Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LATIHAN PEMBIASAAN Oleh: Drs. Abadi Widyaiswara LPMP jawa Tengah DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH LEMBAGA PENJAMIN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LATIHAN PEMBIASAAN Oleh: Drs. Abadi Widyaiswara LPMP jawa Tengah DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH LEMBAGA PENJAMIN."— Transcript presentasi:

1 LATIHAN PEMBIASAAN Oleh: Drs. Abadi Widyaiswara LPMP jawa Tengah DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH LEMBAGA PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN JAWA TENGAH 2005

2 A. Latar Belakang Kurikulum 2004 Kegiatan-kegiatan sekolah yang selama ini sudah dilakukan Perlu mengadakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembiasaan secara berkala

3 B. Ruang Lingkup a.Kehidupan Pribadi b.Hubungan Pribadi dan Sosial c.Mengikuti Aturan, yaitu kebiasaan untuk menepati aturan formal seperti menepati jadwal kerja, aturan lalu lintas, aturan permainan d.Mengikuti Tata Krama, Sopan Santun dan Moral e.Menghadapi Kondisi Khusus

4 Pengertian Latihan Pembiasaan 1.Kebiasaan adalah tingkah laku yang cenderung selalu ditonjolkan oleh individu dalam menghadapi keadaan tertentu atau ketika berada dalam keadaan tertentu (Prayitno)

5 2. Kebiasaan merupakan proses “Internalisasi” dari norma masyarakat, dan adanya kematangan dari sudut organik biologik yang diwujudkan dalam perilaku sadar (ahli Psiko Analisa)

6 2. Kebiasaan merupakan hasil dari rangkaian rangsang dan jawaban yang dipelajari oleh anak dan dilakukan secara berkesinambungan (ahli-ahli psikologi belajar)

7 B. Dasar Teori Pembiasaan Pada akhir abad 17 seorang filsuf Inggris bernama John Locke ( ) mengemukakan bahwa faktor pengalaman dan pendidikan merupakan faktor yang paling menentukan dalam perkembangan kepribadian anak, anak digambarkan secarik kertas yang masih bersih. Coretan yang meninggalkan jejak kertas itu, menentukan bagaimana kertas itu jadinya. John Locke memperkenalkan teori “Tabula rasa” yang mengungkapkan pentingnya pengaruh pengalaman dan lingkungan hidup terhadap perkembangan anak.

8 Seorang filsuf lain bernama “Jean Jacques Rousseau” (1712 – 1778) berpendapat, bahwa seorang anak ketika dilahirkan sudah mempunyai dasar-dasar kepribadian / moral yang baik. Anak mempunyai potensi dalam dirinya yang dibawanya sejak lahir. Anne Anastasi, mengemukakan pendapat yang mendekatkan pandangan Empirisme dengan Nativisme.

9 Intereksi kedua faktor (keturunan dan lingkungan) di kemukakan juga oleh sedang ahli keturunan bernama T. Dobzhansky, ia menerangkan bahwa, ketika terjadi pembuahan dan tercipta individu baru, terjadi penggabungan kromosom dari pihak ibu dan kromosom dari pihak ayah. Pada kromosom ini banyak sekali faktor keturunan yang disebut dengan istilah “Genotip” menurut par ahli, genotip ini jumlahnya kurang lebih 70 triliun. Dan karena itulah tidak akan ada dua manusia yang mempunyai komposisi genotip yang sama.

10 Perkembangan anak, ada dua hal penting yakni: 1.Bahwa dalam proses perkembangan ada saat-saat ketika anak siap untuk disempurnakan dengan rangsangan- rangsangan yang tepat. Keadaan semacam ini disebut dengan masa kritis. 2. Bahwa masa perkembangan pada tahun- tahun pertama dari kehidupannya adalah masa-masa yang penting untuk pembentukan dasar-dasar kepribadian seorang anak.

11 A.PERANAN KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN KEBIASAAN ANAK Sikap orang tua dipengaruhi oleh beberapa faktor: 1.Pengalaman masalah yang berhubungan erat dengan pola asuh ataupun sikap orang tua mereka. 2.Nilai-nilai yang di anut oleh orang tua 3.Tipe kepribadian dari orang tua 4.Kehidupan perkawinan orang tua 5.Alasan orang tua mempunyai anak

12 BERMACAM-MACAM SIKAP ORANG TUA YANG SALAH DAN AKIBAT-AKIBATNYA: 1.Anak yang di perlakukan dengan penuh kekhawatiran, sering di larang dan selalu di lindungi secara berlebihan, akan tumbuh menjadi anak yang penakut, tidak mempunyai kepercayaan diri, penuh dengan kekhawatiran dan tidak bisa berdiri sendiri. dalam usahanya untuk mengatasi semua tersebut di atas, anak mungkin akan berontak dan justru berbuat semua hal-hal yang di khawatirkan dan di larang oleh orang tuanya.

13 2. Orang tua yang terlalu menuntut Anak yang di didik secara ambisius dengan tuntutan yang tinggi mungkin akan mengambil alih nilai-nilai yang terlalu tinggi itu sehingga tidak realistis lagi. bila ia gagal ia akan mengalami frustasi, di ikuti rasa salah dan dosa. sebaiknya seorang anak dapat berontak terhadap tuntutan yang terlalu tinggi itu, dan dengan sengaja menggagalkan diri.

14 3. Orang tua yang terlalu keras ( dominan ) Anak yang di perlakukan secara demikian cenderung tumbuh menjadi anak yang penurut, penakut, tak mempunyai inisiatif dan takut berbuat salah. ia tak mempunyai kepercayaan diri dan selalu ragu dalam tindakannya. bila ia berontak terhadap dominasi orang tuanya ia akan menjadi penentang, membawa kemauan sendiri, menghindar bila menghadapi kesulitan dan sengaja melakukan hal-hal yang tidak di sukai oleh orang tuanya. di sebabkan kebencian dan amarah dalam dirinya.

15 4. Orang tua yang terlalu memanjakan Anak yang terlalu di manja cenderung untuk menjadi anak egois, tidak tahan akan frustasi, ingin selalu dapat perhatian dari lingkungan, banyak menuntut tapi tidak bisa memberi, mudah putus asa dan tak ada kemauan untuk berjuang untuk mencapai sesuatu, kurang mempunyai rasa tanggung jawabdan cenderung untuk menggantungkan diri pada orang lain.

16 5. Orang tua yang terlalu memanjakan Anak yang terlalu di manja cenderung untuk menjadi anak egois, tidak tahan akan frustasi, ingin selalu dapat perhatian dari lingkungan, banyak menuntut tapi tidak bisa memberi, mudah putus asa dan tak ada kemauan untuk berjuang untuk mencapai sesuatu, kurang mempunyai rasa tanggung jawabdan cenderung untuk menggantungkan diri pada orang lain.

17 6. Orang tua yang bersikap rejektif (menolak). Anak yang merasa dirinya di tolak oleh orang tuanya akan merasa terasing, dan merasa bahwa tidak adayang sayang pada dirinya, ia mempunyai harga diri yang rendah, tindak tanduknya serba salah dan serba takut serta cenderung ke arah depresif. sebaliknya ia bisa juga berbuat seenaknya, tidak mengacuhkan tata tertib atau keinginan orang lain, egois tingkah lakunya cenderung ke arah psikopati.

18 7. Orang tua yang terlalu banyak mengkritik. Anak yang terus menerus di kritik dan di sorot kesalahan-kesalahan akan merasa serba salah. tindak tanduknya menjadi canggung, tak mempunyai kepercayaan diri, mempunyai harga diri, mempunyai harga diri yang rendah, dan lam kelamaan akan menjadi pasif. sebaliknya ia bisa berontak sengaja melakukan hal-hal yang tidak di sukai oleh orang tuanya.

19 8. Orang tua yang bersifat konsisten Anak yang di didik dengan cara tidak konsisten akan merasa bingung, mengenai nilai dan norma yang di anggap baik dan buryk atau benar dan salah dalam masyarakat. ia menjadi seorang anak yang ragu-ragu dan tidak ada kepercayaan diri.

20 Kutipan sebuah memo dari Dorothy Law Nolte JJika anak banyak di cela, ia akan terbiasa menyalahkan jjika anak banyak di musuhi, ia akan terbiasa menentang JJika anak di hantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas JJika anak banyak di kasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya

21 JJika anak di kelilingi olok-olok, ia akan terbisa menjadi pemalu JJika anak di kitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah JJika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar JJika anak banyak di beri dorongan, ia akan terbiasa percaya diri

22 JJika anak banyak di puji, ia akan terbiasa menghargai JJika anak di terima oleh linkunganyan, ia akan terbiasa menyayangi JJika anak tidak banyak di persalahkan, ia akan terbiasa menjadi dirinya JJika anak mendapat pengakuan dari kiri kanan, ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya

23 JJika anak di perlakukan dengan jujur, ia akan terbiasa melihat kebenaran JJika anak di timang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan JJika anak mengenyam rasa aman, ia akan terbiasa mengandalkan dirinya dan mempercayai orang sekitarnya JJika anak di kerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian

24 B. PERANAN SEKOLAH TERHADAP PEMBENTUKAN KEBIASAAN Agar peranan guru dalam pengembangan kepribadian murid bisa optimal, hendaknya guru mampu: 1.Menciptakan hubungan yang harmonis dan penuh dengan para siswa 2.Menciptakan suasana belajar mengajar yang aman, tenang dan menyenangkan 3.Memberikan perhatian / pelayanan yang adil sesuai dengan kebutuhan kepada setiap siswa

25 4. Menanamkan kesadaran berani mengakui kesalahan sendiri dan meminta maaf serta tidak mengulangi lagi 5. Memberi sangsi yang mendidik kepada anak yang melanggar aturan 6. Menghindari respon yang negatif 7. Bekerja sama dengan orang tua terus menerus mendorong siswa melakukan pembiasaan prilaku yang baik dan terpuji 8. Memasang slogan-slogan di tempat yang terbuka seperti “ bersih itu sehat”, dan sebagainya.

26 Kegiatan-kegiatan pembiasaan 1. Kegiatan rutin Kegiatan rutin adalah kegiatan yang di lakukan secara reguler di kelas maupun di luar kelas yang bertujuan untuk membiasakan anak untuk mengerjakan sesuatu yang baik. Contoh : upacara, senam, sembahyang dhuhur, pemeriksaan kesehatan, pergi keperpustakaan dan lain-lain.

27 2. Kegiatan teladan Adalah kegiatan yang dapat di lakukan kapan saja dan di mana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain yang bertujuan memberikan contoh yang baik. Contoh : - memberikan contoh berpakaian yang rapi - memberi contoh datang tepat waktu - memberi contoh memuji hasil kerja yang baik - memberi contoh hidup sederhana

28 3. Kegiatan terprogram Yaitu kegiatan yang di programkan dan di rencanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah yang bertujuan untuk memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur- unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh : - seminar dan Workshop AIDS, hemat energi, Narkoba - kunjungan Panti Asuhan, tempat orang kena musibah - proyek lomba pentas, bazar dan lain-lain

29 4. Kegiatan Spontan Yaitu kegiatan yang dapat di lakukan kapan saja di mana saja tempat dibatasi oleh ruang yang bertujuan memberikan pendidikan saat itu juga (terutama dalam disiplin dan sopan santun) Contoh : - membiasakan memberi salam - membiasakan membuang sampah pada tempatnya - membiasakan antri - membiasakan mengatasi silang pendapat dengan benar dan lain-lain

30 A. JENIS KEBIASAAN SISWA YANG PERLU DIKEMBANGKAN 1.Kebiasaan Belajar a. Menyiapkan pelajaran esok harinya - Menyiapkan PR yang harus di kumpulkan esok hari - Menyiapkan buku-buku yang akan di gunakan dalam pelajaran esok hari - Membaca pelajaran yang akan di ajarkan esok hari - Membuat pertanyaan dari bahan-bahan yang di baca itu - Menyiapkan peralatan sekolah yang harus di bawa

31 b. Data ke sekolah sebelum jam masuk kelas (paling lambat 15 menit sebelumnya) c. Memperhatikan suasana kelas kebersihannya, keteraturannya, kelengkapannya); kalau ada yang belum beres, ikut membereskannya d. Masuk kelas dengan tertib

32 e. Bersiap untuk di mulainya pelajaran : - Duduk dengan tenang dan penuh perhatian - Menyiapkan bahan (seperti buku, PR yang sudah di kerjakan untuk pelajaran yang segera akan berlangsung - Mengantisipasi kedatangan guru

33 f. Mengikuti (setiap) pelajaran secara aktif dan responsif: 1) Mendengarkan dan memahami uraian yang disampaikan guru 2) Mengaitkan bahan yang disampiakan guru dengan bahan-bahan yang ada dalam buku pelajaran 3) Melaksanakan kegiatan yang ditugaskan oleh guru 4) Membuat catatan tentang hal-hal penting yang dibahas dalam pelajaran

34 5) Merespon situasi yang berkembang dalam pelajaran : a) bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami b) menjawab pertanyaan guru c) menjawab dan atau mengomentari secara positif apa yang dikemukakan teman. Jumlah ini dapat dikembangkan sehingga mencakup segenap kebiasaan yang perlu dikembangkan. d) Mencatat secara cermat dan lengkap serta memahami tugas guru

35 g. Belajar di luar kelas 1) Menggunakan bahan-bahan (buku, majalah, rekaman video dan sebagainya) perpustakaan untuk melengkapi bahan-bahan yang dipelajari. 2) Mengulang, melengkapi dan memantapkan pemahaman atas semua catatan pelajaran yang dibuat di sekolah pagi harinya. 3) Mengerjakan PR sesegera, selengkap dan secermat mungkin dengan memperhatikan : a. menggunakan bahan-bahan pelajaran selengkapnya b. ditulis dengan rapi, lengkap dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (diperhatikan EYD) c. menyerhakan tugas PR tepat pada waktunya.

36 4) Seseudah tugas PR dinilai dan dikembalikan, memeriksa kembali semua pekerjaan yang telah dibuat, terutama bagian yang salah, atau nilainya rendah, dan mencari jawaban yang lebih baik dengan bertanya kepada kawan atau guru buku sumber. 5) Mematuhi jadwal belajar di rumah

37 6) Mempersiapkan diri untuk ulangan / ujian. a.) mengulang pelajaran secara teratur (buat jadwal untuk mengulang dan dipatuhi) b) membuat pertanyaan sendiri dan berusaha menjawabnya dengan baik. c) meminta pertanyaan dari teman dan berusaha menjawabnya dengan baik (catatan : no 2 dan 3 ) dapat dilakukan dalam kegiatan kelompok belajar.

38 d) menjawab pertanyaan yang pernah diujikan pada waktu sebelumnya e) mengerjakan soal-soal ulangan / ujian dengan tenang tetapi tidak membuang buang waktu, teliti dan cermat. f) sesudah jawaban ualang/ujian dikebalikan, memeriksa kembali penilaian atas jawaban yang dibuat, terutama jawaban yang salah atau nilainya rendah, dan mencari jawaban yang lebih baik(dengan bertanya kepada teman dan / atau guru. atau kepada guru atau dari buku-buku sumber)

39 2.Menepati Peraturan Sekolah dan Tata Tertib a. Memakai seragam sekolah a) meyiapkan seragam sekolah secara lengkap dan bersih b) memakai seragam sekolah secara lengkap dan rapi

40 b. Mengikuti upacara a) mengikuti barisan dengan tertib dan serius b) mengikuti aba-aba komandan upacara dengan tertib dan serius c) mengikuti lagu Indonesia Raya dengan sikap sempurna dan khidmat d) mengikuti pengumuman- pengumuman secara serius dan memahami

41 c. Melaksanakan Piket Kelas a) pada hari sebelum hari piket, mengingatkan dan mengajak teman yang piket pada hari yang sama untuk melaksanakan tugas esok harinya. b) datang lebih cepat kira-kira 30 menit sebelum pelajaran dimulai dan bekerja membereskan kelas sehingga benar-benar teratur, rapi, bersih dan apa yang diperlukan tersedia.

42 d. Membantu pelaksanaan pengajaran a) dengan sukarela (tanpa diminta dan disuruh) melaksanakan hal-hal yang diperlukan (seperti menghapus papan tulis, dan lain-lain) b) melaksanakan apa yang disuruh guru ( misalnya mengambil atau mengembalikan buku ke perpustakaan, menyiapkan alat peraga, dan lain-lain) dengan sungguh- sungguh dan berhasil.

43 e. Memanfaatkan waktu istirahat a) menggunakan waktu istirahat untuk hal-hal yang perlu, seperti merenggangkan otot-otot, jajan yang bermanfaat b) menahan diri sehingga apa yang dilakukan tidak mengganggu orang lain atau kelas lain yang sedang melakukan kegiatan

44 f. Meminta ijin 1) dengan sopan meminta ijin lewat, jika hendak lewat di depan orang lain. 2) dengan sopan meminta ijin untuk keperluan tertentu, misalnya mau buang air ketika pelajaran berlangsung (catatan : ketika pelajaran berlangsung sedapat-dapatnya tidak meninggalkan kelas). 3) dengan sopan meminta ijin untuk pergi meninggalkan teman yang semula duduk atau berkumpul bersama. 4) memberitahukan kepada wali kelas dengan cara yang terbaik kalau berhalangan masuk sekolah

45 g. Meminjam sesuatu dan mengembalikannya 1) dengan sopan menyatakan ingin meminjam buku (atau apapun juga) dari teman atau dari siapapun juga 2) dengan cara yang baik, tepat waktu dan dalam kondisi utuh, mengembalikan apa yang dipinjam itu kepada si empunya. (hal ini termasuk pinjam meminjam ke perpustakaan.

46 3. Hubungan dengan teman a. Dengan sopan dan hangat menyapa teman, siapapun teman itu, tanpa membeda- bedakan mereka (apa teman akrab, teman dari kelompok sendiri, dari sekolah lain dan sebagainya) b. Berbicara sopan dan berisi dengan teman (catatan : boleh bercanda, tetapi ada batasnya)

47 c. Mengendalikan diri sehingga apa yang dikatakan atau dilakukan tidak menyinggung atau membuat teman marah, kecil hati, tersinggung atau merasa terganggu. d. Memenuhi janji kalau memang sudah menjanjikan sesuatu, dan kalau terpaksa tidak dapat memenuhinya, menyampaikannya sebelum janji itu jatuh tempo dengan cara yang sopan tanpa alasan yang dibuat-buat.

48 e. Sedapat-dapatnya sekuat tenaga menolong teman yang sedang memerlukan bantuan (catatan : bantuan yang dimaksud di sini adalah bantuan yang bersifat positif dan etis sesuai dengan kepatutan) f. Mengendalikan diri sehingga tidak terikut sertakan oleh perbuatan teman yang tidak patut atau merugikan g. Mengendalikan diri sehingga tidak mempergunjingkan teman atau siapapun juga

49 4. Hubungan dengan guru 1) Memberikan salam hormat dengan penuh kesopanan dan kelembutan setiap kali bertemu guru, tanpa membedakan guru yang satu dari guru lainnya. 2) berbicara kepada guru dengan tekanan suara yang agak direndahkan, dengan kecepatan suara yang agak dilambatkan, dengan pilihan kata yang baik dengan cara yang sopan

50 3) sedapat-dapatnya memenuhi apa yang diminta atau disuruhkan oleh guru (kalau berkeberatan memenuhinya, katakan dengan sopan keberatan yang dimaksud tanpa alasan yang dicari-cari) 4) untuk urusan pelajaran (dan juga urusan lainnya), mendatangi guru pada waktu yang baik, mengemukakan permasalahan serta membicarakannya secara sopan dan jelas. (jika dimungkinkan terlebih dahulu meminta waktu kepada guru untuk bertemu)

51 5. Tata krama dan Kegiatan di rumah a. Berangkat ke dan pulang dari sekolah 1) Mengucapkan salam dengan cara lembut dan menghormati kepada kedua orang tua (cara ini dapat disertai dengan mencium tangan kedua orang tua) 2) mengucapkan do’a untuk keselamatan di perjalanan dan keberhasilan dalam kegiatan.

52 b. Kebiasaan sehari-hari dirumah. 1) beribadah harian secara tepat waktu, lengkap dan penuh hikmat 2) mulai tidur dan bangun tidur tepat waktu 3) makan pagi, siang dan malam teratur dan tidak berlebihan 4) membersihkan tempat tidur 5) mandi secara teratur 6) menggosok gigi sebelum tidur

53 c. Hubungan dengan anggota keluarga 1) berbicara kepada orang tua dengan tekanan suara yang agak direndahkan, dengan kecepatan suara yang agak diperlambat, dengan pilihan kata yang baik, dengan lembut dan sopan (demikian juga kepada orang-orang yang lebih tua, seperti kakek, nenek, paman/bibi, kakak, dsb) 2) berbicara dengan kelembutan dan kasih sayang kepada adik-adik dan tidak terkesan menggurui atau asal memerintah. 3) berbicara dengan sopan kepada pembantu sehingga tidak terkesan memerintah atau berkuasa

54 6. Umum a. Lalu lintas 1) membawa kelengkapan berkendaraan motor (SIM dan sebagainya) 2) memakai kelengkapan dalam mengendarai kendaraan bermotor (seperti helm, sit-belt) 3) mematuhi rambu-rambu lalu lintas 4) membawa kendaraan dengan tertib dan sopan

55 b. Kebersihan dan pemeliharaan lingkungan 1) membuang sampah pada tempatnya 2) membiarkan sesuatu yang menarik, indah, bagus dan serasi tetap pada tempat dan keadaannya seperti itu, tidak diganggu, rusak atau hilang 3) berusaha merapikan, memberisihkan atau memperbaiki sesuatu yang tidak pada tempatnya atau keadaannya yang kurang memadai 4) menyiram dengan bersih WC selesai buang air 5) menggosokkan kaki ke keset ketika mau masuk ke ruangan atau gedung.

56 B. KEPRIBADIAN YANG DIHARAPKAN MUNCUL DENGAN JALINAN PEMBIASAAN 1. Bekerja keras 2. Berani memikul risiko 3. Berdisiplin 4. Beriman 5. Berhati lembut 6. Berinisiatif 7. Berpikir matang 8. Berpikiran jauh ke depan 9. Bersahaja 10. Bersemangat 11. Bersikap konstruktif 12. Bersyukur 13. Bertanggung jawab 14. Bertenggang rasa 15. Bijaksana 16. Cerdik 17. Cermat 18. Dinamis 19. Efesien 20. Gigih 21. Hemat 22. Jujur 23. Berkemauan Keras 24. Kreatif 25. Kukuh hati 26. Lugas 27. Mandiri 28. Mawas Diri

57 29. Menghargai Karya orang lain 30. Menghargai Kesehatan 31. Menghargai waktu 32. Pemaaf 33. Pemurah 34. Pengabdian 35. Pengendalian diri 36. Produktif 37. Rajin 38. Ramah Tamah 39. Rasa Kasih Sayang 40. Rasa Percaya Diri 41. Rela Berkorban 42. Rendah Hati 43. Sabar 44. Setia 45. Sikap Adil 46. Sikap Hormat 47. Sikap Tertib 48. Sopan Santun 49. Sportif 50. Susila 51. Tangguh 52. Tegas 53. Tekun 54. Tepat Janji 55. Terbuka 56. Ulet.

58 PENILAIAN LATIHAN PEMBIASAAN A. Pengertian Penilaian latihan pembiasaan adalah suatu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh, tentang proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan sikap dan prilaku yang telah di biasakan peserta didik, dengan seperangkat alat kontes yang baik.

59 B. Tujuan Penilaian Tujuan penilaian pembiasaan adalah untuk mengukur seberapa jauh aspek-aspek pembiasaan (prilaku dengan orientasi pengembangan diri) yang telah di rumuskan mampu di hayati, di amalkan, di terapkandandi pertahankan oleh peserta didik dalam kehidupannyabaik di sekolah,di rumah, maupun di masyarakat

60 C. Jenis Penilaian Penilaian pembiasaan lebih di titikberatkan kepada keberhasilan penerapan norma dan nilai- nilai yang terwujud dalam kebiasaanprilaku sehari-hari, jenis penilaian dapat berbentuk sikap dan pembiasaan berprilaku, baik individu maupun di dalam kelompok

61 D. Cara Penilaian Penilaian dilaksanakan setiap saat, baik pada jam pembiasan jam pelajaran, maupun diluar jam pembiasaan atas pelajaran dan pada setiap tempat baik dikelas maupun diluar kelas dengan cara pengamatan dan pencatatan. bisa juga penilaian pembiasaan dirumah lewat pemberian angket.

62 E. Instrumen penilaian. Untuk memperoleh hasil pembiasaan peserta didik dalam kehidupan sehari hari (baik di sekolah maupun di rumah) pendidik perlu menyiapkan instrumen penilaian. Instrumen penilaian dapat berupa lembar observasi, catatan mekdot, daftar cek, skala penilaian, wawancara dan angket. CONTOH EVALUASI DENGAN SKALA

63 TERIMA KASIH


Download ppt "LATIHAN PEMBIASAAN Oleh: Drs. Abadi Widyaiswara LPMP jawa Tengah DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH LEMBAGA PENJAMIN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google