Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 STATISTIK-1 PENDAHULUAN Referensi: 1.Bambang Kustianto. 1991. Statistika 1, Seri diktat kuliah, Penerbit Gunadarma, Jakarta. 2.Black Kent. 1992. Business.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 STATISTIK-1 PENDAHULUAN Referensi: 1.Bambang Kustianto. 1991. Statistika 1, Seri diktat kuliah, Penerbit Gunadarma, Jakarta. 2.Black Kent. 1992. Business."— Transcript presentasi:

1 1 STATISTIK-1 PENDAHULUAN Referensi: 1.Bambang Kustianto Statistika 1, Seri diktat kuliah, Penerbit Gunadarma, Jakarta. 2.Black Kent Business Statistcs: AN Introduction Course. St. Paul: West Publishing Company. 3.Watson J. Collin, B. Patrick, dan H. V. David Statistics for Management and Economics. Boston: Allyn and Bacon.

2 2STATISTIK-1 Materi: 1.Peranan Statistika dalam ilmu ekonomi 2.Data dalam bentuk tabel dan gambar 3.Menghitung ukuran pemusatan 4.Menghitung ukuran keragaman 5.Konsep probabilitas 6.Distribusi teoritis 7.Angka Indeks 8.Analisis Deret Berkala

3 3STATISTIK-1 Peranan Statistika dalam ilmu ekonomi Statistik? Statistik adalah llmu pengetahuan yang berkaitan dengan pengumpulan, menganalisis, menginterpretaskan, dan mempresentaskan data-data numerik. Statistk penting dalam 2 aspek: a)Statistik merupakan ukuran diskrptif yang dihitung dari sampel dan digunakan untuk menggambarkan populasi b)Statistik berkaitan dengan dstribusi untuk keperluan analisis data Contoh penggunaan statistik dalam bisnis: a)Accounting: Bank Indonesia ingin menentukan tingkat penggunaan off balance sheet di industri perbankan. Secara keseluruhan bank bank internasional menerapkan off balance sheet untuk meningkatkan laba dan operasinya. b)Finance: Pemerintah ingin memprediksi tren ekonomi, investor ingin memprediksi harga saham c)Management: manajemen menggunakan statistik untuk pengambilan keputusan seperti alokasi sumber daya manusia dan perilaku organisasi. d)Management information system: industri manufaktur dapat menggunakan statistik untuk memprediksi permintaan PC dan computer work station. e)Marketing: perusahaan menggunakan statistik untuk mengukur perilaku konsumen, pangsa pasar dan potensi periklanan.

4 4STATISTIK-1 Statistik diklasifikasikan kedalam: a)Descriptif statstics: statistik yang memfokuskan pada pengumpulan data untuk menggambarkan atau mengambil kesimpulan terhadap kelompok tersebut b)Inferential/Inductive statistics: statistik berkaitan dengan pengumpulan data dari sampel dan menggunakan statistik yang dhasilkan untuk mengambil kesimpulan mengenai kesimpulan berdasarkan data dari sampel tersebut. Populasi dan sampel? Populasi adalah kumpulan orang atau obyek. Misalnya dalam pengertian luas adalah seluruh kendaraan dan dalam pengertian yang sempit adalah seluruh kendaraan bermerek toyota. Jika peneliti mengumpulkan data dari seluruh populasi untuk melakukan pengukuran tertentu, maka kegiatan ini disebut dengan sensus. Sampel adalah bagian dari populasi yang jika diambil diharapkan mewakili populasi. Misalnya untuk mengetahui tingkat durasi lampu yang dihasilkan oleh pabrk, maka dilakukan sampling, karena keterbatasan waktu dan dana serta sumber daya manusia. Parameter dan statistik? Parameter adalah ukuran diskriptif dari populasi.

5 5STATISTIK-1 Contoh: a)Mean (rata-rata) populasi dengan simbol μ b)Varian populasi dengan simbol σ 2 c)Devasi standar/simpangan baku dengan simbol σ Statistik adalah ukuran diskrptif dari sampel Contoh: a)Mean (rata-rata) populasi dengan simbol b)Varian populasi dengan simbol s 2 c)Devasi standar/simpangan baku dengan simbol s Population μ (Parameter) Sampel (Statistic) Calculate to estimate μ Select random sample

6 6STATISTIK-1 Tingkat Pengukuran Data Berjuta data numerik dikumpulkan untuk bisnis setiap hari yang menyerminkan berbagai macam ukuran. Contoh: a)Angka yang menunjukkan jumlah biaya produksi suatu produk b)Lokasi outlet dalam suatu kawasan c)Berat pengiriman barang d)Ranking prestasi mahasiswa Seluruh data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk suatu tujuan tertentu. Oleh karena itu, analis memerlukan pengukuran tingkat terhadap data tersebut, sehingga dapat ditentukan alat untuk analisis secara tepat. Skala pengukuran adalah seperangkat aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifka data dari pengukuran suatuvariabel. Skala pengukuran ini terdiri dari: 1. Skala Nominal Skala nominal adalah pengukuran yang dilakukan untuk membedakan memberikan kategori, memberi nama, atau menghitung fakta‐fakta. Skala nominal akan menghasilkan data nominal atau diskrit, yaitu data yang diperoleh dari pengkategorian, pemberian nama, atau penghitungan fakta‐fakta.

7 7STATISTIK-1 Contoh: a.Berdasarkan kategori, misalnya responden dibagi berdasarkan jenis kelamin pria dan wanita. b.Berdasarkan nama, misalnya dari penenlitian mengenai minibus di Medan ditemukan data bus menurut jalur/trayek dan diberi nama jalur 1, jalur2, jalur 3, dan seterusnya. c.Berdasarkan data hitung, misalnya dari data PDB suatu negara ditemukan pangsa sektor pertanian sebesar 52%, sektor manufaktur sebesar 38%, dan sektor jasa sebesar 10%. 2. Skala Ordinal Tidak hanya membedakan kategori dan nama pada skala nominal, pada skala ordinal kategori‐kategori ini kemudian diberi urutan yang berjenjang. Contoh: Sangat cantik4 cantik3 cukup cantik2 kurang cantik1

8 8STATISTIK-1 3. Skala Interval Merupakan salah satu jenis pengukuran dimana angka- angka yang dikenakan memungkinkan kita untuk membandingkan ukuran dari selisih antara angka-angka. Selisih antara 1 dan 2 setara dengan selisih antara 2 dan 3, selisih antara 2 dan 4 dua kali lebih besar dari selisih antara 1 dan 2. Contoh adalah skala temperature, misalnya temperature yang rendah pada suatu hari adalah 40 o F dan temperature yang tinggi adalah 80 o F. Disini kita tidak dapat mengatakan bahwa temperature yang tinggi dua kali lebih panas dibandingkan temperature yang rendah karena jika skala Fahrenheit menjadi skala Celsius, dimana C = (5F – 160) / 9, sehingga temperature yang rendah adalah 4,4 o C dan temperature yang tinggi adalah 26,6 o C.

9 STATISTIK Skala ratio Merupakan salah satu jenis pengukuran yang memiliki nol alamiah atau nol absolute, sehingga memungkinkan kita membandingkan magnitude angka-angka absolute. Tinggi dan berat adalah dua contoh nyata disini. Seseorang yang memiliki berat 100 kg boleh dikatakan dua kali lebih berat dibandingkan seseorang yang memiliki berat 50 kg, dan seseorang yang memiliki berat 150 kg tiga kali lebih berat dibandingkan seseorang yang beratnya 50 kg. Dalam skala ratio nol memiliki makna empiris absolute yaitu tidak satu pun dari property yang diukur benar-bnar eksis.


Download ppt "1 STATISTIK-1 PENDAHULUAN Referensi: 1.Bambang Kustianto. 1991. Statistika 1, Seri diktat kuliah, Penerbit Gunadarma, Jakarta. 2.Black Kent. 1992. Business."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google