Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 13-14 PERCOBAAN FAKTORIAL DENGAN RANCANGAN ACAK LENGKAP.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 13-14 PERCOBAAN FAKTORIAL DENGAN RANCANGAN ACAK LENGKAP."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan PERCOBAAN FAKTORIAL DENGAN RANCANGAN ACAK LENGKAP

2 Gambaran Umum Faktor → satu macam perlakuan yang mempunyai beberapa taraf (level). Contoh: dosis 0 # pemberian obat dosis 1 dosis 2 dosis 3 tanpa tep. Kangkung # pemberian ransum pakan 0,2% tepung kangkung 0,4% tepung kangkung

3 Percobaan berfaktor: → percobaan yang menyangkut 2 faktor atau lebih. # Percobaan berfaktor paling sederhana: 2 x 2 Faktor A dgn 2 taraf Faktor B dgn 2 taraf # Misalnya: Faktor A (jenis ayam) Faktor B (macam pakan) Diperoleh 4 kombinasi perlakuan: a 0 b 0 a 1 b 0 a 0 b 1 a 1 b 1 a 0 (ayam ras) a 1 (ayam buras) b 0 (tanpa kangkung) b 1 (diberi kangkung)

4 Percobaan berfaktor → merupakan cara utk menyusun kombinasi percobaan yang diberikan. Tujuan melakukan percobaan faktorial → untuk mengetahui adakah interaksi antara faktor 2 yang diberikan sebagai perlakuan tsb. Pelaksanaan percobaan tergantung lingkungan / bahan percobaan yang akan dipakai. I. Faktorial dengan R.A.L. II. Faktorial dengan R.A.K. III. Faktorial dengan R.B.L.

5 Percobaan Faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap Contoh: Percobaan faktorial dengan dua faktor, masing 2 ter- diri dari dua level → a 0 dan a 1 serta b 0 dan b 1, dilak-. sanakan dengan R.A.L. memakai ulangan 5 kali. Ulangan Total rata-rata a 0 b 0 a 0 b 1 a 1 b 0 a 1 b 1 a 0 b 0 a 0 b 1 a 1 b 0 a 1 b 1 I II III IV V

6 Rerata Nilai Pengamatan Perlakuan Faktor A F a k t o r B Nilai Tengah ( Rerata) (b 1 – b 0 ) b 0 b 1 30 a 0 b 0 32 a 0 b 1 31 a a 1 b 0 37 a 1 b 1 35 a 1 4 Nilai Tengah 31,5 b 0 34,5 b (a 1 – a 0 ) a0a0 a1a1

7 I. Pengaruh Sederhana: 1 Pengaruh sederhana faktor A pada taraf b 0 = ( a 1 b 0 – a 0 b 0 ) = = 3 2. Pengaruh sederhana faktor A pada taraf b 1 = ( a 1 b 1 – a 0 b 1 ) = = 5 3. Pengaruh sederhana faktor B pada taraf a 0 = ( a 0 b 1 – a 0 b 0 ) = = 2 4. Pengaruh sederhana faktor B pada taraf a 1 = ( a 1 b 1 - a 1 b 0 ) = = 4

8 II. Pengaruh Utama: 1. Pengaruh utama faktor A (tanpa menghiraukan faktor B ) = ½ [( a 1 b 0 - a 0 b 0 ) + ( a 1 b 1 – a 0 b 1 )] = ½ [( ) + ( )] = 4 2. Pengaruh utama faktor B (tanpa menghiraukan faktor A ) = ½ [( a 0 b 1 – a 0 b 0 ) + ( a 1 b 1 – a 1 b 0 )] = ½ [( ) + ( )] = 3

9 III. Pengaruh interaksi: Pengaruh interaksi antara faktor A dan faktor B : AB = ½ [( a 1 b 1 – a 0 b 1 ) – ( a 1 b 0 – a 0 b 0 )] = ½ [( ) – ( )] = 1 Pengaruh interaksi antara faktor B dan faktor A : BA = ½ [( a 1 b 1 – a 1 b 0 ) – ( a 0 b 1 – a 0 b 0 )] = ½ [( ) – ( )] = 1 Sifat setangkup (sama).

10 Percobaan faktorial dengan 2 faktor: Faktor A (jenis ayam) → a 0 (ayam Ras) a 1 (ayam Buras) Faktor B (macam pakan) → b 0 (ransum tanpa kangkung) b 1 (ransum diberi kangkung) Dilaksanakan menggunakan RAL, dengan 5 ulangan. Diperoleh 2 x 2 → 4 kombinasi perlakuan: a 0 b 0 a 0 b 1 masing 2 a 1 b 0 diulang a 1 b 1 5 kali

11 Pengacakan Faktorial RAL: (a 0 b 1 ) II (a 0 b 0 ) IV (a 1 b 0 ) IV (a 0 b 1 ) V (a 1 b 1 ) III (a 1 b 0 ) II (a 0 b 1 ) I (a 0 b 0 ) I (a 1 b 1 ) I (a 0 b 0 ) II (a 1 b 1 ) IV (a 1 b 0 ) V (a 0 b 0 ) V (a 1 b 1 ) V (a 1 b 0 ) I(a 0 b 1 ) III (a 1 b 0 ) III (a 0 b 1 ) IV (a 0 b 0 ) III (a 1 b 1 ) II

12 Model : Y i j k = μ + τ i + β j + (τβ) i j + ε i j k Y i j k = hasil pengamatan utk faktor A taraf ke i, faktor B taraf ke j dan pada ulangan ke k. μ = nilai tengah umum τ i = pengaruh faktor A pada taraf ke i β j = pengaruh faktor B pada taraf ke j. (τβ) i j = pengaruh interaksi AB pada taraf ke i (dari faktor A), dan taraf ke j (dari faktor ke B) ε i j k = pengaruh acak (galat percobaan) pada taraf ke i (faktor A), taraf ke j (faktor B), interaksi AB yang ke i dan ke j, dan pada ulangan ke k.

13 Faktor B 12…b Faktor A 1 Y111, Y112, …, Y11n Y121, Y122, …, Y12n … Y1b1, Y1b1, …, Y1bn 2 Y211, Y212, …, Y21n Y221, Y222, …, Y22n … Y2b1, Y2b2, …, Y2bn a Ya11,Ya12, …, Ya1n Ya21, Ya22,…, Ya2n … Yab1, Yab2, …, Yabn Analisis Ragam

14

15 Analisis Ragam Sumber Keragaman d.b. J. K K.T.Fhitung Perlakuan: A B AB Galat ab-1 a-1 b-1 (a-1)(b-1) ab(n-1) JKP JK(A) JK(B) JK(AB) JKG KT P KT (A) KT (B) KT (AB) KT G Totalnab-1JKT

16 Percobaan Faktorial 2 Faktor 1.Model Tetap (taraf faktor A tetap, taraf faktor B tetap) 2.Model Acak (taraf faktor A acak, taraf faktor B acak) 3.Model Campuran (taraf faktor A tetap, taraf faktor B acak) 4.Model Campuran (taraf faktor A acak, taraf faktor B tetap)

17 I. Model Tetap (faktor A dan B tetap)

18 F hitung model tetap

19 II. Model Acak (faktor A dan B acak)

20 F hitung model acak

21 III. Model Campuran (faktor A tetap, faktor B acak)

22 F hitung model campuran (faktor A tetap, B acak)

23 IV. Model Campuran ( faktor A acak, faktor B tetap)

24 F hitung model campuran (faktor A acak, B tetap)

25 Contoh Penerapan Percobaan di rumah kaca, ingin mengetahui pengaruh pe- mupukan dan interval pemotongan thdp produksi hijauan pakan rumput setaria. Perlakuan pemupukan terdiri dari 5 macam: a 0 = kontrol (tanpa pupuk) a 1 = 10 ton pupuk kandang/ha a 2 = 20 ton pupuk kandang/ha a 3 = urea dgn dosis mengandung N setara dengan N dalam a 1 a 4 = urea dgn dosis mengandung N setara dengan N dalam a 2.

26 Perlakuan interval pemotongan utk Setaria terdiri 3 macam: b 0 = interval pemotongan 20 hari b1 = interval pemotongan 30 hari b 2 = interval pemotongan 40 hari diperoleh 5 x 3 = 15 kombinasi perlakuan Ulangan yang diberikan 3 kali, sehingga diperoleh: 15 x 3 = 45 unit percobaan

27 Pengamatan thdp Produksi bhn kering : produksi kumulatif b 0 PP P I P II P III P IV P V P VI b 1 PP P I P II P III P IV b 2 PP P I P II P III 20 hari 30 hari 40 hari

28 Berat kering hijauan ( Produksi kumulatif ) Ulangana0b0a0b0 a0b1a0b1 a 0 b 2....a4b1a4b1 a 4 b 2 I II III 21,4 20,4 19,8 27,5 28,6 25,8 31,1 40,3 33, ,0 58,4 54,2 62,3 71,3 61,1 Jumlah61,681,9105, ,6194,7

29 Total untuk tiap perlakuan Pemu- pukan Interval pemotonganJumlah Rata-rata tiap unit percobaan b 0 b 1 b 2 a 0 a 1 a 2 a 3 a 4 61,6 81,9 105,0 58,8 91,4 89,3 64,5 87,0 107,4 96,6 126,3 164,1 125,5 168,6 194,7 248,5 239,5 258,9 387,0 488,8 27,60 26,61 28,77 43,00 54,31 Jumlah 407,0 555,2 660,51622,7 Rata-rata tiap unit Percob. 27,13 37,01 44,03

30 Perhitungan: 61, , , , = 66291,14 – 58514,56 = 7776,58 248, , , , = 63870,68 – 58514,56 = 5356,12 407, , , , = 60677,09 – 58514,56 = 2162,53 JKP = JKA = JKB = JKP =

31 JKAB = JKP – JKA - JKB = 7776,58 – 5356,12 – 2162,53 = 257,93 JKT = 21, , ,1 2 - FK = 66724, ,56 = 8209,83 JKG = JKT – JKP = 8209, ,58 = 433,25

32 Anova S. K.d.b J. K. K. T. F hitung F tabel Perlakuan Pemupukan Interv. Pemot. Pemup.x Int.P. G a l a t , , ,53 257,93 433,25 555, , ,27 32,24 14,44 92,73** 74,88** 2,23 T o t a l448209,83 F tabel utk Pemupukan → F(0,05) = 2,69 dan F(0,01) = 4,02 F tabel Interv. Pemot. → F(0,05) = 3,32 dan F(0,01) = 5,39 F tabel Pemup.x Int.P. → F(0,05) = 2,27 dan F(0,01) = 3,17

33 Latihan 1 Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh varietas jagung (faktor A) dan pemupukan (faktor B) terhadap produksi tanaman jagung. Ia menduga bahwa tingkat kesuburan tanah percobaannya relatif homogen dengan rencana ulangan sebanyak 5 kali. Faktor varietas jagung terdiri dari dua taraf yaitu X dan Y. Faktor pemupukan terdiri dari 2 taraf yaitu dosis pemupukan 0 kg N/Ha (A) dan dosis pemupukan 60 kg N/Ha (B). Diperolehlah data kombinasi dari tiap taraf sebagai berikut: Kombinasi Perlakuan XAXBYAYB

34 Latihan 2 Seorang insinyur elektro menyatakan bahwa tegangan output maksimum dan baterai mobil (aki) dipengaruhi oleh jenis material dan temperatur lokasi dimana baterai tersebut dirakit. Empat ulangan dari percobaan faktorial dilakukan di laboratorium untuk 3 material dan 3 temperatur. Percobaan dengan rancangan dasar RAL memberikan data sbb:

35 Jenis Material Temperatur Total Subtotal Rata-rata Subtotal Rata-rata Subtotal Rata-rata Total


Download ppt "Pertemuan 13-14 PERCOBAAN FAKTORIAL DENGAN RANCANGAN ACAK LENGKAP."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google