assets (TDTA). TDTA = Total hutang / Total aktiva

20 Lanjutan … 2.Variabel Independen Firm size Firm size merupakan suatu indikator untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengambil keputusan investasi. Dalam menganalisis struktur modal perusahaan, hutang terkait dengan investasi. Oleh karena itu firm size menjadi salah satu variabel dalam penelitian ini. Adapun perhitungannya dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut: SIZE = Ln Total asset Tangible asset Pengukuran struktur aktiva dilakukan dengan suatu perbandingan antara total hutang jangka panjang perusahaan dengan total asset aktiva yang dimiliki. Pengukuran struktur aktiva dapat dilihat dengan melihat proporsi aktiva tetap perusahaan terhadap total aktiva perusahaan secara keseluruhan. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut : Struktur aktiva = Fixed Asset Total Asset

21 Lanjutan … Growth of Sales Growth of Sales mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan sesuai target perusahaan. Dalam penelitian terdahulu, growth of sales diukur secara matematis dengan menggunakan rumus sebagai berikut : PP= Penjualan tahun ke t – Penjualan tahun ke t-1 Penjualan tahun ke t Profitability Di dalam perusahaan terdapat biaya-biaya seperti biaya asimetri informasi serta biaya-biaya lainnya yang menpengaruhi keuntungan perusahaan. Jika perusahaan mendapatkan keuntungan yang tinggi, maka perusahaan akan lebih menggunakan pendanaan dari dalam perusahaan seperti laba ditahan yang digunakan untuk keperluan investasi. Maka tingkat hutang akan menurun. Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan pendekatan matematis sebagai berikut: Profitabilitas = Laba Operasi / Total Aktiva

22 Lanjutan … Business risk Risiko Bisnis adalah Ketidakpastian yang melekat dalam proyeksi tingkat pengembalian aktiva masa depan. Pengukuran risiko bisnis dalam penelitian ini menggunakan cara yang digunakan oleh Indriyo (2002) yaitu dengan rumus DOL (Degree Of Operating Leverage). Skala variabel yang digunakan pada risiko bisnis adalah variabel rasio yang merupakan variabel perbandingan dapat diukur dengan : DOL = Perubahan Laba / Perubahan Penjualan Likuditas Perusahaan yang banyak menggunakan aktiva lancar berarti perusahaan tersebut dapat menghasilkan aliran kas untuk membuayai aktivitas operasi dan investasinya (Widjaya dan Hadianto, 2008). Pengukuran likuiditas dalam penelitian ini menggunakan rasio lancar. Rasio Lancar = Aktiva Lancar / Hutang Lancar

23 Gambaran umum dan obyek penelitian Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terdapat 61 perusahaan yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Daftar Sampel Perusahaan Keterangan∑ Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan secara rutin (8) Perusahaan yang tidak mempunyai laba secara terus menerus (80) Perusahaan yang memiliki kriteria sebagai sampel 61 Total sampel selama periode penelitian (4 Tahun) 244

24 Analisis Deskriptif VariabelNMinimumMaksimumMeanStd. Deviasi SM LnTA FTA PP ROA DOL Liquid

25 Uji Asumsi Klasik (Kevalidan Data) Uji Normalitas Untuk mendeteksi data berdistribusi normal atau tidak, dilakukan dengan menggunakan uji kolmogorov smirnov t test. Hasil Uji Normalitas Asymp. Sig (2-tailed)0.036Data tidak berdistribusi normal Hasil dari pengujian normalitas menghasilkan data tidak berdistribusi normal, untuk perbaikan data dengan menghilangkan data yang mempunyai studentized residual yang lebih dari 2. Hasil Uji Normalitas setelah Perbaikan Asymp. Sig (2-tailed)0.881Data berdistribusi normal

26 Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antar variabel independent dalam sebuah model regresi berganda. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen Hasil Uji Multikolinearitas Variabel IndependentVIFKeterangan LnTA1.113 Tidak Ada Multikolinearitas FTA1.096 Tidak Ada Multikolinearitas PP1.044 Tidak Ada Multikolinearitas ROA1.122 Tidak Ada Multikolinearitas DOL1.017 Tidak Ada Multikolinearitas Liquid1.276Tidak Ada Multikolinearitas

27 Uji Heterokedasitas Uji heterokedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Hasil Uji Heteroskedasitas Nilai R Square Uji BPG Mencari nilai χ 2 hitung = (R Sqaure x TSS)/2 = (0,031 x 479,891)/2 = 7,438 Mencari nilai χ 2 tabel pada k-1= 5 = 11,070 Dari hasil perhitungan χ 2 hitung sebasar 7,438 < nilai χ 2 tabel sebesar 11,070 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. PersamaanR SquareTSSχ 2 hitungχ 2 tabel Regresi0,031479,8917,43811,070

28 Uji Autokorelasi Pengujian autokorelasi dilakukan untuk mengetahui terdapat tidaknya korelasi berantai diantara faktor-faktor yang mengganggu secara berurutan. Hasil Uji Autokorelasi 0,676 1,707 1,831 2,169 2,293 0,676 1,707 1,831 2,169 2,293 Keterangan durbin watson Nilai d L Nilai d U Nilai 4-d U Nilai 4-d L Regresi0,6761,7071,8312,1692,293

29 Lanjutan … Dalam model regresi tersebut terjadi adanya autokorelasi, untuk perbaikan digunakan metode theil-nagar. Hasil Uji Autokorelasi setelah Perbaikan 2,028 1,707 1,831 2,169 2,293 Keterangan durbin watson Nilai d L Nilai d U Nilai 4-d U Nilai 4-d L Regresi2,0281,7071,8312,1692,293

30 Pengujian Hipotesa Ringkasan Hasil Regresi SM = -0, ,032 LnTa + -0,060 FTA + -0,007 PP + -0,415 ROA + 0,000 DOL + -0,054 Liquid VariabelKoefisiensiP ValueKeterangan Konstanta LnTA Signifikan FTA Tidak Signifikan PP Tidak Signifikan ROA Signifikan DOL Tidak Signifikan Liquid Signifikan

31 Uji Signifikansi Pengaruh Secara Parsial (t Test) Hasil Pengujian Nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 nilai sig. Berarti ada pengaruh variabel firm size terhadap struktur modal. Nilai p value sebesar 0,196 > 0,05 nilai taraf sig. Berarti tidak ada pengaruh variabel tangible asset terhadap struktur modal. Nilai p value sebesar 0,751 > 0,05 nilai taraf sig. Berarti tidak ada pengaruh variabel pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal. Nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 nilai taraf sig. Berarti ada pengaruh variabel profitability terhadap struktur modal. Nilai p value sebesar 0,100 > 0,05 nilai taraf sig. Berarti tidak ada pengaruh variabel business risk terhadap struktur modal. Nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 nilai taraf sig. Berarti ada pengaruh variabel likuiditas terhadap struktur modal.

32 Uji Signifikansi Pengaruh Secara Simultan (F Test) Ringkasan Hasil Regresi Berdasarkan perhitungan analisis regresi model linear didapatkan nilai p value sebesar 0,000 yang berada di bawah 0,05 nilai taraf signifikansi yang digunakan. Hal ini berarti ada pengaruh variabel firm size, tangible asset, pertumbuhan penjualan, profitability, business risk dan likuiditas secara serentak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal. ModelP ValueKeterangan regresi0,000Signifikan

33 Pembahasan 1.Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa firm size, tangible asset, pertumbuhan penjualan, profitability, business risk dan likuiditas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal. 2.Variabel firm size mempunyai berpengaruh positif terhadap struktur modal. Marsh dalam Nasrudin (2004) menemukan bahwa perusahaan besar lebih sering memilih hutang jangka panjang sedangkan perusahaan kecil memilih hutang jangka pendek. Perusahaan besar mungkin dapat memperoleh keuntungan dalam skala ekonomi dengan melakukan emisi hutang jangka panjang dan mungkin juga memiliki kekuatan terhadap kreditur. Perusahaan yang lebih besar memiliki keuntungan yang lebih besar dibandingkan perusahaan kecil karena perusahaan tersebut lebih dikenal oleh publik. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Tobing dan Ibad (2006), Nasrudin (2004) dan Saidi (2004) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap struktur modal.

34 Lanjutan … 3. Variabel tangible asset tidak mempunyai pengaruh positif terhadap struktur modal. Hal ini menunjukkan bahwa struktur aktiva yang dimiliki perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Tidak signifikannya struktur aktiva kemungkinan disebabkan oleh proporsi aktiva tetap yang kecil dalam asset yang dimiliki perusahaan (Hanafi dan Halim,2000:11),sehingga ada tidaknya variabel ini tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Nasrudin (2004) dan Saidi (2004). 4. Variabel pertumbuhan penjualan mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur modal. Hal ini menunjukkan bahwa Pertumbuhan penjualan yang stabil pada suatu perusahaan tidak memungkinkan perusahaan tersebut dapat lebih mudah memperoleh hutang. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Nasrudin (2004)

35 Lanjutan … 5. Variabel profitabilitas mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur modal. Pecking order theory menunjukkan jika perusahaan lebih profitable maka pendanaan lebih banyak berasal dari pendanaan internal. Hal ini karena pendanaan eksternal membutuhkan biaya yang lebih tinggi dan berisiko. Ada hubungan yang negatif antara profitabilitas dengan hutang. Semakin profitable sebuah perusahaan diharapkan memiliki pendanaan yang lebih tinggi. Hal ini akan menyebabkan tingkat hutang rendah. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Nasrudin (2004), dan Se Tin (2004) 6. Variabel risiko bisnis mempunyai berpengaruh positif terhadap struktur modal. Risiko bisnis suatu perusahaan akan meningkat apabila perusahaan tersebut menggunakan hutang karena semakin tinggi hutang maka risiko yang dimiliki semakin tinggi pula. 7. Variabel likuiditas mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur modal. Hasil ini sesuia dengan hipotesis pecking order teory. Ketersediaan kas dan aktiva lancar lainnya ternyata mampu menutup utang jangka pendek perusahaan. Tertutupnya hutang jangka pendek mengakibatkan turunnya proporsi hutang secara keseluruhan dalam struktur modal. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijaya dan Hadianto (2008).

36 Kesimpulan Variabel firm size berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Variabel tangible asset berpangaruh negatif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. Variabel pertumbuhan penjualan berpangaruh negatif dan tidak signifikan terhadap truktur modal. Variabel prifitability berpangaruh negatif dan signifikan terhadap truktur modal. Variabel business risk berpangaruh positif dan tidak signifikan terhadap truktur modal. Variabel likuiditas berpangaruh negatif dan signifikan terhadap truktur modal. Saran Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keputusan struktur modal suatu perusahaan. Untuk dapat membuat keputusan struktur modal yang tepat, manajer keuangan perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang ada agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Dari penelitian ini dapat diketahui terdapat tiga faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal. Tiga faktor tersebut adalah Firm size, profitability dan likuiditas. Mengacu pada hasil penelitian ini, manajer keuangan diharapkan dapat memberikan alternatif pilihan sumber pendanaan dari hutang yang paling aman dan tepat.

37 Keterbatasan –Adanya keterbatasan dalam periode penelitian, dilakukan hanya pada tahun sehingga hasil yang di dapat kurang mencerminkan keadaan perusahaan dalam jangka panjang. –Penelitian ini memiliki keterbatasan data dalam variabel yang dipergunakan. Yaitu hanya ada 6 variabel saja antara lain Firm size, Tangibel Asset, Growth of Sales, Profitability, Business risk dan Likuiditas. –Penelitian ini hanya menggunakan perusahaan manufaktur sebagai sampel penelitian sehingga belum dapat digunakan sebagai acuan yang menyeluruh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

38


Download ppt "Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2005-2008 Oleh : Rista Purnama Sari."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google