Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 NEW VENTURE. 2 Introduction (1) Conventional wisdom goes wrong is in its assumptions that entrepreneurship and innovation are natural, creative, or.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 NEW VENTURE. 2 Introduction (1) Conventional wisdom goes wrong is in its assumptions that entrepreneurship and innovation are natural, creative, or."— Transcript presentasi:

1 1 NEW VENTURE

2 2 Introduction (1) Conventional wisdom goes wrong is in its assumptions that entrepreneurship and innovation are natural, creative, or spontaneous.Conventional wisdom goes wrong is in its assumptions that entrepreneurship and innovation are natural, creative, or spontaneous. New venture needs to learn how to be an entrepreneur and how to innovate, but above all, it needs to learn how to manage.New venture needs to learn how to be an entrepreneur and how to innovate, but above all, it needs to learn how to manage.

3 3 A Flash-back : Thomas Edison Edison`s ambition was to be a successful businessman. He was a superb business planer. He knew exactly how an electric power company had to be set up to exploit his invention. He knew exactly how to get money for his venture. His products were immediate successes. But He refused to build a management team. And to save the company, He was booted out and replaced by the professional management.

4 4 Aspek Pengembangan Usaha Investor/ Kreditor PerusahaanUnit Produksi Pasar Financing InvestmentProduction/ Operation Marketing Modal InvestasiProduk/Jasa

5 5 TAHAP PENCIPTAAN BISNIS BARU DAN PROSES PERTUMBUHAN Terdapat LIMA TAHAP dalam proses Penciptaan Bisnis Baru PRELIMINARY MOONLIGHTING PELUNCURAN DAN TES OPERASI: PEMBIAYAAN TAHAP PERTAMA PERTUMBUHAN AWAL: PEMBIAYAAN TAHAP KEDUA KONSOLIDASI DAN PERTUMBUHAN : PEMBIAYAAN TAHAP KETIGA DAN BERIKUTNYA MATANG: “GO PUBLIC” ATAU JUAL

6 6 TAHAP PENCIPTAAN BISNIS BARU DAN PROSES PERTUMBUHAN (2) PRELIMINARY MOONLIGHTING PRELIMINARY MOONLIGHTING Formulasi konsep produk  pengembangan protipe dan pengetesan serta merencanakan bagaimana produk harus dibuat dan dijual Perkiraan modal awal untuk meluncurkan usaha baru Mencari partner yang diperlukan untuk membentuk team yang memadai dari sisi teknik dan kewirausahaan. PELUNCURAN DAN TES OPERASI Biaya diperoleh dari tabungan pribadi + dukungan dari keluarga, teman atau “business angel” Banyak permasalahan dan perangkap: permasalahan konstruksi pabrik dan operasi awal manufakturing

7 7 TAHAP PENCIPTAAN BISNIS BARU DAN PROSES PERTUMBUHAN (3) PERTUMBUHAN AWAL: PEMBIAYAAN TAHAP KEDUAPERTUMBUHAN AWAL: PEMBIAYAAN TAHAP KEDUA Paling banyak menghabiskan waktu dan energi. Tahap yang membuat frustasi  mengidentifikasi investor potensial dan mengamankan dukungan investor Kreditor dan penanam modal kurang antusias pada tahap ini  Resiko teknologi baru Peluang mendapatkan dana investasi sangat tergantung pada faktor personal pengusul usaha, bisnis plan yang dikirimkan, tingkat komersialisasi serta kecanggihan teknis dari produk baru

8 8 TAHAP PENCIPTAAN BISNIS BARU DAN PROSES PERTUMBUHAN (4) KONSOLIDASI DAN PERTUMBUHAN : PEMBIAYAAN TAHAP KETIGA DAN BERIKUTNYAKONSOLIDASI DAN PERTUMBUHAN : PEMBIAYAAN TAHAP KETIGA DAN BERIKUTNYA Konsolidasi dan ekspansi lini produksi dan pasar  perlu biaya Investor lebih menyukai masuk dalam tahapan ini karena memiliki karakteristik pengembalian dan resiko yang lebih dapat dievaluasi (assessable). Kesempatan dan ancaman: usaha semakin solid dan menghasilkan keuntungan vs perlu standarisasi prosedur untuk manufakturing dan operasi, team perlu memasukkan manajemen fungsional dan personil yang spesialis (bahaya yang dihadapi team : following success with failure)

9 9 TAHAP PENCIPTAAN BISNIS BARU DAN PROSES PERTUMBUHAN (5) MATANG: “GO PUBLIC” ATAU JUALMATANG: “GO PUBLIC” ATAU JUAL Usaha menikmati omzet yang significant dan menghadapi dua alternatif pertumbuhan. Go public  dana ekstra untuk ekspansi lebih lanjut Menjual perusahaan  memperoleh keuntungan yang lebih besar, dapat memulai usaha baru yang lain atau menjadi “business angels”

10 10 FORMASI TEAM USAHA C. Gordon Bell, seorang manager teknologi dan entrepreneur yang berpengalaman: Tiga faktor yang paling penting dalam membentuk usaha baru : orang,orang dan orang.C. Gordon Bell, seorang manager teknologi dan entrepreneur yang berpengalaman: Tiga faktor yang paling penting dalam membentuk usaha baru : orang,orang dan orang. George Doriot, tokoh venture capital institution dan banyak membantu peluncuran perusahaan berteknologi tinggi, termasuk Digital Equipment Corporation: Lebih menyukai team grade A dengan ide grade B daripada team grade B dengan ide grade AGeorge Doriot, tokoh venture capital institution dan banyak membantu peluncuran perusahaan berteknologi tinggi, termasuk Digital Equipment Corporation: Lebih menyukai team grade A dengan ide grade B daripada team grade B dengan ide grade A Analisis kekuatan dan kelemahan team menjadi pertimbangan utama

11 11 FORMASI TEAM USAHA (2) Jika ide bisnis akan diluncurkan sebagai usaha baru maka di sekeliling team inti harus memasukkan kapabilitas manajemen fungsional minimumJika ide bisnis akan diluncurkan sebagai usaha baru maka di sekeliling team inti harus memasukkan kapabilitas manajemen fungsional minimum KREATIVITAS TEKNIS DAN ENTREPRENEURSHIP HUKUM/PATEN PEMASARAN PRODUKSI AKUNTING IKLAN/DISTRIBUSI SUMBER MODAL KEUANGAN

12 12 FORMASI TEAM USAHA (3) Proses penilaian kelompok tidak hanya terbatas pada kemampuan teknologi, entrepreneurial dan pertimbangan manajerial, tetapi yang paling penting adalah aspek perilakuProses penilaian kelompok tidak hanya terbatas pada kemampuan teknologi, entrepreneurial dan pertimbangan manajerial, tetapi yang paling penting adalah aspek perilaku Team harus kohesif  “group marriage”Team harus kohesif  “group marriage” –Periode “the moonlighting” menawarkan kesempatan untuk “saling kenal”  aspirasi pribadi tiap individu harus diidentifikasi sehingga dapat ditentukan kompatibilitas antar individu –Pada saat memasuki tahap kedua  investasi modal pribadi dan pendapatan reguler bulanan sebagai gaji (perlu dukungan keluarga)

13 13 FORMASI TEAM USAHA (4) Tim yang kohesif harus dibangun dengan penekanan pada konsep iklim organisasi, hubungan antar individu dan keterampilan untuk membantuTim yang kohesif harus dibangun dengan penekanan pada konsep iklim organisasi, hubungan antar individu dan keterampilan untuk membantu Iklim organisasi harus dibangun dengan menghargai tanggung jawab serta komitmen pada standar performansi yang tinggi melalui kerja team. Tergantung pada hubungan antar individu dan keterampilan untuk saling membantu diantara anggota team Perlu dikembangkan keterampilan menyampaikan masalah, kemampuan mendengar, keterampilan untuk berpartisipasi, dan keinginan untuk membantu serta menerima bantuan

14 14 FORMASI TEAM USAHA (5) Instropeksi kelompok memungkinkan anggota team untuk mengklarifikasi tujuan pribadi mereka untuk ikut bergabung: Pada tahun-tahun awal usaha, team hanya mendapatkan penghargaan status eksternal yang moderateInstropeksi kelompok memungkinkan anggota team untuk mengklarifikasi tujuan pribadi mereka untuk ikut bergabung: Pada tahun-tahun awal usaha, team hanya mendapatkan penghargaan status eksternal yang moderate –Penemu dan entrepreuneur : berorientasi pada pencapaian (achievement oriented) VS manajer : berorientasi pada kekuasaan dan status –Penemu dan entrepreneur : aktualisasi diri melalui R &D dan bisnis VS manajer : manifestasi kesuksesan manajerial. Isu penting lainnya : struktur perhargaan bagi anggota team, termasuk semua pekerjaIsu penting lainnya : struktur perhargaan bagi anggota team, termasuk semua pekerja –Pertumbuhan usaha diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bagi semua angggota team

15 15 To escape from traditional pattern of great excitement, rapid expansion, sudden shake-out and collapse. The new venture has four requirements :  Focus on market  Financial foresight  Building & management team  Role between the founding entrepreneur and the management team New Venture`s Requirements

16 16


Download ppt "1 NEW VENTURE. 2 Introduction (1) Conventional wisdom goes wrong is in its assumptions that entrepreneurship and innovation are natural, creative, or."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google