Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Meily Fanny/20100540044 PBI UMY 2012.  Genre : Drama komedi  Sutaradara : Monty Tiwa  Produser : Chand Parwez Servia  Pemain : Tora Sudiro, Revalina.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Meily Fanny/20100540044 PBI UMY 2012.  Genre : Drama komedi  Sutaradara : Monty Tiwa  Produser : Chand Parwez Servia  Pemain : Tora Sudiro, Revalina."— Transcript presentasi:

1 Meily Fanny/ PBI UMY 2012

2  Genre : Drama komedi  Sutaradara : Monty Tiwa  Produser : Chand Parwez Servia  Pemain : Tora Sudiro, Revalina S Temat, Vincent Rompies, Wiwid Gunawan, Dwi Sasono, Tarzan dan Gading Marten.  Produksi : Kahrisma SatrVision Plus  Rilis : 2 April 2009.

3 Film yang di sutradarai oleh Monty Tiwa ini, mencoba memberi pembelajaran politik lewat media film. Film ini menceritakan kehidupan Bagyo (Tora Sudiro) seorang cleaning service yang secara tak sengaja terjun sebagai caleg, dari partai yang di pimpin Wibowo (Tarzan). Cerita perjuangan yang mengharukan dan kekocakan pun mewarnai perjalanan Bagyo bersama asistennya Jereng (Vincent Rompies) dalam mencari dukungan di daerah.

4 Cerita berawal dari Bagyo ( Tora Sudiro ) yang harus kehilangan pekerjaannya sebagai cleaning service. Bagyo tak sengaja melakukan kekacauan pada acara partai Sosial Kerakyatan ( PSK) yang dipimpin oleh Zainuddin (Joe Project Pop). Sial bagi Bagyo, karena pekerjaan itu pada mulanya sebagai bekal untuk melamar sang kekasih, Ani ( Revalina S Temat ). Apalagi ayah sang kekasih, Abdul ( Jaja Miharja ) tak menyukainya. Di tengah kesulitan itu musibah lain datang menimpa Bagyo. Uang untuk ongkos orang tuanya datang melamar ke Jakarta dicuri oleh sekawanan penjahat. Bagyo jadi gelap mata. Ia pun mengejar orang-orang yang mencuri uangnya. Kebetulan para penjahat itu sedang merampok seorang artis terkenal Atika ( Wiwid Gunawan ). Bagyo pun berusaha membantunya, Bagyo tiba-tiba muncul dan langsung menghajar mereka hingga babak belur. Aksi kejahatan itu gagal, dan Bagyo pun menjadi pahlawan. Bagyo disanjung sebagai pahlawan. Ia dipuaj-puji karena dianggap rela berkorban untuk menyelamatkan Atika.

5 Kisah keberanian Bagyo menjadi berita besar. ketenaran bagyo lalu dimanfaatkan oleh partai politik untuk menggaet dukungan dalam pemilihan legislatif. Bagyo yang terlena dengan statusnya sebagai figur publik, menyambut tawaran partai tersebut dengan penuh keyakinan. Ketenaran mendadak yang didapatkan oleh Bagyo dirayu oleh Wibowo (Tarsan), ketua salah satu partai politik dan asistennya, dani (Dwi Sasono) untuk menggalang suara massa.

6 Ketika diminta, jelas Bagyo menolak karena tidak mengerti tentang politik. Tapi Wibowo, petinggi PPTH mengatakan bahwa caleg itu tidak perlu mengerti politik. Dan Bagyo pun tergiur dengan posisi itu. Namun keadaan ini membuat hubungan Bagyo dan pacarnya, Ani semakin renggang karena orangtua Ani adalah pendukung fanatik PSK (musuh PPTH). Ani juga merasa Bagyo mengalami star syndrome karena ketenarannya. Padahal, Bagyo tidak pernah melupakan Ani walaupun sudah menjadi orang terkenal.

7 Bagyo yang terlena dengan statusnya sebagai figur publik, menyambut tawaran partai tersebut dengan penuh keyakinan. Bagyo pun diutus untuk berkampanye di daerah terpencil di Yogyakarta. Ia mendapat tempat kampanye di sana karena ada caleg lain yang iri padanya sehingga menyuap asisten Wibowo agar Bagyo ditempatkan di daerah terpencil. Tergiur dengan bujukan Wibowo, ia memilih menerima ajakan Wibowo.

8 Alhasil, Bagyo dengan ditemani mantan anak buahnya, Jereng (Vincent Club Eighties) pun berkampanye ke suatu daerah terpencil yang rakyatnya hidup serba kekurangan. Ternyata pekerjaan yang dikiranya mudah, tak semudah bayangan Bagyo. Masyarakat Wadasrejo tak mengenal sosok Bagyo sama sekali. Bagyo harus memutar otak untuk menarik simpati warga. Pada akhirnya, Bagyo menemukan hal yang lebih penting daripada sebuah nama besar dan ketenaran.

9 Di sana, Bagyo belajar mengenai banyak hal. Namun, ketika ia harus memperkenalkan diri sebagai caleg dalam rangkaian kampanye PPTH. Ia melihat seorang wanita yang sedang kesakitan karena akan melahirkan, namun tak ada seorang pun yang menolongnya. Jiwa sosial Bagyo tumbuh, maka ia dan anak buahnya (Jereng) berusaha untuk menolong wanita itu hingga tidak sempat datang pada kampanye PPTH. Bagyo dinilai mempermalukan partai, lalu dikeluarkan dari daftar caleg PPTH.

10 Tetapi hal itu malah membuat Bagyo lebih bahagia, karena selain dapat kembalilagi bersama Ani, masyarakat di daerah terpencil Yogya yang ia pernah singgahi itupun memberi ucapan terima kasih kepada Bagyo atas kebersamaan dan bantuan yang telah ia berikan kepada desa itu lewat siaran televisi.

11 Secara keseluruhan film yang mengambil genre komedi ini telah berhasil dengan tujuan, yaitu membuat penonton tertawa dan terhibur dengan sifatnya penyampaian yang ringan dan mudah dicerna. Meski di awal film ceritanya sedikit membosankan, namun setelah 15 menit kemudian film ini mulai menunjukan banyolan- banyolan yang segar sehingga mampu mengimbangi awal film yang kurang menggebrak. Hingga akhir film, penonton akan diajak tertawa melihat kelakuan Bagyo. Ditambah dengan suguhan panorama dan nuansa Jawa yang anggun membuat film ini terlihat berbeda.

12 Meskipun mengambil tema politk, film ini tidak menampilkan alur cerita yang kaku. Konflik yang politik Indonesia yang sudah mnjadi ciri khaspun dimulai. Dari kecurangan, rasa iri, dan saling menjatuhkan satu sama lain, semuanya disajikan dalam film ini.

13 Dalam film ini juga digambarkan bagaimana jalannya kampanye politik berlangsung, strategi yang digunakan untuk melakukan kampanye, yang mana akhirnya mereka para pihak partai memutuskan mencari orang yang bisa dijadikan boneka dengan kriteria yang kacangan dan tidak masuk akal mereka mencari pemimpin yang bisa menjadi tumbal dan hanya sebagai alat merekauntuk mencari keuntungan dengan kriteria lugu. Selain itu peran media massa juga sangat penting dalam proses kampanye sebuah partai politik,melalui media massa dapat membentuk persepsi atau pandangan masyarakat dalam memilihpartai dan calon legislatif mana yang akan dipilih. Kekuasaan uang juga berpengaruh dalam film ini, digambarkan ada sebagaian rakyat yang memilih partai tersebut jika diberikan imbalan.

14  Ketika Bagyo lebih memilih menolong orang yang kesusahan daripada berkampanye untuk kepentingan partainya (pada film ini, partai cenderung mementingkan kepentingan kelompoknya saja, bukan kepentingan rakyat), hal itu menunjukkan keikhlasan untuk mendukung kepentingan rakyat, dan mengesampingkan usaha politis untuk didukung rakyat.

15  Film ini sangat menarik karena dapat diambil manfaatnya, yaitu tidak hanya kedudukan ato jabatan saja yang harus diutamakan, tapi bukti nyata yang harus diberikan untuk rakyat dari apa yang sudah dijanjikan. Karena rakyat ga butuh janji tapi butuh bukti.  Bagi para caleg, menarik simpati masyarakat tak cukup hanya dengan bagi-bagi sembako gratis, mengumbar janji-janji selama kampanye. Dan melalui karakter Bagyo, para caleg diajarkan bahwa untuk merebut suara rakyat harus menggunakan pendekatan hati, berempati terhadap penderitaan rakyat dan strategi yang tidak menyakiti rakyat.

16  Selain itu, untuk menjadi calon anggota legislatif tidak mudah, persaingan antar caleg dalam satu partai pasti ada. Dan tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi. Terutama di daerah -daerah pedalaman yang sulit dijangkau. Untuk sebaiknya diadakan pengawasan oleh pihak KPU, kepolisian untuk mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan didalam pemilu tersebut, serta menjaga agar produk pemilihan umum ini jujur dan bersih.

17  Ayo, berikan suara kita kepada orang yang berhak menerimanya. Sebagaiman firman Allah: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. 4: 58)


Download ppt "Meily Fanny/20100540044 PBI UMY 2012.  Genre : Drama komedi  Sutaradara : Monty Tiwa  Produser : Chand Parwez Servia  Pemain : Tora Sudiro, Revalina."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google