Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGAKUAN IMAN RASULI Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGAKUAN IMAN RASULI Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi."— Transcript presentasi:

1 PENGAKUAN IMAN RASULI Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi

2 Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal,Tuhan kita Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria Yang menderita sengsara di bawah Pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati Naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi Orang yang hidup dan yang mati

3 Aku percaya kepada Roh Kudus Gereja yang kudus dan Am, persekutuan orang kudus Pengampunan dosa Kebangkitan tubuh Dan hidup yang kekal Amin

4 LATAR BELAKANG Bandingkan dengan ajaran sesat Gnostik : dunia yang penuh penderitaan ini tidak mungkin berasal dari ciptaan Allah yang baik tubuh dipandang sebagai yang hina dan kotor Kristus datang ke dunia bukan untuk menebus tubuh manusia, tetapi jiwa manusia yang dahulu adalah suci Yesus dianggap hanya memiliki tubuh maya, bukan tubuh yang sesungguhnya Yesus tidak mati sungguh-sungguh di kayu salib Ia menebus manusia bukan dengan kematianNya, tetapi dengan pengajaranNya melakukan askese dan mistik, yaitu usaha untuk membuka hubungan langsung dengan Allah dan jiwa yang bersifat ilahi itu

5 Gereja harus membuat ringkasan pokok-pokok kepercayaan yang menjadi pegangan jemaat. Pengakuan iman yang tertua adalah ”Yesus adalah Tuhan” (1Kor.12:3). Kemudian pengakuan itu berkembang menjadi Pengakuan Iman Rasuli (abad VI atau VII), dalam bahasa Latin berjudul Symbolum Apostolorum

6 1. Pengakuan ini diatur berdasarkan urutan dari penciptaan  penebusan  pengudusan  kehidupan kekal.

7 1.Aku percaya kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi. 2. Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita. 3. Yang dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. 4. Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam neraka / kerajaan maut. 5. Pada hari yang ke tiga, bangkit pula dari antara orang mati. 6. Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa Yang Mahakuasa. 7. Dan dari sana Ia akan datang, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. 8. Aku percaya kepada Roh Kudus. 9. Gereja yang kudus dan Am, persekutuan orang kudus. 10. Pengampunan dosa. 11. Kebangkitan tubuh / orang mati. 12. Dan hidup yang kekal. Amin

8 2. Pengakuan ini disusun berdasarkan urutan pribadi dalam Tritunggal: Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.

9 1.Aku percaya kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi. 2. Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita. 3. Yang dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. 4. Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam neraka / kerajaan maut. 5. Pada hari yang ke tiga, bangkit pula dari antara orang mati. 6. Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa Yang Mahakuasa. 7. Dan dari sana Ia akan datang, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. 8. Aku percaya kepada Roh Kudus. 9. Gereja yang kudus dan Am, persekutuan orang kudus. 10. Pengampunan dosa. 11. Kebangkitan daging / orang mati. 12. Dan hidup yang kekal. Amin

10 “Aku percaya “: tindakan iman, yaitu iman yang menuntun kita untuk menjalani hidup seperti apa yang sudah kita terima dari Firman Allah (Ef. 2:8-9; Rm.1:16- 17) “Allah, Bapa yang Maha Kuasa” : sebagai yang berdaulat atas seluruh ciptaan cakrawala, alam semesta dan isinya : seluruh totalitas hidup manusia ada di dalam genggaman tangan Allah. Bagian 1 : Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.

11 Pengakuan pertama Aku percaya kepada Allah Bapa diikuti pengakuan kedua dan kepada Yesus Kristus, ini menyatakan kesetaraan, karena kualitas ilahi keduanya sama. Yesus adalah “Anak Allah yang tunggal”, artinya: Allah Bapa telah mengutus satu-satunya Anak-Nya sendiri menjadi manusia membawa keselamatan yang daripada-Nya. Bagian 2 : Dan kepada Yesus Kristus AnakNya yang tunggal Tuhan Kita.

12 Bukti-bukti yang menyatakan Yesus adalah Tuhan: Murid-Nya bersaksi: Dialah Firman yang telah menjelma jadi manusia (Yoh.1:1,14). Yesus bersaksi: Kekekalan sebagai Allah ada padaDiri-Nya (Yoh.8:58 ). Yesus menyatakan sendiri: Aku dan Bapa adalah satu (Yoh.10:30). Kelahiran, kehidupan, kematian, kebangkitan dan kenaikanNya yang ajaib, dsb.

13 Bagian 3 : Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

14 ”Yang dikandung dari Roh Kudus” : Yesus adalah Allah sejati Yesus berinkarnasi menjadi manusia sebagai hakekat ilahi yang nyata. ”... Lahir dari anak dara Maria” : Ia adalah manusia sejati Yesus tidak dilahirkan oleh karena benih seorang laki-laki yang berdosa, namun oleh Roh Kudus. Roh Allah sendiri secara ajaib tinggal dalam rahim seorang wanita yang masih perawan (belum menikah), untuk melahirkan seorang Mesias. Bagian 3 : Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

15 ”... Lahir dari anak dara Maria” : Ia adalah manusia sejati Yesus tidak dilahirkan oleh karena benih seorang laki-laki yang berdosa, namun oleh Roh Kudus. Roh Allah sendiri secara ajaib tinggal dalam rahim seorang wanita yang masih perawan (belum menikah), untuk melahirkan seorang Mesias.

16 PERHATIAN !!! Kalimat pengakuan ini tidak boleh dipahami bahwa ada perkawinan antara Roh Allah sebagai bapa dan Maria sebagai ibu, sehingga Anak yang dilahirkan adalah Anak dari Bapa (secara fisik). Konsep ini tidak boleh dipahami hanya secara akal budi dan fisik, namun harus disertai dengan iman, bahwa Allah berdaulat atas rencana-Nya bagi manusia.

17 Yesus Kristus adalah manusia sejati : perlu makan dan minum(Mat.4:2; Yoh.19:28), merasa sedih (Yoh.11:38), lelah karena perjalanan jauh (Yoh.4:6) Mat.4:2; Yoh.19:28)

18 Bagian 4 : Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam Kerajaan Maut

19 ”Yang menderita sengsara... ” : bukan karena Ia berdosa, tetapi karena Ia telah menjadi sama dengan manusia memulihkan hubungan yang rusak antara Allah dan manusia karena dosa di atas kayu salib Yesus sudah menanggung penderitaan dan murka Allah atas dosa-dosa kita

20 ”... di bawah pemerintahan Pontius Pilatus...”: Pengakuan ini menyatakan secara fakta : sejarah bahwa Yesus menderita sengsara, disalibkan dan mati (bukan pingsan atau mati suri) pada masa pemerintahan Pontius Pilatus, seorang wali negeri yang berkuasa atas provinsi Yudea (pemerintahan Romawi). nama Pontius Pilatus juga disebutkan sebagai peringatan seorang yang mencuci tangannya tanda tak mau memikul tanggung jawab, sekalipun dia berhak menentukannya. Atas keputusannya ini Yesus dianiaya, disalibkan dan mati (Mat.27:24-25).

21 “ … turun ke dalam Kerajaan Maut … “: 1 Petrus 3 : 18, 19  "Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita,  Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah;  Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan  di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh di dalam penjara,…”

22 Alkitab sama sekali tidak pernah mengajarkan tentang Kristus yang secara harafiah tubuh atau roh turun ke dalam neraka. sebagai Allah, Yesus Kristus itu "Maha-hadir", saat tubuh-Nya di dalam kubur, Roh-Nya pergi memproklamirkan kemenangan-Nya atas maut kepada roh-roh di dalam penjara (1Pet. 3:19-20). Sebagai Allah, Yesus Kristus tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Kita harus memperhatikan bahwa Yesus Kristus pun ada di Firdaus pada hari kematianNya (Luk.23:43). Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”.

23 “ … roh-roh di dalam penjara ”artinya : (1Pet. 3:19-20) :  roh orang-orang yang telah mati di luar Kristus  tidak boleh dipahami bahwa Injil juga harus diberitakan kepada orang-orang mati

24 John Calvin : menafsirkannya secara metafora, bahwa Kerajaan Maut menunjukkan penderitaan akhir Yesus Kristus di atas kayu salib, di mana Ia sungguh-sungguh merasakan rasa sakit dari hempasan neraka. Kalimat ini bukan saja menunjuk pada penderitaan di atas salib, bahkan juga penderitaan di Getsemani.

25 Bagian 5 : Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

26 Bagian 5 : Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Ia tidak lagi terikat pada kuasa maut = kemenangan- Nya atas dosa, maut dan iblis. Menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah dan Tuhan kita (Rm.1:4; Kis.2:32). Akibat kebangkitan-Nya orang yang percaya kepada- Nya mempunyai pengharapan baru dan hidup yang menang terhadap dosa (2Kor.1:9; 1Pet.1:3)

27  Kebangkitan Kristus sesungguhnya ditujukan untuk setiap orang, namun menjadi efektif hanya bagi orang yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatnya pribadi.  Kebangkitan Kristus memiliki 3 makna penting bagi orang percaya: 1. Orang berdosa mendapat pengampunan, dan menjadi orang benar di hadapan Allah. 2. Manusia lama kita sudah disalibkan bersama Kristus, dan kita dibangkitkan untuk memulai hidup yang baru (Rm.6:5-6). 3. Yesus manusia pertama yang sudah dibangkitkan, maka kita pun menantikan kebangkitan kita pada waktu kedatanganNya kelak (1Kor.15:20-23).

28 Bagian 6 : Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa

29 “ Naik ke surga … “ : Artinya: Ia kembali "ke tempat di mana Ia sebelumNya berada" (Yoh.6:62). " Aku berasal dari Bapa, dan Bapa mengutus Aku ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia dan kembali kepada Bapa" (Yoh.7:33; 13:3; 14:12,24,28; 17:8,18,25)

30 “ naik ke surga... “ : Berarti surga merupakan tempat yang kekal sesudah kematian dan ini sungguh ada. Dua tempat perhentian terakhir roh manusia setelah penghakiman Allah, yaitu: – Sorga. Suatu tempat indah yang disediakan Allah bagi orang- orang yang percaya dan taat kepadaNya. Di tempat ini orang- orang percaya mengalami hidup kekal memerintah bersama Allah (Yoh.14:1-3; Why.14:13; 21:9 - 22:5). – Neraka. Suatu tempat siksaan bagi iblis dan orang-orang yang tidak percaya kepada Allah. Di tempat ini orang-orang tidak percaya mengalami kebinasaan kekal, yaitu kematian yang ke dua (Why.14:10; 20:10,14-15; 21:8).

31 Yesus di dalam tubuh kebangkitan-Nya bukan saja secara ilahi dalam wujud roh, tetapi juga dalam bentuk fisik, tubuh seorang manusia yang dibesarkan di Nazaret. Dengan tubuh kebangkitan inilah Yesus naik ke surga

32 “ … duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa”: Yesus mengambil bagian sepenuhnya kemuliaan Allah, di dalam kuasa dan pemerintahan- Nya. Di sebelah kanan adalah tempat kehormatan (1Raj.2:19; Mzm.45:10). Jadi Yesus diberi kuasa, hormat dan kemuliaan yang sama besarnya dengan Allah Bapa (band. Why.5:11-13).

33 Bagian 7 : Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati

34 Yesus akan datang untuk menghakimi, pernyataan ini menegaskan bahwa kenaikan Yesus Kristus ke surga adalah hakekat kemuliaan-Nya sebagai Allah, Ia akan datang ke kembali sebagai Hakim, yang akan mengadili semua manusia dengan perbuatannya.

35 “ … orang yang hidup dan yang mati … “ : semua orang yang telah mati sejak zaman dahulu kala (sebelum Kristus) sampai sekarang, dan orang-orang yang masih hidup pada saat kedatangan-Nya. Mereka semua akan menghadap penghakiman Allah.

36 “Aku percaya kepada Roh Kudus” : Roh Kudus bersama oknum Allah lainnya menciptakan alam semesta dan manusia, serta memeliharanya (Kej.1:2,27-28; 2:7; Mzm.104:30) Roh Kudus mewahyukan dan mengilhamkan penulisan Alkitab (2Pet.1:20-21) Roh Kudus mengiluminasikan orang percaya kepada kebenaran Allah yang sejati (Yoh.14:26) Roh Kudus menginsafkan manusia berdosa supaya bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus (Yoh.16:8-11) Roh Kudus melahirbarukan orang percaya menjadi anak-anak Allah (Yoh.3:3-5; Tit.3:5; 2Tes.2:13; 1Kor.6:11) Roh Kudus memateraikan setiap orang percaya sebagai warga Kerajaan Allah (Ef.1:13-14; Rm.14:17; 14:17; 15:13) Roh Kudus memperlengkapi setiap orang percaya dengan karunia- karunia rohani untuk pelayanan tubuh Kristus (1Kor.12:11-13).

37 Bagian 9 : Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus

38 “Gereja yang kudus … “ : mengakui persekutuan semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus adalah kudus, karena dikuduskan oleh Allah sendiri yang menjadi milik-Nya,

39 “Gereja yang am (universal)” : gereja sekalipun terdiri dari berbagai suku, bangsa dan denominasi yang berbeda, gereja adalah satu Orang-orang percaya dipersatukan oleh satu Tuhan, satu iman dan satu baptisan (Ef.4:3-6), karena Yesus Kristus adalah Kepala Gereja.

40 Bagian 10 : Pengampunan Dosa

41 Mengapa perlu pengampunan dosa : Dosa adalah pelanggaran (1Yoh.3:4); segala sesuatu yang tidak sesuai atau pelanggaran terhadap hukum dan ketetapan Allah Karena dosa maka mutlak manusia akan menerima maut (Rm.6:23). Tidak seorangpun di dunia ini yang tidak berdosa. Semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm.3:23). Allah mengerti manusia tidak sanggup melepaskan dirinya dari kuasa dosa, maka Allah mengutus Anak- Nya yang tunggal, Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari dosanya.

42 Pengampunan dosa, berarti: orang percaya mengakui dengan iman bahwa hanya melalui penebusan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus di kayu salib manusia dapat diselamatkan, memperoleh pengampunan dosa dan hidup berdamai dengan Allah.

43 Bagian 11 : Kebangkitan tubuh 1 Korintus 15 : 20, 23 : “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.” “Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.”

44 Apakah seperti ini tubuh yang bangkit kelak dalam kemuliaan ?

45 Bagian 12 : Hidup yang kekal.

46 “hidup yang kekal” :  pengakuan ini tentu mengarah pada arti Surga.  menyatakan kualitas hidup yang sejati, yang tulen, atau sesungguhnya yang dimiliki orang-orang yang percaya kepada Kristus.  pada saat ini pun kita sudah memiliki hidup yang kekal, jikalau kita memiliki persekutuan yang indah dengan Kristus (Yoh.17:3).

47 Tubuh kebangkitan bukan hanya secara fisik, tetapi kesatuan kembali seluruh identitas dirinya. Tubuh yang sudah hancur akan diganti dengan tubuh yang mulia, seperti tubuh Tuhan Yesus waktu dibangkitkan Flp.3:21; yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya band. 1Yoh.3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak- anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri- Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya

48 “hidup yang kekal” :  saat ini pengenalan kita kepada Kristus belum sempurna. Apa yang kita nikmati dalam persekutuan dengan Kristus saat ini masih kabur/ samar-samar, nanti pada saatnya kita akan mengenal-Nya dengan sempurna muka dengan muka (1Kor.13:12).  jadi kehidupan yang kekal bersifat kini dan akan datang.  kelak di Surga mulia orang-orang percaya akan selalu bersama dengan Allah dan memerintah bersama-Nya (Why.20:4).


Download ppt "PENGAKUAN IMAN RASULI Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google