Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KELOMPOK 6 IRFAN SAPUTRAD221 08 851 SUSANTID221 08 861 HAJAR ASWADD221 08 004 ADI WELLY KOBAD221 08 259 ANDI MUH NOVIANSYAHD221 08 853 CAKNAS ASHARID221.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KELOMPOK 6 IRFAN SAPUTRAD221 08 851 SUSANTID221 08 861 HAJAR ASWADD221 08 004 ADI WELLY KOBAD221 08 259 ANDI MUH NOVIANSYAHD221 08 853 CAKNAS ASHARID221."— Transcript presentasi:

1 KELOMPOK 6 IRFAN SAPUTRAD SUSANTID HAJAR ASWADD ADI WELLY KOBAD ANDI MUH NOVIANSYAHD CAKNAS ASHARID

2 Aliran proses produksi suatu departemen ke departeman yang lainnya membutuhkan waktu proses (waktu siklus) produk tersebut. Apabila terjadi hambatan/ketidakefisiensian dalam suatu departemen akan mengakibatkan tidak lancarnya material ke departemen berikutnya, sehingga terjadi waktu menunggu (delay time) dan penumpukan material. Dalam upaya menyeimbangkan lini produksi maka tujuan utama yang ingin dicapai adalah mendapatkan tingkat efisiensi yang tinggi bagi setiap departemen dan berusaha memenuhi produksi yang telah ditetapkan, sehingga diupayakan untuk memenuhi perbedaan waktu kerja antar departemen dan memperkecil waktu tunggu. Konsep keseimbangan lini produksi sangat cocok diterapkan untuk perusahaan bertipe produksi missal. Pada produksi missal, penyeimbangan lintasan ini akan sangat bermanfaat. Pada produksi missal, penurunan sedikit waktu siklus produksi akan memberikan penghematan besar dalam biaya produksi. Lini produksi yang seimbang, berarti tidak ada operasi-operasi yang menganggur (idle), juga akan memberikan efisiensi yang bermuara pada optimalitas biaya produksi.

3 Pada produksi massal, lini produksi yang seimbang juga akan memudahkan penyiapan fasilitas dan bahan-bahan pembantu. Beberapa perusahaan mengimlementasikan keseimbangn lintasan ini secara maksimal, disertai dengan pemasangan konveyor.

4  Lini produksi adalah penempatan area-area kerja dimana operasi-operasi diatur secara berturut-turut dan material bergerak secara kontinu melalui operasi yang terangkai seimbang.  Menurut karakteristiknya proses produksinya, lini produksi dibagi menjadi dua: a. Lini fabrikasi, merupakan lintasan produksi yang terdiri atas sejumlah operasi pekerjaan yang bersifat membentuk atau mengubah bentuk benda kerja b. Lini perakitan, merupakan lintasan produksi yang terdiri atas sejumlah operasi perakitan yang dikerjakan pada beberapa stasiun kerja dan digabungkan menjadi benda assembly atau subassembly

5  Jarak perpindahan material yang minim diperoleh dengan mengatur susunan dan tempat kerja  Aliran benda kerja(material), mencakup gerakan dari benda kerja yang kontinu. Alirannya diukur dengan kecepatan produksi dan bukan oleh jumlah spesifik  Pembagian tugas terbagi secara merata yang disesuaikan dengan keahlian masing-masing pekerjaan sehingga pemanfaatan tenaga kerja lebih efisiensi  Pengerjaan operasi yang serentak yaitu setiap operasi dikerjakan pada saat yang sama di seluruh lintasan produksi  Operasi unit  Gerakan benda kerja tetap sesuai dengan set-up dari lintasan dan bersifat tetap  Proses memerlukan waktu yang minimum

6  Pemerataan distribusi kerja yang seimbang di setiap stasiun kerja yang terdapat di dalam suatu lintasan produksi fabrikasi atau lintasan perakitan yang bersifat manual  Pergerakan aliran benda kerja yang kontinu pada kecepat yang seragam. Alirannya tergantung pada waktu operasi  Arah aliran material harus tetap sehingga memperkecil daerah penyebaran dan mencegah timbulnya atau setidak-tidaknya mengurangi waktu menunggu karena keterlambatan benda kerja  Produski yang kontinu guna menghindari adanya penumpukan benda kerja di lain tempat sehingga diperlukan aliran benda kerja pada lintasan produksi secara kontinu  Keseimbangan lintasan, proses penyusunannya bersifat teoritis. Dalam prktik persyaratan di atas mutlak untuk dijadikan dasar pertimbangan

7 PENGERTIAN :  Line balancing merupakan metode penugasan sejumlah pekerjaan ke dalam stasiun-stasiun kerja yang saling berkaitan/berhubungan dalam suatu lintasan atau lini produksi sehingga setiap stasiun kerja memiliki waktu yang tidak melebihi waktu siklus dari stasiun kerja tersebut.  Menurut Gasperz (2000), line balancing merupakan penyeimbangan penugasan elemen-elemen tugas dari suatu assembly line ke work stations untuk meminimumkan banyaknya work station dan meminimumkan total harga idle time pada semua stasiun untuk tingkat output tertentu, yang dalam penyeimbangan tugas ini, kebutuhan waktu per unit produk yang di spesifikasikan untuk setiap tugas dan hubungan sekuensial harus dipertimbangkan  Selain itu dapat pula dikatakan bahwa line balancing sebagai suatu teknik untuk menentukan product mix yang dapat dijalankan oleh suatu assembly line untuk memberikan fairly consistent flow of work melalui assembly line itu pada tingkat yang direncanakan.

8 Tujuan line balancing adalah untuk memperoleh suatu arus produksi yang lancar dalam rangka memperoleh utilisasi yang tinggi atas fasilitas, tenaga kerja, dan peralatan melalui penyeimbangan waktu kerja antar work station, dimana setiap elemen tugas dalam suatu kegiatan produk dikelompokkan sedemikian rupa dalam beberapa stasiun kerja yang telah ditentukan sehingga diperoleh keseimbangan waktu kerja yang baik. Permulaan munculnya persoalan line balancing berasal dari ketidak seimbangan lintasan produksi yang berupa adanya work in process pada beberapa workstation.

9  Metode formulasi dengan program sistematis  Metode Kilbridge-Wester Heruistic  Metode Helgeson-Birnie  Metode Moodie Young  Metode Immediate Update First-Fit Heruistic  Metode Rank And Assign Heruistic

10 Langkah-langkah dalam metode ini adalah sebagai berikut :  Buat precedence diagram untuk setiap proses.  Tentukan bobot posisi untuk masing-masing elemen kerja yang berkaitan dengan waktu operasi untuk waktu pengerjaan yang terpanjang dari mulai operasi permulaan hingga sisa operasi sesudahnya.  Membuat rangking tiap elemen pengerjaan berdasarkan bobot posisi di langkah 2. Pengerjaan yang mempunyai bobot terbesar diletakkan pada rangking pertama.  Tentukan waktu siklus (CT).  Pilih elemen operasi dengan bobot tertingg i, alokasikan ke suatu stasiun kerja. Jika masih layak (waktu stasiun CT.  Bila alokasi suatu elemen operasi membuat waktu stasiun > CT, maka sisa waktu ini (CT – ST) dipenuhi dengan alokasi elemen operasi dengan bobot paling besar dan penambahannya tidak membuat ST < CT.  Jika elemen operasi yang jika dialokasikan untuk membuat ST < CT sudah tidak ada, kembali ke langkah 5.

11 Memiliki 2 fase yaitu :  Fase satu: Elemen pengerjaan ditempatkan pada stasiun kerja yang berurutan dalam lini perakitan dengan menggunakan aturan largest-candidate. Aturan largest-candidate terdiri atas penempatan elemen-elemen yang ada untuk tujuan penurunan waktu. Dari sini, bila dua elemen pengerjaan cukup untuk ditempatkan di stasiun, salah satu yang mempunyai waktu yang lebih besar ditempatkan pertama. Setelah masing-masing elemen ditempatkan, ketersediaan elemen dipertimbangkan untuk tujuan pengurangan nilai waktu untuk penugasan selanjutnya.  Fase dua: Pada fase dua ini mencoba untuk mendistribusikan waktu nganggur (idle) secara merata (sama) untuk tiap-tiap stasiun melalui mekanisme jual dan transfer elemen antarstasiun.

12  Line balancing merupakan metode penugasan sejumlah pekerjaan ke dalam stasiun-stasiun kerja yang saling berkaitan/berhubungan dalam suatu lintasan atau lini produksi sehingga setiap stasiun kerja memiliki waktu yang tidak melebihi waktu siklus dari stasiun kerja tersebut.  Tujuan line balancing adalah untuk memperoleh suatu arus produksi yang lancar dalam rangka memperoleh utilisasi yang tinggi atas fasilitas, tenaga kerja, dan peralatan melalui penyeimbangan waktu kerja antar work station, dimana setiap elemen tugas dalam suatu kegiatan produk dikelompokkan sedemikian rupa dalam beberapa stasiun kerja yang telah ditentukan sehingga diperoleh keseimbangan waktu kerja yang baik.  Persyaratan umum yang harus digunakan dalam suatu keseimbangan lintasan produksi adalah dengan meminimumkan waktu menganggur (idle time) dan meminimumkan pula keseimbangan waktu senggang (balance delay).

13  tujuan dari lintasan produksi yang seimbang adalah sebagai berikut: - Menyeimbangkan beban kerja yang dialokasikan pada setiap workstation sehingga setiap workstation selesai pada waktu yang seimbang dan mencegah terjadinya bottle neck. Bottle neck adalah suatu operasi yang membatasi output dan frekuensi produksi. -Menjaga agar pelintasan perakitan tetap lancar. - Meningkatkan efisiensi atau produktifitas.  Metode penyeimbangan line balanacing yang biasa digunakan antara lain: 1.Metode formulasi dengan program sistematis 2.Metode Kilbridge-Wester Heruistic\ 3.Metode Helgeson-Birnie 4.Metode Moodie Young 5.Metode Immediate Update First-Fit Heruistic 6.Metode Rank And Assign Heruistic

14 TERIMA KASIH


Download ppt "KELOMPOK 6 IRFAN SAPUTRAD221 08 851 SUSANTID221 08 861 HAJAR ASWADD221 08 004 ADI WELLY KOBAD221 08 259 ANDI MUH NOVIANSYAHD221 08 853 CAKNAS ASHARID221."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google